Wednesday, September 13, 2023

Polres Ponorogo Droping Air Bersih dan Sembako Untuk Warga

 

PONOROGO, rakyatindonesia.com –  Sejumlah wilayah mengalami kekeringan membuat Polres Ponorogo bergerak cepat. Melalui Satuan Polisi lalu lintas (Satlantas), menyalurkan droping tiga ribu liter air bersih ke Dusun Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung. 


Di wilayah yang berada di tengah hutan kayu putih itu terdapat 17 kepala keluarga (KK) yang sudah mengalami kesulitan air bersih.


“Kita dari Satlantas Polres Ponorogo menyalurkan droping air bersih kepada warga yang membutuhkan. Selain itu juga dalam rangka memperingati HUT ke-68 Lantas,”terang Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Affan Priyo Wicaksono, Senin siang (11/09/2023).


Selain droping air bersih, Satlantas Polres Ponorogo juga memberikan bantuan satu tandon air. Hal itu dilakukan karena tandon air milik warga tak mampu menampung tiga ribu liter air.


"Kita juga membagikan sembako kepada 17 Keluarga yang mengalami kekurangan air bersih ini. Apalagi warga disini hanya mengandalkan hasil bercocok tanam dilahan milik perhutani,"kata AKP Affan.


Ke depan, kata Kasat Lantas Satlantas Polres Ponorogo itu, pihaknya akan menyalurkan droping air bersih kembali kepada warga. 


"Hal itu disebabkan sumber air warga dari sungai masih terlihat kering,"tandanya.


Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Wimboko mengatakan bahwa pihak Polres Ponorogo dalam mengantisipasi kekeringan dampak kemarau panjang ini telah membuatkan sumur bor dan mesin pompa air untuk warga.


“Ini semua kami lakukan untuk mengantisipasi dampak dari kemarau panjang yang mengakibatkan sulitnya air,” ujar AKBP Wimboko.


Mislan salah satu warga menyambut antusias bantuan droping air bersih yang dilakukan Satlantas Polres Ponorogo. 


“Sungai yang merupakan sumber air bagi warga sudah kering sehingga bantuan ini sangat bermanfaat. Apalagi juga berikan tandon dan sembako. Kami ucapakan terima kasih pada Polres Ponorogo,” pungkas Mislan. (red.IY)

Friday, September 8, 2023

Dugaan Pungli Segel Tanah Kejari Ponorogo Geledah Kantor Desa Sawoo

  

Ponorogo, rakyatindonesia.com – Dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar (Pungli) dalam penerbitan surat segel tanah di Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo melakukan penggeledahan di Kantor Desa Sawoo. Dugaan pungli penerbitan surat segel tanah oleh oknum perangkat Desa Sawoo itu dilakukan dalam kurun waktu 2021 sampai 2022.

Penggeledahan Kantor Desa Sawoo itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo Angung Riyadi. Dia menyebut penggeledahan dilakukan pada Kamis (7/9/2023) kemarin, dari pukul 11.00 hingga pukul 14.00 WIB. Penggeledahan di Kantor Desa Sawoo ini dilakukan oleh tim penyidik Kejari Ponorogo.

“Personel yang menggeledah kemarin ada 10 orang,” kata Agung Riyadi, Jumat (8/9/2023).

Semua sudut ruangan di dalam Kantor Desa Sawoo tidak luput dari pemeriksaan tim penyidik Kejari Ponorogo. Tim penyidik pun pulang tidak dengan tangan hampa.

Sejumlah barang yang ada di dalam kantor desa itu disita. Yakni beberapa dokumen, laptop dan semua barang yang berkaitan dengan penerbitan segel tanah di Desa Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo.

“Ada beberapa barang di dalam kantor kita sita untuk diteliti,” katanya.

Guna prosek penyidikan lebih lanjut, barang-barang yang disita itu, telah dilakukan pengamanan dan penelitian. Hal itu guna dilakukan untuk memperjelas, apakah ada keterkaitan dengan tindak pidana dugaan pungli penerbitan surat segel tanah tersebut.

“Alhamdulillah, penggeledahan kemarin berjalan aman dan lancar,” pungkas Agung. (red.IY)

Tuesday, August 29, 2023

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolres Ponorogo Beri Penghargaan Siswa SLBN Yang Berprestasi

                 

PONOROGO, rakyatindonesia.com – Belasan siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jenangan, Kabupaten Ponorogo menerima penghargaan dari Kapolres Ponorogo AKBP Wimboko, S.I.K, M.Si, Senin (28/8/2023). 


Para siswa yang meski kondisi fisiknya memiliki keterbatasan itu ternyata juga mampu berprestasi diberbagai bidang, mulai akademis, olah raga hingga kesenian.


Pemberian penghargaan terasa lebih istimewa, karena bersama dengan kegiatan Upacara Bendera yang seluruh petugasnya adalah siswa SLBN Jenangan, Ponorogo. 


Dalam sambutannya Kapolres Ponorogo AKBP Wimboko mengatakan jika sekolah yang pertama kali dikunjungi adalah SLBN Jenangan. 


"Disekolah ini saya tidak bisa berkata kata, karena bapak ibu guru sangat tulus dan iklas mengajar di SLBN Jenangan ini,"kata AKBP Wimboko.


AKBP Wimboko juga mengaku bangga dengan sekolah ini, walau ada keterbatasan namun semangatnya luar biasa dalam melaksanakan proses belajar mengajar. 


"Semua ada hikmahnya. Saya yakin bapak ibu guru senantiasa mampu mengajar disini dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan pertolongan dan perlindungan,"ungkap AKBP Wimboko.


Kapolres Ponorogo juga salut atas kinerja para guru dan wali murid. Ia menyebut bahwa mengajar di SLB itu tidaklah mudah.


"Ini pekerjaan yang tidak mudah. Tidak semua orang mampu melakukannya. Itu luar biasa,"kata AKBP Wimboko.


Sebagai wujud kepedulian Polri yang senantiasa hadir di Tengah Masyarakat, Kapolres Ponorogo juga memberikan tali asih kepada Kepala SLBN Jenangan.


“Semoga tali asih ini menjadikan motivasi bagi Bapak dan ibu Guru serta siswa – siswi di SLB Jenangan untuk tetap semangat menjalankan proses belajar mengajar,”pungkas Kapolres Ponorogo. (red.IY)

Friday, August 25, 2023

Ini Upaya Bulog Ponorogo Tekan Kenaikan Harga Beras

  

Ponorogo, rakyatindonesia.com – Bulog Ponorogo terus berupaya untuk menekan harga beras, yang dalam 2 minggu terakhir mengalami kenaikan. Salah satu yang dilakukan dengan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Dimana, dalam program ini,

Bulog Ponorogo menyalurkan beras SPHP ke pasar tradisional di wilayah kerjanya. Yakni di 3 kabupaten, mulai dari Ponorogo, Magetan dan Pacitan.

“Dalam program SPHP ini, kita juga bekerjasama dengan Disperindag, dinas ketahanan pangan dan satgas pangan,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Ponorogo Aan Sugiarto, Jumat (25/8/2023).

Droping beras SPHP ini, kata Aan akan dilakukan secara rutin setiap seminggu sekali. Penyaluran sesuai dengan permintaan pedagang. Namun, rata-rata selama ini pedagang dipasok sekitar 400 kilogram atau 80 pak. Dalam satu pasar tradisional, Bulog Ponorogo menyalurkan ke 10 pedagang beras yang ada di pasar tersebut.

“Droping beras SPHP dilakukan di pasar-pasar tradisional di 3 kabupaten, yakni Ponorogo, Pacitan dan Magetan yang menjadi wilayah kerja kita,” ungkap Aan.

Diharapkan dengan program SPHP yang akan dilakukan secara rutin ini, harga beras di pasaran bisa tertahan. Sebab, untuk saat ini jika membeli beras dari Bulog tentu harganya lebih murah, dikisaran harga Rp9.500-an  per kilogramnya. Terkait penambahan pasokan, Aan masih akan melakukan evaluasi bersama instansi terkait dan satgas pangan.

“Untuk penambahan pasokan, nanti kita akan evaluasi dulu bersama instansi terkait dan satgas pangan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, harga bahan pokok beras di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan. Harga beras medium saat ini diharga Rp11.100 per kilogramnya. Kenaikan harga ini, terjadi sejak 2 minggu terakhir. Awalnya, pada 2 minggu lalu, beras masih dikisaran harga Rp10 ribu per kilogram. Namun, setiap hari harganya naik Rp100 hingga akhirnya diangka Rp11.300.

“Saat ini, harga beras setiap hari naik Rp 100. Pada 2 minggu lalu harganya masih Rp10 ribu saat ini sudah mencapai Rp11.300,” ungkap Heri Setiyo, salah satu pedagang beras di Pasar Legi Ponorogo.

Heri memperkirakan naiknya harga beras ini, sulitnya mencari gabah di Ponorogo. Sebab, sudah tidak masa panen. Sementara saat panen beberapa waktu lalu, pedagang gabah dari luar kota jemput bola untuk membeli gabah ke petani-petani. Sehingga pedagang yang lokal kualahan, sebab pedagang dari luar kota berani membeli dengan harga tinggi.

“Harga gabah saat ini cukup tinggi, itu mungkin juga memicu harga beras juga naik,” kata Heri. (red.IY)

Wednesday, August 23, 2023

Viral di Ponorogo, Pengantin Perempuan Dihadiahi Mobil Baru

  

Ponorogo, rakyatindonesia.com –  Sebuah video viral di media sosial (medsos) Ponorogo memperlihatkan satu unit mobil baru diangkut truk towing. Mobil itu disebut sebagai hadiah.

Dalam narasi pada video yang berdurasi 16 detik itu disebutkan, mobil tersebut diberikan oleh pengantin laki-laki untuk istrinya. Terlihat, mobil Honda Brio warna merah itu dibubuhi tulisan “Untuk istriku tersayang”.

Diperkirakan video itu diambil jelang akad nikah dengan lokasi di Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Tempat tersebut diduga rumah dari mempelai perempuan, sementara mempelai laki-lakinya berasal dari Desa Patik, Kecamatan Pulung.

Beritajatim mencoba menelusuri kebenaran dari video tersebut dengan meminta konfirmasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukorejo. Kepala KUA Kecamatan Sukorejo Muhamad Auliyaussofi, membenarkan adanya pernikahan dengan hadiah mobil tersebut.

Berdasarkan data KUA Kecamatan Ponorogo, mempelai perempuan bernama Lynta Angga Rada Hyllena dan mempelai laki-laki bernama Endra Wahyu Al Mutakim. Mereka melaksanakan akad nikah pada Senin (21/8/2023) lalu di rumah mempelai perempuan di Desa Lengkong.

“Saat saya datang sekitar pukul 09.30 WIB, sudah ada mobil yang diangkut towing terparkir di sekitar rumah mempelai perempuan di Desa Lengkong,” kata Muhamad Auliyaussofi, saat ditemui beritajatim di kantornya, Rabu (23/8/2023).

Sebelum acara akad nikah berlangsung, Sofi, panggilan Muhamad Auliyaussofi menanyakan perihal mobil tersebut kepada mempelai laki-laki apakah untuk mas kawin atau bukan. Sang mempelai laki-laki, Endra, menjawab bahwa mobil tersebut bukan mas kawin tetapi hadiah untuk calon istrinya Lynta Angga Rada Hyllena.

“Mobil itu bukan untuk mas kawin. Mobil itu untuk hadiah istrinya,” katanya.

Sofi mengungkapkan bahwa adanya mobil di atas towing itu turut menjadi perhatian warga sekitar. Cukup banyak orang yang mengerumuni mobil baru tersebut.

Mobil tersebut diletakkan di gang kecil dekat dengan sekolahan. Sehingga selain warga, juga banyak anak-anak sekolah yang penasaran.

“Cukup jadi perhatian warga, banyak yang melihat, termasuk anak-anak sekolah, karena memang dekat dengan sekolah,” pungkasnya. (red.IY)

Tuesday, August 8, 2023

Ponorogo Dapat Jatah Kuota 912 PPPK di 2023, Ini Rinciannya

 



Ponorogo, rakyatindonesia.com - Pemerintah Pusat akhirnya memberikan jatah 912 kuota dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahun 2023. Kuota 912 dari Pemerintah Pusat itu lebih sedikit dibandingkan dengan pengajuan kuota oleh Pemkab Ponorogo. Sebelumnya, Pemkab mengajukan kuota sebanyak 980 PPPK.


Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo mengungkapkan bahwa kuota PPPK turun 68 orang, dari pengusulan 980. Meskipun begitu, jumlah yang disetujui Pemerintah Pusat itu, cukup tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain.


“Yang disetujui oleh Pemerintah Pusat ya 912 itu. Kurang tahu pasti, kenapa usulan kita yang 980 itu tidak disetujui. Tetapi ya, tidak apa-apa, masih cukup tinggi itu,” kata Andy, Selasa (8/8/2023).


Kuota 912 PPPK itu rinciannya terdiri dari 251 untuk guru. Jumlah ini sesuai dengan kuota pengajuan untuk guru.


Kemudian untuk tenaga kesehatan (nakes) diberi jatah 447 kuota. Jumlah itu turun 6 formasi dari yang diusulkan di sektor untuk PPPK nakes.


Terakhir, PPPK tenaga teknis yang kuota 214 formasi. Jumlah ini turun dari pengusulan sebelumnya sebanyak 276.


“Kuota untuk PPPK guru tidak berubah diangka 251, namun untuk kuota PPPK nakes dan tenaga teknis turun jumlahnya dari yang diusulkan,” katanya.


Andy menambahkan bahwa kuota 912 yang disetujui oleh Pemerintah Pusat itu, berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) tertanggal 20 Juli 2023. Surat keputusan itu sampai di Pemkab Ponorogo pada tanggal 3 Agustus 2023 lalu.


” Untuk tes seleksi PPPK ini, diperkirakan akan digelar pada bulan September atau Oktober nanti,” pungkasnya.


(Red*Tim)

Saturday, August 5, 2023

Harga Merosot, Petani Bawang Merah Ponorogo Terancam Merugi

 


Petani bawang merah di Desa Ringinputih Ponorogo terancam merugi dikarenakan harga jual yang murah.


Ponorogo, rakyatindonesia.com - Situasi sulit sedang dihadapi petani bawang merah di Desa Ringinputih, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Pada musim panen bawang merah kali ini, harganya merosot tajam dan berpotensi membuat petani merugi.


Anjloknya harga jual bawang merah sudah terjadi kurang lebih satu bulan terakhir. Harga bawang merah yang sebelumnya mencapai lebih dari Rp25 ribu per kilogram, tiba-tiba anjlok jadi Rp12 ribu per kilogram.


Merosotnya harga bawang merah di Ponorogo ini ibarat pukulan telak bagi para petani. Sebab, mereka sudah mengeluarkan biaya hingga puluhan juta rupiah untuk proses penanaman, pemupukan, dan perawatan hingga panen.


Penurunan harga yang tajam ini membuat para petani merasa khawatir tidak akan bisa balik modal dari hasil panen mereka. Dengan harga jual yang rendah seperti sekarang, mereka hampir tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.


“Hasil kualitas panen bawang merahnya musim panen ini sebenarnya cukup baik. Tetapi, saat seperti ini justru harganya malah murah sekali. Di harga Rp12 ribu per kilogram, ini harga terendah selama ini,” kata Titik Suharti, salah satu petani bawang merah di Desa Ringinputih, Sabtu (5/8/2023).


Untuk panen bawang merah kali ini, modalnya cukup besar. Terutama untuk membeli benihnya, dulu per satu kilogram harganya Rp57 ribu. Jika satu petak sawah berukuran 1.400 meter persegi, membutuhkan kurang lebih benih bawang merahnya 1,7 kwintal. Berarti untuk pembelian benih saja, sudah mencapai Rp10 juta lebih.


Modalnya bukan hanya untuk membeli benih saja namun juga untuk pembelian pupuk, penggarapan lahan, perawatan tanaman hingga panen dan itu membutuhkan dana sebesar Rp11 juta. Sedangkan untuk hasil panennya, dari benih 1,7 kwintal itu, menghasilkan bawang merah kurang lebih 18 kuintal. Jika itu, dihargai hanya Rp 12 ribu per kilogram, tentu bisa jadi tidak balik modal.


Dengan kondisi harga seperti saat ini, para petani bawang merah berharap ada kebijakan dari Pemerintah untuk memperbaiki harga jualnya. Sehingga para petani ini, bisa mencapai hasil panen yang menguntungkan. Dengan begitu, mereka bisa dapat penghasilan yang layak dari usaha bertani bawang merah.


Para petani berharap adanya kebijakan dari pemerintah untuk memperbaiki harga jual bawang merah agar mereka bisa mencapai hasil panen yang menguntungkan dan mendapatkan penghasilan yang layak dari usaha pertanian mereka.


“Ya kita berharap ada kebijakan Pemerintah yang kongkrit untuk permasalahan harga bawang merah ini. Entah itu, memperbaiki harga jualnya, atau petani diberi bantuan benih ataupun pupuknya,” pungkasnya.


(Red*Tim)

Dugaan Pungli Desa Sawo, Kejari Ponorogo Periksa 11 Perangkat Desa

 


Ponorogo, rakyatindonesia.com - Setelah beberapa waktu lalu didemo oleh warga Desa/Kecamatan Sawoo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk kasus dugaan pungutan liar (pungli) terkait penerbitan surat segel tanah oleh oknum perangkat desa setempat. Kejari Ponorogo telah memeriksa 11 perangkat Desa Sawoo. Termasuk kepala desa (Kades) dan sekretaris desa (Sekdes).


Pungli yang diambil dari penerbitan surat segel tanah itu, uangnya diduga dibuat bancakan oleh sejumlah oknum perangkat desa. Mereka mengatakan kepada warga, bahwa surat segel tanah itu, sebagai syarat untuk penerbitan sertifikat tanah, lewat program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL).


“Keterangan dari warga Desa Sawo yang menjadi korban pungli, bahwa oknum perangkat desa Sawoo meminta sejumlah uang untuk pembuatan surat segel tanah dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sawoo,” kata Kasi Intel Kejari Ponorogo Agung Riyadi, Jumat (04/08/2023).


Agung menyebut bahwa pemeriksaan kepada 11 perangkat Desa Sawoo ini, statusnya masih sebagai saksi. Proses pemeriksaan dilakukan secara terpisah satu perangkat dengan perangkat lainnya. Setiap individu, pemeriksaannya berkisar antara 2 hingga 3 jam. “Pemeriksaan untuk 11 perangkat desa tidak sekaligus, yakni terbagi selama 2 hari. Dimana pada hari Rabu dan Kamis kemarin masing-masing 5 dan 6 orang,” katanya.


Saat ditanya tentang hasil pemeriksaan, Agung menyatakan bahwa informasi tersebut masih termasuk dalam materi penyelidikan dan belum dapat diungkapkan secara publik. Jumlah perangkat desa yang diperiksa ini, belum semuanya. Masih ada 2 perangkat desa lagi yang nantinya akan diperiksa. “Kita jadwalkan hari Senin (7/8) nanti, 2 perangkat desa akan diperiksa. Jadi nantinya total perangkat yang akan diperiksa 13 orang,” katanya.


Kejari Ponorogo masih melengkapi materi formal dan materiil, sebelum memutuskan untuk meningkatkan kasus ini ke tahap selanjutnya. Setelah pemeriksaan saksi selesai, Kejari Ponorogo akan mengumpulkan hasil keterangan dan barang bukti untuk dilakukan evaluasi. “Intinya kita lengkapi semuanya, baik secara formil maupun materil,” katanya.


Kejari Ponorogo berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini, demi keadilan bagi masyarakat Desa Sawoo. Sebelumnya, ratusan masyarakat Desa Sawoo demo di depan kantor Kejari Ponorogo. Mereka menuntut kejelasan mengenai kasus dugaan pungli surat segel tanah yang melibatkan oknum perangkat desa setempat.


(Red*Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved