Sunday, April 21, 2024

Sempat Tertimbun Longsor, Jalur Antarkecamatan di Trenggalek Dibuka Lagi

 


Trenggalek
, rakyatindonesia.com - Ruas jalan utama penghubung antarkecamatan di Trenggalek berhasil dibuka setelah sempat tertimbun tanah longsor sejak Kamis (18/4) malam. Sebelumnya longsor terjadi di empat titik ruas jalan tersebut. Saat ini petugas gabungan masih melakukan pembersihan sisa material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, upaya pembukaan jalur yang menghubungkan Kecamatan Trenggalek dengan Bendungan dikebut secara maraton selama dua hari terakhir. Untuk mempercepat pembukaan, pihaknya menerjunkan empat unit alat berat.

"Sampai sore kemarin (Sabtu) berhasil dua titik, kemudian tadi malam dilembur, sekitar pukul 23.00 WIB titik keempat berhasil dibuka," kata Triadi Atmono, Minggu (21/4/2024).

Dengan terbukanya empat titik tanah longsor di KM 15 Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan tersebut, akses masyarakat dari Kecamatan Trenggalek menuju Bendungan kembali bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan. Hanya saja beberapa titik kondisinya masih licin dan perlu pembersihan lanjutan.

"Hari ini kami kembali melanjutkan proses pembersihan, karena di titik kedua masih ada sisa lumpur yang di badan jalan, sehingga licin," imbuhnya.

Triadi menambahkan untuk memaksimalkan pembersihan jalur utama antarkecamatan tersebut Satpol PP Damkar menerjunkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot sisa lumpur dari badan jalan.

"Damkar sudah turun sejak tadi malam, hari ini dilanjutkan lagi sampai benar-benar bersih, sehingga bisa dilalui oleh semua kendaraan dengan aman dan lancar," kata Triadi.

Diberitakan sebelumnya pada Kamis (18/4), empat titik tanah longsor menimbun ruas jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Bendungan. Akibat bencana itu akses masyarakat dari kedua arah sempat terputus selama lebih dari dua hari.

(red.alz)

Wednesday, August 2, 2023

Kebakaran Pabrik Plastik Gresik Akhirnya Padam Setelah 27 Jam

 

Gresik, rakyatindonesia.com - Akhirnya, petugas pemadam kebakaran di Gresik berhasil memadamkan api yang terus menggelora di Pabrik Plastik PT Gunung Agung Sentosa, Jalan Kepatihan Nomor 78, Kepatihan Industri I, Kecamatan Menganti, Gresik. Api dinyatakan benar-benar padam setelah petugas berjibaku selama 27 jam.


"Api sudah padam total sekira pukul 15.30 WIB. Saat ini masih dilakukan pembasahan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gresik Agustin Halomoan Sinaga kepada detikJatim, Selasa (1/8/2023).


Sinaga menjelaskan dalam memadamkan Pabrik plastik itu pihaknya sudah menggunakan 500 ribu liter air. Ratusan ribu air itu diangkut dengan truk tangki masing-masing berisi 5.000 liter air.



"Dalam pemadaman pabrik plastik ini kita menghabiskan air sekitar 100 truk tangki air yang berisi 5.000 liter. Jadi sekitar 500 ribu liter air. Bisa lebih," tegas Sinaga.


Lamanya pemadaman itu, kata Sinaga, selain karena banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam pabrik petugas juga kesulitan mendapat pasokan air. Belum lagi, gudang itu memiliki luas mencapai 1,4 hektare.


"Memang kami membutuhkan waktu yang lama, karena pasokan air telat terus, apalagi banyak bahan plastik yang mudah terbakar. Belum lagi luas gudang mencapai 14.000 meter persegi," kata Sinaga.


Agustin juga mengakui bahwa fasilitas Damkar Kabupaten Gresik saat ini memang masih belum lengkap dan sempurna. Hal itu juga menyulitkan petugas Damkar yang berusaha memadamkan api saat kebakaran terjadi di pergudangan atau pabrik.


"Perkembangan industri di Kabupaten Gresik ini kan sangat pesat, sedangkan fasilitas yang kita miliki terbatas. Jadi membutuhkan waktu lebih lama ketika memadamkan kebakaran di gudang maupun perusahaan. Saya harap fasilitas Damkar di Gresik ini ke depan bisa disempurnakan," ujar Sinaga.


Sebelumnya, kebakaran pabrik plastik itu diketahui terjadi sejak sekitar pukul 12.30 WIB pada Senin (31/7). Salah satu sekuriti Noerdijanto menyebut asap tiba-tiba mengepul dari dalam pabrik.


"Yang terbakar ruang gudang penyimpanan plastik yang sudah jadi. Tiba-tiba saja asap mengepul," katanya.


Monday, July 31, 2023

Rumahnya Ludes Terbakar, Pedagang Pecel di Ngawi Histeris

 


Ngawi, rakyatindonesia.com - Rumah milik Sri Lestari (43) di Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terbakar pada Senin (31/7/2023) pukul 11.00 WIB. Janda yang sehari-sehari berdagang nasi pecel di rumahnya itu histeris melihat rumah dan warungnya ludes oleh api.


Kejadian berawal saat Sri berada di dapur. Dia kemudian mendengar suara ledakan dari kamar anaknya. Saat itu, bersamaan api berkobar dan menjalar ke seluruh rumah. Sri pun panik keluar rumah dan meminta tolong.


Sebagian tetangganya tengah berada di sawah. Sebagian yang berada di rumah langsung memadamkan api dengan alat seadanya dan kemudian meminta tolong Damkar Ngawi.


“Ada suara ledakan dari kamar saat dilihat api sudah membesar. Saya tidak tau yang meledak apa. Saya panik berteriak minta tolong hanya saja warga banyak yang ke sawah,” kata Sri Lestari masih terisak.


Tetangganya, Jasmiati mengatakan jika warga sempat menggunakan alat seadanya untuk mencoba memadamkan api. Namun, angin yang bertiup kencang memperbesar api yang berkobar.


Sri Lestari (baju hijau) janda yang rumahnya terbakar saat ditenangkan oleh tetangganya.

“Api warga panik dengan peralatan seadanya padamkan api tapi api makin besar itu. Yang terbakar ga cuma rumah tapi warung nasi pecel milik Bu Sri ini,” kata Jasmiati.


Sekitar 18 menit setelah dihubungi warga, Damkar Ngawi oun tiba di lokasi. Mereka segera menjinakkan api dan kemudian melakukan pembasahan. Sayangnya, rumah Sri sudah ludes.


“Saat laporan masuk api sudah membesar sampai atap. Kami datang masih ada api, dua unit mobil pemadam kami kerahkan. Tidak ada korban jiwa, diduga korsleting listrik,” kata Lilik Kukuh Junianto, petugas Damkar Ngawi.


Sri Lestari hanya bisa pasrah. Selain rumah ludes, harta bendanya turut dilalap si jago merah. Ditambah, dia kehilangan warung tempat dia mencoba menghidupi diri dan anak semata wayangnya.

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved