Wednesday, March 20, 2024

Pimpin upacara Hari Kesadaran Nasional Kapolda Jatim Beri Penghargaan 35 Anggota Berprestasi

  


SURABAYA, rakyatindonesia.com  – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs.Imam Sugianto,M.Si kembali memberikan penghargaan kepada anggota Polri dan PNS di Polda Jatim yang dinilai berprestasi.


Penghargaan tersebut di serahkan saat melaksanakan upacara Hari Kesadaran Nasional di lapangan Mapolda Jatim pada Senin (18/3/2024).


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan peringatan hari kesadaran nasional tersebut sedianya jatuh pada hari Minggu 17 Maret, namun Polda Jatim memperingati pada Senin 18 Maret. 


"Tadi kita saksikan, ada 35 personel yang menerima penghargaan. Ada yang dari bidang kearsipan, kita Polda Jatim juara satu di tingkat pusat Mabes Polri Alhamdulillah, tadi kita tampilkan juga," ucap Kapolda Jatim usai upacara bendera. 


Lebih Lanjut, Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan telah memberikan penghargaan kepada Satgas Pangan, Anggota Reserse dari Ditreskrimsus Polda Jatim. 


"Anggota-anggota kita yang menerima penghargaan, itu adalah yang tergabung dalam Satgas Pangan, dan alhamdulillah kita ketahui di Jawa Timur Bapokting ada peningkatan harga memang di pasar, untuk bulan Ramadhan ini tapi tidak signifikan," jelasnya. 


Kapolda Jatim juga menjelaskan, keaktifan tim Satgas Pangan yang secara langsung turun ke lapangan, memonitor pergerakan Bapokting, baik penimbunan maupun pelanggaran lainnya. 


"Alhamdulillah di Jawa Timur sampai sekarang belum kita temukan pelanggaran maupun kejahatan di bidang perdagangan maupun ekonomi terkait dengan Bapokting," tegasnya. 


Ia berharap hal itu menjadi pemicu, penyemangat anggota yang lain, untuk berbuat lebih baik dan satgas lebih giat lagi.


“Lebaran masih kurang lebih  tiga minggu, mudah-mudahan bisa kita kendalikan harga-harga kebutuhan bahan pokok dan bahan penting dimasyarakat menjelang lebaran nanti," pungkas Kapolda Jatim. (red.I)

Saturday, March 2, 2024

Polda Jatim Libatkan Stakeholder Gelar Operasi Keselamatan 2024 Guna Turunkan Angka Kecelakaan Lalulintas

 


 SURABAYA, rakyatindonesia.com - Polda Jawa Timur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah  melaksanakan Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan 2024 dan Pencanangan Aksi Keselamatan Jalan, di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Sabtu (2/3/2024).


Operasi Keselamatan 2024 ini akan dilaksanakan selama 14 hari, di mulai tanggal 4 sampai dengan 17 Maret  2024, dengan melibatkan personel sebanyak 4.470, yang terdiri dari satgas Polda sebanyak 390 personel, dan Satwil jajaran 4.080 personel. 


Ada Delapan target prioritas operasi keselamatan semeru 2024 antara lain adalah, Penggunaan helm SNI, Melawan arus, Penggunaan hp saat berkendara, Berkendara dibawah pengaruh alkohol, Melebihi batas kecepatan, Berkendara dibawah umur, Penggunaan knalpot tidak sesuai spektek dan Aksi balap liar.


Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs.Imam Sugianto,M.Si mengatakan, pada tahun 2023 terkait pelanggaran lalu lintas di Jawa Timur angka kecelakaan masih perlu ditekan lagi.


Irjen Pol Imam menyebut, jenis pelanggaran yang dilakukan, melibatkan 14. 292 pelanggar tidak memakai helm dan 719 pelanggar melakukan perbuatan melawan arah. 


"Angka tersebut cukup tinggi jika dilihat berdasarkan kurun waktu yang masih cukup singkat," ungkap Irjen Imam.


Kapolda Jatim juga mengatakan, ada korban meninggal kurang lebih 5000 jiwa pada tahun 2023 karena kecelakaan lalu lintas yang rata - rata disebabkan karena pelanggaran.


"Mudah-mudahan di tahun 2024 ini dengan kita selenggarakan operasi keselamatan, sebagai awal cipta kondisi menghadapi operasi ketupat Semeru nanti tahun 2024, menjelang pengamanan bulan puasa dan Idul fitri," terang Irjen Imam.


Kapolda Jatim berharap dengan terselenggaranya Operasi Keselamatan 2024 ini, dapat menurunkan angka kecelakaan lalulintas di Jawa Timur.


"Mudah-mudahan di akhir Operasi nanti evaluasi bisa kita dapatkan maksimal," tegasnya. 


Lebih lanjut, Irjen Pol Imam Sugianto menegaskan, dalam operasi keselamatan ini pihaknya bersama stake holder terkait akan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif. 


"Kita sosialisasikan secara masif, termasuk delapan sasaran itu yang paling utama, yang harus kita sasar adalah kelompok Millenials, tetapi warga masyarakat yang lain juga tidak kita abaikan," pungkasnya.


Dalam apel gelar tersebut juga dihadiri PJ. Gubernur Jawa Timur,Adhy Karyono dan perwakilan dari Kodam V Brawijaya serta seluruh dinas terkait. (red.Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved