Wednesday, August 9, 2023

Kejati Jatim Sita Barang Bukti Kasus Waduk Wiyung

 



Surabaya, rakyatindonesia.com - Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) menyita sejumlah dokumen. Ini sebagai pelengkap dalam penyidikan pidana korupsi penjualan Waduk Wiyung yang merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.


Kasi Penkum Kejati Jatim Windhu Sugiarto, SH., MH., mengatakan dokumen penting yang berhasil disita itu berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 4801 dan SHGB Nomor 4802.


“Dua SHGB itu sudah kami masukkan menjadi barang bukti. Tim Pidus Kejati Jatim menyita dua SHGB itu dari rumah dua orang saksi,” ungkap Windhu Sugiarto.


Untuk mendapatkan dua SHGB tersebut, lanjut Windhu, Tim Penyidik Pidsus Kejati Jatim melakukan penyitaan dari kediaman AA di daerah Putat Jaya Timur Surabaya.


“Penyitaan dokumen yang berkaitan dengan perkara dugaan korupsi penjualan Waduk Wiyung, dilakukan dari kediaman CY di Jalan Terusan Pasirkoja Nomor 246 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung,” ujar Windhu.


Windhu kembali menjelaskan, bahwa penyitaan ini dilakukan dalam rangka penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan Waduk Wiyung seluas 21.812 meter persegi yang menjadi aset Pemerintah Kota Surabaya mulai tahun 2003.


Tim Penyidik Kejati Jatim tiba dan mendatangi kediaman AA di Surabaya dan Saksi CY dengan membawa surat izin penetapan penyitaan Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dengan disaksikan perangkat setempat yaitu Ketua RW dan Lurah.


“Tujuan dari penyitaan ini adalah untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diyakini dapat memperkuat pembuktian dalam penanganan perkara Tipikor Waduk Wiyung dengan tersangka SMT (57) dan DLL (72),” kata Windhu.


Dugaan tindak pidana korupsi penjualan Waduk Wiyung ini berawal dari tersangka SMT dan tokoh-tokoh warga RW 01 dan RW 02, Kelurahan Babatan pada 2003, tanpa dasar hukum membentuk panitia pelepasan waduk dan menunjuk SMT sebagai ketuanya.


Kemudian, tersangka SMT bekerjasama dengan almarhum GT yang ketika itu menjabat sebagai Lurah Babatan, dan almarhum STN yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Babatan, membuat surat-surat keterangan tanah yang isinya tidak benar atau palsu dengan mencatut nama orang yang sesungguhnya bukan pemilik atas setengah waduk sebelah barat seluas 10.100 meter persegi.


Data-data tersebut lalu digunakan untuk membuat akta Perjanjian Ikatan Jual Beli dan Surat Kuasa di kantor Notaris- PPAT.


Dengan dasar akta Perjanjian Ikatan Jual Beli dan Surat Kuasa tersebut, selanjutnya pembeli mendaftarkannya ke Kantor BPN Surabaya dan pada 2005 terbit dua sertifikat, yakni SHGB Nomor 4801 dan SHGB Nomor 4802.


Berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Jawa Timur, besaran nilai kerugian negara dalam perkara penjualan waduk Wiyung ini kurang lebih sekitar Rp20 miliar. 


(Red*Tim)

Pemancing Perempuan di Surabaya Tewas Tersambar KA Logistik

 


Surabaya, rakyatindonesia.com - Pemancing perempuan berinisial IT (55), warga Manukan Madya, Surabaya, tewas tersambar Kereta Api (KA) logistik relasi Kampung Bandan-Pasar Turi. Insiden itu terjadi pada Rabu (9/8/2023)


Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat mengatakan, tidak ada yang mengetahui secara pasti kronologi IT tersambar kereta. Saksi berinisial SU, teman memancing korban baru tahu usai IT tergeletak di atas kerikil rel.


Namun, dari keterangan SU, diduga korban hendak menghampiri dia yang saat itu berada di kolam pemancingan dekat rel kereta.


SU yang mengetahui rekannya tersambar kereta lantas melapor ke petugas penjaga palang pintu kereta api Buntaran. Laporan itu lalu diteruskan ke call center 112.


“Saat petugas datang sudah meninggal dunia. Tadi sudah ada perwakilan dari keluarga korban juga mengetahui di lapangan,” imbuh Buyung.


Jenazah IT lantas dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kembali ke keluarga. Tampak pihak inafis dari Polrestabes Surabaya sudah melakukan olah TKP.


(Red*Tim)

Walikota Blitar Tak Menyangka Samanhudi Terlibat Perampokan

   


Surabaya, rakyatindonesia.com - Santoso mengaku tak menyangka bahwa Samanhudi Terlibat dalam perampokan rumah dinas yang dia tempati sebagai walikota Blitar. Hal itu dia utarakan saat menjadi saksi dalam persidangan kasus perampokan dengan Terdakwa mantan walikota Blitar Samanhudi, Selasa (8/8/2023).


Dikatakan Santoso, dia tak pernah menaruh curiga kepada siapapun di sekitarnya, apalagi pada Terdakwa.


“Saya tidak tahu kalau ada kaitan dengan terdakwa (Samanhudi) dengan peristiwa itu. Kalau sekarang dengan terkuaknya peristiwa ini akhirnya saya tahu, kalau awalnya menduga pun tidak,” katanya.


Santoso pun menceritakan tentang karir politiknya. Menurutnya, saat ada pemilihan tahun 2021, ia mengaku secara politis tidak pernah menganggap Samanhudi sebagai lawan.


Bahkan, ia bermitra dengan putra Samanhudi. Meski, ia mengetahui Samanhudi sudah berada di Lapas Kelas 1 Surabaya sebagai narapidana tindak pidana korupsi.


Namun, ketika disinggung perihal adanya brankas dalam kamar Samanhudi sata menjabat, Santoso mengaku tak tahu sama sekali. Begitu juga saat ia menempati rumah dinas hingga perampokan itu berlangsung.


“Saat saya menempati rumah dinas, saya tidak tahu di dalam ada brankas. Malah pada saat saya bersih-bersih di lingkungan rumah dinas ada di salah satu ruang, tempatnya Satpol PP ada brankas setinggi 1,5 meter, tetapi saya tidak tahu isinya maupun nomer kodenya dan saya tidak pernah membukanya,” terangnya.


Santoso bercerita bagaimana dia mengenal Terdakwa hingga menjadi partner dalam memimpin kota Blitar saat itu.


Terdakwa kata Santoso, dia kenal sejak lama. Tepatnya saat dia menjabat sebagai Sekertaris Dewan (Sekwan) dan Samanhudi sebagai Ketua DPRD Blitar.


“Kenalan dengan terdakwa sejak saya menjadi Sekwan dan beliau menjadi Ketua DRPD, saat itu saya sekretaris dewan,” kata Santoso saat sidang offline di Ruang Cakra, PN Surabaya, Selasa (8/8/2023).


Selama berpartner dengan Terdakwa kata saksi, banyak kenangan yang dia rasakan. Tepatnya saat mendampingi Samanhudi selama 2 tahun menjabat. Namun, ia tak menjelaskan secara detail lantaran tak berkaitan dengan kasus yang dialami.


“Saya sebagai pembantu di dewan dan sejak di sekda, lalu wakil Wali Kota hingga terakhir saat ini (Wali Kota). Saya mendampingi beliau selama 2 tahun,” ujarnya.


“Sebelumnya saya adalah Wakil Wali Kota Blitar, lalu menjadi Walikota sampai dengan sekarang,” imbuh dia.


(Red*Team)

Kejaksaan Jember Tangguhkan Penahanan Status Kades Mundurejo

  


Jember, rakyatindonesia.com - kejaksaan menangguhkan penahanan Edi Susanto, Kepala Desa Mundurejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana desa, Selasa (8/8/2023).


Begitu keluar dari tahanan Lembaga Permasyarakatan Jembaer, Edi disambut ratusan pendukungnya yang sudah menunggu. Yel-yel rasa syukur terdengar dari bibir mereka. Aksi massa pendukung Edi beberapa kali terjadi sebelumnya dan bahkan mereka menyegel kantor Desa Mundurejo.


Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Arif Fathur Rahman menegaskan, Edi tidak dibebaskan. Pengalihan status penahanan didasarkan pada penegakan hukum yang mengikuti rasa keadilan di masyarakat.


“Juga kesepakatan kita dengan penjamin bahwa proses hukum tetap berjalan. Beliau akan mengawal dan mengantarkan sendiri,” kata Arif. Para penjaminnya adalah keluarga Edi, kiai, perangkat desa, dan tokoh masyarakat desa.


Penangguhan penahananan juga didasarkan pada situasi dan kondisi pemerintahan di Desa Mundurejo. “Kita melihat roda pemerintahan di desa agak terganggu. Jadi berdasarkan itu kami melakukan penangguhan penahanan,” kata Arif.


Arif memastikan proses hukum berlanjut. “Jadi ini hanya penangguhan penahanan saja. Nanti kami limpahkan ke pengadilan. Setelah itu tergantung pengadilan ,” katanya.


Aksi massa pendukung Edi yang berkali-kali terjadi, menurut Arif, tidak akan menyurutkan kejaksaan. “Kami tetap lanjut persidangan, kita buktikan di pengadilan,” katanya. 


(Red*Tim)  

Seragam Gratis Tapi Bayar? Aksi Warga Kediri Bongkar Pungli di PPDB

 

Kediri, rakyatindonesia.com - Pada Selasa kemarin, puluhan massa yang terdiri dari berbagai LSM menggelar aksi di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur di Kediri. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap terjadinya praktik pungutan liar (pungli) yang berupa bisnis seragam di lingkungan sekolah. Praktik ini diduga dilakukan oleh oknum kepala SMA dan SMK.


LSM yang bergabung dalam aksi tersebut mendesak agar M. Ramli dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan. Mereka juga berharap aparat penegak hukum dapat memberantas segala bentuk pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.


Ketua LSM Bidik SIB Jawa Timur, Andik Haryanto, menyatakan bahwa mereka memiliki kesepakatan untuk membersihkan praktik pungli yang telah berlangsung selama ini dan dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin memperkaya diri sendiri.


Upaya ini sejalan dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur pada 27 Juli 2023. Surat edaran ini bertujuan untuk menghentikan segala bentuk pungutan atau jual beli seragam sekolah melalui koperasi. Meskipun mediasi telah diadakan, namun diberitakan bahwa M. Ramli tidak berada di tempat saat mediasi tersebut dilakukan. Sebagai gantinya, Sidik Purnomo, Kasi Pendidikan Menengah dan Kejuruan, mewakili pihak cabang dinas dalam mediasi.


Setelah bertemu dengan perwakilan LSM, Sidik menjelaskan bahwa terkait penjualan seragam di sekolah SMA dan SMK, serta mekanisme daftar ulang, masyarakat tidak seharusnya dibebani dengan iuran tambahan. Ia juga menegaskan bahwa oknum-oknum kepala sekolah atau pihak lain di dalam sekolah yang melanggar ketentuan ini dapat dipidanakan, karena aturan administrasi dan peraturan Gubernur sudah ada.


Meskipun kepala cabang dinas tidak hadir dalam mediasi, Sidik memastikan bahwa hasil mediasi dan harapan gabungan LSM akan tetap disampaikan kepada pimpinan. Dengan demikian, langkah-langkah untuk memberantas praktik pungli di lingkungan sekolah diharapkan dapat dilanjutkan dan diimplementasikan dengan lebih baik.

(red.team)

Tuesday, August 8, 2023

Permudah Layanan Polres Jember Bakal Sebar Titik Coaching Klinik Ujian Praktek SIM

 



JEMBER, rakyatindonesia.com - Diperbaruinya lintasan ujian praktek SIM di seluruh jajaran Satlantas se Indonesia yang dimulai hari ini Senin (7/8/2023), termasuk di Satlantas Polres Jember, mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Bahkan Satlantas Polres Jember membuka layanan Coaching Klinik ujian praktek SIM di Satlantas setiap pagi dan sore hari, dan terbuka untuk umum, hal ini disampaikan Kasatlantas Polres Jember AKP. Arum Inambala SIK. M.Si.


“Lintasan ujian praktek SIM yang baru, mulai berlaku hari ini, meski lebih mudah dari lintasan ujian sebelumnya,”kata AKP Arum, Selasa (8/8).


Namun kata AKP Arum masih saja ada pemohon SIM yang merasa kesulitan saat melakukan praktek.


“Tapi Masyarakat tidak perlu khawatir karena kami membuka coaching klinik (pelatihan) kepada masyarakat yang berminat untuk mencoba lintasan ujian praktek yang baru,” ujar Kasatlantas Polres Jember.


Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menggelar coaching klinik ujian praktek SIM ini di sejumlah titik di Kabupaten Jember.


Dengan demikian kata AKP Arum layanan coaching klinik ini bisa dinikmati oleh masyarakat Jember yang tinggal jauh dari kota.


“Kami juga akan membuka layanan coaching klinik di beberapa titik di pinggiran Jember, terutama yang jauh dari kota, sehingga masyarakat yang tinggal jauh dari kota, juga mendapatkan layanan coaching klinik ini,” beber Kasatlantas.


Upaya Satlantas Polres Jember dalam memberikan layanan coaching klinik di pinggiran, juga mendapat sambutan hangat dari H.Ponimin, salah satu pengusaha yang juga Owner Dira Group (tempat beberapa wisata di Jember).


Pihaknya siap berkolaborasi dengan menyiapkan halaman Dira untuk disulap sebagai lintasan coaching klinik ujian praktek SIM.


“Ya ini ide bagus, kalau misalkan digelar di Kencong, kami siap berkolaborasi, dengan menyulap lahan parkir kami untuk arena lintasan latihan ujian praktek SIM C, “ kata Ponimin.


Sehingga kata Ponimin masyarakat yang sedang berwisata maupun belanja di Dira, juga bisa mendapatkan tambahan pelatihan ujian praktek SIM.


“Apalagi selama ini banyak warga gagal di bagian ini,”ungkap Ponimin.


Sementara, dari pantauan media ini, ujian praktek ujian SIM, terutama SIM C yang digelar di Satlantas Polres Jember, tingkat kelulusan pemohon dalam ujian praktek SIM C, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.


Setidaknya dari 22 pemohon, 6 diantaranya merupakan pemohon baru, bisa lulus semua, meski harus latihan dulu.


“Hari ini ada 22 pemohon SIM yang mencoba lintasan ujian praktek yang baru, dari 22 pemohon, 6 diantaranya pemohon baru, dan mereka lulus semua, meski tadi sempat mengalami grogi saat latihan,” ujar Kanit Regident Satlantas Polres Jember Iptu Muhammad Hariyazie Syakhranie. 


(Red*Tim)

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Bangunan dan Mobil di Jombang, 4 Orang Terluka

 



Jombang, rakyatindonesia.com - Bus Sugeng Rahayu W-7572-UP yang dikemudian Agung Wibowo (52) mengalami kecelakaan di Jl Raya Sawahan Desa Sambirejo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, Selasa (8/8/2023).


Bus yang dikemudian warga Colomadu Kecamatan Bluluk Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah itu menabrak bangunan, tiang listrik, serta mobil yang sedang parkir. Akibat kecelakaan itu, empat orang dilarikan ke RSUD Jombang karena terluka.


Aryono (31), salah satu saksi mata mengatakan, kecelakaan bermula ketika Bus Sugeng Rahayu melaju dari timur ke barat atau dari Surabaya menuju Jombang. Mendekati lokasi kejadian, sopir bus kaget karena ada truk sedang putar balik.


Untuk menghindari tabrakan, sopir bus membanting setir ke arah kiri. Sehingga menabrak bangunan yang merupakan tempat cuci mobil, kemudian kendaraan parkir, serta tiang listrik. Kendaraan parkir yang ditabrak adalah mobil Wuling S-1936-OH milik Eko Pafitriyanto (39), warga Ledokkulon Bojonegoro. “Ada empat orang yang dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengalami luka-luka,” ujar Aryono.


Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Anang Setyanto membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Polisi juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). “Empat orang yang terluka adalah sopir dan kenek bus, serta dua penumpang Sugeng Rahayu,” jelas Anang.


(Red*Tim)

Mahfud MD: 99% Pemilu Sudah Siap, Ancaman Polarisasi 56%

 



Menko Polhukam Mahfud MD di Westin Hotel

Surabaya, rakyatindonesia.com - Menkopolhukam RI, Mahfud MD menegaskan Pemilu 2024 yang akan dilangsungkan pada 14 Februari 2024 sudah siap.


“Bahwa Pemilu tahun 2024 itu Insya Allah 99 persen sudah siap dan jadi,” tegasnya kepada wartawan ditemui usai acara Forum Diskusi Sentra Gakkumdu dengan tema ‘Wujudkan Pemilu Bersih’ di Wilayah Hukum Jawa Timur, di The Westin Surabaya, Selasa (8/8/2023).


Mahfud mengaku telah berkeliling untuk memantau perkembangan serta persiapan terkini ke daerah-daerah di Indonesia yang Pemilu pada periode sebelumnya meriah. Salah satunya ialah Jawa Timur.


“Untuk membekali petugas dan rakyat agar dilaksankan Pemilu berkualitas, kami keliling ke berbagai tempat yang Pemilunya meriah. Seperti di Jawa Timur,” katanya.


Dalam kunjungannya, Mahfud mengingatkan sejumlah kerawanan yang masih akan mengancam Pemilu 2024 mendatang. Menurut data yang dipegangnya, ada ancaman polarisasi sebesar 56 persen.


“Bentuknya kebohongan, pencemaran nama baik, bahkan politik identitas. Yang berbahaya juga adalah penyebaran hoaks,” ujarnya.


Politik identitas inilah yang menjadi catatan khusus Mahfud. Karena hal itu berpotensi memecah belah masyarakat. Menurut dia, politik identitas berbeda dengan identitas politik.


“Identitas politik, seperti Jawa, Madura, Bugis (dan lain-lain), ini boleh tapi jangan jadi hal utama untuk mendiskreditkan orang lain. Kalau dipakai mendeskreditkan, namanya politik identitas,” pungkasnya.


(Red*Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved