Wednesday, April 3, 2024

Polres Trenggalek Musnahkan Narkoba-Miras Jelang Lebaran

 


Trenggalek, rakyatindonesia.com - Menjelang Lebaran, Polres Trenggalek memusnahkan ribuan barang bukti narkoba hingga minuman keras, hasil operasi penyakit masyarakat (pekat). Proses pemusnahan narkoba dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air.

Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono mengatakan selama operasi Cipta Kondisi dan Pekat 2024 pihaknya mengungkap delapan kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya).

"Dari delapan kasus tersebut jumlah tersangka ada sembilan orang, satu di antaranya merupakan residivis yang sudah lima kali keluar masuk penjara," kata Gathut kepada wartawan, Rabu (3/4/2024).

Sedangkan jumlah barang bukti yang diamankan terdiri dari 35,14 gram sabu, 3.109 pil dobel L, alat isap atau bong, telepon genggam dan sejumlah uang tunai.

"Narkoba yang kami musnahkan yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap," imbuhnya.

Kasat Narkoba Polres Trenggalek AKP Yoni Susilo mengatakan delapan kasus narkoba yang terungkap berasal dari wilayah Kecamatan Watulimo, Dongko, Panggul dan Suruh.

"Para tersangka ini hampir seluruhnya berusia di bawah 40 tahun," ujar Yoni.

Gathut menambahkan selain kasus narkoba pihaknya juga menyita barang bukti sekitar seribu botol minuman keras dari berbagai jenis dan merk, serta 20 jeriken berisi 1.388 liter miras arak jawa.

Proses pemusnahan miras ini tidak seperti biasanya yang digilas dengan alat berat, namun dilakukan dengan memecahkan botol ke dalam tong penampungan serta membuang seluruh miras.

"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan keamanan selama Ramadan maupun Lebaran. Karena miras sering kali menjadi pemicunya," jelasnya.



(red.alz)

Wednesday, November 15, 2023

Di Trenggalek Polisi Inovatif Padamkan Karhutla pada Ketinggian Pakai Alat Damkar Mini Pakai Motor

 

TRENGGALEK, rakyatindonesia.com –  Polsek Durenan Polres Trenggalek membuat inovasi alat pemadam kebakaran mini. Alat pemadam kebakaran mini ini berfungsi untuk menjangkau titik-titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak dapat dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran (Damkar).


Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono mengatakan pada musim kemarau ini Karhutla berulangkali terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek.


Celakanya, Karhutla tersebut terjadi di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran terutama jika di ketinggian hutan dengan akses jalan yang minim.


Selain itu, material yang terbakar lebih banyak ilalang dan rumput kering sehingga cepat menyebar.


"Pemadam kebakaran mini ini cukup efektif untuk digunakan memadamkan api. Sudah dipraktikkan dan terbukti bisa memadamkan api dengan cepat," ucap AKBP Gathut, Selasa (14/11/2023).


AKBP Gathut Bowo menjelaskan, pemadam kebakaran mini ini menggunakan sepeda motor Bhabinkamtibmas dan alat semprot padi yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi alat pemadam kebakaran. 


Namun dalam praktiknya sering kali kehabisan air, sementara area yang harus dipadamkan masih cukup luas.


Berangkat dari situ Polsek Durenan menggunakan kendaraan patroli sebagai water supply berkapasitas 1.000 liter.


"Sehingga ada tiga perangkat yang dibawa, yang pertama alat semprot manual yang dibawa oleh anggota, yang kedua alat penyemprot menggunakan sepeda motor dan yang ketiga water supply," lanjutnya.


Untuk alat pemadam kebakaran yang dibawa oleh anggota membawa dua jeriken yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri serta dilengkapi jet pump yang dihubungkan dengan selang panjang.


"Dengan demikian dapat digunakan untuk memadamkan api dengan jangkauan semprotan yang lebih luas. Tinggal tarik selang langsung semprot," tambah AKBP Gathut.


Jika air habis, petugas tinggal mengisi kembali melalui kendaraan water supply yang sudah siap di lokasi terdekat.


"Harapannya perangkat pemadam kebakaran ini dapat diimplementasikan oleh Polsek jajaran lainnya, sehingga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di masing-masing wilayah dapat lebih cepat dan tidak meluas," pungkasnya. (red.IY)

Saturday, October 28, 2023

Gelar Jumat Curhat Polisi di Trenggalek Ajak Pesanggem Peduli Jaga Hutan

 

TRENGGALEK, rakyatindonesia.com – Memasuki musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih kerap terjadi di sejumlah daerah. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.


Menyikapi hal tersebut, Polsek Bendungan Polres Trenggalek yang wilayah kerjanya didominasi oleh kawasan hutan menggelar Jumat Curhat bersama petani penggarap lahan dan hutan (Pesanggem) Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek,Jumat (27/10).


Pada kegiatan tersebut para warga Pesanggem dihimabu untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan, mengingat saat ini musim kemarau panjang.


Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono,S.H, S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Bendungan, Iptu Suswanto, S.H mengatakan sebagai bagian dari warga negara sudah selayaknya seluruh elemen masyarakat peduli akan hutan di sekitarnya. 


“Apalagi musim kemarau panjang seperti sekarang ini kebakaran hutan sangat mungkin terjadi, untuk itu dihimbau agar warga tidak melakukan aktivitas apapun yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan,” ujar Iptu Suswanto.


Mantan Kasihumas Polres Trenggalek itu menambahkan, selain berpotensi menimbulkan dampak lebih luas, karhutla juga dapat merugikan Pesanggem itu sendiri. 


Pasalnya, ketika lahan garapan terbakar akhirnya perlu waktu lama untuk pemulihan, biaya operasional juga akan lebih besar.


“Untuk itu agar hutan pun  tetap berfungsi dengan baik sekaligus memberikan manfaat kepada semuanya,kami minta warga untuk turut menjaga hutan agar tidak terjadi kebakaran,”ujarnya.


Ia juga meminta seluruh warga jika mengetahui ada kebakaran hutan atau lahan segera menghubungi aparat desa atau kepolisian terdekat.


“Segera laporkan jika melihat kebakaran hutan atau lahan,agar bisa segera dilakukan penanganan secara komprehensif.”pungkasnya. (red.IY)

Monday, January 2, 2023

Sukses Amankan Nataru Bamag Trenggalek Apresiasi Kinerja Polres Trenggalek

Trenggalek, rakyatindonesia.com – Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. menggelar silaturahmi bersama pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Trenggalek. Pertemuan berlangsung di Rupatama Mapolres Trenggalek. Senin, (2/1).

AKBP Alith menuturkan, silaturahmi tersebut merupakan salah satu upaya jajaran Kepolisian dalam hal ini Polres Trenggalek untuk menjalin sinergitas dengan para tokoh agama dalam mengelola Kamtibmas kondusif di Kabupaten Trenggalek.

“Iya benar. Hari ini kami melaksanakan silaturahmi dengan Bamag, membangun sinergitas untuk Trenggalek yang lebih baik, aman dan tentunya tetap kondusif.” Ungkap AKBP Alith.

Lebih lanjut AKBP Alith mengatakan, selama ini hubungan dan komunikasi antara kepolisian dan Bamag telah berjalan harmonis, terlebih Polres Trenggalek memiliki satu program bidang kerohanian Binrohtal yang digelar setiap hari Kamis dimana seluruh anggota akan mendapatkan pencerahan sesuai dengan agama masing-masing.

“Nah, khusus untuk yang beragama Nasrani melibatkan tokoh agama dari Bamag.” Imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bamag Kabupaten Trenggalek Nicolas Martin menegaskan pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres Trenggalek yang telah memberikan rasa aman dan nyaman selama perayaan Natal hingga tahun baru kemarin.

“Kami sampaikan terima kasih, rangkaian giat perayaan Natal di Kab Trenggalek sehingga berjalan aman dan lancar. Hal ini tentu tak lepas dari peran serta para petugas Kepolisian yang tanpa lelah memberikan pengamanan.” Ujarnya (Red.Sl)

Tuesday, December 27, 2022

Nataru, Polres Trenggalek Gelar Pemeriksaan Kesehatan Hingga Tes Urine


Trenggalek, rakyatindonesia.com – Keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalulintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif saat nataru merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian jajaran Polres Trenggalek jajaran Polda Jatim ini.

Terutama terhadap para pengguna jasa transportasi umum baik bus maupun angkutan kota.

Untuk memastikan keamanan dan keselamatan para penumpang, Polres Trenggalek Polda Jatim yang dimotori oleh Sidokkes bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung menggelar pemeriksaan kesehatan kepada puluhan sopir maupun awak bus di terminal bus Sorodakan, Kabupaten Trenggalek, Senin, (26/12).

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari operasi Lilin Semeru yang dilaksanakan selama 11 hari terhitung sejak tanggal 23 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023 mendatang.

“Pada Libur Nataru ini memang terdapat peningkatan jumlah penumpang meskipun tidak signifikan. Namun bukan berarti kewaspadaan ataupun kehati-hatian kita menjadi kendor. Kita tetap pastikan bahwa para penumpang mendapatkan layanan yang baik, aman dan nyaman.” Jelas AKBP Alith.

Sementara itu, Kasidokkes Polres Trenggalek Aipda Lukman Hadi, A.Md.Kep. menegaskan selain pemeriksaan kesehatan dengan pengecekan tensi serta wawancara riwayat kesehatan juga dilakukan cek urin untuk memastikan tidak ada sopir maupun kru yang mengkonsumsi Narkoba atau Miras.

“Disamping itu, dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, kita antisipasi pula kemungkinan terjadinya loncakan Covid-19, terlebih saat ini sudah ditemukan varian baru sehingga kita lakukan rapidtest antigen juga terhadap semua awak bus.” Ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan sedikitnya 10 orang tenaga medis lengkap dengan perangkat penunjang lainnya. Pihaknya juga berharap dengan pemeriksaan kesehatan ini Kamseltibcarlantas selama Nataru di Kabupaten Trenggalek tetap kondusif serta mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Alhamdulillah, hasil dari kegiatan ini keseluruhan sopir dan awak bus dalam keadaan sehat dan rapidtest antigen negatif.” Pungkasnya. (Red.Sl)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved