Thursday, January 4, 2024

6 Warga Pasuruan Terpapar COVID Varian Baru, Gejala Mirip Influenza

 




Pasuruan, rakyatindonesia.com - Enam warga Kabupaten Pasuruan diduga terpapar COVID-19 varian baru, variant of interest. Gejala yang diderita pasien mirip influenza biasa.


Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, meminta masyarakat tidak panik berlebihan. Sebab, varian baru tersebut tidak lebih berbahaya dari varian Delta atau yang lainnya. Bahkan varian yang ada saat ini mirip influenza biasa. Apalagi belum dipastikan enam pasien tersebut benar-benar terpapar COVID-19 varian baru atau tidak.


"Kami minta masyarakat tidak perlu panik berlebih menghadapi munculnya varian baru Covid. Karena varian yang ada saat ini, tidak lebih berbahaya dari sebelum-sebelumnya. Seperti varian Delta," kata Andriyanto, dilansir dari situs resmi Pemkab Pasuruan, Kamis (3/1/2024).

Saat ini, jelas dia, ada enam temuan kasus diduga varian baru dari COVID-19 di Kabupaten Pasuruan. Penderitanya mengalami gejala yang mirip influenza biasa.

"Semuanya ada komorbit, tapi ada gejala seperti influenza biasa," terangnya.

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina menambahkan dari enam pasien, lima pasien sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan satu pasien lainnya masih harus dirawat di rumah sakit.

"Apakah varian baru atau bukan masih dalam proses pemeriksaan dan hasilnya belum ada, sehingga tidak bisa memastikan," terangnya.

Arma menegaskan pelayanan kesehatan pada seluruh pasien dilakukan secara proporsional. Termasuk di dalamnya ada ruang isolasi khusus bagi para pasien COVID-19 maupun yang memiliki penyakit tertentu seperti TBC dan lainnya.

"Masyarakat tidak usah khawatir, karena Pemerintah juga menetapkan Indonesia Endemi Covid-19, dan kami proporsional dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pasien dengan gejala-gejala kesakitannya," harapnya.(red.w)

Sunday, January 29, 2023

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Jakarta, rakyatindonesia.com - Direktur Pengelolaan Imunisasi Direktorat Jendereal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Prima Yosephine Berliana mengatakan Kementerian Kesehatan kini tengah melakukan persiapan untuk vaksinasi Covid-19 untuk bayi dan balita. Ia menyebut pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaksanakan program tersebut.

“Pemerintah akan berkoordinasi dengan Dinas kesehatan, Puskesmas, dan seluruh fasyankes untuk program vaksinasi Covid-19. Kami juga telah menyiapkan mekanisme pelayanan terintegrasi dengan layanan imunisasi rutin yang sudah berjalan baik,” kata dia melalui pesan tertulis pada Sabtu, 28 Januari 2023.

Pemerintah, kata Prima, meyakini stok vaksin yang dimiliki akan cukup mencapai target yang telah ditentukan. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan 4,7 juta dosis primer lengkap untuk enam bulan ke depan. “Sementara itu target kita terkait populasi anak di bawah usia enam tahun yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 berjumlah 3,3 juta anak,” kata Prima.

Selain itu, Prima mengatakan pemerintah akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat. Salah satunya, kata dia, adalah upaya dalam melibatkan peran serta dari tokoh masyarakat dan organisasi profesi.

“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga nantinya akan melalui berbagai saluran media komunikasi dan informasi yang akan dioptimalkan. Hal ini untuk menekan jumlah angka infeksi dan kematian akibat Covid-19 pada anak,” ujar dia.

Mengenai saluran informasi untuk sosialisasi, Prima mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah media informasi sosialisasi program kepada masyarakat. Ia menyebut salah satunya adalah dengan pesan SMS atau WhatsApp broadcast.

“Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan cakupan imunisasi dengan mengaktifkan kembali Puskesmas untuk layanan Covid-19,” ujar dia.

Selain itum Prima mengatakan pemerintah pusat juga telah berkoordinasi dengan daerah-daerah terkait pelaksanaan layanan Covid-19 untuk balita. Ia menyebut Kemenkes telah berkirim surat edaran kepada Dinas Kesehatan di daerah terkait program vaksinasi tersebut. “Selain itu, sosialisasi melalui rapat koordinasi vaksinasi Covid-19 maupun melalui media massa atau media komunikasi yang tersedia,” kata Prima. (Red.Sl)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved