Monday, July 31, 2023

Polres Jember Mulai Awasi Pendistribusian Cegah Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

 


JEMBER, rakyatindonesia.com - Kepolisian Resort Jember bergerak menindaklanjuti isu dan mengantisipasi adanya kelangkaan gas LPG 3 kg bersubsidi di wilayah kabupaten Jember. 


Kapolres Jember, AKBP Moh Nurhidayat SIK. SH. MM,mengaku telah mengintruksikan seluruh jajaran Polsek untuk memantau pergerakan pendistribusian tabung gas melon tersebut.


"Kami sudah memberikan instruksi kepada anggota untuk mengawasi penyaluran gas LPG 3 kg. Karena kami pernah mengungkap adanya kelangkaan itu biasanya ditimbun," ujarnya, Sabtu (29/7/2023).


Pengalaman yang terjadi di Kabupaten Jombang, kata AKBP Nurhidayat, biasanya para pelaku itu memborong tabung gas LPG kecil. Kemudian mereka simpan mengunakan teknologi es batu di tempat khusus.


"Itu yang terjadi di wilayah saya tugas sebelumnya. Saya berharap mulai ada input dari polsek tentang keberadaan gudang keluar masuk truk pengangkut tabung LPG gitu," kata Nurhidayat.


Ia juga meminta jajaran personel Polres Jember bisa bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, untuk mengawasi pendistribusian gas LPG 3 kg.


"Polsek menjaring informasi dari masyarakat. Dan masyarakat boleh menginformasikan kepada teman-teman Kepolisian. Termasuk teman-teman wartawan juga boleh menginfokan soal itu," imbuhnya.

Jika kelangkaan itu terjadi karena stok barang dan permintaan tidak seimbang, Nurhidayat mengaku masih bisa memakluminya.


"Kami berharap kelangkaan itu akibat supply dan demand tidak seimbang. Tetapi kalau ternyata kelangkaan itu terjadi akibat penyalahgunaan, maka hal tersebut pasti kami tindak tegas," tegas Nurhidayat. 


Sebelumnya, Sales Branch Manager Pertamina Rayon V Malang, Zico Aldillah mengatakan, kuota tabung LPG Melon di Jember setiap bulannya sekitar 54 ton.


Jumlah tersebut, lanjutnya, harus didistribusikan kepada masyarakat hingga di pelosok desa.


"Kami sendiri sudah menyalurkan lebih dari itu pada bulan Juli 2023. Sekitar 2,3 persen naiknya dari kuota biasanya. Jadi kami tidak ada pengurangan ataupun pengendalian," imbuh Zico.


Sementara, Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak mengakui, ada kekhwatiran dari masyarakat kalau pemerintah kesulitan melakukan pengawasan di tingkat pengecer gas LPG 3 kg.


"Ini adalah keputusan dari pusat, ada memang kekhawatiran pendistribusian LPG secara tepat sasaran agak sulit dipantau di tingkat pengecer," ujarnya saat menghadiri acara puncak festival hari Koperasi Ke-76 Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jember pada Kamis (27/7/2023).


Emil Dardak mengatakan, Pertamina sedang memperkuat pangkalan pendistribusian gas LPG 3 kg. Bahkan, Pemprov Jatim berusaha untuk menjaga stabilitas pasokan.


"Tetapi Pertamina menyampaikan, seharusnya setiap desa itu ada satu (pangkalan). Tetapi ternyata ada dua hingga tiga pangkalan," ulasnya. (Efr)

Polres Situbondo Terjunkan Polisi RW Respon Kelangkaan Gas Melon Bersubsidi

 


SITUBONDO, rakyatindonesia.com - Polres SITUBONDO Polda Jatim merespon keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kg yang biasa dikenal dengan Gas Melon dengan melakukan pengecekan pangkalan Gas LPG 3 kilogram di SPBU Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.


Kasatreskrim AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan Polres Situbondo menerjunkan Polisi RW dari seluruh satuan fungsi untuk melakukan pengecekan dari hulu sampai hilir terkait LPG 3 Kg bersubsidi itu.


AKP Momon juga mengatakan pengecekan dimulai dengan peninjauan gas LPG 3 Kg ke pangkalan-pangkalan LPG di sejumlah tempat di Kabupaten Situbondo.


“Kita pastikan dulu agen atau pangkalan, bagaimana penyalurannya sudah sesuai atau belum, apakah ada kendala atau keterlambatan,”jelas AKP Momon.


Lebih lanjut, AKP Momon menjelaskan, dari hasil survei gas LPG 3 kilogram di pangkalan SPBU Panji, guna pengawasan terhadap konsumen setiap pembeli harus menggunakan KTP dan per harinya diberikan 1 tabung .


“Tidak ada kenaikan harga LPG 3 kilogram di pangkalan SPBU Panji, masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan sesuai dengan Peraturan Gubernur,” jelas AKP Momon.


Ditempat terpisah, Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H.menegaskan bahwa, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan penyalahgunaan LPG 3 kilogram subsidi.


Sebab, LPG bersubsidi ini hanya boleh digunakan untuk rumah tangga dan tidak boleh digunakan oleh pelaku usaha menengah ke atas.


“Kami lakukan pengawasan dan pengecekan LPG 3 kg mulai dari SPBE , agen dan pangkalan yang kami lakukan serentak di wilayah Situbondo,”kata AKBP Dwi Sumrahadi,Senin (31/7).


Hal tersebut kata AKBP Dwi Sumrahadi guna memastikan penyaluran LP3 di wilayah Situbondo berjalan lancar tidak ada kendala maupun tidak ada penyalahgunaan LPG subsidi .


“Pengawasan secara komperhensif akan tetap kami lakukan mulai pengisian sampai pendistribusian dan apabila ada pelaku usaha yang terbukti menggunakan LPG bersubsidi ini akan kami lakukan penindakan sesuai peraturan,”tegas AKBP Dwi Sumrahadi.


Sementara itu, pengawas pangkalan Gas LPG 3 kilogram di SPBU Panji,Heri mengatakan masyarakat yang akan membeli LPG 3 kilogram diwajibkan menggunakan KTP.


“Satu KTP untuk pembelian satu tabung gas LPG 3 kilogram,” terang Heri.


Lebih lanjut, Heri menjelaskan bahwa, dalam sehari jatahnya hanya sebanyak 150 tabung gas LPG 3 kilogram dan pengirimannya di bagi sehari dua kali.


“Sebanyak 150 gas LPG tabung melon hanya dalam waktu beberapa jam saja habis terjual. Kalau yang non subsisi dari 50 tabung paling yang laku cuman 2 tabung,”pungkas Heri. (Rmo)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved