Tuesday, April 23, 2024

Tentara Amerika Serikat Hilang di Hutan Karawang!

 


Karawang
, rakyatindonesia.com - Seorang perwira tentara Amerika Serikat (US Army) diduga hilang usai terpisah dari rombongan. Ia diduga hilang saat mengikuti latihan gabungan di sekitar hutan Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.
Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Arif Budiman membenarkan ihwal informasi tersebut, peristiwa diduga hilangnya seorang perwira US Army terjadi pada Senin (22/4/2024) sekira pukul 14.00 WIB.

"Iya tentara Amerika, kalau kejadian hilang itu kemarin, kita masih menyisir di wilayah Desa Karanganyar," ucap Arif, saat dihubungi detikJabar, Selasa (23/4/2024).

Dihimpun detikJabar dari berbagai sumber informasi yang beredar pada Senin (22/4) malam, perwira US Army tersebut diketahui bernama Major William Walker dari satuan Aviation Officer, yang tergabung dalam tim Tinjau Medan pada Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) SGS TNI dan US Army, yang berlangsung di Perumahan Karawang Baru, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Arif mengatakan, pihaknya telah melakukan pencarian sejak diberi laporan pada Senin malam, korban diketahui sempat mengirimkan lokasi terkahir yang berjarak 1,5 jam jarak tempuh berjalan kaki dari lokasi Posko utama menuju lokasi terakhir korban.

"Korban hilang dilaporkan membawa HP iPhone miliknya. Melalui GPS yang dikirim dari HP korban, diketahui lokasi terakhirnya berada di sebuah galian hutan, yang berjarak 1 jam 30 menit dari posko utama di Perumahan Karawang Baru," kata dia.

Arif menerangkan, pihaknya tengah melakukan pencarian bersama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas terdekat, serta pihak Kodim 0604 Karawang, dan Yonif 305 Karawang.

"Iya kita bareng dengan Babinsa Bhabikamtibmas, termasuk juga dari Kodim dan Yonif 305, kita juga sebar informasi kepada warga melalui foto korban," imbuhnya.

Mengenai kronologi, Arif mengaku tak dapat menjelaskan lebih detail, sebab masih dalam penyelidikan pihak TNI, "Informasinya korban terpisah dari rombongan, tapi kita belum bisa menjelaskan lebih lengkap," pungkasnya.

detikJabar juga juga berusaha mengkonfirmasi Dandim 0604 Karawang, namun hingga berita ini diterbitkan, belum mendapatkan jawaban.

(red.alz)

Monday, April 22, 2024

Detik-detik Perahu Penambang Pasir di Bojonegoro Tenggelam Hilangkan 1 Orang

 


Bojonegoro
, rakyatindonesia.com - Perahu penambang pasir di Bengawan Solo Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro Kota terbalik dan tenggelam. Satu penambang hilang tenggelam sedangkan tiga lainnya selamat.
Sodik (54), salah satu korban selamat tampak sedih dan duduk-duduk di tepi Bengawan Solo. Ia masih tak percaya perahu yang ditumpangi dengan ketiga rekannya itu tenggelam.

Ia lalu menceritakan peristiwa nahas itu terjadi saat ketiga rekannya Saparun, Kamali dan Arif naik ke atas perahu pada sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar jam 12 an pas azan Zuhur. Perahu itu kondisinya agak melintang dan terkena tekanan air Bengawan yang sedang naik dan deras," ujar Sodik kepada detikJatim, Senin (22/4/2024).

Awalnya semua berjalan normal. Namun tekanan arus air yang deras membuat perahu besi yang berisi empat orang serta pasir sekitar 2 hingga 3 kubik bergoyang dan terbalik lalu tenggelam.

Saat itu, Sodik berada di posisi depan, Kamali di dalam bilik perahu, Saparun di tengah, dan Arif berada di ujung perahu belakang yang terakhir tenggelam.

"Aku langsung meloncat ke barat yang lain juga ikut selamatkan diri. Bahkan aku sempat lemparkan galon air namun kok Arif nggak terlihat. Pikirku siapa tahu ada yang butuh pertolongan. Sesampai di pinggir Bengawan, Kamali dan Saparun terlihat bareng naik. tapi Arif nggak terlihat," tutur Sodik.

Derasnya air Bengawan saat ini juga membuat Sodik terasa kesulitan berenang. Bahkan, ia terpaksa mencopot kausnya agar tidak menambah beban saat berenang ke tepi bengawan.

"Dadaku Sampek ora kuat, banter tenan banyune. Kausku sampek tak copot pas renang mau," ucap Sodik.

Saat itu, Sodik berada di posisi depan, Kamali di dalam bilik perahu, Saparun di tengah, dan Arif berada di ujung perahu belakang yang terakhir tenggelam.

"Aku langsung meloncat ke barat yang lain juga ikut selamatkan diri. Bahkan aku sempat lemparkan galon air namun kok Arif nggak terlihat. Pikirku siapa tahu ada yang butuh pertolongan. Sesampai di pinggir Bengawan, Kamali dan Saparun terlihat bareng naik. tapi Arif nggak terlihat," tutur Sodik.

Derasnya air Bengawan saat ini juga membuat Sodik terasa kesulitan berenang. Bahkan, ia terpaksa mencopot kausnya agar tidak menambah beban saat berenang ke tepi bengawan.

"Dadaku Sampek ora kuat, banter tenan banyune. Kausku sampek tak copot pas renang mau," ucap Sodik.

Sodik memastikan perahu yang ditumpangi bersama temannya masih tenggelam di lokasi kejadian. Ia tak menyangka arus bengawan akan naik itu, padahal sebelumnya normal.

"Perahu masih di lokasi. Arus air Bengawan sedang naik karena tadi pagi belum segini tingginya. Semoga Arif segera ditemukan," harap Sodik.

Sodik sendiri menuturkan tak ada firasat buruk sebelum musibah ini terjadi pada dirinya.

"Nggak ada kalau firasat jelek baik aku maupun keluarga. Tapi aku nggak tahu kalau yang teman temanku ya. Aku sudah main sejak kecil lulus MI, tahun 1989," imbuh Sodik yang tinggal di Simo Tuban.

Sementara itu, proses pencarian korban Arif oleh tim SAR dihentikan karena sudah menjelang malam. Pencarian akan dilanjutkan Selasa pagi besok.

Suasana duka terlihat di rumah keluarga Arif di Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro yang tidak jauh dari Bengawan Solo. Banyak sanak keluarga dan tetangga datang ikut prihatin dan berduka atas musibah yang terjadi.

Sebelumnya, perahu penambang pasir terbalik dan tenggelam di Bengawan Solo Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro Kota. Satu orang penambang belum ditemukan dan 3 lainnya berhasil selamat.

Suparman, salah satu kerabat korban mengatakan perahu penambang pasir ditumpangi empat orang. Mereka adalah Saparun, Kamali dan Arif. Ketiganya warga Desa Samanding kecamatan Bojonegoro. Sedangkan seorang lainnya diketahui bernama Sodik asal Simo, Tuban.

Ketiga korban Saparun, Kamali dan Sodik selamat setelah berusaha berenang ke pinggir. Namun salah seorang bernama Arif tenggelam dan hingga sore ini belum ditemukan dan dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

"Perahu terbuat dari plat besi, mereka cari pasir. Mau pindah tempat. Kok tiba tiba perahu muatan pasir dan para penambangnya itu nyungsep hingga tenggelam. Arif yang belum ditemukan," tutur Suparman, Senin ( 22/4/2024).


(red.alz)

Monday, July 31, 2023

Polres Lamongan Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 3 Korban Perahu Tenggelam di Bengawan Solo

 


LAMONGAN, rakyatindonesia.com - Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Satpolairud Polres Lamongan,BPBD Lamongan,Bojonegoro dan Tuban, Polsek dan Koramil Babat, Basarnas Surabaya, dan relawan akhirnya berhasil mengevakuasi korban perahu tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Minggu (30/7).


Sebelumnya Polsek Babat Polres Lamongan mendapatkan laporan dari warga bahwa ada satu perahu sampan yang tenggelam di perairan Sungai Bengawan Solo, Kelurahan Banaran Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan pada Sabtu (29/7).


Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Anton Krisbiantoro, S.H di Polres Lamongan Polda Jatim, Senin (31/7).


“Tiga korban kemarin Minggu (30/7) sudah ditemukan dan di bawa ke RSUD Karang Kembang Lamongan,”kata Ipda Anton, Senin (31/7).


Ipda Anton mengatakan ketiga korban tersebut atas nama Zidan (17) ditemukan sekira pukul 08.05 WIB. Sedangkan korban Ruli (17) dan Marco (18) ditemukan sekira pukul 09.43 WIB.


“Ketiga korban ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan ada 1 korban lain atas nama Nano (17) yang berhasil selamat saat kejadian,”jelas Ipda Anton.


Menurut Ipda Anton, saat kejadian korban Nano berhasil berenang ke tepian Sungai dan meminta tolong kepada warga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babat.


“Dengan ditemukannya ketiga korban kemarin, operasi SAR Gabungan dinyatakan sudah selesai,”pungkas Ipda Anton. (Rmo)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved