Tuesday, April 16, 2024

Jelang Arus Balik, Polres Ngawi Gelar Tes Urine dan Kesehatan bagi Sopir Angkutan Umum



NGAWI, rakyatindonesia.com - Dalam rangka memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar tes urine dan kesehatan kepada sopir angkutan umum di terminal Kertonegoro, pada Sabtu (13/4/2024)

Tes ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi arus balik libur panjang. Tes tersebut diikuti oleh puluhan sopir angkutan umum yang bertugas di berbagai trayek.

Kapolres Ngawi, AKBP Argowiyono,.S.H., S.I.K., M.Si.,  menegaskan pentingnya keselamatan dalam perjalanan, sehingga pengemudi harus dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat-zat terlarang.

Tes ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat sebagai upaya pencegahan kecelakaan dan peningkatan pelayanan transportasi umum yang lebih aman.

Kapolres Ngawi juga menekankan pentingnya keselamatan para sopir dan penumpang agar terwujud mudik ceria penuh makna.

"Dalam perjalanan wajib penggunaan sabuk pengaman dan mematuhi batas kecepatan," ujar Argo, sapaan akrab Kapolres Ngawi,Senin (15/4).

Himbauan ini juga mencakup pentingnya menjaga jarak aman antara kendaraan serta menghindari berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk. 

“Polres Ngawi Polda Jatim siap melakukan pengaturan lalu lintas dan memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang membutuhkan selama arus balik,”kata Kapolres Ngawi.

Masyarakat juga diminta untuk bersikap kooperatif demi kelancaran dan keamanan perjalanan selama arus balik.

“Tetap perhatikan arahan dari petugas, agar perjalanan pada arus balik lebaran lancar dan aman sehingga terwujud mudik ceria penuh makna,”pungkasnya. (*) (Red.Tim)

Thursday, February 1, 2024

Peduli Disabilitas, Polres Bondowoso Sosialisasikan Kamseltibcarlantas bagi Tuna Netra

 


 BONDOWOSO, rakyatindonesia.com - Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Jawa Timur bersama Satlantas Polres Bondowoso mengadakan kegiatan sosialisasi tongkat bagi tunanetra pengguna jalan raya.


Acara ini digelar dalam rangka mewujudkan keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalu lintas ( Kamseltibcarlantas ).


Kegiatan dikemas dalam acara Pertuni Siap Menuju Mandiri yang digelar di Paseban depan monumen Gerbong Maut Kota Bondowoso,Rabu (31/1).


Puluhan tunanetra memperagakan cara berjalan di trotoar dan menyeberangi lampu merah.


Pada kegiatan itu masyarakat pengguna jalan juga diberi edukasi agar mengutamakan tuna netra bila melihat sedang menyeberangi jalan.


Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI)  Cabang Bondowoso, Evi Widowati mengatakan program ini terlaksana berkat kerjasama dan dukungan dari Polres Bondowoso, Dinsos, dan Komunitas Seduluran Tanpa Memandang Jabatan (STMJ). 


"Terima kasih kami untuk Polres Bondowoso beserta jajaran yang telah memfasilitasi kami, juga terima kasih yang sangat luar biasa untuk STMJ yang telah memberikan bantuan kepada kami," ujar Evi di sela acara tersebut.


Pada kesempatan itu Satlantas Polres Bondowoso dan STMJ juga memberikan bantuan berupa sembako dan santunan. 


Sementara itu Kasat Lantas Polres Bondowoso AKP Zainul Imam Syafi'i SH.MH mengaku sangat mengapresiasi kepada para Tuna Netra yang dibalik kekurangan mereka masih mau mentaati keselamatan berlalulintas.


" Untuk saudara-saudara dari Pertuni Bondowoso ini,saya sangat mengapresiasi dibalik kekurangan mereka. Masih mau mentaati keselamatan berlalulintas," ujarnya.


Ia mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa mengutamakan  keselamatan berlalulintas.


"Patuh terhadap peraturan lalulintas dan bertika dalam berlalulintas adalah kunci keselamatan di jalan," tutupnya. (red.Tim)

Tuesday, January 30, 2024

PATROLI MALAM SAT LANTAS POLRES KEDIRI TEKAN PELANGGARAN LALU LINTAS DAN HARKANTIBMAS

 


 

Kediri, 29 Januari 2024.rakyatindonesia.com - Satlantas Polres Kediri memberikan perhatian serius terhadap Kamseltibcar Lantas di wilayah Hukum Polres Kediri.


Guna terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat unit Turjagwali Sat Lantas Polres kediri melakukan patroli malam secara rutin.


Patroli malam di laksanakan untuk menekan angka pelanggaran dan  antisipasi adanya kegiatan konvoi serta balapan liar, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.


Lokasi yang di jadikan sasaran patroli  adalah kecamatan Pare , Ngasem dan Purwoasri.


Kasat Lantas Akp Suryono S.Sos di dampingi Kanit Turjagwali saat di konfirmasi Awak media mengatakan  kegiatan patroli rutin di lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.


"Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakay, kami melaksanakan patroli rutin dan  Pengaturan lalulintas setiap pagi, siang, sore bahkan hingga sampai malam hari."


"Kami menghimbau kepada Masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan dan  terus membantu Polri dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," pungkas kanit Turjagwali.

( Mas Boor )

Saturday, January 27, 2024

Gelar Jumat Curhat Polres Jombang bersama IJTI Munculkan Gagasan Baru

  


JOMBANG, rakyatindonesia.com - Polres Jombang menggelar Jumat Curhat dengan para jurnalis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jombang. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah gagasan baru untuk kebutuhan produk jurnalistik.


Jumat Curhat ini dipimpin Kasihumas Polres Jombang Iptu Putut Yuger Asmoro yang mewakili Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi. Pertemuan yang digelar di ruang Jombang Comand Center (JCC) Polres Jombang itu diikuti oleh Jurnalis yang tergabung dalam IJTI Jombang, pada Jumat (26/01/2023).


Pada kesempatan itu, para anggota IJTI Jombang diberikan kesempatan menyampaikan masukan, ide maupun gagasannya. Salah satunya wartawan/Jurnalis CNN, Agung Wibowo menyampaikan soal kebutuhan akses konfirmasi berita ke Polres Jombang.


Menurutnya, kebutuhan peliputan jurnalis televisi berbeda dengan media mainstream lainnya. Sebab konten berita televisi membutuhkan konfirmasi langsung secara audio visual.


"Jadi misalkan ada peristiwa seperti pencurian itu, kita jurnalis televisi selalu kalah dengan media online lainnya yang cukup telepon sudah dapat berita. Kami mohon untuk pejabat Polres Jombang juga bisa melayani konfirmasi atau wawancara dari jurnalis televisi," ujarnya.


Hal itu langsung direspons Iptu Yuger. Ia menyampaikan, seluruh kebutuhan konten berita bisa langsung dikonfirmasikan ke Sihumas Polres Jombang. Tidak hanya itu, ia juga akan memberikan data dari Satuan Kerja Polres Jombang yang dibutuhkan oleh para jurnalis.


"Rekan-rekan jurnalis bisa lebih dulu hubungi humas kebutuhannya apa. Nanti saya mintakan data ke Para Kasat, terus bisa wawancara langsung dengan Kasihumas," kata Iptu Yuger.


Pertemuan pada siang itu juga menghasilkan ide dan gagasan baru. Yakni menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) bersama.


Ada 2 kegiatan yang nantinya akan digelar oleh Polres Jombang berkolaborasi dengan insan pers di Jombang. Yaitu pelatihan kehumasan untuk Polsek jajaran dan olahraga bersama Polres Jombang dengan para jurnalis.


"Nanti kita kolaborasi menggelar pelatihan kehumasan, pematerinya dari rekan-rekan media. Kemudian kita gelar olahraga bersama di Mapolres Jombang untuk memperingati Hari Pers Nasional," pungkasnya.


Terpisah, Kapolres Jombang mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya kejadian tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya bisa melaporkan ke Kepolisian terdekat atau melalui Call Center Polres Jombang.


“Masyarakat yang mengetahui adanya kejadian tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya serta pengaduan/keluhan tentang layanan Kepolisian bisa melaporkan melalui call center 110. Atau bisa menghubungi nomor call center Kandani 081323332022,” pungkasnya. (red.tim)

Friday, January 26, 2024

Jum’at Curhat Polres Kediri, Imbau Masyarakat Berpartisipasi Aktif Dalam Pemilu 2024

  


Kediri, rakyatindonesia.com – Polres Kediri Polda Jatim gelar kegiatan Jum'at Curhat di Balai Desa Banjarjo Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jumat (26/1/2024) pagi.


Kasatbinmas Polres Kediri AKP Barkah Ramsul, S.H. memimpin kegiatan yang dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, anggota Polsek Plemahan, Forkompimcam Plemahan , Kepala Desa Banjarjo serta warga masyarakat ini.


Pada kesempatan itu, AKP Barkah mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi positif dan membangun demi kebaikan bersama. 


“Silahkan memberikan masukan atau pertanyaan untuk memecahkan permasalahan dilingkunganya masing-masing untuk menangkal potensi gangguan yang ada,” ucap AKP Barkah.


Ia juga membuka ruang untuk masukan dan pertanyaan dari masyarakat, serta mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat saling mengingatkan terkait perilaku berkendara, khususnya kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai persyaratan teknis dan tidak laik jalan.


Program rutin Jum'at Curhat ini juga menjadi momen untuk mengingatkan warga agar memanfaatkan hak pilihnya pada Pemilu yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam demokrasi.


Terkait hal tersebut, AKP Barkah menegaskan komitmen Polres Kediri dalam menjaga kamtibmas serta mengajak bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif jelang Pemilu. 


Sementara Camat Plemahan menyambut positif kehadiran pihak kepolisian dan berharap kegiatan Jum'at Curhat dapat menjadi sarana silaturahim antara masyarakat dan Polri.


“Dan membuat kondusif situasi di wilayah Plemahan menjelang Pemilu 2024,” ucap Camat Plemahan. (red.Tim)

Saturday, January 20, 2024

Polda Jatim Berhasil Amankan 4 Tersangka Calo Rekrutmen ASN yang Tipu Korban Hingga 7.4 Miliar

  


SURABAYA, rakyatindonesia.com  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim berhasil mengungkap tidak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh sejumlah tersangka calo rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermula dari adanya seleksi pendaftaran ASN di Kementerian Hukum dan Ham (KemenkumHAM). 


Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabidhumas ) Polda Jatim,Kombes Pol Dirmanto saat menggelar Konferensi Pers di Gedung Bidhumas Polda Jatim,Jumat (19/1).


“Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, menindaklanjuti laporan Polisi LPB 183/XII tahun 2023 SPK Polda Jawa Timur, tanggal 20 Maret 2023, dengan laporan atas nama korban Ridwan,”ungkap Kombes Dirmanto.


Dalam kasus ini, Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengamankan empat orang tersangka yaitu YH (51) warga Cipaku Bogor, FS (61) warga Jakarta Pusat, M (52) warga Dumai Timur, dan N (61) warga Cakung Jakarta Timur. 


Sementara itu Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Jatim, AKBP Piter Yanottama menjelaskan secara detail kronologi kejadian calo ASN ini dengan tiga gelombang peristiwa yang terjadi.


Gelombang pertama sebanyak 20 orang korban itu melakukan seleksi untuk menjadi ASN di KemenkumHAM, namun hasil seleksinya gagal.


“Lalu muncullah sosok tersangka yang berinisial YH, yang kemudian kebetulan kenal dengan korban, mengiming-imingi kepada korban bahwa yang bersangkutan sanggup untuk bisa melanjutkan atau memunculkan, atau meluluskan 20 orang masyarakat yang gagal tersebut, melalui formasi susulan," jelas AKBP Piter.


Atas bujuk rayunya dari tersangka YH kepada korban, sehingga korban akhirnya tergiur dan mengikuti apa yang diinginkan oleh tersangka YH, yaitu dengan cara tersangka YH meminta sejumlah uang agar bisa meloloskan 20 orang itu untuk menjadi ASN di KemenkumHAM.


"Total uang yang di berikan oleh korban kepada tersangka YH sebanyak Rp 1,384 Milyar,”tambah AKBP Piter.


Namun faktanya setelah uang diserahkan ternyata tidak juga meluluskan 20 orang masyarakat yang mendaftar ASN tersebut, untuk menjadi ASN. 


Aksi berikutnya, dikarenakan sudah tidak lulus-lulus, tersangka YH mengenalkan tersangka FS dan tersangka N kepada korban.


“Tersangka YH mengatakan kepada korban bahwa tersang FS dan N ini mempunyai akses yang luas dan kuat di Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahkan sanggup untuk memasukkan masyarakat yang ingin menjadi ASN baik di tingkat pusat maupun di daerah, Kabupaten maupun Kota,”jelas AKBP Piter.


Atas bujuk rayu tersebut, korban juga tergiur dan setuju, menganggap para tersangka tiga orang yang meyakinkan korban itu sanggup untuk meloloskan menjadi ASN. 


Selanjutnya, aksi gelombang kedua ini,korban memberikan uang sebesar Rp 3,25 milyar, kepada tersangka FS untuk meloloskan, atau menjadikan 62 orang untuk menjadi ASN baik di tingkat pusat maupun Kabupaten /Kota.


Namun, yang dijanjikan tersangka tak kunjung terwujud dan belum juga mendapatkan informasi kelulusan. 


Tersangka meyakinkan kepada korban dengan cara tersangka FS dan tersangka N membuat Nomor Induk Pegawai (NIP) atau profil pegawai negeri palsu atas nama dua orang korban.


“Tersangka menbuatkan NIP palsu yang seolah – olah sudah muncul dari pusat, agar korban percaya dan tidak mengejar-ngejar kembali beberapa uang yang telah sudah masuk,”lanjut AKBP Piter.


Aksinya tidak berhenti disitu, di gelombang ke tiga, para tersangka, YH, FS dan N,  mengenalkan para korban kepada tersangka M, untuk untuk meyakinkan para korban bahwa tersangka M mempunyai akses di Kementerian Agama (Kemenag), bahkan bisa melolosakan untuk menjadi ASN di Kemenag dengan harga yang lebih murah. 


"Selanjutnya, korban tergiur kembali dengan memberikan uang sebanyak Rp 4,1 milyar kepada tersangka M, agar 21 orang dapat masuk menjadi ASN di Kemenag,"tambah AKBP Piter.


Total uang yang dikeluarkan oleh para korban kepada empat tersangka ini mencapai Rp 7,4 milyar, dan hasilnya tidak ada satu pun korban yang lolos menjadi ASN. 


AKBP Piter mengatakan, atas hal tersebut selanjut dilakukan penyelidikan dan penyidikan sampai dengan penetapan tersangka, sehingga menetapkan empat orang tersangka, yaitu YH, FS, M dan N.


"Ke empat tersangka itu dijerat dengan Pasal 378 KUHP, dan atau Pasal 37 KUHP, junto pasal 55 KUHP dengan pidana penjara maksimal 4 tahun fengan denda sebesar Rp 500 juta," ujarnya. 


Terhadap tersangka YH dan FS, sudah dilakukan tahap satu pemberkasan dan sudah dikirimkan ke kejaksaan pada tanggal 2 Januari 2024.


“Sedangkan untuk dua tersangka lainnya sedang kami lakukan penyidikan dan segera kami tuntaskan," pungkasnya Wadirreskrimum Polda Jatim. (red.tim)

Gaduh Cerita Sekte Pengabdi Setan di Malang Ternyata Cuma Karangan Siska

 


Kota Malang, rakyatindonesia.com  - Polisi menyimpulkan bahwa cerita Siska, cewek di Kota Malang yang mengaku pernah terjebak sekte pengabdi setan hingga menjadi tumbal hanyalah isapan jempol. Fiksi yang muncul dari asumsi.

Hal itu disimpulkan oleh Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto setelah pihaknya memanggil Siska untuk dimintai klarifikasi tentang ceritanya yang viral.


Siska datang ke Mapolresta Malang Kota memenuhi panggilan polisi didampingi suaminya Anton Setiawan pada Jumat (19/1/2024). Siska yang memakai hijab hitam berjaket jin biru diperiksa 5 jam.

"Jadi yang bersangkutan mengakui bahwa cerita itu hanya asumsi dia. Bisa dikatakan bahwa cerita itu hanya fiksi, dari asumsi yang bersangkutan," ujar Kompil Danang 

Saat dimintai klarifikasi, kata Danang, Siska mengaku pernah menghadiri sebuah seminar pada 2014 dan melihat ornamen aneh yang kemudian diasumsikan pemujaan setan.

"Kalau ikut seminar memang diakui sama dia. Begitu juga ornamen-ornamen yang diceritakan dan kemudian diasumsikan sebagai pertemuan pemuja setan," ungkapnya.

Keyakinan Siska yang telanjur berasumsi terjebak sekte pengabdi setan semakin menjadi-jadi ketika keesokan harinya dia mengalami kecelakaan motor.

"Esok harinya, dia jatuh dari motor. Kemudian semakin menyakinkan asumsinya," terang Danang.

Terkait konten video di mana Siska menyampaikan cerita, Siska mengaku dihadirkan oleh akun Lonceng Mystery dan Siska mengaku tidak ikut menentukan judul konten.

"Yang memberikan judul dalam YouTube bukan yang bersangkutan, tetapi pemilik channel YouTube tersebut," ungkap Danang.

Anton Setiawan, suami Siska menyatakan istrinya telah menyampaikan keterangan kepada polisi tentang konten sekte pengabdi setan di Kota Malang itu sesuai pengalamannya.

"Tadi memenuhi undangan, untuk memberikan pengalaman yg diceritakan Siska di podcast itu. Memang benar itu pengalaman pribadi istri saya tahun 2014, waktu ngajar di bimbel," ujar Anton.

Dia mengatakan cerita yang disampaikan istrinya ialah pengalaman pribadi. Dirinya tidak secara tegas membenarkan cerita itu benar atau isapan jempol semata.

"Ya itu pengalaman pribadi istri saya. Masalah memastikan atau nggak, kan susah. Tapi ini kan pengalaman pribadi, karena Siska ini basic-nya penulis cerita horor di Twitter atau X," pungkasnya.

Permintaan maaf Siska dan Pesan Ganjil kepada Masyarakat

Pada akhirnya Siska menyampaikan meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan dari video sekte pengabdi setan yang dia sampaikan. Dia akui, sekte itu hanya asumsinya belaka.

Permintaan maaf disampaikan Siska dalam video yang diambil Polresta Malang Kota pada Jumat (19/1/2024) di sela proses klarifikasi yang berlangsung selama hampir 5 jam.

"Saya mohon maaf dengan adanya video tersebut, membuat kegaduhan di Kota Malang dan warga sekitar," kata Siska dalam video klarifikasi yang dilihat detikJatim.

Siska juga mengklarifikasi cerita yang dia sampaikan di podcast bersama Lonceng Mystery adalah asumsinya. Karena itu Siska pun kembali meminta maaf kepada masyarakat.

"Jadi saya mengkonfirmasi, untuk klarifikasi pengalaman pribadi saya, yang menurut saya asumsi pribadi saya. Terkait itu, saya juga minta maaf kepada warga yang sudah riweuh lah," katanya.

Namun, di akhir video permintaan maafnya itu Siska sempat menyampaikan wanti-wanti kepada masyarakat, yang mengesankan bahwa pengalaman sekte itu memang ada.

"Dan saya meluruskan untuk konten tersebut bahwa misal ada kejadian lagi di kemudian hari, masyarakat bisa waspada dan segera melapor ke pihak berwajib," katanya.

Sebelumnya, cerita Siska tentang sekte pengabdi setan di Kota Malang menghebohkan jagat maya. Dia mengaku pernah menjadi tumbal usai mengikuti seminar yang lebih mirip pemujaan setan di salah satu hotel terkenal di Kota Malang.

Siska menceritakan pengalamannya itu dalam konten podcast di channel YouTube Lonceng Mystery yang diberi judul 'Viralkan !! Sekte Pemuja Setan Ada di Kota Malang ??'

Kepada host Lonceng Mystery, Siska mengaku peristiwa itu terjadi pada 2014. Saat itu dia masih mahasiswa yang bekerja paruh waktu di sebuah yayasan bimbingan belajar di Kota Malang.

Ketua yayasan bimbingan belajar yang tidak dia sebutkan namanya menjadi salah satu anggota sekte pengabdi setan yang menumbalkan dirinya.

Siska menyebutkan bahwa anggota sekte tersebut, seperti sempat dia lihat dalam daftar hadir undangan, adalah para dokter dan profesor di Kota Malang.


Kepada host Lonceng Mystery, Siska mengaku peristiwa itu terjadi pada 2014. Saat itu dia masih mahasiswa yang bekerja paruh waktu di sebuah yayasan bimbingan belajar di Kota Malang.


Ketua yayasan bimbingan belajar yang tidak dia sebutkan namanya menjadi salah satu anggota sekte pengabdi setan yang menumbalkan dirinya.


Siska menyebutkan bahwa anggota sekte tersebut, seperti sempat dia lihat dalam daftar hadir undangan, adalah para dokter dan profesor di Kota Malang. (red.w)




Friday, January 19, 2024

Para Tokoh Politik di Jember Apresiasi Gerak Cepat Polri Tangkap Pelaku Pengancam Capres Anis

 



 JEMBER, rakyatindonesia.com  - Gerak cepat jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terutama jajaran Polda Jatim, dalam mengamankan dan menangkap tersangka pengancaman terhadap Capres Anies Baswedan mendapat apresiasi dari banyak kalangan. 


Salah satunya adalah Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Jember, Bambang yang menyatakan bahwa kinerja cepat aparat kepolisian dalam mengamankan pelaku yang diindikasi melakukan pengancaman terhadap calon presiden adalah bukti respon cepat Polisi.


“Kami sangat apresiasi atas respon cepat kepolisian dalam menindaklanjuti situasi yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,”ujarnya, Kamis (18/1).


Bambang menyebut dalam hal ini Polda Jatim dan Bareskrim Mabes Polri telah menunjukkan komitmen dalam melindungi, mengayomi dan melayani seluruh elemen termasuk Capres Cawapres.


“Tindakan professional Polda Jatim dan Mabes Polri ini adalah salah satu bukti Netralitas Polri dalam Pemilu 2024,”tegas Bambang.


Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua MWC NU Pakusari Moh. Slamet Riyadi, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polri.


Menurutnya keberhasilan mengungkap dan menangkap pelaku pengancaman pembunuhan terhadap calon Presiden itu membuktikan bahwa Polri benar-benar bekerja dan mengabdi untuk negeri. 


"Kami mengucapkan terimakasih kasih dan mengapresiasi kinerja Polri yang telah berhasil menangkap oknum pelaku pengancaman terhadap calon presiden nomor urut 1, kami percaya bahwa Polri benar-benar mengabdi untuk negeri," ujar Slamet. 


Sementara, Sudiyanto  ketua DPD PKS Jember, dalam kesempatan yang sama menyatakan, bahwa tahun 2024 merupakan momentum bangsa Indonesia dalam menentukan pemimpin massa depan, seiring dengan digelarnya Pemilihan Umum. 


Adanya ancaman pembunuhan oleh oknum warga beberapa waktu lalu, merupakan upaya oknum untuk menciderai pesta demokrasi.


Oleh karenanya tindakan tegas yang sudah dilakukan Polri dengan mengamankan oknum tersebut, menunjukkan bahwa Polri hadir untuk melindungi setiap warga dan calon presiden. 


“Ini bukti komitmen Polri yang senantiasa hadir di Tengah Masyarakat dan tetap menjaga Netralitas,”ungkapnya. 


Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, atas dedikasi dan kinerja Polri yang telah berhasil mengamankan pelaku. 


"Kami mengucapkan Terima kasih dan mengapresiasi Polri,, yang telah tegas menindak oknum warga, yang mencoba mengancam pembunuhan terhadap calon presiden bapak Anis, dimana ancaman tersebut, bisa menciderai pesta demokrasi yang seharusnya kita jaga kerukunan dan kesatuan," ujar Sudiyanto. 


Sudiyanto berharap, masyarakat bisa mengambil hikmahnya dari kasus ini, meski berbeda pilihan, alangkah baiknya tidak melakukan hal-hal yang bisa menciderai demokrasi dengan lebih bijak dalam melakukan tindakan. 


"Tidak perlu menciderai pesta demokrasi dengan melakukan ancaman dan tindakan lainnya yang bisa merugikan orang lain maupun diri sendiri, lebih baik, perbedaan itu disalurkan dengan menggunakan hak pilihnya, saat Pemilu pada 14 Februari mendatang, " pungkasnya. (red.tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved