Tuesday, April 23, 2024

Polres Malang Berhasil Bongkar Pabrik Narkoba Rumahan Diduga Dikendalikan Napi dari Lapas

 


MALANG, rakyatindonesia.com - Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengungkap praktik produksi narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. 


Pabrik narkoba skala rumahan itu diduga berproduksi selama empat bulan yang diduga dikendalikan Napi dari Lapas.


Wakapolres Malang Komisari Polisi Imam Mustolih mengatakan, terungkapnya keberadaan pabrik tersebut berawal dari penangkapan seorang tersangka yang lebih dulu terciduk di wilayah kecamatan Turen, Kabupaten Malang saat gelaran Operasi Pekat Semeru 2024 menjelang hari raya Idul Fitri 2024.


Dari hasil pengembangan keterangan tersangka MZ (25) alias Pablo, tim Satresnarkoba Polres Malang berhasil menggerebek sebuah rumah di Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang digunakan sebagai tempat produksi Narkotika jenis Sabu. 


“Ungkap kasus ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka inisial MZ l alias Pablo yang sudah diamankan, kemudian ditemukan lokasi rumah yang dijadikan sebagai rumah produksi yang beralamat di tempat kejadian perkara ini,” kata Kompol Imam Mustolih saat konferensi pers di lokasi kejadian, Prigen, Pasuruan, Senin (22/4/2024).


Wakapolres Malang menambahkan, dalam penangkapan yang dilakukan oleh tim satresnarkoba Polres Malang Polda Jatim pada Kamis (18/4/2024) lalu, petugas berhasil mengamankan dua tersangka pria berinisial NK (40), asal Kecamatan Sumobito, kabupaten Jombang, serta MS (37) yang merupakan warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.


Selain itu, seorang wanita berinisial IW (29), warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, juga harus berurusan dengan polisi karena terlibat aktif dalam proses pembuatan narkoba.


“Ada tiga orang tersangka yang secara paksa sudah bisa kita amankan dengan inisial yang sudah kita sebutkan yaitu NK, IW dan MS,” imbuhnya. 


Belakangan diketahui, tersangka NK dan MS bertanggung jawab atas proses pembuatan sabu di rumah tersebut. Sementara IW berperan sebagai pengendali dan membagi tugas kepada keduanya. 


Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Malang AKP Aditya Permana mengatakan, dalam penangkapan tersebut pihaknya menyita barang bukti sejumlah 1.940 butir pil neo prolifed serta bahan-bahan kimia seperti alcohol, cairan HCL, methanol, aceton, hingga iodium.  


Para tersangka berkomplot mengolah bahan-bahan itu untuk memproduksi narkoba atau kerap disebut prekusor.


“Prekusor artinya bahan baku yang ada di tabel 1 dan tabel 2 dalam undang-undang narkotika Nomor 35 Tahun 2009,” ungkap AKP Aditya.


Lebih jauh Kasatresnarkoba AKP Aditya menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka tidak memiliki latar belakang pendidikan terkait ilmu kimia. Mereka belajar secara otodidak dalam proses pembuatan sabu.


Selama empat bulan terakhir, yakni Desember 2024, mereka berupaya memproduksi sabu dengan petunjuk seseorang yang saat ini masih buruan Polisi. 


Diduga tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut memberikan petunjuk untuk meracik sabu melalui jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).


“Mereka diarahkan ototidak oleh tersangka lain yang diduga ada di lapas, masih kita dalami keterangan para tersangka,” tandasnya.


Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka telah ditahan di rutan Polres Malang. Ketiganya dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) dan atau 129 huruf a dan b dan atau pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun. (red.Tim)

Sunday, April 21, 2024

Mulut Dilakban, Rentenir Asal Kalipare Malang Disekap 6 Perampok di Rumah

 


Malang
, rakyatindonesia.com - Enam perampok menyatroni rumah warga di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Malang. Sejumlah barang berharga milik korban senilai puluhan juta digasak. Tak hanya itu, kawanan perampok juga sempat menyekap korban di dalam rumah.
Korban perampokan itu diketahui berinisial R (43), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari membuka jasa peminjaman uang atau rentenir.

Perampokan itu terjadi Jumat (5/4/2024) pagi. Mulanya 2 orang tak dikenal bertamu ke rumah korban sekitar pukul 08.15 WIB, tidak lama setelah suaminya berangkat bekerja.

Tiba-tiba korban mendengar suara seseorang datang bertamu. Korban di kamar segera keluar. Betapa terkejut korban melihat 2 orang tak dikenal masuk hingga dapur rumahnya.

Ternyata ada 4 orang lain yang turut masuk ke dalam rumahnya. Mereka segera menyekap korban dengan cara mengikat tangan, kaki, dan mulutnya dengan lakban.

Selanjutnya para pelaku merampas perhiasan yang dikenakan korban dan uang tunai yang disimpan di dalam lemari kamarnya.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyebutkan kasus perampokan yang menargetkan perempuan di wilayah Kalipare itu sedang diselidiki.

"Kami tengah menyelidiki kasus itu," kata Gandha kepada detikJatim, Minggu (21/4/2024).

Dalam keterangan yang didapat polisi dalam proses penyelidikan diketahui bahwa pelaku berjumlah 6 orang. Mereka kabur usai merampok korban naik mobil berwarna putih.

"Sesuai keterangan yang kami dapatkan bahwa pelaku berjumlah 6 orang yang diduga membawa mobil warna putih. Kami masih mendalami," ujar Gandha.

Dalam aksinya, kata Gandha, para perampok menyekap korban yang pada saat itu sedang berada di rumah sendirian. Mereka ikat tubuh korban dan melakban mulutnya.

"Waktu itu pemilik rumah perempuan (korban) sedang berada di rumah sendirian. Suaminya kerja, korban dibekap, disandera menggunakan lakban oleh pelaku," sebut Gandha.

Korban sendiri baru bisa melepaskan lakban yang menutup mulutnya saat para perampok sudah kabur kemudian berteriak meminta tolong dan didengar oleh para tetangga.

(red.alz)

Monday, April 15, 2024

Gercep, Lihat Ada Mobil Mogok Petugas Posyan UB Polresta Malang Kota Bantu Perbaiki


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Petugas Pos Pelayanan (Posyan) Jembatan Universitas Brawijaya (UB) Jl Soekarno Hatta menunjukkan dedikasi mereka dalam membantu para pemudik yang mengalami kesulitan di jalan dengan membantu mobil yang mogok dalam perjalanan menuju Kota Batu.


Kejadian ini terjadi pada hari Jumat (12/04) malam, anggota sedang bersiaga di Posyan UB di Simpang Tiga Jembatan Sukarno Hatta (Suhat).


Anggota Polresta Malang Kota, AKP M. Syaikhu yang saat itu bertugas mengatakan, simpang tersebut merupakan titik temu tiga jalur alternatif dari Surabaya ke Kota Batu, Lumajang ke Kota Batu, dan sebaliknya, sehingga sering dilalui oleh para pemudik.


Saat itu, petugas Posyan melihat mobil Geely Panda kuning berplat nomor L 545 AA milik RM (23), warga Kedungkandang Kota Malang, mogok di tengah jalan. 


“Mobil tersebut mengalami gangguan pada bagian permesinan dan tidak dapat dihidupkan kembali," Ungkap AKP M. Syaikhu.


Tanpa ragu, AKP M. Syaikhu dibantu tujuh anggota Posyan UB langsung turun tangan untuk membantu RM. 


Mereka mencoba menghidupkan mobil dengan cara dijamper, namun upaya tersebut tidak berhasil.


"Karena tidak ada bengkel di sekitar lokasi, kami memutuskan untuk mendorong mobil RM dari depan Gg Keramik Dinoyo menuju Polsek Lowokwaru" terangnya.


Petugas Posyan UB yang terlibat secara bergantian mendorong mobil tersebut, ke Polsek Lowokwaru, mengingat kondisi sudah malam dan bengkel masih banyak yang libur.


"Sementara Mobil RM dititipkan di Polsek Lowokwaru, besok pagi kami coba carikan tekhnisi bengkel terdekat" Ucap AKP M. Syaikhu.


RM, pemilik mobil, sangat berterima kasih atas bantuan dan layanan yang diberikan oleh Posyan UB.


"Terima kasih saya sampaikan untuk Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota, terutama bapak-bapak petugas Posyan UB sudah membantu evakuasi mobil saya yang mogok untuk dititipkan di kantor Polsek," ujar RM.


Kepedulian para petugas Posyan UB dalam membantu masyarakat, terutama bagi pemudik yang mengalami kesulitan di jalan.


Anggota Posyan tidak hanya bertugas untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga siap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.


Diwaktu yang sama, Padal Pospam UB Ipda Syaikhu Roji berpesan kepada para pemudik agar selalu melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat mudik. 


Hal ini untuk memastikan bahwa kendaraan dalam kondisi prima dan aman untuk digunakan di jalan.


"Kami berharap agar para pengendara khususnya pemudik melakukan pengecekan kendaraan, seperti Rem, Air Radiator, Koopling dan Tekanan Ban. Manfaatkan Rest Area untuk istirahat, setelah melakukan perjalanan jauh," pesan Ipda Syaikhu Roji.


Dengan mengikuti pesan tersebut, ditambah patuh pada rambu lalu lintas, diharapkan para pemudik dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. (*)

Tim Reaksi Cepat Polres Malang Evakuasi Warga Sesak Nafas Saat Mudik Lebaran


MALANG, rakyatindonesia.com - Personel siaga pengamanan mudik lebaran Polres Malang melakukan penanganan insiden darurat kesehatan yang membutuhkan evakuasi cepat.


Seorang warga dilaporkan membutuhkan penanganan medis dengan segera saat berkendara pada mudik Lebaran.


Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bermula saat Tim Reaksi Cepat Satuan Lalu Lintas Polres Malang yang bertugas dalam Operasi Ketupat Semeru 2024 menerima aduan dari seorang pengendara yang melintas.


Pengendara tersebut melaporkan bahwa keluarganya yang merupakan perempuan lanjut usia sedang mengalami kondisi kritis akibat sesak nafas.


"Saat itu, seorang perempuan lanjut usia dilaporkan mengalami gejala sesak nafas," kata Ipda Dicka saat dikonfirmasi di Polres Malang, Sabtu (13/4).


Dengan sigap, petugas kepolisian segera berkoordinasi dengan ambulance siaga PSC 110 untuk memberikan tindakan medis secepatnya. 


Namun, situasi semakin mendesak karena beberapa rumah sakit di sekitar Kecamatan Kepanjen dalam keadaan penuh dengan pasien.


Untuk memastikan evakuasi pasien dilakukan dengan lancar dan cepat, dua petugas Tim Reaksi Cepat Satlantas Polres Malang memberikan pengawalan kepada ambulance yang membawa pasien tersebut menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. 


Langkah ini diambil mengingat volume kendaraan yang meningkat dan ramai saat libur panjang lebaran.


"Dalam kondisi ini, kami harus memastikan pasien segera mendapatkan pertolongan yang tepat," tambahnya.


Ipda Dicka menyebut, saat ini, kondisi perempuan lanjut usia tersebut masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar. 


Penanganan cepat dari petugas kepolisian Polres Malang diapresiasi sebagai langkah yang menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat tersebut.


Dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait, diharapkan penanganan darurat seperti ini dapat dilakukan dengan efektif dan efisien untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.


“Evakuasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Malang dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat selama musim mudik lebaran,” pungkasnya. (red.Tim)

Saturday, April 6, 2024

Polres Malang Siapkan Inovasi ‘Pos Polisi Bergerak’ Selama Operasi Ketupat Semeru 2024

 



MALANG, rakyatindonesia.com - Dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih dekat dan responsif kepada masyarakat, Satuan Lalu Lintas Polres Malang, Polda Jawa Timur, menghadirkan inovasi terbaru "Pos Polisi Bergerak". 


Langkah ini diambil sebagai persiapan menjelang Operasi Ketupat Semeru 2024, dalam rangka menyambut Idul Fitri 1445 H.


Mobil Pos Polisi Bergerak telah disiapkan untuk menghadirkan polisi yang dinamis di jalan raya, membantu mengurai kemacetan, serta memberikan informasi dan layanan kepada masyarakat selama masa mobilitas tinggi menjelang libur Lebaran 2024 di wilayah Malang Raya.


Kasatlantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta, menjelaskan bahwa konsep Pos Lalu Lintas Bergerak ini bertujuan untuk memberikan respon yang cepat terhadap keluhan masyarakat, terutama yang terkait dengan aktivitas di jalan raya. 


"Pos Lalu Lintas Bergerak ini diharapkan dapat memberikan respon yang lebih baik terhadap keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan situasi di jalan raya," kata AKP Adis Dani Garta di Polres Malang,  Jumat (5/4).


Ia menambahkan, keunggulan layanan ini terletak pada kemampuannya untuk bergerak dinamis dari satu lokasi ke lokasi lainnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. 


Tak hanya bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan, tetapi juga untuk mengurai kemacetan guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas).


Pos Polisi Bergerak dilengkapi dengan beragam perangkat modern seperti komputer, alat bantu intervensi lalu lintas, monitor pemantau kamera CCTV, toolkit penanganan pertama pada kecelakaan lalu lintas, papan himbauan, serta peralatan pemberi isyarat lalu lintas.


Pada pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 yang digelar pada Tanggal 4 sampai 16 April 2024, Polres Malang akan mengerahkan 560 personel gabungan yang disebar untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran 2024.


Pos Polisi Bergerak kata Kasat Lantas Polres Malang juga berperan sebagai sarana pendukung Operasi Ketupat Semeru 2024, dengan kemampuannya yang dapat digerakkan secara dinamis untuk melakukan intervensi di lokasi rawan permasalahan lalu lintas.


“Selain itu pos bergerak tersebut akan dapat secara cepat dan dekat dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat pada masa libur lebaran Idul Fitri 1445 H," pungkasnya.


Dengan kehadiran Pos Polisi Bergerak ini, diharapkan pelayanan polisi kepada masyarakat semakin merata dan responsif, serta dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban selama masa mudik dan libur Lebaran 2024. (red.Tim)

Saturday, March 30, 2024

Jelang Minggu Paskah Polresta Malang Kota Sterilisasi Gereja Libatkan Unit K9

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Dalam rangka menyambut perayaan Paskah, Satuan Samapta (Sat Samapta) Unit Pamovit Polresta Malang Kota melaksanakan sterilisasi di beberapa gereja di Kota Malang


Kasat Samapta Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, memimpin langsung sterilisasi ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para jemaat yang akan melaksanakan ibadah Paskah.


"Kami ingin memastikan kondusifitas seluruh gereja yang akan digunakan untuk ibadah Paskah aman dari benda-benda berbahaya," ujar Kompol Wiwin, Sabtu (30/3).


Sterilisasi dilakukan di beberapa gereja di Kota Malang, antara lain Gereja Katedral Paroki Santa Perawan Maria, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Gereja Gloria Gereja Katolik Maria Diangkat Ke Surga dan Gereja Kapel Kolose Santo Yusuf.


Kompol Wiwin menambahkan bahwa sterilisasi gereja ini merupakan bentuk pelaksanaan tugas dan amanah dari Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto S.I.K, M.Si dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan setiap kegiatan Masyarakat.


"Tim Unit Pamovit dibantu anggota Polsek setempat melakukan penyisiran secara menyeluruh di seluruh area gereja, termasuk ruang ibadah, ruang pastoran, dan ruang-ruang lainnya,"tambahnya.


Sterilisasi dilakukan dengan penyisiran juga melibatkan Unit Satwa K9 Polresta Malang Kota serta menggunakan beberapa alat Metal detector, Mirror, Detektor bahan peledak


Sterilisasi gereja ini juga sebagai bentuk pelayanan Polresta Malang Kota kepada masyarakat dan untuk menciptakan kondusifitas selama perayaan Paskah.


Dengan sterilisasi ini, diharapkan para jemaat dapat melaksanakan ibadah Paskah dengan khusyuk, tenang, dan aman. 


“Polresta Malang Kota berkomitmen untuk mendukung perayaan Paskah dan memberikan rasa aman kepada seluruh Masyarakat,”pungkasnya. (red.Tim)

Polres Malang Sidak SPBU, Pastikan Kondisi BBM Aman Saat Mudik Lebaran 2024

  


MALANG, rakyatindonesia.com - Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, melakukan pengecekan mendadak (sidak) terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Malang, Jumat (29/3/2024). 


Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kondisi bahan bakar minyak (BBM) agar pemudik tidak dirugikan saat mengisi BBM ketika mudik lebaran Idul Fitri mendatang.


Inspeksi yang dilakukan secara mendadak tersebut dilakukan oleh personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang Polda Jatim.


Pengecekan tersebut melibatkan pihak Depo Pertamina dan Unit Pelaksana Teknis Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang.


Saat tiba di lokasi, petugas gabungan langsung memeriksa data tera BBM dari kantor SPBU. 


Data tera BBM kemudian dicek ulang pada pompa ukur bahan bakar minyak oleh petugas, dengan disaksikan oleh aparat kepolisian dan petugas tera. 


Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap tangki tandon Penyimpanan BBM.


Kanit II Tipidter Satreskrim Polres Malang, Iptu Aji Prakoso, menjelaskan bahwa pengecekan tera BBM tersebut bertujuan untuk memastikan timbangan, takaran, dan meteran yang digunakan sudah sesuai dengan dasar transaksi perdagangan. 


Hal ini juga dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik-praktik kecurangan dan untuk memastikan masyarakat dapat terlayani dengan baik.


"Guna mendukung kegiatan Operasi Ketupat 2024, sidak SPBU dilakukan untuk memastikan masyarakat aman ketika membeli BBM menjelang mudik lebaran Idul Fitri mendatang," ujar Iptu Aji di sela-sela kegiatan, Jumat (29/3).


Selain di SPBU Karanglo, pengecekan juga dilakukan di SPBU 54.651.27 Singosari dan SPBU 54.651.38 Karangploso. 


Hasil pengecekan terhadap ketiga SPBU tersebut menunjukkan bahwa tera ukur sudah sesuai dengan batas toleransi yang telah ditentukan oleh UPT Metrologi Legal Kabupaten Malang dari beberapa sampel nozzel dan jenis BBM yang berbeda. 


“Saat pemeriksaan juga tidak ditemukan endapan air pada tangki tandon Penyimpanan BBM, semuanya dalam batas normal,” jelasnya.


Iptu Aji juga menegaskan bahwa stok BBM di SPBU di wilayah Kabupaten Malang dipastikan aman selama bulan Ramadhan dan libur panjang Idul Fitri 1445 H. 


Pihaknya juga memberikan himbauan kepada pengusaha SPBU agar tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan konsumen atau masyarakat.


Pihak kepolisian akan terus melakukan patroli dialogis secara intensif kepada SPBU untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas masyarakat Kabupaten Malang menjelang musim libur dan mudik Lebaran 1445 H.


“Sehingga para pemudik dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara serta mendapatkan pelayanan yang baik saat mengisi BBM di masing-masing SPBU wilayah Kabupaten Malang,” pungkasnya. (red.Tim)

Tuesday, March 26, 2024

Polres Malang Ungkap Kasus Produksi Miras Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

  


MALANG, rakyatindonesia.com - Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengungkap kasus produksi minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Malang. Dua pelaku berinisial FA (36) dan AW (46) berhasil diamankan.

Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, menjelaskan kedua tersangka berhasil diamankan dalam operasi yang dilakukan pada tanggal 23 Maret 2024 sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan.

“Kami dari jajaran Polres Malang melaksanakan konferensi pers ungkap kasus minuman keras ilegal dengan tepat kejadian perkara langsung ini di lokasi Dusun Krajan RT 10 RW 3 Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan kabupaten Malang,” kata Kompol Imam Mustolih, Senin (25/3).

Menurut Kompol Imam Mustolih, kejadian bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait peredaran minuman keras ilegal. 

Respon cepat diberikan dan operasi tangkap tangan berhasil mengamankan kedua pelaku serta menyita sejumlah barang bukti.

Dalam penangkapan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, lima buah alat penyuling, lima drum pendingin 250 liter, satu drum filter, dua drum penampungan serta sebuah tabung gas berkapasitas 8 kg.

Tak hanya itu, ratusan botol arak kemasan 1,5 liter serta satu jerigen besar berisi arak siap edar juga diamankan disita oleh kepolisian.

Diketahui bahwa minuman keras tersebut diproduksi oleh para tersangka secara otodidak, tanpa adanya takaran dan komposisi yang pasti. 

Hal ini menjadikan minuman keras ilegal ini sangat berbahaya bagi metabolisme tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

“Miras yang diproduksi oleh tersangka dibuat dengan cara otodidak, jadi tidak ada takaran dan komposisi yang pasti. Tentunya kan membahayakan metabolisme dalam tubuh dan berakibat fatalitas menyebabkan kematian,” jelasnya.

Kompol Imam Mustolih, menyampaikan komitmen untuk terus mengungkap kasus-kasus sejenis. Ia menegaskan perlunya kerjasama dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran minuman keras ilegal.

“Apabila menemukan informasi, mengetahui terkait adanya peredaran minuman keras illegal, apalagi rumah produksi segera diinformasikan. Kami pastikan ditindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Malang, AKP Aditya Permana, mengungkapkan bahwa minuman keras yang disita ini diproduksi sebelum bulan Ramadan dengan kapasitas sekitar 500 liter. 

Penjualan dilakukan di wilayah Kabupaten Malang saja, dengan harga jual per botol mencapai Rp50.000 dengan keuntungan sekitar Rp25.000 per botol.

Pengakuan dari tersangka juga menyebutkan bahwa bisnis ini telah berjalan sekitar 1,5 tahun dengan rata-rata keuntungan omzet penjualan mencapai Rp 4 juta per bulan.

“Kurang lebih sudah satu tahun setengah beroperasi untuk sehari itu bisa produksi mencapai 500 liter sehari,” kata AKP Aditya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, FA dan AW kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di rutan Polres Malang. 

Keduanya akan dikenakan Pasal 204 (1) KUHP dan pasal 62 ayat 1 Juncto pasal 8 ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. 

“Ancaman hukuman bagi keduanya adalah maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga 4 miliar rupiah,”pungkasnya. (red.Tim)

Friday, March 22, 2024

Antisipasi Bencana Alam, Polres Malang Siapkan Personel dan Peralatan

 



MALANG, rakyatindonesia.com - Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, melakukan persiapan serius dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Malang. 

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. 

Kesiapan peralatan penanganan bencana ini diwujudkan dengan pemeriksaan peralatan siaga bencana di halaman Mapolres Malang pada hari Rabu (20/3/2024).

Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

 "Alat-alat ini sangat diperlukan oleh anggota di lapangan untuk membantu masyarakat, terutama dalam merespons bencana alam," ujar AKBP Putu Kholis di Mapolres Malang, Rabu (20/3).

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, diketahui seluruh peralatan siap digunakan. Tidak hanya itu, Polres Malang juga melakukan penambahan sejumlah peralatan baru guna peremajaan peralatan yang sudah ada di seluruh Polsek jajarannya.

Beberapa peralatan yang telah disiapkan antara lain puluhan gergaji mesin, arco dorong, sekop, cangkul, sabit, linggis, hingga tali tambang dengan berbagai ukuran. 

Selain itu, perlengkapan perorangan seperti sepatu bot, jas hujan, dan rompi pelampung juga telah disiapkan untuk memaksimalkan efisiensi dalam penanganan bencana.

"Seluruh peralatan baru ini akan didistribusikan ke tiap-tiap rayon Polsek guna memastikan kecepatan dalam menanggapi bencana," terangnya.

AKBP Putu Kholis juga menekankan pentingnya pelatihan bagi seluruh anggota, terutama dalam penggunaan peralatan dengan baik dan efisien. 

Hal ini bertujuan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara optimal dan cepat.

Sementara itu, Polres Malang juga tetap memantau informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta berkolaborasi dengan Basarnas dan BPBD guna memitigasi penanganan bencana yang mungkin terjadi.

Dengan persiapan yang matang serta koordinasi yang baik antara instansi terkait, diharapkan Polres Malang siap menghadapi segala kemungkinan bencana dan mampu memberikan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat Kabupaten Malang.  (red.Tim)

Saturday, March 2, 2024

Jumat Curhat, Kapolres Malang Sambangi Ponpes Rakyat di Sumberpucung

 

 MALANG, rakyatindonesia.com - Polres Malang terus mengintensifkan Forum Jumat Curhat sebagai langkah inisiatif menyerap aspirasi masyarakat. 


Kali ini, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana memimpin kegiatan tersebut di Pondok Pesantren (Ponpes) Rakyat, di Jalan Kopral Suradi 98, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada Jumat (1/3/2024).


Dalam forum Jumat Curhat, Kapolres Malang didampingi oleh pejabat utama Polres dan Muspika Kecamatan Sumberpucung. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengurus dan ustaz Pondok Pesantren Rakyat. 


Bertempat di kediaman Pengasuh Ponpes Rakyat, KH Abdullah Syam, acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk curhat masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk silaturahmi.


Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan bagian dari program Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan menyerap aspirasi. 


Sejak awal tahun 2024, pihaknya telah berkeliling ke pondok pesantren untuk mendengarkan saran, masukan, dan pendapat dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari para Kiyai, guna melakukan perbaikan kinerja di masa mendatang.


"Kami berusaha berbenah diri dengan mendengarkan saran dan masukan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dari para Kiyai, untuk memperbaiki pelayanan Polres Malang ke depannya," ujar AKBP Putu Kholis di Ponpes Rakyat, Sumberpucung, Jumat (1/3).


Beberapa isu utama yang dibahas dalam kegiatan Jumat Curhat kali ini adalah komitmen Polres Malang untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Malang. 


Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, mengungkapkan bahwa lebih dari 150 orang meninggal akibat kecelakaan di wilayah tersebut pada tahun 2023. 


Merespon fenomena tersebut, Polres Malang berupaya secara maksimal untuk menekan angka kecelakaan dan dampak fatalitasnya.


"Kami terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meminimalkan jumlah korban. Data menunjukkan bahwa kebanyakan korban adalah usia produktif, yang berdampak pada keluarga dan ekonomi," jelasnya.


Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Rakyat, KH Abdullah Syam, turut memberikan pandangan terkait kebijakan pondok pesantren yang selama ini gratis. 


Kiyai Abdullah menekankan pentingnya memberdayakan ekonomi masyarakat yang kurang mampu dengan konsep manfaat kepada rakyat.


"Pendidikan di pondok pesantren bisa berkualitas tanpa harus mahal. Kami ingin menunjukkan jika gratis bisa berkualitas," ungkap KH Abdullah Syam.


KH Abdullah juga memberikan saran kepada kepolisian terkait langkah preventif, yakni melalui program Polisi Mengajar yang dilakukan secara masif di desa-desa. 


Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait antisipasi terhadap masalah hukum, kriminalitas, narkoba, dan lainnya.


"Langkah preventif seperti program Polisi Mengajar bisa memberikan sosialisasi di desa-desa terkait narkoba, keamanan, dan ketertiban di jalan raya. Ini bentuk antisipasi yang sifatnya jangka panjang," papar KH Abdullah.


Forum Jumat Curhat di Pondok Pesantren Rakyat merupakan langkah konkret Polres Malang untuk menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat dan secara aktif menerima masukan guna perbaikan dan peningkatan pelayanan kepolisian. (red.Tim)

Thursday, February 29, 2024

‘Ngopi Ker’ Bersama Awak Media, Polresta Malang Kota Bahas Solusi Atasi Balap Liar

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com - Keselamatan jalan raya merupakan salah satu fokus utama oleh Satlantas Polresta Malang Kota untuk selalu disosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat. 


Berbagai upaya sosialisasi telah dilaksanakan oleh Satlantas Polresta Malang Kota dengan ragam inovasi salah satunya "Ngopi Ker" yaitu Ngobrol Pintar Keselamatan Jalan Raya. 


“Ngopi Ker” yang diinisiasikan oleh Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol. Dr. Aristianto Budi Sutrisno S.H., S.I.K., M.H ini melibatkan seluruh elemen masyarakat yang kali ini kegiatan Ngopi Ker dilaksanakan bersama awak media di Ballroom Sanika Satyawada.  


"Kegiatan yang baru dilaksanakan kali ini kita sengaja melibatkan para rekan media dengan harapan kita dapat berkolaborasi untuk dapat menjaga Kota Malang ini dan hal ini juga merupakan atensi dari Bapak Kapolresta Malang Kota," ujar Kompol Aristianto, Rabu (28/2).


Dalam sesi diskusi bersama para awak media itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota juga menjawab pertanyaan dari para awak media diantaranya terkait balap liar yang masih terjadi di Kota Malang.


"Kemarin di bulan Januari kita sudah melakukan koordinasi dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia) bahwa kita sudah menyediakan lahan untuk melakukan trekbut,”ujar Kompol Aristianto.


Kasatlantas Polresta Malang Kota  ini mengatakan untuk lahan yang akan digunakan kegiatan trekbut yaitu di Kanjuruan Kabupaten Malang.


“Kita tempatkan di sana, dikarenakan keterbatasan lahan di Kota Malang dan kita juga dibantu oleh bengkel bengkel untuk melakukan sosialisasi kepada para pelaku trekbut"tambah Kompol Aris. 


Kegiatan yang akan dilaksanakan secara rutin ini diharap dapat menjadi wadah perpanjangan Polresta Malang Kota kepada seluruh masyarakat dengan sinergi yang dibangun bersama awak media. 


"Saya harap polresta Malang Kota bersama awak media dapat terus bersinergi dan terus berkolaborasi dalam menjaga keamanan Kota Malang dengan seiring seirama dan satu frekuensi,”pungkas Kompol Aris. (red.Tim)

Tuesday, February 27, 2024

Satgas Pangan Polres Malang Awasi Stok Bahan Pangan Jelang Ramadhan

  


MALANG, rakyatindonesia.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang, Polda Jatim, bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan, intensif melakukan pengecekan ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar di Kabupaten Malang. 


Pemantauan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2024.


Pada Rabu (21/2/2024), tim Satgas Pangan Polres Malang fokus melakukan pengecekan bahan pokok di Pasar Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 


Aksi ini merupakan bagian dari strategi pencegahan dan pengendalian stabilitas harga bahan pangan di pasaran.


Kasubsipenmas Humas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang serta Kepala Pasar Kepanjen. 


Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok, fluktuasi harga, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh pedagang dan pembeli.


"Hari ini kami bersama Disperindag Kabupaten Malang dan Kepala Pasar melakukan pengecekan ketersediaan bahan pokok di pasar Kepanjen, masih cukup aman," kata Ipda Dicka saat ditemui di Polres Malang, Rabu (21/2).


Dari hasil pengecekan yang dilakukan di pasar tradisional dan pertokoan kawasan Kepanjen, disebutkan bahwa ketersediaan bahan pokok terpenuhi dan berada dalam batas aman. 


Dicka menegaskan bahwa stok bahan pokok seperti beras, minyak, dan daging masih mencukupi.


Selain pengecekan ketersediaan bahan pokok, Satgas Pangan Polres Malang juga melakukan pemantauan terhadap distribusi bahan pokok. 


Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan ketersediaan bahan pokok menjelang ramadhan.


"Kami bekerja sama dengan Disperindag Polres Malang untuk melakukan pengawasan terhadap distributor agar tidak terjadi penimbunan dan penyelewengan distribusi," tambahnya.


Ipda Dicka juga menekankan komitmen Satgas Pangan Polres Malang untuk terus melakukan analisis dan evaluasi terkait bahan pokok. 


Jika ditemukan kendala di lapangan, pihaknya berjanji akan segera mengambil langkah yang cepat dan tepat.


Hasil pemantauan di Pasar Kepanjen menunjukkan bahwa stok bahan pokok seperti beras, minyak, dan daging masih dalam batas aman. 


Harga beras medium berkisar antara Rp 10.900 per kilogram, sementara beras premium mencapai Rp 15.000 per kilogram.


Bahan pokok lain seperti gula pasir mengalami fluktuasi dengan harga Rp 16.500 per kilogram, daging sapi Rp 120.000 per kilogram, dan daging ayam Rp 32.000 per kilogram.


Ipda Dicka menghimbau kepada masyarakat, terutama warga Kabupaten Malang, untuk tetap tenang dan tidak perlu panik terkait ketersediaan stok bahan pokok. 


Polres Malang memastikan bahwa stok bahan pokok di daerah tersebut masih cukup banyak dan terjamin.


Satgas Pangan Polres Malang telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk distributor dan pedagang, guna memastikan ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadhan. 


Kepolisian berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas sesuai hukum jika menemukan hal-hal yang dapat mengganggu ketersediaan pangan.


"Kami memiliki Satgas Pangan yang akan terus melakukan pemantauan dan inspeksi di berbagai titik distribusi untuk memastikan bahwa pangan yang beredar aman dan berkualitas," pungkasnya. (red.Tim)

Thursday, February 8, 2024

Polres Malang Kembali Salurkan Modal dan Pengembangan UMKM untuk Keluarga Korban Kanjuruhan

 


 MALANG, rakyatindonesia.com  – Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. 


Kepedulian diwujudkan dengan penyerahan bantuan modal dan sarana pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kepada Tiga keluarga di Mapolres Malang, Rabu (7/2/2024).


Bantuan yang diberikan berupa rombong serta peralatan lengkap untuk berjualan, ditambah dengan uang tunai sebagai modal untuk memulai usaha. 


Langkah ini bertujuan untuk membantu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan agar dapat memulihkan ekonomi mereka dan berwirausaha.


Penerima bantuan kali ini adalah Lasidi, warga Kecamatan Turen yang merupakan keluarga dari almarhum Dafa Yunanto, dan Siti Sofiyah, asal Kecamatan kepanjen, orangtua dari almarhum Adhmad Dani. 


Keduanya diberikan masing-masing satu unit rombong beserta peralatan untuk berwirausaha bakso dan minuman ringan.


Dalam kesempatan yang sama, Anik Mardiyanti, Ibu dari almarhum Abdan Ageng asal Kecamatan Wagir, diberikan satu unit peralatan mesin jahit. 


Selain itu, seluruh keluarga juga diberikan bantuan modal untuk memulai berwirausaha.


Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, mengungkapkan tekad Polres Malang untuk terus memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. 


Pihaknya akan terus memberikan perhatian dan kepedulian kepada keluarga korban Kanjuruhan dengan menyalurkan bantuan UMKM dan modal. 


“Sampai saat ini kami masih berusaha dan tidak akan putus sampai kapanpun bagi keluarga korban kanjuruhan,” kata Kapolres AKBP Putu Kholis di Polres Malang, Rabu (7/2).


Kapolres Malang menambahkan, selain menyalurkan bantuan berupa UMKM dan dukungan modal kepada keluarga korban Kanjuruhan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi yang baik secara intens. 


Melalui komunikasi tersebut AKBP Putu memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi keluarga terdampak sebagai upaya pemulihan kehidupan sosial pasca tragedi.


“Selama masih ada yang bisa kami bantu makan kami akan berupaya membantu, tidak berhenti sampai di sini, setiap bulan kita komunikasi,”ujarnya. 


Tidak hanya bentuk dukungan UMKM seperti saat ini dan tidak hanya dukungan permodalan tapi juga ada beberapa keluarga korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas maupun keperluan lain yang memerlukan layanan Kepolisian, pihak Polres Malang merespon secara khusus.


Sementara itu, salah satu penerima bantuan Siti Sofiyah, mengaku senang atas perhatian yang diberikan Kapolres Malang kepada keluarganya. 


Melalui bantuan yang diberian, ia akan berupaya mengembangkan usaha berdagang minuman ringan di depan rumahnya.


Tak hanya itu, Siti mengaku bersyukur terhadap bantuan yang telah diberikan kepolisian mulai dari pendampingan trauma healing, kemudahan mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM), hingga perbaikan rumah tempat tinggalnya. 


Bahkan, salah satu putranya juga telah bekerja di Polres Malang sebagai pekerja harian lepas untuk membantu perekonomian keluarga. 


“Alhamdulillah terimakasih banyak atas bantuan yang diberikan bapak Kapolres Malang, kami sangat berterimakasih sudah diperhatikan,” ungkap Siti. (red.Tim)

Thursday, February 1, 2024

Tindaklanjuti Jumat Curhat, Polres Malang Salurkan Bantuan Pompa Air untuk Pedagang di Stadion Kanjuruhan

  

MALANG, rakyatindonesia.com - Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, memberikan bantuan berupa pompa air portabel kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan selatan Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.


Pemberian bantuan ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan pedagang pada saat dilaksanakan Jumat Curhat oleh Polres Malang yang sering menghadapi genangan air  ketika musim hujan.


Kasihumas Polres Malang, Ipda Muhammad Adnan, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa satu unit pompa air portabel dengan kapasitas hisap sebesar 120 liter per menit. 


Mesin pompa ini diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air di area penampungan kios pedagang selatan Stadion Kanjuruhan, terutama di musim hujan yang sedang mencapai puncaknya.


Pompa air portabel ini dapat digunakan untuk mengatasi genangan air yang sering terjadi pada area kios para pedagang Stadion Kanjuruhan. 


"Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk optimal dalam penanganan terhadap dampak banjir yang sering melanda kios-kios tersebut," kata Ipda Adnan saat ditemui di Polres Malang, Kamis (1/2/24).


Kasihumas menambahkan, dengan keberadaan pompa air tersebut, diharapkan dapat meminimalisir dampak genangan air yang selama ini menjadi kendala utama bagi para pedagang. 


Mesin pompa tersebut dapat difungsikan untuk menguras genangan air di area kios, memberikan solusi praktis dan cepat dalam penanganan masalah yang dihadapi para pelaku UMKM di kawasan tersebut.


Tindakan ini, lanjut Ipda Adnan, merupakan implementasi komitmen kepolisian dalam memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan usaha para pedagang yang terdampak musim hujan. 


"Kami berharap pompa air ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan beban pedagang di kawasan Stadion Kanjuruhan," tambahnya.


Sementara itu, salah satu pedagang kios, Awang (49), menyambut baik inisiatif dari Kepolisian Resor Malang. 


Ia berharap bahwa bantuan pompa air portabel ini dapat membantu mencegah terjadinya genangan air di wilayah kios pedagang Stadion Kanjuruhan di masa mendatang.


"Mudah-mudahan dengan bantuan pompa portabel ini di wilayah kios pedagang Stadion Kanjuruhan ke depan tidak ada lagi genangan air," ujar Awang dengan penuh harap. 


Bantuan ini tidak hanya diharapkan menjadi solusi praktis untuk musim hujan saat ini, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengembangan UMKM di wilayah Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (red.Tim)

Monday, January 29, 2024

Polresta Malang Kota Lakukan Pengamanan Pendistribusian 9.808 Bilik Suara

  


KOTA MALANG, rakyatindonesia.com  - Komitmen netralitas Polresta Malang Kota sebagai anggota Polri pada Pemilu 2024, tidak diragukan lagi. 


Bahkan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto meminta awak media hingga masyarakat dipersilahkan lapor jika mengetahui ada anggota Polresta Malang Kota yang terbukti tidak netral di Pemilu 2024.


Untuk meningkatkan Kondusifitas pesta demokrasi yang tinggal 17 hari lagi, Polresta Malang Kota terus berkoordinasi dengan KPU Kota Malang, Bawaslu dan PPK untuk pangamanan pendistribusian Logistik.


Kombespol Budi Hermanto melalui Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Ferry Dharmawan mengatakan bahwa pendistribuasian Bilik Suara (BS) dari Gudang KPU Kota Malang ke lima PPK sudah selesai.


"Pendistribusian 9.808 Bilik Suara dari gudang KPU Kota Malang dikirim ke lima PPK dengan pengawalan ketat, mulai hari Sabtu (27/1) hingga Minggu (28/1) telah telah selesai denga naman dan lancar," ucap Kompol Feri, Senin (29/1).


Pada Pemilu 2024 ada lima lokasi PPK di Kota Malang yang berada di wilayah hukum Polsek Blimbing, Lowokwaru, Klojen, Sukun dan Kedung Kandang.


"Dari semua Bilik suara yang didistribusikan ke lima PPK ini, nantinya akan dibagikan ke 2.452 TPS yang ada di Kota Malang" jelas Kompol Feri.


Sementara itu Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Rusdiyanto menjelaskan pengiriman bilik suara ada dua tahap.


Pendistribusian tahap pertama pada hari Sabtu (27/01), dengan jumlah 5.182 Bilik Suara dikirim ke tiga PPK Kecamatan. 


“Untuk 2.145 diserahkan ke PPK Blimbing, 1912 untuk PPK Lowokwaru dan 1124 bilik suara untuk PPK Klojen,"jelas Ipda Yudi.


Bilik suara yang dikirim pada tahap pertama tersebut, nantinya akan dibagikan ke 1.296 TPS dengan rincian, wilayah Kecamatan Blimbing ada 537 TPS, Kecamatan Lowokwaru ada 478 TPS, dan Kecamatan Lowokwaru memilik 281 TPS.


Sedangkan pendistribusian tahap dua,kata Ipda Yudi dilaksanakan pada hari Minggu, (28/01) termasuk pengiriman terbanyak.


“Ada di PPK Kedungkandang dengan jumlah 2332 Bilik suara untuk 583 TPS, dan PPK Sukun ada 2292 Bilik Suara yang nantinya akan dibagikan ke 573 TPS,”tambah Ipda Yudi.


Selama pendistribusian bilik suara, semua dalam kondisi baik dan sudah diterima oleh masing-masing Ketua PPK di Kantor Kecamatan setempat.


Setiap pengiriman bilik suara, mulai dari gudang Logistik KPU menuju PPK dikawal oleh anggota Polsek Jajaran Polresta Malang Kota hingga tempat penyimpanan dikantor Kecamatan 


"Pasca pengiriman semua bilik suara sudah kami koordinasi dengan KPU Kota Malang, Bawaslu serta Ketua PPK, bahkan kami akan terus berkolaborasi untuk pengiriman material logistik selanjutnya."pungkas Ipda Yudi. (red.Tim)

Wednesday, January 10, 2024

Berhasil Ungkap TPPO, Polres Malang Selamatkan Belasan Orang CPMI

  

MALANG, rakyatindonesia.com - Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil membongkar kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 


Dalam pengungkapan kasus itu, Polisi menggagalkan pengiriman calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara ilegal dengan tujuan ke Singapura.


Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, mengatakan ada dua pelaku ditangkap, yakni perempuan berinisial NJ (51) warga Desa Gading Bululawang, dan IH (27) pria asal Tajinan, Kabupaten Malang. 


Keduanya merupakan pemilik dan staf lembaga pelatihan kerja (LPK) Anugerah Jujur Jaya yang beralamatkan di Jalan Diponegoro, Desa Gading, Kecamatan Bululawang.


“Ada dua pelaku yang kita amankan, perempuan berinisial NJ dan seorang laki-laki berinisial IH,“ kata Kompol Imam Mustolih, Selasa (9/1/2024)


Ia menambahkan, terbongkarnya kasus ini bermula saat tim Reserse Kriminal Polres Malang mendapat informasi tentang adanya calon PMI yang akan diberangkatkan ke negara Singapura diduga tanpa prosedur yang semestinya. 


Identitas calon PMI itu yakni LA (28) perempuan asal Desa Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada 12 Desember 2023 lalu.


Saat itu, LA tengah dalam perjalanan diantar oleh tersangka IH menuju salah satu agen travel di wilayah Gadang, Kota Malang. 


Petugas yang mencium adanya aktivitas ilegal itu kemudian menghentikan kendaraan Nissan Grand Livina yang dikemudikan IH kemudian dibawa ke Mapolres Malang untuk proses pemeriksaan.



“Menindaklanjuti bahwa ada rencana pengiriman calon pekerja migran Indonesia tujuannya ke Singapura melalui Bandara Juanda, kemudian setelah dilaksanakan pendalaman, kami berhasil mengamankan pelaku di TKP yang pertama yaitu di perempatan Krebet, Bululawang,“ ujar Kompol Imam.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Wakapolres Kompol Imam, korban LA dijanjikan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura dengan bayaran senilai Rp 6,5 juta rupiah. 


Sebelum diberangkatkan korban harus mengikuti pelatihan di LPK yang dikelola oleh pelaku.


Korban kemudian akan diberangkatkan dari Kabupaten Malang menuju Bandara Juanda surabaya melalui agen travel. 


Saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan kejanggalan karena dokumen yang dibawa tidak sesuai dengan peruntukannya.


“Dokumen yang dibawa oleh korban tidak sesuai dengan sayarat yang sah, dimana visa yang digunakan merupakan visa kunjungan wisata bukan untuk bekerja,” ungkap Imam.


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat, mengatakan pihaknya kemudian mengembangkan kasus ini dan menangkap pelaku berinisial NJ (51). Dia ditangkap pada hari yang sama pada 12 Desember 2023 lalu.


Diketahui kemudian, kedua tersangka punya peran berbeda. NJ berperan sebagai pemilik LPK yang menampung, memberangkatkan dan mencarikan agen di Singapura. 


Sementara IH bertugas sebagai staf yang mencari calon PMI sekaligus mengurusi keberangkatan melalu agen travel.


"Modus tersangka adalah bisa memberangkatkan calon pekerja migran ke luar negeri dengan cepat tanpa melalui BP3MI. Tersangka akan mendapatkan fee setiap berhasil memberangkatkan pekerja migran setelah sampai ke negara tujuan," beber AKP Gandha.


Kepada Polisi, tersangka mengaku telah beberapa kali mengirimkan pekerja migran Indonesia ilegal. Setidaknya tersangka NJ sudah memberangkatkan calon PMI sebanyak 30 orang semenjak tahun 2019 lalu.


Saat penggeledahan di LPK yang dikelola tersangka NJ, polisi mendapati sejumlah 14 orang calon PMI yang ditampung dan hendak diberangkatkan menuju Singapura. 


Belasan orang tersebut diketahui berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, diantaranya Gondanglegi, Kepanjen, Kalipare, Turen, Dampit, Sumberpucung, dan Ampelgading.


“Praktek ini sudah berjalan lama dari tahun 2019 sampai sekarang jadi berdasarkan keterangan dari tersangka ini sudah ada 30 orang yang sudah diberangkatkan,” jelasnya.


Dalam kasus ini, polisi menyita 10 paspor, visa, tiket pesawat tujuan Singapura, ponsel, serta ratusan berkas milik calon PMI. 


Kasatreskrim AKP Gandha menyebut, tersangka akan dijerat Pasal 4 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 600 juta, lalu Pasal 81 jo Pasal 69 dan Pasal 83 Jo 68 UU RI No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 miliar. (red.tim)

Thursday, November 16, 2023

Setetes Darah untuk Kemanusiaan dari Polresta Malang Kota di HUT Brimob ke - 78

 

KOTA MALANG, rakyatindonesia.com – Segenap jajaran Polri merayakan HUT Brimob ke - 78 terutama anggota Korps Brimob Polri dengan berbagai rangkaian kegiatan unjuk kemajuan Indonesia dan kegiatan kemanusiaan.


Hari jadi satuan Elit Korps Brimob ke-78 ini, tepat pada tanggal 14 November 2023, dengan mengusung tema "Negara aman menuju Indonesia Maju, Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan".


Seperti dilaksanakan oleh jajaran Polresta Malang Kota yang merayakan HUT Brimob ke 78 tersebut dengan melaksanakan Donor Darah di PMI Kota Malang.


Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto melalui Wakapolresta Malang Kota AKBP Apip Ginajar S.I.K, M.Si mengatakan pihaknya turut merayakan  HUT ke-78 Korps Brimob Polri dengan kegiatan sosial kemanusiaan.


“Salah satunya kami laksanakan donor darah kali ini,”ujar AKBP Apip Ginajar yang juga mendonorkan setetes darah untuk kemanusiaan itu di PMI Kota Malang, Rabu (15/11).


Sedikitnya ada 65 Anggota Polresta Malang Kota Eks Brimob yang melaksanakan Donor Darah di PMI Kota Malang, bersama seluruh Perwira yang ada di Polresta Malang Kota. 


“Untuk memperingati Hari Jadi Brimob, Polresta Malang Kota masih memiliki rangkaian kegiatan kemanusiaan lainnya,”kata AKBP Apip.


Sengaja kegiatan peringatan HUT Korps Brimob dirayakan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan kata AKBP Apip salah satunya untuk mewujudkan kepedulian Polri terhadap Masyarakat.


“Kami akan senantiasa hadir di tengah Masyarakat untuk memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan,”kata AKBP Apip.


Setelah mengikuti donor darah di PMI Kota Malang Jl Buring. AKBP Apip mengucapkan Hari Jadi Korps Brimob dan terima kasih atas dedikasi tinggi Brimob hingga usia 78 tahun ini tetap terbaik dalam menjaga keamanan.


"Brimob adalah korps yang selalu menghadapi tantangan, menjadi penjaga keamanan terbaik, Korps Brimob harus tetap memiliki dedikasi tinggi, ini patut kita banggakan" Ucap AKBP Apip.


Keberanian, dedikasi, dan profesionalisme anggota Korps Brimob menjadi landasan kokoh dalam menjaga ketenteraman masyarakat serta menegakkan keadilan di negeri ini.


AKBP Apip yang juga pernah bertugas dalam misi "Protection Details Briefing Course" di Thailand Tahun 2015, berpesan kepada anggota Polresta Malang Kota Ex Brimob yang ikut donor darah harus tetap profesional dalam bertugas.


"Terus jaga kehormatan Brimob, bertugas secara profesionalis, sebab anggota Korps Brimob menjadi landasan kokoh dalam menjaga ketenteraman masyarakat" Pungkasnya. (red.IY)

Monday, October 2, 2023

Polres Malang Serentak Gelar Doa Bersama Untuk Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan

 

MALANG, rakyatindonesia.com – Polres Malang, Polda Jatim bersama Polsek yang ada di jajaran menggelar doa bersama di Masjid Ashumul Muhsinin Mapolres Malang dan di wilayah Polsek Jajaran, Minggu, (1/10/2023). 


Acara ini diadakan dengan tujuan mengenang dan mendoakan seluruh korban yang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu.


Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, turut serta dalam acara tersebut bersama dengan para pejabat utama Polres Malang, tokoh agama, serta ratusan personel Polres Malang Polda Jatim dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya. 


Acara doa bersama ini menjadi wujud kepedulian dan penghormatan kepada seluruh korban yang menjadi bagian dari tragedi yang menyayat hati tersebut.


Doa bersama dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh AKP Rokip kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an. 


Suasana dalam masjid terasa haru dan penuh kekhusyukan saat para jamaah, termasuk anggota Polres Malang,Polda Jatim bersama-sama berdoa untuk para korban dan keluarganya.


Tidak hanya di Mapolres Malang, doa bersama serupa juga digelar di seluruh polsek yang berada di bawah naungan Polres Malang. 


Hal ini menunjukkan solidaritas dan kesatuan dalam mengenang peristiwa tragis yang telah melanda daerah ini.


Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, mengungkapkan momen doa bersama ini adalah bentuk penghormatan dan kepedulian dari Polres Malang terhadap seluruh korban dan keluarganya. 


Pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan persatuan di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi cobaan dan tragedi yang terjadi setahun lalu.

“Pagi ini Polres Malang dan seluruh Polsek jajaran menggelar doa bersama untuk mengenang dan mendoakan korban dalam peristiwa Kanjuruhan 1 Oktober 2022,” kata Putu Kholis di Mapolres Malang, Minggu (1/10/2023).  


Dengan penuh harap, doa bersama ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan kekuatan kepada keluarga korban. 


Polres Malang Polda Jatim akan terus melakukan upaya pemulihan pasca tragedi Kanjuruhan dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kabupaten Malang.


Melalui doa bersama ini, Polres Malang Polda Jatim berharap agar para korban mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan untuk bangkit dan meraih  masa depan yang lebih cerah. 


“Semoga kedamaian dan kebahagiaan kembali menghiasi tanah Malang yang indah ini,”tutup AKBP Putu Kholis Aryana. (red.IY)


Monday, February 27, 2023

Ciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif, Polresta Malang Kota Amankan Minuman Beralkohol


Kota Malang ,rakyatindonesia.com- - Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif menjelang bulan Ramadhan, Polresta Malang Kota melaksanakan KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan).

Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penindakan terhadap penjual minuman beralkohol yang berada di sekitar kawasan Kayutangan Haritage, Jl. Basuki Rahmat, Kec Klojen.


Selain melaksanakan kegiatan rutin yang di tingkatkan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari pengaduan  masyarakat saat digelar Jumat Curhat pekan lalu. Pada Jumat Curhat tersebut masyarakat menyampaikan adanya kios-kios yang menjual minuman beralkohol, yang mana aktivitas di kios tersebut menimbulkan ketidaknyamanan serta keresahan bagi para wisatawan dan masyarakat sekitar.

Kompol Syabain, S.H. bersama Ipda Rudik Saiful, Ipda Andi Kusuma, dan Unit Patroli Tombak 3 serta Unit Perintis 3 yang bertugas dalam patroli melaksanakan penindakan tipiring di kios-kios yang didapati menjual minuman beralkohol. 

"Dalam kegiatan Patroli KRYD ini kami intensifkan di kios-kios Kawasan Kayutangan, karena selain menindaklanjuti aduan dari masyarakat, kegiatan ini juga sebagai upaya menjaga Harkamtibmas sesuai amanat Bapak Kapolresta Malang Kota " jelas Kompol Syabain,kemarin Minggu (26/2).

Dalam patroli tersebut didapati salah satu kios yang menjual minuman beralkohol tanpa izin dan mengamankan pemilik nya AJP (laki-laki asal Kec. Gedangan Kab. Malang) untuk dimintai keterangan dan Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Tim Patroli yaitu puluhan botol alkohol dari berbagai merek."Seluruh barang bukti  kami amankan ke Mako Polresta Malang Kota , pemilik akan dimintai keterangan nya dengan persangkaan tindak pidana ringan, " imbuhnya

Selama kegiatan patroli KRYD yang dijalankan berjalan dengan aman dan kondusif. Diharapkan tidak ada kembali kios-kios yang menjual minuman beralkohol di Kota Malang agar terciptanya situasi Harkamtibmas khususnya menjelang Ramadhan di Kota Malang. (red)

Monday, December 19, 2022

Sebanyak 438 Personel Gabungan Disiapkan Polres Malang Untuk Pengamanan Nataru 2023

 



MALANG, rakyatindonesia.com -  Ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 di Kabupaten Malang. Selain personel, petugas juga menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kabag Ops Polres Malang Kompol Muhammad Bagus Kurniawan mengatakan keseluruhan personel akan terlibat dalam pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2023.

"Namun yang difokuskan 260 ditambah 178 dari instansi, jadi total semua 438,” kata Kompol Muhammad Bagus Kurniawan,Minggu (18/12).

Selain 260 anggota kepolisian, Polres Malang jajaran Polda Jatim ini, juga menyiapkan personel cadangan yang disiapkan mengantisipasi dampak keamanan sepanjang libur Nataru. 

Personel ini juga didukung oleh sejumlah relawan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Banser dan Pemuda Muhammadiyah.

“Jadi visinya sama juga mendukung 100 persen untuk terlaksananya perayaan dan peringatan Nataru di Kabupaten Malang,”terangnya.

Selain itu Polres Malang jajaran Polda Jatim ini juga menyiapkan lima pos pengamanan (pospam) dan satu pos pelayanan (posyan) di beberapa titik-titik strategis di Kabupaten Malang.

“Selain itu ada juga pos-pos wisata mengantisipasi pergantian tahun, dari tanggal 31 Desember ke 1 Januari,” pungkas Kompol Bagus. (Red.Sl)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved