Thursday, May 16, 2024

DiDuga Fitnah Dan Menipu, Istri Polisi Di Jombang DiLaporkan Warga

NGANJUK, rakyatindonesia.com - Muhimatul Maisyaroh (51) warga Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk merasakan ada niatan tidak baik dari oknum istri anggota Polsek Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang berinisial ACS. 

Hal itu dirasakan Mais, akrab disapa, ketika oknum ACS mengambil barang sembako, meminjam uang kepada dirinya hingga nominal ratusan juta rupiah tak kunjung dikembalikan. 

"Saya sudah mau mediasi minta di Polsek Bandarkedungmulyo, ACS nggak mau ditemui, pakai bawa pengacara," kata Mais lewat pesan diterima wartawan, Kamis (16/5).

Merasa tidak ada solusi, Mais mendatangi Polsek Baron, Kabupaten Nganjuk pada Rabu (15/5) kemarin mengadukan perihal dugaan penipuan oknum ACS. 

“Saya laporkan ACS yang merupakan isterinya Pak DSW (oknum polisi) yang berdinas di Polsek Bandarkedungmulyo,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Mais yang mengaku juga seorang ibu Bhayangkari mengadukan kasus ini pada Jumat 29 Maret 2024 lalu di Mapolsek Baron. Tak kunjung ada kejelasan akhirnya ia mendatangi Mapolsek Baron pada Sabtu 11 Mei 2024 dengan niat menanyakan perkembangan kasus. 

Mondar - mandir menanyakan perkembangan kasusnya, akhirnya Mais mendapat selembar surat berisi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), Rabu (15/5) kemarin. 

“Tadi disini disuruh mediasi dulu, tadi saya bilang kalau bisa manggil ACS ya monggo”, terang perempuan penjual kebutuhan Sembako itu. 

Dirinya berharap agar bisa dipertemukan dengan ACS, namun ketika ACS memberikan pernyataan bohong maka Mais akan tetap membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Harapannya ya bisa diketemukan, pokoknya nanti kalau ACS bohong-bohong saya tidak terima, soalnya saya sudah dibohongi terus, mau saya lanjutkan di Polres,” tandasnya. (red.R)

Wednesday, April 24, 2024

Sigap, Kapolres Nganjuk Terjunkan Bhababinkamtibmas Bantu Warga Terdampak Luapan Sungai Jurang Dandang

 



Nganjuk, rakyatindonesia.com  – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., menerjunkan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Lengkong dalam rangka membantu warga di empat desa yang Terdampak Luapan Sungai Jurang Dandang, Selasa (23/04/2024). 


Luapan sungai Jurang Dandang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB. akibat debit air yang besar karena hujan deras yang terjadi sehingga membanjiri hingga empat desa yakni Desa  Ngringin, Desa Sawahan, Desa Prayungan dan Desa Banggle, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. 


“Sungai Jurang Dandang meluap disebabkan tanggul yang tidak mampu menampung air karena curah hujan cukup tinggi sehingga air meluap ke akses jalan dan sebagian masuk kedalam rumah warga dengan ketinggian rata-rata air sekitar 20-40 cm,” ujar AKBP Muhammad. 


Tidak ada korban jiwa dan korban material dalam kejadian meluapnya air sungai Jurang Dandang, hal ini disebabkan kesigapan Bhabinkamtibmas Polsek Lengkong yang diterjunkan langsung bekerja sama dengan Babinsa dan perangkat desa segera merespons situasi tersebut. 


“Sambil menunggu air surut, petugas tak henti – hentinya mengingatkan warga untuk segera mengamankan diri dan mengamankan harta bendanya sehingga kerugian dapat diminimalkan,” sambung AKBP Muhammad. 


Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat desa terus memberikan arahan dan hinbauan kepada warga untuk tetap waspada dan tidak mendekati area yang tergenang banjir untuk menghindari risiko kecelakaan. (red.Tim)

Friday, April 19, 2024

Akal Bulus Oknum Polisi Nganjuk Rekayasa Kecelakaan Usai Habisi Selingkuhan

Ilustrasi

Nganjuk, rakyatindonesia.com - Wajah Sutiwo terus menunduk saat mendengarkan dakwaan dirinya yang dibacakan jaksa siang itu. Pria 34 tahun itu jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk dalam perkara pembunuhan selingkuhannya, Vicky Febrin Piawai.
Dalam dakwaannya, jaksa Issandi menilai Sutiwo melakukan pembunuhan berencana terhadap Vicky. Lantaran hal itu, jaksa menjerat oknum anggota Satlantas Polres Nganjuk itu dengan Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP.

Sutiwo sebenarnya bukan pelaku tunggal, sebab ia menghabisi Vicky bersama Supriyadi, tenaga harian lepas di Satlantas Polres Nganjuk. Namun, Supriyadi keburu kabur dan belum tertangkap.

Sutiwo dan Vicky pertama bertemu pada tahun 2018. Saat itu Vicky terjaring razia lalu lintas dan terkena tilang. Vicky dan Sutiwo kemudian saling tukar nomor ponsel dan berkomunikasi intens.

Sutiwo yang sudah beristri kemudian kerap mengajak Vicky ke hotel dan melakukan hubungan badan. Hubungan terlarang mereka ini sempat terputus beberapa saat karena sudah jarang berkomunikasi lagi.

Namun, Vicky tiba-tiba menghubungi Sutiwo lagi dan mengaku telah hamil selama 4 bulan. Mendengar hal itu, Sutiwo panik dan mencoba memberi uang kepada Vicky Rp 8,5 juta.

Namun bukan uang yang diminta, perempuan 28 tahun itu kekeh meminta tanggung jawab benih yang dikandungnya kepada Sutiwo. Kebingungan, Sutiwo lalu meminta saran kepada Supriyadi.

Supriyadi kemudian menyarankan untuk menghabisi Vicky. Saran jahat ini rupanya disetujui oleh Sutiwo. Rencana pembunuhan selanjutnya disusun dan dilaksanakan pada Jumat malam, 29 Maret 2019.

Dengan mengendarai mobil, Sutiwo dan Supriyadi kemudian menyusul Vicky untuk keluar rumah. Mereka janjian bertemu di sekitar Rumah Sakit Islam Aisyiyah. Motor milik Vicky yang ditumpangi selanjutnya dititipkan di parkiran rumah sakit.

Vicky lantas ikut naik ke dalam mobil yang ditumpangi Supriyadi dan Sutiwo. Supriyadi yang awalnya yang menyetir kemudian pindah ke bagian tengah mobil digantikan Sutiwo.

Sedangkan Vicky duduk di depan bersama Sutiwo. Setiba di jalan raya Desa Putren, Supriyadi lantas menjerat leher Vicky dengan tali hingga tewas dari belakang. Mengetahui Vicky tewas, Sutiwo menuju RSI Aisyiyah.

Di sana, ia mengambil motor milik Vicky yang diparkir lalu menuju lokasi pembunuhan. Motor Honda Scoopy bernopol AG 2485 UU tersebut kemudian dibenturkan ke pembatas jalan. Keduanya merekayasa seolah-olah Vicky kecelakaan

Tuntas melakukan rekayasa tersebut. Supriyadi dan Sutiwo lalu kabur. Jenazah Vicky ditemukan keesokan harinya dan dikabarkan kecelakaan. Namun keluarga curiga karena ada bekas jeratan di leher.

Keluarga Vicky lantas melaporkan kematiannya. Polisi selanjutnya melakukan autopsi. Polisi pun menilai Vicky bukan tewas karena kecelakaan, namun dibunuh.

Dari hasil serangkaian penyelidikan, polisi sebenarnya sudah mengantongi siapa pelaku pembunuh Vicky. Namun, saat itu Polres Nganjuk lebih memilih bungkam.

Teka-teka siapa pelaku pembunuhan Vicky akhirnya diungkap. Bukan dari kepolisian, namun dari kejaksaan pada Rabu, 24 April 2019. Saat itu Kasi Pidum Kejari Nganjuk membeberkan pihaknya telah menerima Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) kasus pembunuhan Vicky.

Dalam SPDP tersebut diterangkan bahwa pelaku pembunuhan Vicky merupakan polisi aktif bernama Sutiwo. Penetapan tersangka Sutiwo juga diketahui sejak tanggal 12 April 2019. Sutiwo kemudian menjadi pesakitan dan menjalani sidang perdana pada Kamis, 29 Agustus 2019.

Rabu, 6 November 2019, Sutiwo dijatuhi hukuman pidana penjara selama 11 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Nganjuk. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni 15 tahun pidana penjara.

"Menyatakan terdakwa Sutiwo bin Sardi tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan primer. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 11 tahun," kata hakim ketua Anton Rizal Setiawan saat membacakan amar putusannya.

(red.alz)

Monday, April 15, 2024

Polres Nganjuk Luncurkan Bengkel Keliling Gratis Selama Operasi Ketupat Semeru 2024


NGANJUK, rakyatindonesia.com – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., meluncurkan sebuah program inovasi berupa Bengkel Keliling Gratis yang diberi nama “Jaya Stamba” (Jadikan Perjalanan Tanpa Hambatan dan Kendala) selama operasi Ketupat Semeru 2024 berlangsung. 


AKBP Muhammad mengungkapkan program ini terinspirasi ketika beliau menemui seorang pengendara motor yang sedang dalam perjalanan mudik melintasi wilayahnya mengalami mogok karena busi motornya mati. 


“Dari kejadian tersebut akhirnya kami mendapatkan ide untuk membuat program Bengkel Keliling Gratis ini. Kami menyadari betapa pentingnya keselamatan dan kenyamanan para pemudik saat merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman,” ungkap AKBP Muhammad,Minggu (15/4).


Sementara itu Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Achmat Rochan, S.H.,M.M., menjelaskan bengkel keliling gratis Jaya Stamba ini dilakukan dengan menyulap salah satu mobil dinas Satlantas menjadi bengkel berjalan.


Mobil tersebut diisi dengan peralatan bengkel seperti kompresor angin, beberapa jenis oli dan onderdil. 


“Kami memberi bantuan berupa servis ringan seperti menambah angin, ganti oli atau tambal ban, Jika ada yang memerlukan servis berat maka akan kami salurkan kepada bengkel siaga yang menjadi rekanan kami selama Operasi Ketupat tahun ini,” ungkap AKP Achmat. 


AKP Achmat menambahkan jika diperlukan Bengkel Keliling Gratis Jaya Stamba ini dapat diperpanjang hingga batas waktu yang tidak ditentukan jika situasi arus mudik dan balik masih menunjukkan intensitas yang tinggi.


“Kami siap memperpanjang waktu layanan bengkel keliling ini jika diperlukan, demi memastikan bahwa setiap pemudik mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan selama perjalanan mudik dan balik,” kata AKP Achmat (red.Tim)

Saturday, April 6, 2024

Polres Nganjuk Tes Urine Sopir Angkutan Umum Upaya Jaga Keselamatan Penumpang Mudik Lebaran

 



NGANJUK, rakyatindonesia.com – Jelang mudik lebaran Polres Nganjuk Polda Jatim bekerja sama dengan Rumah sakit Bhayangkara Nganjuk mengambil langkah preventif dengan melakukan tes urine secara acak kepada para sopir angkutan umum, di Terminal Bus Anjuk Ladang Nganjuk, Kamis (04/04/2024).


Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang yang sedang melakukan perjalanan dengan angkutan umum di Nganjuk pada mudik lebaran Idul Fitri 1445 H/2024.


Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad mengatakan tes urin acak ini bertujuan untuk memastikan bahwa para sopir angkutan umum tidak mengonsumsi narkoba atau zat-zat terlarang lainnya.


 “Ini juga sebagai rangkaian dari Operasi Ketupat Semeru 2024, di mana kami berupaya mewujudkan keamanan dan kenyamanan Masyarakat yang mudik dengan menggunakan angkutan umum,”ujar AKBP Muhammad.


Dengan tanpa pengaruh obat terlarang yang digunakan oleh para pengemudi diharapkan dapat mendorong terciptanya transportasi publik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Nganjuk.


"Komitmen kami untuk meningkatkan keselamatan dalam transportasi publik terutama saat arus mudik dan balik lebaran. keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,"tambah AKBP Muhammad.


Kapolres Nganjuk berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat semakin percaya dan merasa aman dalam menggunakan angkutan umum, terutama selama masa operasi Ketupat Semeru 2024 ini.


Sementara itu, Kasidokkes Polres Nganjuk Bripka Sunarto mengungkapkan dari hasil tes urin yang dilakukan terhadap 20 individu sopir angkutan umum tersebut tidak ditemukan indikasi pemakaian narkotika.


“Alhamdulillah, untuk pemeriksaan kali ini tidak ditemukan adanya sopir yang memakai Narkoba,”ujarnya. (red.alz)

Sunday, March 31, 2024

Polisi Datangi Tempat Hiburan Nganjuk Cari Identitas Mayat Terbungkus Seprai

 

Nganjuk, rakyatindonesia.com - Mayat wanita berambut pirang yang ditemukan terbungkus seprai di hutan jati pinggir jalan Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Nganjuk belum teridentifikasi. Polisi kini melacak identitas korban dengan mendatangi sejumlah tempat hiburan.


"Sudah kita lakukan pengecekan tempat hiburan," kata Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (31/3/2024).

Beberapa lokasi tempat hiburan yang sudah dilakukan pengecekan, kata Muhammad, yakni di kawasan Guyangan. Selain tempat hiburan, polisi juga mengecek di sejumlah tempat kos, baik di Nganjuk dan luar Nganjuk.

"Tempat hiburan baik di Nganjuk maupun luar kota Nganjuk. Termasuk tempat kos juga kita cek semua di Nganjuk," papar Muhammad.

Muhammad menyebut, sampai saat ini sudah ada beberapa masyarakat yang mengecek jenazah korban. Namun, belum ada satu pun yang merasa jasad terbungkus seprai itu keluarganya.

"Sudah ada beberapa masyarakat yang mengecek jenazah namun belum ada yang merasa itu keluarganya," papar Muhammad.

"Saat ini satu petunjuk dari barang bukti yang diamankan adalah tiga anting yang masih ada di telinga korban. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa mengecek jenazah di RS Bhayangkara Nganjuk," imbuh Muhammad.

Muhammad menambahkan, mayat tersebut diduga dibunuh 2 hari sebelum ditemukan. Kondisi jasad korban saat ditemukan, wajah sudah tidak dikenali karena dipenuhi belatung.

"Diduga pelaku pembunuhan juga sengaja merusak wajah korban agar tidak dikenali. Hasil penyelidikan polisi, wanita berambut pirang itu diduga dibunuh dua hari sebelum jasadnya ditemukan," tandas Muhammad .

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Nganjuk digemparkan dengan temuan mayat terbungkus seprai. Mayat berjenis kelamin perempuan dan berambut pirang tersebut ditemukan di hutan jati pinggir Jalan Raya Rejoso, tepatnya arah Waduk Semantok Senin (25/3) sekitar pukul 08.00 WIB.

Mayat wanita tersebut punya ciri-ciri kondisi kulit putih bersih (kuning langsat) berambut ikal panjang 53 cm berwarna pirang. Tinggi korban sekitar 155 cm dengan belahan dagu (sigar jambe) dan hidung kecil. (red.W)



Wednesday, March 20, 2024

Operasi Keselamatan Semeru 2024 Berakhir, Angka Lakalantas di Nganjuk Turun

 


NGANJUK,rakyatindonesia.com -  Operasi Keselamatan Semeru 2024 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk berlangsung selama 14 hari dan resmi berakhir pada hari Minggu (17/3).

Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, melalui Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Achmat Rochan mengatakan operasi tersebut menunjukkan hasil positif dengan penurunan drastis angka kecelakaan di wi

“Dibanding dengan 14 hari sebelum pelaksanaan operasi dan sampai operasi berakhir, angka kecelakaan secara keseluruhan mengalami penurunan sebanyak 8 kejadian, dari 42 menjadi 30 kejadian,” ujar  AKP Achmat, Selasa (19/3).

AKP Achmat menambahkan, jika dilihat dari aspek korban juga mengalami penuruanan terutama jumlah angka korban meninggal dunia dari 6 orang menjadi nihil.

Hal ini menurutnya  memperlihatkan efektivitas dari Operasi Keselamatan Semeru 2024. 

"Penurunan angka kecelakaan ini merupakan hasil dari berbagai strategi yang diterapkan," ujarnya.

Strategi yang diterapkan lanjut  AKP Achmat termasuk peningkatan patroli di titik-titik rawan kecelakaan, penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas, serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Meskipun demikian, AKP Achmat juga menekankan perlunya tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi kecelakaan di jalan raya. 

Ia mengajak semua pihak, baik pengendara maupun pejalan kaki, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas di jalan.

Selain itu diharapkan momentum positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam upaya menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas yang lebih baik di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. (red.Tim)

Saturday, March 2, 2024

Kapolres Nganjuk Pimpin Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2024

 


Nganjuk, rakyatindonesia.com – Kapolres AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2024 dan pencanangan aksi keselamatan jalan di lapangan apel Polres Nganjuk, Sabtu (02/03/2024).


Apel ini diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Nganjuk,  anggota Polres Nganjuk yang terlibat dalam operasi, PJR Jatim di Nganjuk, TNI, Dishub, Satpol PP, perwakilan komunitas pengendara motor serta perwakilan pelajar tingkat menengah (SMA).


Operasi Keselamatan Semeru 2024 akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 4 hingga 17 Maret 2024. Operasi ini melibatkan 110  personel Polres Nganjuk dan mengedepankan kegiatan edukatif, preemtif dan preventif secara humanis dan persuasif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024.


Namun demikian, terhadap pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan, yaitu 8 pelanggaran lalu lintas prioritas, penindakan akan lebih diutamakan.


“Apel gelar pasukan ini dapat mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan sarana pendukung lainnya, sehingga operasi dapat berjalan dengan optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan, khususnya dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas .” ucap AKBP Muhammad.


AKBP Muhammad juga membacakan ikrar deklarasi bersaudara dijalan, sehati, safety dan presisi kepada para peserta apel gelar pasukan serta menyampaikan beberapa pesan kepada para personel yang terlibat dalam operasi, antara lain:

1. Laksanakan edukasi kamseltibcarlantas kepada masyarakat secara intens, khususnya kepada kaum milenial sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan laka lantas;

2. Kedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara edukatif dan humanis sehingga dapat meningkatkan masyarakat terhadap Polri;

3. Diingatkan kepada anggota, selama operasi tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang kontra produktif yang dapat menurunkan citra Polri;

4. Tingkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas guna mengantisipasi adanya aksi teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab;

5. Laksanakan tugas dengan menuh rasa tanggung jawab agar Polri Presisi dapat terwujut dengan baik. 


Sementara itu Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Achmat Rochan, S.H.,M.M., menjelaskan 8 pelanggaran lalu lintas prioritas yakni tidak menggunakan Helm SNI, Melawan arus, menggunakan HP, berkendara dibawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, pengendara dibawah umur, penggunaan knalpot brong dan balap liar. 


“Kami berharap dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2024, angka laka lantas dan pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk dapat diminimalisir,” pungkas AKP Achmat Rochan. (red.bon )

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved