Sunday, May 5, 2024

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polresta Malang Kota Beri Kaki Palsu Untuk Puluhan Disabilitas

 

 KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Beragam kategori disabilitas maka beragam pula kebutuhan mobilitas yang digunakan. 

Tak hanya sarana dan prasarana yang dibutuhkan namun alat bantu pun juga sangat diperlukan seperti salah satunya kaki palsu bagi mereka yang cacat kaki.

Komitmen Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., dalam memperhatikan, memperdulikan, dan mengayomi masyarakat kelompok rentan seperti salah satunya kelompok disabilitas selalu menjadi komitmen yang terus dipegang teguh. 

Beragam bentuk kegiatan sosial selama bertahun-tahun ini telah dilaksanakan, bahkan termasuk menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024 ini Polresta Malang Kota  melaksanakan kegiatan bakti kesehatan bagi puluhan penyandang disabilitas.

Kali ini bakti kesehatan dilaksanakan dengan memberikan alat bantu berupa kaki palsu bagi sedikitnya kurang lebih 40 penyandang disabilitas di wilayah Malang Raya. 

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama Kick Andy Foundation.

Pembuatan alat bantu kaki palsu tentunya membutuhkan waktu untuk prosesnya.

Untuk itu bertempat di Ballroom Sanika Satyawada sejumlah sekitar 40 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Malang Raya dihadirkan untuk melakukan pengukuran.

"Kita ukur dulu untuk pencetakan alat bantu kaki palsu sesuai dengan kebutuhan masing-masing,"kata Wakapolresta Malang Kota AKBP Apip Ginanjar, Jumat (4/5/2024). 

Agenda sosial ini dipantau secara langsung oleh Wakapolresta Malang Kota AKBP Apip Ginanjar, S.I.K., M.Si., dan Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Dr. Aristianto Budi Sutrisno, S.H., S.I.K., M.H.

Peserta yang hadir beragam dari latar belakang yang berbeda-beda, ada yang mengalami disabilitas sejak lahir bahkan saat mengalami kecelakaan. 

Adapun usia yang menjadi peserta kali ini juga beragam mulai dari maksimal 50 tahun hingga yang paling mudah berusia 5 tahun.

Salah satu peserta yang mendapatkan bantuan berupa kaki palsu kali ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada Polresta Malang kota dan Kick Andy yang telah melaksanakan Bhakti kesehatan kali ini. 

"Saya Ahmad Junaidi 34 tahun, asal Pasuruan mengucapkan terima kasih atas program ini karena sangat begitu bermanfaat bagi saya dan kita semua khususnya yang membutuhkan bantuan kaki palsu," ungkapnya.

Ia mengaku kaki palsu merupakan alat bantu yang baginya memiliki nilai yang mahal.

"Namun di sini dengan adanya program ini kami bisa mendapatkan bantuan kaki palsu secara gratis, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Kapolresta Malang Kota" ucap Junaidi.

Untuk diketahui, Junaidi ini merupakan korban kecelakaan tabrak lari di wilayah Probolinggo 13 tahun yang lalu.

Sementara itu Kasat Lantas Kompol Aristianto menjelaskan kegiatan bakti kesehatan merupakan program yang dilaksanakan oleh Polresta Malang Kota dengan berfokus untuk memberikan bantuan berupa kaki palsu bagi para penyandang disabilitas.

"Kami bekerjasama dengan Kick Andy untuk memfasilitasi baik disabilitas yang korban kecelakaan lalu lintas maupun disabilitas dari lahir di seputaran Malang Raya," ujar Kompol Aristianto.

Menurut Kompol Aristianto saat ini sudah terdaftar 38 kaki palsu yang akan diberikan dan sedang dilakukan pengukuran.

"Setelah pengukuran nanti akan kita agendakan untuk penyerahan langsung dari Bapak Kapolresta Malang Kota kepada para disabilitas tersebut" terangnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa  dengan pemberian kaki palsu ini merupakan salah satu bakti kesehatan dan perhatian yang diberikan Polri kepada masyarakat khususnya penyandang disabilitas di Malang Raya secara gratis. (red,Tim)

Monday, April 8, 2024

Polresta Malang Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas pada Operasi Ketupat Semeru 2024

 


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com – Mengantisipasi kepadatan arus pada mudik lebaran dan libur Idul Fitri 1445 H, Polresta Malang Kota Polda Jatim telah memetakan jalur rawan padat lalulintas (Lalin) pada Operasi Ketupat Semeru 2024.


Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Aristianto Budi Sutrisno, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pola rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan arus mudik.


"Kami sudah siap menyambut pemudik, baik yang menuju ke Kota Batu, Kota Malang ataupun yang akan menuju Luar Kota Malang," kata Kompol Aristianto, Senin (8/4).


Menurut Kompol Aristianto, Kota Malang sudah dikenal sebagai kota perlintasan atau menjadi jalur alternatif pemudik yang menuju Lumajang, Blitar, Kediri, Jombang, Surabaya dan sebaliknya.


Oleh karenanya pihak Satlantas Polresta Malang Kota segera menyiapkan pola – pola pengaturan lalu lintas di beberapa titik yang menjadi perhatian khusus saat arus mudik.


"Salah satunya jalur yang perlu diantisipasi adalah Simpang Empat Karanglo yang menjadi pertemuan lalu lintas menuju wilayah Kota Malang ataupun luar Kota Malang," ungkapnya.


Satlantas Polresta Malang juga sudah melakukan koordinasi dan membahas arus mudik lebaran dengan Forum Lalu Lintas beberapa hari lalu di Balaik Kota Malang.


Masih kata Kompol Aristianto, sebagai antisipasi kepadatan arus lalu lintas, pihaknya telah menyiapkan alternatif rekayasa lalulintas.


“Salah satunya kendaraan yang keluar dari pintu tol Singosari, Kabupaten Malang, dan menuju ke arah Kota Batu, akan diarahkan ke Selatan untuk masuk ke Kota Malang,"jelas Kompol Aris.


Jika pola ini belum mampu mengurai kepadatan, pihaknya akan mengubah pola bagi kendaraan yang akan keluar dari pintu Tol Singosari diarahkan ke pintu tol Pakis, Kabupaten Malang.


“Kendaraan yang akan menuju Lumajang, kendaraan akan diarahkan ke pintu Tol Madyopuro, melewati wilayah Kedung Kandang / bisa lewat wajak, Turen,”ujarnya.


Sementara Jelang Operasi Ketupat Semeru nanti, Polresta Malang Kota menyiapkan tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan di wilayah Kota Malang.


"Untuk membantu dan melayani pemudik saat dalam perjalan, Petugas Gabungan disiagakan, baik di Pos Pengamanan maupun di Pos Pelayanan" Tegas Aris.


Pos pengamanan disiapkan di simpang Malang Creative Center (MCC) atau di simpang tiga Blimbing, Sekitar pintu Tol Madyopuro.


"Pos pelayanan akan disiagakan di depan Stasiun Kota Malang san di Simpang tiga Jembatan Soekarno Hatta" Terang Kompol Aris.


Diharapkan masyarakat bisa menggunakan pos-pos yang disediakan untuk istirahat.


Kompol Aristianto mengimbau agar para pengendara menjaga stamina, mengecek kondisi kendaraan dan surat kelengkapan kendaraan, serta tertib berlalu lintas dan patuhi arahan petugas. (red.Tim)

Tuesday, March 26, 2024

Operasi Pekat Semeru 2024 Polresta Malang Kota Amankan Ratusan Botol Miras

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Satuan Samapta Polresta Malang Kota bersama Satpol PP, Kodim, Pasukan Garnesun, dan Dispenda Kota Malang menggelar Operasi Gabungan Pekat Semeru pada Minggu (23/3) dini hari.

Operasi gabungan ini bertujuan untuk menegakkan Surat Edaran (SE) Walikota No. 4 Th. 2024 tentang larangan penjualan minuman beralkohol selama bulan Ramadan.

Kasat Samapta Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli S.H, M.H menjelaskan, operasi ini menyasar toko-toko yang menjual minuman keras (miras) tanpa izin dan tempat hiburan malam yang memaksa buka di bulan Ramadhan.

"Operasi Pekat ini sebagai upaya menjaga ketertiban umum selama bulan Ramadan sekaligus menegakkan peraturan SE Wali Kota Malang No 4 Tahun 2024," jelas Kompol Wiwin.

Patroli dimulai pukul 21.00 WIB hingga 00.30 WIB, keliling dengan sasaran wilayah Kecamatan Klojen. Tim gabungan menemukan penjual miras berkedok toko kelontong milik salah satu warga Jalan Nusakambangan Klojen.

"Awalnya kami tidak menyangka toko itu menjual miras karena dari luar terlihat seperti toko kelontong biasa," kata Kompol Wiwin.

Namun, saat diperiksa, tim gabungan menemukan 363 botol miras golongan A, B, dan C di dalam toko. Ratusan miras tersebut kemudian diamankan.

Pemilik toko kemudian dimintai keterangan dan dikenakan sanksi tipiring karena menjual miras secara sembunyi-sembunyi.

Tim gabungan kemudian bergerak ke wilayah Blimbing dan menemukan salah satu toko di Jalan L.A. Sucipto yang menjual miras dengan izin distributor. 

Petugas masih mendalami apakah izin distributor tersebut memungkinkan penjualan miras secara eceran atau tidak.

Selanjutnya, tim gabungan bergerak menuju sebuah kafe di Jalan Kahuripan. Di kafe Down Town ini, ditemukan beberapa botol miras golongan A, B, dan C. 

Saat diperiksa, kafe tersebut hanya memiliki izin untuk menjual minuman golongan A.

“Barang bukti hasil operasi gabungan, yaitu 367 botol miras, diamankan di Mako Polresta Kota Malang"kata Kompol Wiwin.

Ia menegaskan,Polresta Malang Kota akan terus melaksanakan Operasi seperti ini selama bulan Ramadan, baik internal anggota Sat Samapta sendiri ataupun gabungan.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa SE Wali Kota Malang No 4 Tahun 2024 harus ditaati.

Ia mengatakan Khusus kios atau toko yang menjual minuman beralkohol tanpa izin, berpotensi menjadi pendukung gangguan keamanan dan ketertiban umum.

“Yang jelas penindakan terkait penjualan miras terlebih yang tanpa izin seperti ini akan kami tindak tegas,”pungkasnya. (red.Tim)

Saturday, March 16, 2024

Ops Keselamatan Semeru 2024 di Bulan Ramadhan Polresta Malang Kota Berbagi Takjil Ajak Pengendara Tertib Lalin

 


 KOTA MALANG, rakyatindonesia.com  – Melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2024  Satlantas Polresta Malang Kota mengajak masyarakat terutama pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas.

Ajakan itu disampaikan oleh petugas gabungan yang melaksanakan operasi sambil membagikan takjil kepada pengendara yang melintas di depan Mapolresta Malang Kota.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Aristianto mengatakan, pada Operasi Keselamatan Semeru 2024 kali ini juga dimanfaatkan untuk berbagi berkah kepada para pengendara.

"Operasi kali ini bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan 1445 H, jadi kami sampaikan himbauan tertib lalulintas, sambil berbagi takjil," ujar Kompol Aristianto, Jumat sore (15/3).

Kasatlantas Polresta Malang Kota yang memimpin operasi ini juga menjelaskan, bagi-bagi takjil salah satu cara mendekatkan diri kepada masyarakat  pengguna jalan untuk melakukan edukasi dan sosialisasi tentang keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalulintas (Kamseltibcarlantas).

"Mencegah tidak harus dengan penindakan, namun perlu adanya pendekatan dan perhatian pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan menaati peraturan lalu lintas," tambah Kompol Aristianto.

Ia mengatakan pembagian takjil ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Satlantas Polresta Malang Kota setiap bulan Ramadhan. 

"Operasi ini fokus pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan fatalitas tinggi, seperti pelanggaran kecepatan, penggunaan ponsel saat mengemudi, dan tidak menggunakan helm" pungkas Kompol Aristianto. (red.Tim)

Tuesday, March 12, 2024

Sambut Ramadhan, Tim Gabungan Polresta Malang Kota Gelar Operasi Pekat

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Menyambut bulan suci Ramadan, Tim gabungan Polresta Malang Kota bersama instansi terkait seperti Satpol PP dan Kodim 0833 Kota Malang melaksanakan operasi Pekat atau Penyakit Masyarakat. 

Operasi ini dilaksanakan di beberapa lokasi hiburan di wilayah hukum Kota Malang pada dengan melibatkan kurang lebih sebanyak 50 anggota pada Minggu dini hari (10/3/2024).

Operasi penyakit masyarakat (Pekat ) ini digelar berdasarkan adanya sejumlah aduan masyarakat terkait ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat banyaknya tempat hiburan yang disinyalir sebagai tempat terselubung.

Kasat Samapta Kapolresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli menjelaskan bahwa patroli ini digelar sebagai upaya terciptanya situasi wilayah hukum Kota Malang yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H/2024.

"Pada operasi kali ini kami menyasar di beberapa lokasi yang tentunya disinyalir rawan dijadikan sebagai hal-hal yang tidak selayaknya,”ungkap Kompol Rusli.

Kompol Rusli menambahkan bahwa Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto, telah memberikan atensinya kepada seluruh anggota gabungan yang bertugas agar dapat melaksanakan operasi secara menyeluruh dan rutin.

Hal itu guna terwujudnya situasi Kamtibmas dan terciptanya rasa aman nyaman bagi masyarakat Kota Malang. 

Diharapkan dengan adanya operasi ini dapat mengurangi hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan dan masyarakat lainnya dapat menjalankan ibadah bulan suci Ramadan dengan khusyuk.

“Tetap sinergi dan saling koordinasi dengan instansi samping dalam melaksanakan operasi ini, demi terjaganya kondusifitas di Kota Malang,”ujar Kompol Rusli.

Dalam operasi kali ini lanjut Kompol Rusli, tim gabungan menemukan sejumlah pasangan tidak sah dalam beberapa tempat penginapan.

“Saat ini sudah ditangani oleh Satuan Polisi Pamong Praja yang juga menjadi bagian tim kami dalam operasi Pekat,”pungkasnya. (red.Tim)

Monday, February 26, 2024

Cegah Panic Buying Satgas Pangan Polresta Malang Kota Inspeksi ke Sejumlah Pasar

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com  - Jelang Ramadhan 2024 masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga pangan. Selain faktor cuaca, hal ini salah satunya diakibatkan oleh stok distribusi terhambat. 


Menindak lanjuti permasalahan sosial mengenai pangan ini Satgas Pangan Polresta Malang Kota melaksanakan pemantauan ketersediaan pangan. 


Pemantauan sembako pada beberapa pasar tradisional wilayah Kota malang dilaksanakan juga di Distributor UD Taruna Jaya, Pasar Oro Oro Dowo dan Pasar Tawangmangu serta beberapa pasar lainnya, Senin (26/02/2024)


Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto, mengatakan tujuan pelaksanaan pemantauan adalah sebagai bentuk kepedulian Satgas Pangan dari Polresta Malang dengan naiknya harga beberapa jenis sembako terlebih beras.


“Satgas pangan Polresta Malang Kota bersama dengan instansi terkait terus akan melakukan pemantauan terkait ketersediaan dan harga bahan pokok pangan untuk mengantisiapasi melonjaknya harga yang berlebihan,”ujar Kombes Budi Hermanto, Senin (26/2).


Ia mengatakan, pihak Polresta Malang Kota sudah melakukan pemantuan di sejumalah Pasar Tradisional dan juga para distributor bahan pokok pangan.


“Ini untuk menekan angka inflasi menjelang Ramadhan 2024,jadi kami  berupaya mengantisipasi terjadinya harga sembako yang semakin naik dengan tetap melakukan koordinasi bersama instasi terkait maupun tim pengendali sembako pemerintah Kota Malang,”jelas Kombes Budi Hermanto.


Sementara itu Kasat Reskrim Malang Kota, Kompol Danang Yudanto  menegaskan langkah-langkah satgas pangan Polresta Malang Kota berkoordinasi dengan Disperindag, distributor pangan dan Bulog terus dilakukan.


“Kami bersama pemerintah Kota Malang akan terus mengawal agar proses distribusinya lancar sampai ke konsumen, sehingga stoknya aman, dengan harapan agar harga akan turun dengan sendirinya," kata Kompol Danang Yudanto. 


Kasatreskrim Polresta Kota Malang ini juga mengatakan selama kegiatan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional tidak ada temuan penyalahgunaan stok.


“Untuk harga memang kondisi saat ini mengalami kenaikan namun tidak signifikan,”ujarnya.


Ia menghimbau kepada Masyarakat untuk tidak Panic Buying mengenai kelonjakan harga dengan membeli barang-barang dengan jumlah berlebih. 


Ia menegaskan, Satgas Pangan Polresta Kota Malang akan tetap melakukan monitor pemberitaan yang berkembang dimasyarakat dengan memberdayakan jaringan informasi.


Hal ini untuk dapat mendeteksi lebih awal terkait informasi yang dapat mempengaruhi kondusifitas Kota Malang. (red.Tim)

Thursday, February 8, 2024

Kompolnas Apresiasi Kesiapan OMB Polresta Malang Kota Dalam Pengamanan Pemilu 2024

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terus memantau kesiapan Polri dalam pengamanan Operasi Mantab Brata (OMB) Pemilu 2024 di Jawa Timur, yang dinilai menjadi obyek strategis, namun tetap aman dan kondusif.


Anggota Kompolnas Muhammad Dawam didampingi Koordinator PAM Pemilu 2024 Kompolnas Kombes Pol Joko Purwanto setelah Tour de Force ke Polda Jawa Timur dan Polres Tulunggagung juga menuju ke Polresta Malang Kota.


Setiba di Polresta Malang Kota, Dua anggota Kompolnas ini diterima langsung oleh Kapolresta  Kombes Pol Budi Hermanto didampingi AKBP Apip Ginanjar, dan para PJU.


Muhammad Dawam menyempatkan diri melihat ruang Posko Media Pemilu 2024 di Mako Polresta Malang Kota.


Muhamad Dawam mengapreasiasi kesiapan  komprehensi Polresta Malang Kota, setelah mendapat paparan dari Kombespol Buher dalam menjaga Kamtibmas pemilu 2024.


"Kesiapan Polresta Malang Kota tidak hanya dalam teori namun praktek-praktek secara langsung, informasi lengkap sudah kami dapatkan setelah mendapat paparan dari Kapolresta Malang Kota dan Tim,"ungkap Dawam (Rabu, 07/06)


Dawam mengatakan bahwa untuk menjaga Kamtibmas Pemilu 2024, Polresta Malang Kota juga didukung aplikasi Jogo Malang Presisi 


"Aplikasi Jogo Malang Presisi yang selalu berkembang dan inovasi dalam menjaga Kamtibmas menjelang dan pasca pemilu khususnya di Kota Malang, saya berharap Jogo Malang Presisi, menjadi Jogo Indonesia Presisi,"harap Dawam.


Untuk menjaga kondusifitas pada Pemilu 2024, Dawam juga menegaskan bahwa Polresta Malang Kota sudah melaksanakan penegakkan hukum dan ini sudah vonis.


"Salah satu paparan terkait masalah yang berpotensi mengganggu kamtibmas, Polresta Malang Kota sudah melakukan penegakan hukum, ini menunjukkan bahwa kesiapan dan netralitas Polri sudah terukur dengan baik,"lanjut Dawam.


Ia juga berpesan untuk menegakan Harkamtibmas, keterlibatan masyarakat sangat berperan untuk membantu Kepolisian, selain dari Unsur TNI dan Stake Holder yang terlibat pengamanan Pemilu 2024.


Sementara itu Kombes Pol Budi Hermanto berterima kasih atas silaturahmi, kritik, masukan evaluasi terhadap pola pengamanan kesiapan Polresta Malang Kota dalam mengamankan pesta demokrasi 2024.


"Dengan hadirnya Kompolnas kami bisa memberikan kontribusi positif, dan yang paling utama sudah memberikan spirit Polresta Malang Kota, guna menuju Polri yang Presisi, semoga pemilu damai, aman kondusif, ayo jogo Malang," pungkas Kombes Pol Budi Hermanto. (red.Tim)

Sunday, January 21, 2024

Geger Kota Malang Darurat Begal!

 

Surabaya, rakyatindonesia.com - Kota Malang darurat begal. Sejumlah aksi begal ditemui di beberapa wilayah Kota Malang. Polresta Malang Kota bergerak cepat merespons hal itu dengan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku.


Dalam sepekan, ada beberapa laporan di media sosial soal begal di Malang. Namun, belum diketahui dengan pasti apakah unggahan begal di medsos tersebut benar terjadi, hanya dugaan, atau bahkan hoaks.

Polisi mengaku belum menerima pengaduan ataupun laporan dari warga yang menjadi korban. Meski begitu, Korps Bhayangkara tetap merespons tentang dugaan begal di medsos tersebut.

Terbaru, polisi menemukan adanya unggahan warga yang mengaku menjadi korban begal saat mengisi BBM di sebuah SPBU wilayah Sawojajar, Kota Malang. Saat diselidiki, polisi berhasil mengindentifikasi pengunggah di mana merupakan warga Singosari, Kabupaten Malang.



"Kemarin ada lagi, unggahan yang menarasikan adanya begal, yang mengaku korbannya orang Singosari sudah kita datangi," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto, Sabtu (20/1/2024).


Dari interogasi yang dilakukan, lanjut Danang, kejadian yang disampaikan melalui media sosial adalah bohong. Hal itu juga diperkuat penyelidikan CCTV di TKP, serta keterangan dari sejumlah saksi.


"Setelah kita dalami lewat CCTV kemudian mendatangi saksi-saksi, termasuk menginterogasi korban, rupanya yang mengaku korban ini bohong," terangnya.


Danang menyebut, pihaknya belum menerima pengaduan ataupun laporan resmi terkait warga yang menjadi korban begal.


"Sampai hari ini belum ada laporan," sebutnya.


Sementara itu, beberapa kasus begal disebut terjadi di kawasan Jalan Mayjen Pandjaitan, Jalan Jaksa Agung Suprapto, hingga peristiwa yang disebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Blimbing.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengaku, sejumlah warga yang diduga menjadi korban begal juga telah teridentifikasi. Untuk selanjutnya polisi akan memintai keterangan.



"Kami temui yang diduga korban untuk mendalami keterkaitan para pelaku begal ini," katanya, Sabtu (20/1/2024).


Pria yang akrab disapa Buher ini menyatakan, dirinya telah membentuk tim gabungan sejumlah jajaran dan polsek yang akan berbagi tugas memberantas begal.


Pembentukan tim ini dilakukan meski hingga saat ini polisi belum menerima laporan dari warga yang menjadi korban kejahatan itu. Respons cepat dilakukan berangkat dari informasi di medsos.



"Kami sudah membentuk tim, dari jajaran reskrim, polsek-polsek untuk membagi tugas. Artinya polisi tidak mesti bergerak karena belum ada korban yang melapor. Tetapi informasi yang ada di masyarakat, media sosial, pasti kami akan menindaklanjuti," ujar Budi Hermanto.


Di sisi lain, hasil penyelidikan yang dilakukan Polresta Malang Kota telah mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga pelaku begal. Mereka adalah residivis pelaku kejahatan jalanan.


"Kita harus match-kan antara ciri-ciri yang disampaikan oleh korban terhadap pelaku yang melakukan," katanya.


Budi Hermanto menegaskan bahwa masyarakat harus yakin terhadap TNI/Polri bersama sejumlah komunitas yang terus bekerja sama untuk menciptakan kondisi aman di Kota Malang.



"Kami tidak akan pernah lelah memberikan rasa aman, nyaman di wilayah Kota Malang," tegasnya.



Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat bila mendapatkan informasi terduga korban ataupun terduga pelaku begal bisa segera melapor ke aparat kepolisian.


Hal ini tentunya akan membantu penyelesaian kasus tindak kejahatan dapat lebih cepat dan tetap bisa menciptakan rasa aman di Kota Malang.


"Kami akan datang jemput bola jika ada masyarakat yang memiliki informasi," tuturnya.


Tak hanya itu, Polresta Malang Kota juga bekerja sama dengan Kominfo Kota Malang dalam memantau seluruh CCTV di penjuru wilayah Kota Malang demi memastikan kejadian yang dialami sejumlah terduga korban begal.


"Kami juga akan mendalami saksi-saksi lain di jalan, security yang menjaga tempat. Paling utama adalah kesaksian korban," tandasnya. (red.w)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved