Monday, April 22, 2024

Peringati Hari Kartini, Pemohon SIM Kota Kediri Dilayani Petugas Berkebaya

 


Kediri
, rakyatindonesia.com - Anggota polisi yang bertugas di Satpas Polres Kediri berpakaian beda hari ini. Mereka mengenakan baju tradisional/adat dan kebaya untuk memperingati Hari Kartini.
Para pemohon SIM pun sempat kaget karena mereka tak mendapati petugas yang berpakaian polisi saat melayani mereka membuat SIM baru maupun perpanjangan.

"Awalnya saya tidak tahu mengapa polwan di sini pakai baju adat. Ini sangat bagus sekali karena mereka mengingatkan kami sebagai kaum perempuan bahwa mereka memperingati Hari Kartini," kata Widya salah satu pemohon SIM sembari menunggu antrian, Senin (22/4/2024).

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa mengatakan pelayanan kali ini untuk masyarakat pemohon SIM ataupun memperpanjang memang spesial karena anggota baik perempuan dan laki-laki memperingati Hari Kartini.

"Alasan memakai pakaian kebaya dan adat mengingatkan kepada masyarakat untuk memperingati Hari Kartini, meskipun sudah terlewat, namun semangat Kartini masih terasa dan tetap pantas kita peringati bersama dengan melayani pemohon SIM," kata Andhini.

Sementra itu Kanit Regident Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Ajeng Ayu Ardianingrum, menegaskan bahwa Kartini merupakan sosok pahlawan yang penting bagi kemajuan dan perkembangan masa depan kaum perempuan.

"Beliau (Kartini) merupakan sosok pahlawan penting khususnya bagi kaum wanita, hingga kita polisi wanita menjadi seperti ini. Jadi, kita harus memperingatinya," jelas Ajeng.

Ajeng menyampaikan sebagai masyarakat Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kartini karena sebagai wujud rasa nasionalisme. Tak hanya itu, dia sebagai polisi wanita beserta anggotanya dalam melayani masyarakat terinspirasi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Polwan asal Surabaya itu mengaku ada persiapan khusus untuk memperingati Hari Kartini yakni menyiapkan pakaian adat maupun kebaya.

"Semangatnya rekan-rekan luar biasa sekali karena mereka tidak merasa terganggu. Usai melaksanakan apel pagi, mereka langsung berganti pakaian kebaya dan adat," ucapnya.

Dia berharap Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April ini bisa terus diperingati oleh masyarakat sehingga bagi kaum perempuan-perempuan di Indonesia bisa melanjutkan perjuangan ibu Kartini.

(red.alz)

Friday, October 6, 2023

Terjerat Utang, Ibu Rumah Tangga di Pagu Kediri Bobol Rumah Tetangga Lalu Curi Perhiasan Emas

 

Pagu, rakyatindonesia.com – Seorang ibu rumah tangga di kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, ditangkap polisi karena mencuri perhiasan milik tetangganya.

Perempuan itu berinisial IR (38).

IR diamankan setelah pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan. "Betul kami amankan," kata Kapolsek Pagu Iptu Agus Winarto, Jumat (6/10/2023).

Iptu Agus menuturkan, IR diduga tak hanya mencuri perhiasan, namun juga uang milik BA (35), tetangganya.

 

Menurut Kapolsek Pagu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kehilangan.

 

Lebih lanjut Iptu Agus mengatakan, terduga pelaku diketahui melancarkan aksinya pada malam hari.

 

"Dari keterangan yang kami himpun, terduga pelaku ini mengambil tangga di barat rumah korban dan kemudian digunakan memanjat ke rumah korban," jelasnya.

 

Setelah memanjat itu, IR membuka penutup asbes rumah dan masuk. Ia juga sempat mencabut kabel daya kamera CCTV supaya aksinya tak terekam. Supaya tak ketahuan, IR mengenakan jaket hitam dan masker saat beraksi.

 

Iptu Agus membeberkan, dari keterangan terduga pelaku, ia nekat melakukan aksi pencurian lantaran himpitan masalah ekonomi. IR mengaku harus melunasi utang-utangnya hingga nekat mencuri

 

"Dari hasil laporan, korban mengaku kehilangan sejumlah perhiasan berupa cincin dan gelang yang disimpan di lemari. Selain itu uang senilai Rp1,5 juta disimpan di sela-sela tempat tidur juga hilang. Jadi kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.

 

"Untuk kerugian perhiasan diperkirakan hampir Rp 5 juta," terang Kapolsek Pagu.

 

Dari hasil penangkapan sendiri, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti tangga kayu, jaket warna hitam, celana hitam dan masker kain hitam.

 

Selain itu diamankan pula dompet emas yang hilang dan lembar kuitansi surat perhiasan emas juga turut disita.(red.IY)


Thursday, September 28, 2023

Total Penerima 168 Siswa SMA/SMK Wali Kota Kediri Serahkan Bansos Pendidikan

 

Kediri, rakyatindonesia.com – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyerahkan bantuan sosial (Bansos) pendidikan kepada para siswa.

Bansos Pendidikan ini diserahkan Wali Kota Kediri kepada Erma Ellyana siswi SMKN 3 Kediri asal Kelurahan Ngampel dan Romdan Putra Utama siswa SMK Taman Siswa asal Kelurahan Tosaren.

Wali Kota Kediri mendatangi kedua rumah penerima. Tak hanya bantuan sosial pendidikan, Wali Kota Kediri juga menyerahkan sembako dan perlengkapan sekolah. Di Kota Kediri penerima bantuan sosial pendidikan ini sejumlah 168 siswa SMA/SMK.

“Kita beri bantuan sosial pendidikan. Nanti bantuan ini bisa dipergunakan. Semoga ini bisa membantu pendidikan anak-anak yang membutuhkan di Kota Kediri,” ujarnya.

Abdullah Abu Bakar mengatakan anak-anak di Kota Kediri harus mendapat pendidikan yang layak. Pemerintah Kota Kediri memberikan Bansos Pendidikan untuk membantu meringankan biaya pendidikan.

Tujuannya agar tidak ada anak-anak putus sekolah. “Anak-anak Kota Kediri harus berkualitas salah satunya caranya harus berpendidikan. Tidak boleh anak-anak ini sampai putus sekolah,” ungkapnya.

Saat ini Erma Ellyana duduk di bangku kelas XII jurusan tata busana. Sehari-hari ayahnya bekerja sebagai sopir antar barang dan ibunya sebagai asisten rumah tangga. Bantuan pendidikan tersebut digunakan Erma Ellyana untuk kebutuhan peralatan sekolah.

Erma Ellyana yang didampingi ibunya Rahmawati bersyukur menerima bantuan sosial pendidikan. “Terima kasih sudah diberi bantuan. Tentu ini sangat bermanfaat bagi pendidikan saya,” ujarnya.

Sementara itu Romdan Putra Utama duduk di bangku kelas XII. Ayah Romdan saat ini tidak bekerja, dimana sebelumnya pernah berjualan es degan. Sementara ibu Romdan adalah ibu rumah tangga. Romdan memiliki adik yang putus sekolah bernama Ridwan.

Selanjutnya Ridwan akan disekolahkan oleh Wali Kota Kediri di salah satu SMP di Kota Kediri. “Terima kasih Pak Wali sudah memberikan bantuan. Ini sangat bermanfaat,” ujarnya.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Anang Kurniawan, Camat Mojoroto dan Pesantren, serta Lurah Ngampel dan Tosaren. (red.IY)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved