Saturday, December 24, 2022

Libur Nataru, Polres Bondowoso Lakukan Public Addres di Jalur Rawan Kecelakaan.

 




Bondowoso, rakyatindonesia.com - Polres Bondowoso Polda Jatim melalui Satlantas Polres Bondowoso melaksanakan Giat Public Addres jalur rawan Laka (Black Spot) di Jl. Mastrip Pancoran Bondowoso dalam rangka Sosialisasi Ops Lilin Semeru 2022. Sabtu 24/12 2022.


Kegiatan ini adalah sosialisasi kepada masyarakat yang berkendara baik sepeda motor atau mobil, dalam rangka Operasi Lilin Semeru 2022, di dalam himbau operasi Lilin ini di sejumlah lokasi strategis di Kota Bondowoso yang dinilai rawan Kecalakaan. 


Dalam kegiatan ini Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK melalui Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Bondowoso yang baru Ipda Agus Hariadi menerangkan, dengan dilakukannya Giat public addres jalur rawan laka (black spot) dalam rangka sosialisasi ops lilin Semeru 2022 ini para pengguna jalan lebih waspada dalam berkendara.


"Dengan tujuan untuk menurunkan pelanggaran, menurunkan kecelakaan lalu lintas," ujar Ipda Agus.


Menurut Ipda Agus, Operasi Lilin akan berlangsung selama 11 Hari dari tanggal 23 Desember 2022 s.d 2 Januari 2023, ini digelar agar masyarakat mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas termasuk mereka yang sedang berlibur.


Ipda Agus Hariadi juga berharap dengan Giat public addres jalur rawan laka (black spot) tersebut, pengendara kendaraan mengerti, sehingga tidak melakukan pelanggaran dan dapat mentaati peraturan lalulintas.


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar dengan Giat public addres jalur rawan laka (black spot) dalam rangka Sosialisasi Ops Lilin Semeru 2022 ini, "pungkas Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Bondowoso Ipda Agus Hariadi.


(red.Df)

Monday, December 19, 2022

Kesiapan Polri Agar Perayaan Natal dan Tahun Baru Berjalan Aman dan Tak Ada Gangguan




Jakarta, rakyatindonesia.com -  Polri akan menggelar Operasi Lilin guna mengamankan perayaan natal 2022 dan tahun baru 2023. Operasi yang digelar seluruh Indonesia ini akan berlangsung mulai tanggal 22 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, kurang lebih sebanyak 102 ribu personel Polri dilibatkan dalam operasi ini. Selain itu, nantinya juga ada perbantuan dari TNI, Kementerian Kesehatan, Dishub, Jasa Marga dan Kementerian serta Lembaga terkait lainnya.

Adapun sasaran pengamanan dalam operasi ini yakni sebanyak 52.636 lokasi yang terdiri dari 41.702 gereja, 711 terminal, 653 pelabuhan, 206 bandara, 256 stasiun kereta api, 3.693 pasar dan pusat perbelanjaan, 3.709 objek wisata dan 1.706 lokasi perayaan malam pergantian tahun.

"Polri akan mendirikan pos pengamanan (pospam) sebanyak 1.868, pos pelayanan (posyan) sebanyak 776, dan pos terpadu sebanyak 70," kata Dedi saat apel kesiapan Satgas Humas dalam rangka Operasi Lilin 2022 di Jakarta, Senin (19/12/2022).

Pada prinsipnya, kata Dedi, Polri bersama Kementerian dan Lembaga sudah siap melaksanakan Operasi Lilin. Rapat terpadu antar Kementerian dan Lembaga sudah dilakukan.

Pada hari ini juga digelar rapat teknis di Korlantas Polri untuk memadukan komunikasi, cara bertindak, dan hal lain di lapangan, sehingga pada saat pelaksanaan Operasi Lilin, arus mudik dan balik semuanya dilaksanakan dengan aman, lancar dan mengutamakan keselamatan.

Tak hanya mengamankan jalur dan objek, Dedi menambahkan Polri juga melakukan pencegahan terhadap aksi teror. Dimana Densus 88 Antiteror Polri sudah melaksanakan langkah preventif strike di beberapa wilayah.

"Densus 88 melaksanakan operasi preventif strike di Sumatera dan mengamankan 11 terduga teroris," katanya.

Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan meyakinkan bahwa polri bersama unsur terkait lainnya akan berusaha semaksimal mungkin mengamankan kegiatan masyarakat dalam perayaan natal dan tahun baru.

"Kita juga mohon dukungan masyarakat bersama-sama mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi di dalam perayaan natal dan tahun baru," katanya.

Terkait dengan penyebaran Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Indonesia, ia meminta masyarakat tetap mewaspadai dengan selalu menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan kegiatan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Pihak Polri, TNI serta Pemda juga akan terus memaksimalkan sosisalisasi kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan aktivitas di luar rumah.

Dedi menuturkan, Kapolri juga sudah memerintahkan jajaran Kapolda dan Kapolres melakukan asesmen level kesehatan dan pengamanan. Hal ini menjadi penting untuk mencegah adanya kerumunan masyarakat yang bisa menyebabkan masalah kesehatan dan keamanan.

"Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang bisa menyebabkan jatuhnya korban. Standar pengamanan sudah ditentukan pak As Ops. Kapasitas ruangan yang digunakan berapa luasnya, kemudian jumlah maksimalnya berapa, harus ditentukan jalur escape-nya dan semuanya betul-betul dipersiapkan dengan matang. Setiap kegiatan pengamanan ini harus ada rencana pengamanan secara detail," katanya. (Red.Sl)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved