Saturday, May 18, 2024

Kapolri dan Panglima TNI Melihat Langsung Kesiapan Venue GWK


BALI, rakyatindonesia.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau kesiapan sejumlah veneu perhelatan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

Salah satu venue penyelenggaraan KTT WWF ke-10 yang akan digunakan adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK nanti akan digunakan untuk acara gala dinner bagi para delegasi. Sebelumnya, Kapolri telahmelihat langsung kegiatan tactical floor game (TFG) yang menjadi strategi dalam pelaksanaan pengamanan event internasional ini.

"Tentunya kami dengan Panglima dalam hal ini melihat langsung TFG maupun pelaksanaan kegiatan pengamanan di lokasi-lokasi mulai dari kedatangan kemudian venue yang digunakan termasuk juga tempat di titik ini (GWK), untuk memastikan bahwa pengamanan di ring 1, ring 2 dan ring 3 semuanya berjalan aman dan lancar," kata Kapolri di GWK.

Jenderal Sigit berujar, suatu kehormatan Indonesia kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah acara internasional. Untuk itu dirinya ingin memastikan semua kegiatan berjalan aman dan lancar. Apalagi Indonesia, khususnya Bali sudah menjadi pusat event internasional untuk membicarakan isu-isu strategis.

"Tentunya kegiatan agenda ini kita harapkan  menunjukan bahwa Indonesia memang saat ini menjadi salah satu center untuk kegiatan-kegiatan nternasional untuk bicara hal-hal strategis seperti lingkungan, air, kedepan yang tentunya menjadi kebutuhan untuk masyrakat ini," ucapnya.(red.Tim)

Friday, May 17, 2024

Kapolres Tuban Bantah Soal Tuduhan LSM KCB, Pengangkatan Kasatreskrim Sudah Sesuai Aturan



TUBAN, rakyatindonesia.com - Kapolres Tuban, AKBP Suryono mengatakan, bahwa pengangkatan AKP Rianto sebagai kasatreskrim sudah sesuai aturan yang berlaku di internal kepolisian. 

Hal ini disampaikan AKBP Suryono pasca Kasatreskrim Polres Tuban dan SDM Polda Jatim digugat oleh LSM Komunitas Cinta Bangsa (KCB) di Pengadilan Negeri Tuban.


"Ya kalau menurut kami pemberitaan tersebut tidak berdasar dan sumbernya juga tidak jelas. Lalu pejabat yang dijadikan berita juga tidak ada konfirmasi. Sehingga, sepengatahuan kami atau faktanya bahwa yang bersangkutan dalam hal ini kasatreskrim secara kuorum telah memenuhi syarat," tegas AKBP Suryono kepada wartawan, pada jumat (17/05/2024).

Kapolres kelahiran Bojonegoro itu menambahkan, tuduhan terhadap Kasatreskrim Rianto yang tidak memiliki sertifikasi penyidik dan tidak pernah asesmen itu salah semua. Sebab, sesuai fakta AKP Rianto pernah mengikuti asesmen dan lulus menjadi kasat reskrim. Lalu, dia juga pernah mengikuti sertifikasi sebagai penyidik.

"Sehingga kalau menurut saya ngawur. Kalau menurut saya berita itu tidak benar. Maka perlu saya klarifikasi yang bersangkutan secara formil, bahwa persyaratan secara kompetensi memenuhi syarat menjadi kasatreskrim," paparnya.

Kapolres Suryono pun meminta, kepada pembuat berita agar disesuaikan dengan aturan mainnya dan kaidah jurnalistik. Tak hanya itu, sebaiknya juga bisa mengkonfirmasi langsung di Bagian SDM Polda Jatim. 

Bila perlu langsung konfirmasi ke kapolres terkait kebenaran informasi tersebut. Sehingga, harapannya berita yang tak berdasar tidak semakin liar lantaran tidak ada faktanya.

"Yang menjadi masalah ketika dibaca orang nanti berasumsi lain-lain dan berasumsi jelek terkait dengan SOTK, atau persyaratan atau yang lain-lain di Polres Tuban," pungkasnya.

Sebelumnya, ada media online telah memberitakan tentang gugatan dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat KCB (Komunitas Cinta Bangsa) terkait dugaan buruknya SOTK dan Kinerja Polres Tuban Jawa Timur.

Dalam pemberitaan itu, warga yang mengatasnamakan LSM KCB menggugat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Tuban dan SDM Polda Jatim di Pengadilan Negeri Tuban.

Gugatan itu dilayangkan lantaran adanya dugaan pelanggaran dilakukan oleh Divisi BIRO SDM Polda Jatim dalam pengangkatan Kasatreskrim Polres Tuban. Karena di anggap tidak cermat dalam syarat administrasi dan mengesampingkan Peraturan Perundangan yang berlaku.(red.R)

Polrestabes Surabaya Musnahkan Barang Bukti Sebanyak 40.890,92 gram Sabu Dan 26.019 Pil Ekstasi

 

SURABAYA, rakyatindonesia.com - Petugas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memusnahkan barang bukti (BB) narkoba jaringan antar pulau Sumatera-Jawa yang berhasil disita pada periode Maret-April 2024. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 40.890,92 gram sabu dan 26.019 butir pil ekstasi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce menyampaikan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (17/5/2024), bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya di Kota Pahlawan.

"Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya atas kontribusi dan informasi terkait penyalahgunaan serta peredaran narkoba. Dukungan ini sangat membantu kami dalam pengungkapan kasus narkoba," ujarnya.

Royce menambahkan bahwa upaya bersama dalam memberantas narkoba bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia. "Pemusnahan barang bukti sebanyak 40.890,92 gram sabu dan 26.019 pil ekstasi ini dapat menyelamatkan kurang lebih 230.445 jiwa di Indonesia, khususnya di Surabaya," katanya.

Selain itu, pemusnahan barang bukti ini juga dilakukan untuk mengantisipasi penyimpangan dan sebagai bentuk transparansi dalam pelaksanaan hukum. "Pemusnahan dilakukan menggunakan alat incinerator yang dipinjam dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur," jelas Royce.

Royce juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mencegah peredaran narkoba di Kota Surabaya. "Penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan dan membahayakan generasi muda bangsa, oleh karena itu kita harus sepakat untuk memeranginya," tuturnya.

Pantauan ANTARA menunjukkan, sebelum dimusnahkan, barang bukti narkoba tersebut diperiksa ulang oleh Bidlabfor Polda Jatim menggunakan perangkat portabel "TruNarc" dan cairan khusus Marqi Simon. Perangkat ini mampu menganalisis dan mengidentifikasi obat-obatan serta zat lain dengan akurasi tinggi hingga 90 persen.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya menangkap jaringan pengedar narkoba antarpulau dengan menyita 40,8 kilogram sabu dan 26.019 pil ekstasi di dua lokasi berbeda. Satu tersangka ditangkap pada 5 April 2024 di Jalan Raya Letjen Sutoyo, Sidoarjo, dan satu lagi di Majalengka, Jawa Barat, pada 6 April 2024.

Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penangkapan tersangka SD di lobi apartemen di Tangerang, Banten. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU RI nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.(red.R)

Peduli Lingkungan Kapolda Jatim Tanam dan Berbagi Bibit 3.000 Pohon di Gresik

 

GRESIK, rakyatindonesia.com - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., mengunjungi PT. Aplus Pasific di Jalan Raya Deandles No. 5 Desa Prupuh Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, pada Kamis (16/5/2024. 

Kunjungan kerja kali ini dalam rangka penanaman secara simbolis program 3.000 pohon untuk masyarakat. 

Dirut PT. Aplus Pasific, Gendro Sapto Giri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Jatim dan rombongan, serta terimakasih atas kehadiran seluruh undangan. 

Ia menjelaskan bahwa program pembagian dan penanaman 3000 pohon ini merupakan bentuk perhatian perusahaan terhadap lingkungan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Berbagai jenis bibit tanaman akan dibagikan kepada masyarakat, seperti kelapa kopyor, rambutan, belimbing, leci, pete, jambu thailand, dan nangka," ujarnya,Kamis (16/5).

Sementara itu Kapolda Jatim memberikan apresiasi kepada PT. Aplus Pasific atas program pembagian dan penanaman 3000 pohon ini. 

Irjen Imam Sugianto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar. 

"Kami mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam melestarikan lingkungan dan menanamkan kepedulian melestarikan lingkungan kepada anak cucu kita,"ujar Irjen Imam.

Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Kapolda Jatim, Kapolres Gresik, dan Dirut PT. Aplus Pasific di lingkungan PT. Aplus Pasific.

Kapolda Jatim, Kapolres Gresik, dan Dirut PT. Aplus Pasific kemudian menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan dari Kepala Desa Prupuh, Kepala Desa Ketanen, Kepala Desa Delegan, dan Kepala Desa Banyutengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut beberpa Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom, S.I.K.,Camat Panceng Sampurno, S.E., Danramil Panceng Kapten Inf. Ach. Salami, Kapolsek Panceng Iptu Nasuka, dan perwakilan dari AKD Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. (red.Tim)

Kapolda Jatim Ucapkan Selamat Popsivo Polwan Raih Kemenangan atas Jakarta PLN Elektrik di Gresik

 

GRESIK, rakyatindonesia.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M. Si., bersama jajarannya dan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom turut hadir menyaksikan pertandingan seru antara Popsivo Polwan dan Jakarta PLN Elektrik. 

Pertandingan bola voli Proliga 2024 yang berlangsung di SOR Tri Dharma Gresik pada hari Kamis (16/5) sore ini menghadirkan momen menegangkan bagi para pecinta voli.

Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama, Popsivo Polwan berhasil unggul tipis di set pertama dengan skor 25-23. 

Kejar-mengejar poin terus terjadi di set kedua dan Popsivo Polwan kembali mengamankan set tersebut dengan skor 25-21.

Namun, Jakarta PLN Elektrik tidak menyerah begitu saja. Mereka bangkit di set ketiga dan berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 25-19.

Set keempat menjadi penentu akhir pertandingan,Popsivo Polwan tampil lebih dominan dan tidak memberikan kesempatan bagi Jakarta PLN Elektrik untuk mengembangkan permainan. 

Hasilnya, Popsivo Polwan menutup set keempat dengan skor 25-15 dan mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Popsivo Polwan untuk lolos ke babak Final Four Proliga 2024.

Dukungan penuh dari para suporter, termasuk Kapolda Jatim dan jajarannya, menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Popsivo Polwan untuk terus berjuang dan meraih prestasi terbaik.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M. Si mengapresiasi performa popsivo Polwan di pertandingan ini. 

"Saya ucapkan selamat kepada Popsivo Polwan atas kemenangannya. Pertandingan hari ini sangat seru dan menarik. Saya harap dapat terus berprestasi di Proliga 2024 ini," ujar Irjen Imam. (red.Tim)

Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya Pererat Soliditas dan Sinergitas Wujudkan TNI – Polri Solid

 Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya Pererat Soliditas dan Sinergitas Wujudkan TNI – Polri Solid


SURABAYA, rakyatindonesia.com – Polda Jawa Timur dan segenap jajaran TNI terus memupuk jalinan sinergitas dan soliditas.

Hal itu juga sejalan dengan arahan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada acara Rapim TNI-Polri T.Α. 2024.

Kedua pucuk pimpinan tertinggi di institusinya itu menekankan terkait sinergitas dan soliditas guna mewujudkan dan mendukung rencana strategis pemerintah.

Bahkan Kapolri Jenderal Sigit menyebut sinergitas TNI-Polri merupakan harga mati yang tidak bisa di goyahkan oleh kelompok manapun. 

Kali ini Polda Jatim melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim, menggelar silaturahmi antara kedua institusi guna pererat soliditas dan menjalin hubungan yang harmonis antara TNI dan POLRI, di Jawa Timur. 

Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Mahameru Polda Jatim sebagai wujud bahwa di Jawa Timur tidak ada rivalitas antara  TNI dan POLRI, baik ditingkatkan atas sampai kebawah. 

Dalam kesempatan ini Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto melalui Kabidpropam Polda Jatim, Kombes Pol. Iman Setiawan, mengatakan, komitmen Polri terkait dengan soliditas TNI-Polri merupakan hal yang mutlak dan tidak ada tawar menawar lagi. 

"Maka sudah seharusnya soliditas TNI-Polri kuat, itu yang harus menjadi komitmen kita bersama,"kata Kabid Propam Polda Jatim di Gedung Mahameru Mapolda Jatim,Jum'at (17/5/2024).

Lebih lanjut, Kombes Pol. Iman mengatakan, sinergitas dan soliditas ini harus terus dilakukan, diantaranya dengan melakukan koordinasi dan komunikasi antara satuan, untuk selalu bersinergi.

"Terutama rekan-rekan Polri, tolong sampaikan kepada anggota-anggota kita, terutama yang baru-baru lulus dan sebagainya. Tidak ada rivalitas antara satuan,"tegas Kombes Iman.

Kabidpropam Polda Jatim ini juga meminta seluruh personel Polri harus berfikir bahwa semua satuan ini mempunyai kekuatan, kehebatan masing-masing yang diciptakan.

"Jangan berfikir menjadi anggota Polri kemudian musuhnya adalah TNI, itu keliru besar, " tambahnya. 

Selain itu, Kombes Pol. Iman juga menekankan, untuk selalu memberikan penghormatan saat bertemu di jalan, tidak hanya bertemu rekan TNI - Polri saja, melainkan saat bertemu dengan instansi pemerintah yang lain hukumnya juga wajib menghargai. 

"Karena pakaian yang digunakan itu simbol instansi pemerintah negara kita yang wajib kita hormati, siapa lagi kalau bukan kita,”ungkapnya. 

Ia menyebut Negara telah membagi peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing pada semua institusi, jadi diminta untuk seluruh anggota tidak membanding-bandingkan. 

"Takdir pengabdian kita yang berbeda, permasalahan pribadi bukan masalah institusi," tegasnya. 

Menurutnya perbedaan itu hal yang biasa, namun Kombes Iman menekankan agar masing – masing personel tidak membawa permasalahan hal yang kecil menjadi hal yang besar. 

“Jangan sampai ada selisih yang gak penting kemudian disampaikan ke masalah-masalah institusi,”tegas Kombes Iman.

Kabid Propam Polda Jatim menambahkan, kepada semua pihak diharapkan untuk selalu bijak dalam bermediasi sosial. 

"Netizen itu kita tidak tau orangnya, bisa saja itu propaganda untuk mengadu domba antara TNI dan Polri, menjelek-jelekkan satuan dan lain sebagainya. Saya minta para Wakapolres, para Wadir, menekankan kepada anggota kita untuk bijak dalam bermediasi sosial," pungkasnya. 

Sementara, Danpomdam V/Brawijaya Kolonel CPM Kartika Amyus, dalam arahannya mengatakan tentang gambaran sinergitas penegakan hukum disiplin dan tata tertib yang sudah berjalan sampai saat ini. 

"Tujuannya untuk digunakan sebagai wawasan dan saran masukan bagi personel TNI-Polri dalam menegakkan hukum disiplin dan tata tertib," jelasnya. 

Lebih lanjut, Danpomdam V/Brawijaya menyampaikan arahan dan penekanan presiden RI pada Rapim TNI, yang mengatakan bahwa sinergi TNI-Polri sangat mutlak dibutuhkan untuk melakukan sinergi secara horizontal antar kesatuan. 

"Jadi ini merupakan penekanan Bapak Presiden untuk di jalankan, yaitu Sinergi horizontal antar kesatuan. Sinergi vertikal dari atas sampal bawah. Hilangkan yang namanya ego Sektoral. Hilangkan sekat dan pandangan-pandangan sempit," tegasnya. 

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa semua sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang ada di TNI dan Polri pada Satker maupun Sub Satker. 

"Gak ada ranahnya jadi 'wes gak usah di banding-bandingke' yang ada hanya akan memperkeruh, mempersulit dan menciptakan ria-ria, mereka sudah ada porsinya, TNI sudah ada porsinya, hanya kita menselaraskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama dalam bentuk sinergitas," tandasnya. 

Menurut Danpomdam V/Brawijaya ini, wujud sinergitas yang bisa dilakukan adalah melakukan razia gabungan yang terjadwal.

“Ini mempunyai efek ditren terhadap penurunan pelanggaran. Saya mendorong rekan-rekan penegak hukum baik itu POM TNI dan POM Angkatan lakukan razia gabungan yang terjadwal," tambahnya. 

Karena, lanjut Kolonel CPM Kartika Amyus mengatakan patroli dan razia gabungan itu dilakukan untuk preemtif dan preventif, atau pencegahan. 

“Wujud sinergitas ini merupakan perintah atau pun kebijakan pimpinan,”pungkas Kolonel CPM Kartika. 

Sebagai informasi, hadir pada kegiatan tersebut dihadiri oleh - Kabidpropam Polda Jatim, Danpom Kodam V Brawijaya, Danpom Koarmada II, Danpom Lantamal V, Danpom Kogartap III Surabaya, Perwakilan Kasatker Jajaran Polda Jatim dan para Wakapolres Jajaran Polda Jatim. (red.Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved