Tuesday, September 19, 2023

Cooling System Jelang Pemilu 2024, Polres Bojonegoro Gelar Konser Sholawat

 

BOJONEGORO, rakyatindonesia.com – Polres Bojonegoro Polda Jatim bersama Tim Hadrah Aulian Musthofa Polda Jatim menggelar konser Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW bertempat di  Gelanggang Olah Raga(GOR) Polres Bojonegoro, Senin(18/9/2023) pukul 19.30 WIB.


Konser Sholawat tersebut dihadiri oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Dr. Toni Harmanto, MH, beserta Ketua Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Jawa Timur Ny. Yesika Toni Harmanto, bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim.


Tampak hadir pula Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto, SIK,  Kapolres Tuban AKBP Suryono, S.H., S.I.K., M.H, Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si, dan PJU Polres Bojonegoro.


Selain itu para tokoh agama juga turut menghadiri kegiatan tersebut antara lain KH. Alamul Huda, Habib Al Jufri, dan KH. Maimun Safii, H. Suwito.


Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto, SIK mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh Polda Jatim. 


Dengan Sholawatan doa bersama untuk memupuk iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam setiap tugas Kepolisian mendapatkan berkah, perlindungan, keselamatan dan situasi Kamtibmas di Bojonegoro dan Jawa Timur aman, kondusif.


“Alhamdulillah konser Sholawat dari Tim Hadrah Polda Jatim saat ini di Polres Bojonegoro. Agar kita semua mendapat berkah dari Nabi Muhammad SAW," kata AKBP Rogib Triyanto.

Rogib Triyanto menambahkan selain itu, pihaknya ingin mendapatkan berkah dari sholawat agar Pemilu 2024 bisa berjalan aman, lancar dan damai serta Polisi di Jawa Timur bisa menjaga kondusifitas keamanan saat Pemilu 2024.


“Harapan dari kegiatan ini menjadi cooling system dan memohon kepada Allah SWT  agar Pemilu 2024 berjalan aman, lancar dan damai baik di Bojonegoro maupun Jawa Timur pada umumnya,” pungkas Rogib. (red.IY)


Monday, September 11, 2023

Dishub Bojonegoro Cek Kondisi Jembatan Kaliketek yang Retak

  

Bojonegoro, rakyatindonesia.com –  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro mengecek kondisi Jembatan Kaliketek. Pengecekan dilakukan setelah plengsengan jembatan diketahui retak.

Jembatan jalur nasional itu diketahui retak pada sisi kanan dan kiri plengsengan di sebelah selatan atau yang berada di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro. Selain itu juga sambungan antara jalan raya dengan jembatan merenggang.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, pengecekan jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, masuk Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, dan Kelurahan Banjarejo itu dilakukan setelah diketahui terjadi keretakan.

“Hasil pengecekan lokasi akan kami laporkan kepada Dinas PU Provinsi Jatim agar segera dilakukan analisa teknis kekuatan jembatan sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujarnya, Senin (11/9/2023).

Keretakan jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo itu diketahui cukup lebar. Kondisi plengsengan yang retak bahkan terjadi di kedua sisi. Tidak hanya itu, bagian atas, penghubung jembatan dengan jalan raya juga merenggang.

Menurut salah seorang warga RT 23 RW 03 Kelurahan Banjarejo, Jono, keretakan jembatan itu diketahui sudah lama terjadi.

“Tapi kondisinya sekarang semakin parah,” ujarnya. (red.IY)

Wednesday, August 30, 2023

Sinegitas Polres Bojonegoro Bersama Netizen Cegah Hoaks Pada Pemilu 2024

  

BOJONEGORO, rakyatindonesia.com – Polres Bojonegoro melalui Si Humas menggelar pembinaan dengan netizen dan pengiat media sosial (medsos) dengan tema “ Cerdas Bersama Netizen Kita sukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 dan Harkamtibmas di Kelurahan Banjarejo Kecamatan Kota Kabupaten Bojonegoro, Rabu(30/8/2023).


Acara tersebut dihadiri Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto, SIK didampingi Kasi Humas, IPTU Supriyanto, personil Si Humas, netizen dan penggiat medsos.


Dalam sambutannya, Kapolres Bojonegoro menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama dan kolaborasi dalam menjaga memelihara keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Kabupaten Bojonegoro.


Dengan adanya pembinaan atau pertemuan seperti ini kata Kapolres Bojonegoro bisa menjadi wadah literasi bagi banyak pihak. 


Hal tersebut tentu bermanfaat dalam menyamakan persepsi untuk menyampaikan informasi positif, mengedukasi atau pesan Kamtibmas kepada masyarakat.


AKBP Rogib mengaku bahwa selama ini Netizen merupakan kepanjangan tangan Polri khususnya Polres Bojonegoro dalam hal menyampaikan informasi positif, mengedukasi program program Kepolisian atau pesan Kamtibmas.


“Terimkasih kepada Rekan rekan yang sudah turut andil menciptakan situasi Bojonegoro yang aman dan kondusif melalui platform media sosial,” ucap Kapolres, AKBP Rogib Triyanto.


Ia menambahkan saat ini sudah memasuki tahapan Pemilu sehingga eskalasi politik mengalami peningkatan. 


Harapannya para netizen dan penggiat media sosial turut serta memberikan ifonformasi positi dan mengedukasi. 


“Jangan sebaliknya menimbulkan informasi hoaks atau membuat opini negative,”pesan AKBP Rogib.  


Dinamika perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat yakni media sosial, sehingga apa yang terjadi di dunia maya dapat mempengaruhi yang ada di dunia nyata.


Kapolres Bojonegoro menyebut bahaya terkait berita hoaks dapat menimbulkan persepsi maupun opini negatif, provokasi dan agitasi. 


“Selain itu dapat menimbulkan kebencian, sehingga netizen berperan penting dalam memupuk persatuan serta menjaga situasi kamtibmas," imbuhnya.


Diakhir sambutannya, AKBP Rogib Triyanto mengajak kepada seluruh masyarakat dan netizen  tetap waspada, bijak dan cerdas dalam bermedia sosial dan tidak menyebar berita hoaks atau konten provokatif. Budayakan Saring sebelum Sharing.


“Banjiri platform media sosial dengan konten yang mengedukasi, informasi positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat sehingga Pemilu 2024  dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar,” pungkas Kapolres Bojonegoro. (red.IY)

Saturday, August 26, 2023

100 Hektare Lebih Lahan Hutan di Bojonegoro Terbakar

  

Bojonegoro, rakyatindonesia.com –   Selama musim kemarau, lahan hutan yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro potensi sering terjadi kebakaran. Cuaca yang panas disertai angin kencang membuat bara api cepat menyambar daun-daun dan semak kering.

Sedikitnya sudah ada seluas 100 hektare lebih lahan hutan yang ada di wilayah KPH Bojonegoro terbakar. Ratusan lahan hutan yang terbakar itu selama periode Agustus 2023. Lahan hutan yang terbakar sebagian besar karena sengaja dibakar untuk pembersihan lahan.

ADM KPH Perhutani Bojonegoro Irawan mengatakan, ratusan hektar lahan hutan yang terbakar itu sebagian besar lokasinya berada di lahan bekas tanaman palawija dan semak-semakndibawah tegakan jati yang berada di pinggir jalan.

“Sering kali ada kesengajaan (orang iseng) yang membakar semak dan merambat lebih luas,” ujarnya, Sabtu (26/08/2023).

Irawan menegaskan, penyebab kebakaran hutan jarang sekali tanpa ada kesengajaan, dalam artian membakar sampah dan merembet, membakar bekas tanaman pertanian, maupun dengan sengaja iseng membakar.

“Kita mengidentifikasi sangat kesulitan penyebabnya apa. Tapi kalau di pinggir kawasan atau sanggeman, dari bekas pertanian dibakar,” ujarnya.

Upaya perhutani untuk mengurangi jumlah kebakaran hutan salah satunya dengan pemasangan spanduk larangan pembakaran hutan, melalui kelompok masyarakat yang peduli api yang sudah mendapat pelatihan dan rutin melakukan patroli.

“Jangan membakar kemudian ditinggal, atau dibikin ilaran agar tidak meluas. Meskipun hutan jati tidak akan mati saat ada kebakaran, tapi akan merusak ekosistem hutan,” imbuhnya.

Dari 50.176.000 hektare lahan hutan di wilayah KPH Perhutani Bojonegoro ini, semua titik memiliki kerawanan terjadi kebakaran. Terutama yang berada di kawasan pinggir jalan maupun dibatas yang dikerjakan masyarakat.

“Kalau musim kering ini rawan semua, dengan luasan itu juga susah untuk menjaganya. Tapi paling sering kejadian itu di pinggir jalan arah Kecamatan Bubulan dan Dander. Karena semak belukar, dan musim kemarau sehingga mudah terbakar,” pungkasnya. (red.IY)

Sunday, August 13, 2023

Bayi Dibuang di Tepi Jalan Bojonegoro Lahir Tanpa Bantuan Medis

                         

 Bojonegoro, rakyatindonesia.com - Penemuan bayi yang diduga baru dilahirkan 2 jam sebelum ditemukan menggemparkan warga. Pasalnya bayi merah berjenis kelamin perempuan itu tergeletak di dalam kardus bekas jajan dengan terlilit kaos kaki di leher.

Menurut Bidan Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Ajeng Kurniawati, bayi yang ditemukan di pinggir jalan Desa Kauman – Kadungrejo Kecamatan Baureno itu diduga dilahirkan tanpa bantuan tenaga medis.

“Kalau melihat luka tali pusatnya pemotongannya tidak teratur. Kemungkinan (ibunya) melahirkan sendiri,” ujarnya, Minggu (13/8/2023).

Meski diduga dilahirkan tanpa bantuan tenaga medis, bayi tersebut kondisinya sehat. Sekarang masih dirawat bidan di Puskesmas Gunungsari Kecamatan Baureno sebelum diserahkan ke Dinas Sosial. “Kondisinya Alhamdulillah normal dan sehat,” lanjutnya.

Sementara Kapolsek Baureno Polres Bojonegoro Ipda Suiswanto mengatakan, penemuan bayi tersebut kini masih  proses penyelidikan untuk mencari ibu dan pembuang bayi. “Saat ditemukan usia bayi diperkirakan baru berusia 2 jam. Masih kami lidik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, bayi berusia 2 jam itu kali pertama ditemukan oleh Mat Sedran (63) yang melintas di Jalan Desa Kauman – Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Saksi mendengar tangis bayi dan mencarinya.

Saksi kemudian mengetahui sebuah kardus tergeletak di tepi jalan. Setelah dibuka, kardus bekas wadah jajan itu berisi bayi merah yang masih berlumur darah sedang menangis. Bayi berjenis kelamin perempuan itu kemudian oleh saksi dibawa ke rumah kepala desa setempat untuk diperiksakan ke bidan desa.

Oleh bidang desa, Ajeng Kurniawati, bayi yang masih selamat kemudian dilakukan perawatan medis. Hasil pemeriksaan awal saat ditemukan, bayi dalam kondisi sehat dengan leher terlilit kaos kaki. Bayi tersebut ditaruh di dalam kardus bekas jajan dengan alas kerudung warna abu-abu.

Kondisi saat ditemukan kulit bayi berwarna merah muda, rambut hitam, dan diperkirakan baru berusia 2 jam. Hasil pemeriksaan medis, plasenta kondisi diputus paksa atau tidak menggunakan alat medis dan dibungkus dalam kantong plastik warna putih. (red.IY)


Bayi Diduga Baru Berusia 2 Jam Dibuang Ibunya

                                     

 Bojonegoro, rakyatindonesia.com - Tangis seorang bayi terdengar di tepi jalan. Mat Sedran (63) yang mendengar itu kemudian mencari sumber suara. Setelah dicari, bayi yang diduga baru berusia 2 jam ditemukan berada di dalam kardus pinggir jalan.

Bayi dalam kardus yang dibuang orang tuanya itu kali pertama diketahui oleh saksi Rudi Saputra (25) asal Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Saat mengetahui kardus berisi bayi yang tergeletak di atas rumput tepi jalan itu ia tidak mengambilnya.

“Saya mengetahui kardus dan ada tas warna hitam di tepi jalan saat mau pulang usai beli jangkrik. Tapi tidak mengambilnya karena takut kalau dituduh mencuri,” ujarnya, Sabtu (12/08/2023).

Setelah itu, ia pulang. Baru sekitar pukul 17.30 WIB, saksi Mat Sedran yang melintas di jalan turut Desa Kauman – Kadungrejo mendengar tangisan bayi. Di tepi jalan terdapat kardus. Setelah dicek, di dalam kardus terdapat bayi yang masih merah sedang menangis.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu kemudian oleh saksi dibawa ke rumah kepala desa setempat untuk diperiksakan ke bidan desa. Oleh bidang desa, Ajeng Kurniawati, bayi yang masih selamat itu kemudian dilakukan perawatan medis.

Hasil pemeriksaan, kondisi bayi dalam kondisi sehat dengan leher dililit kaos kaki. Bayi tersebut ditaruh di dalam kardus bekas jajan dengan alas kerudung warna abu-abu. Kondisi saat ditemukan kulit bayi berwarna merah muda, rambut hitam, dan diperkirakan baru berusia 2 jam.

“Hasil pemeriksaan medis, plasenta kondisi diputus paksa atau tidak menggunakan alat medis dan dibungkus dalam kantong plastik warna putih,” ujar Bidang Desa Ajeng Kurniawati.

Sementara pihak kepolisian saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk mencari orang tua bayi. “Mohon waktu, masih di TKP,” ujar Kapolsek Baureno, Ipda Suiswanto. (red.IY)

Saturday, August 12, 2023

Polres Bojonegoro Kembali Salurkan Bantuan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga

  

BOJONEGORO, rakyatindonesia.com - Tanggap akan kondisi di wilayahnya yang saat ini sedang kekeringan, Polres Bojonegoro melalui Satuan Pembina Masyarakat (Satbinmas) kembali menyalurkan bantuan air bersih.


Kali ini bantuan air bersih disalurkan untuk warga yang terdampak kekeringan di Desa Duwel Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.


Kapolres Bojonegoro, AKBP Rogib Triyanto, SIK melalui Kasat Binmas, AKP Agus Elfauzi mengatakan penyaluran bantuan 1 truk tangki berisi 5000 liter air bersih ini disalurkan bagi warga masyarakat yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih tepatnya di Desa Duwel Kecamatan Kedungadem.


"Penyaluran bantuan air bersih ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat tentang kekeringan yang kini sedang terjadi. Semoga bisa membantu masyarkat Desa Duwel," ucap AKP Agus Elfauzi saat dikonfirmasi di lokasi,Jumat (11/8).


Sementara itu, Kepala Desa Duwel, M. Rifa’i mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada bapak Kapolres Bojonegoro beserta jajarannya. 


“Terimaksih atas kepedulian bapak – bapak dari Polres Bojonegoro, mudah-mudahan bantuan air bersih ini bermanfaat, meringankan beban warga,”kata Rifa,i.


Di lokasi kegiatan, terlihat Kasat Binmas, Kapolsek Kedungadem dan Bhabinkamtibmas Desa Duwel  juga ikut membantu warga masyarakat mengisikan air bersih ke dalam jirigen dan ember yang sudah tertata. (Wafa/red.IY)

Monday, August 7, 2023

Warga PSHT Kedunggalar Ngawi, Lakukan Pembongkaran Tugu di Tempat Umum

 


NGAWI, rakyatindonesia.com - Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr. Toni Harmanto, M.H., saat anev Sitkamtibmas di Bojonegoro (Rabu (2/8/2023) pekan lalu mengatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya bentrok antar perguruan silat maupun pesilat dengan masyarakat adalah adanya tugu-tugu yang menjadi kebanggaan bagi mereka (pesilat).


Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Kapolda Jatim, maka Polres Ngawi Polda Jatim berkoordinasi dengan Pemkab Ngawi juga  berkomunikasi dengan para perguruan silat untuk membongkar tugu-tugu yang berada di tempat/fasilitas umum.


Pembongkaran tugu dilakukan karena letaknya di fasilitas umum, hal ini demi menjaga keamanan dan ketertiban serta kerukunan di wilayah Ngawi 


Beberapa anggota PSHT ranting Kedunggalar melakukan pembongkaran tugu yang terletak di lapangan Kecamatan Kedunggalar, dimulai pukul 10.00 wib, pada Minggu (6/8/2023) dengan penanggung jawab Ketua ranting PSHT Kedunggalar Sunarto.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Dandim 0805 Ngawi Letkol Arm Didik Kurniawan, S.I.P., didampingi Camat, Danramil dan Kapolsek serta sebagian warga PSHT Kedunggalar yang berada di lokasi pembongkaran tugu PSHT, mengatakan bahwa kegiatan ini sesuai dengan instruksi Kapolda Jatim demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


"Pembongkaran tugu yang berada di tempat-tempat umum dilakukan sesuai dengan instruksi Kapolda Jatim, demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tutur AKBP Argo.


Ketua PSHT ranting Kedunggalar Sunarto mengharapkan dengan adanya pembongkaran tugu perguruan silat di tempat umum bisa menjadi contoh wilayah lain dan bisa menjaga keharmonisan, kerukunan dan keamanan di masyarakat.


"Semoga dengan pembongkaran tugu di tempat umum, yang berada di lapangan Kecamatan Kedunggalar ini, bisa menjadi contoh wilayah lain. Kita tunduk kepada pemerintah dalam menjaga kerukunan dan keamanan," ujar Sunarto. (d*)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved