Saturday, February 3, 2024

Jelang Pemilu 2024 Polda Jatim bersama Kodam V Brawijaya Gelar Baksos dan Bakkes Serentak

  



SAMPANG, rakyatindonesia.com  – Secara serentak, Polda Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya menggelar Bakti Sosial (Baksos ) dan Bakti Kesehatan ( Bakkes ) diikuti seluruh Polres dan Kodim di wilayah Jawa Timur.


Kegiatan buah dari sinergitas dan soliditas TNI – Polri dalam hal ini Polda Jatim bersama Kodam V Brawijaya tersebut dipusatkan di Pulau Madura.


Pada kegiatan tersebut, Polda Jatim bersama Kodam V Brawijaya selain menyalurkan kebutuhan pokok ( paket sembako ) juga melayani pengobatan dan pelayanan kesehatan secara gratis.


Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si mengatakan untuk pelayanan kesehatan antara lain Pengobatan umum, Pengobatan gigi, Lab, USG kandungan, Konsultan gizi atau stunting, Khitan masal, Pojok suntik seperti suntik vitamin dan suntik jenis lainnya, serta Donor darah.


Didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay, Kapolda Jatim juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kongkrit dari semangat kebersamaan, dedikasi dan pengabdian TNI-POLRI dalam menjaga situasi Kamtibmas menjelang Pemilu tahun 2024 di Jawa Timur.


“Kegiatan ini kami laksanakan bersama Kodam V Brawijaya sebagai wujud kepedulian TNI – Polri kepada warga Masyarakat,”ujar Irjen Imam di Sampang Madura, Jumat (2/2/24).


Ditambahkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Imam, bahwa kegiatan bulan bakti TNI Polri ini juga merupakan upaya Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya dalam penguatan pagar sosial sebagai cooling system dalam rangka menjaga serta merawat kebhinekaan di Jawa Timur. 


Kapolda Jatim berharap, kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan yang dilaksanakan dalam rangka bulan Bakti TNI – Polri kali ini menjadi momentum yang tepat untuk mempererat tali silaturahim sekaligus untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bantuan dari orang lain.


"Mudah-mudahan bisa meningkatkan kepekaan sosial, sesama kita aparatur dengan Masyarakat,”ujar Irjen Imam.


Untuk di Madura Raya, Polda Jatim bersama Kodam V Brawijaya membagikan 5000 paket sembako di Empat wilayah Kabupaten.


“Di Sampang ini kami salurkan ada 2000 paket, di Bangkalan 1000, di Pamekasan 1000 dan di Sumenep 1000," jelas Irjen Imam di Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Trunojoyo, Sampang. 


Sementara, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay dalam sambutannya mengatakan bahwa bulan bakti TNI-Polri adalah moment yang paling penting di mana kegiatan ini merupakan kerja sama TNI-Polri yang diselenggarakan di seluruh wilayah Jawa Timur.


Ia juga menyampaikan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan dalam bulan bakti TNI-Polri ini merupakan bentuk nyata hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat.


“Kami dari TNI dan Polri yang ada di Jawa Timur ini senantiasa menjaga sinergitas dan berkomitmen untuk senantiasa ada di tengah – tengah Masyarakat,”ujarnya.


Pangdam V Brawijaya berharap seluruh masyarakat bisa merasakan pelayanan kesehatan secara gratis dan mendapatkan bantuan sembako untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.


"Saya yakin dan percaya kita semua telah melakukan dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas, kedepan kita dapat meraih hasil, khususnya membantu dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. 


Untuk diketahui, selain menyelenggarakan bantuan bakti sosial, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya beserta para Pejabat Utama Polda Jatim dan anggota juga menyelenggarakan corvey bersama dengan melakukan pembersian di beberapa tempat ibadah baik yang ada di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. (red.Tim)

Wednesday, January 10, 2024

Penampakan Ratusan Motor hingga Mobil Curanmor Disita dari Gudang di Jatim

 


Jakarta, rakyatindonesia.com - Polda Metro Jaya bersama Kodam V/Brawijaya, dan Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditampung di Gudbalkir Pusziad, Sidoarjo. Total sebanyak 46 unit kendaraan roda empat dan 214 kendaraan roda dua diamankan aparat gabungan.



Rabu (10/1/2024), ratusan kendaraan tersebut berjejer di halaman gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Garis polisi panjang melintang terpasang di kendaraan tersebut. Terlihat kendaraan tersebut masih dalam kondisi tanpa pelat nomor.



"Dari pengembangan tersebut ditemukan barang bukti kendaraan roda 4 sebanyak 46 unit dan kendaraan roda 2 sebanyak 214 unit dengan berbagai macam merek," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (10/1/2024).


Total lima orang sudah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus yang ada. Dua tersangka merupakan warga sipil bernama Eko Irianto alias EI dan Maryanto alias MY. Maryanto adalah pengepul, sedangkan Eko merupakan donatur yang membiayai pengiriman kendaraan hasil kejahatan ke Timor Leste.


Dua orang tersangka yang merupakan warga sipil tersebut kini sudah ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Atas kasus yang ada, keduanya dijerat Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 480 KUHP dan/atau Pasal 481 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 35 UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dan/atau Pasal 36 UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.


Akan Dikirim ke Timor Leste


Kendaraan tersebut rata-rata merupakan kendaraan yang disita dari debitur yang menunggak cicilan. Kendaraan itu sedianya akan dijual ke Timor Leste, tanpa dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah.


"Tersangka mendapatkan kendaraan dari beberapa wilayah baik Jakarta, Jateng, Jatim, maupun Jabar. Kendaraan tersebut rata-rata tidak dilengkapi STNK dan BPKB ketika dibeli dan ditampung oleh pelaku," kata Wira.


Kendaraan tersebut kemudian ditampung di gudang di Sidoarjo, Jawa Timur. Selanjutnya, kendaraan tersebut akan dikirim ke Timor Leste melalui Pelabuhan Tanjung Perak.


"Selanjutnya kendaraan tersebut ditampung di suatu tempat, sebuah gudang di Sidoarjo, Jatim dan para tersangka ini sambil melakukan kegiatan untuk mempersiapkan kontainer yang akan dimuat nantinya melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Yang nantinya, setelah dimuat akan diberangkatkan menuju ke Timor Leste. Di mana di Timor Leste sudah ada pemesan yang akan menampung," paparnya.


3 Prajurit TNI Ditahan Puspom


Selain itu, tiga oknum prajurit TNI AD yakni Mayor Czi BP, Kopda AS dan Praka J juga ditetapkan jadi tersangka karena diduga terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini mereka sudah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan.



"Ketiga prajurit ini sudah kami tahan, kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Wakil Komandan Puspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana.



Ketiga prajurit TNI tersebut diduga melakukan pelanggaran antara lain Pasal 408 KUHP tentang penadahan hasil kejahatan, Pasal 56 KUHP turut serta dalam kejahatan, dan Pasal 126 KUHPidana Militer.


"Ini karena prajurit, kami gunakan juga KUHPidana Militer di mana atas kewenangannya dia melakukan tindak pidana. Selanjutnya, kami tekankan juga Pasal 103, yaitu tidak menaati perintah atasan," tuturnya.(red.w)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved