Saturday, March 30, 2024

Jamin Keamanan Ibadah Umat Nasrani di Jumat Agung Satbrimob Polda Jatim Sterilisasi Gereja

 

SURABAYA, rakyatindonesia.com – Detasemen II Jibom Satbrimob Polda Jatim melakukan sterilisasi di sejumlah Gereja yang ada di Surabaya menjelang ibadah Jumat Agung dan perayaan Paskah.

Seperti pantauan media di Gereja Gembala Yang Baik, Jl. Jemur Andayani X / 14 Surabaya tampak Enam personel Jibom Satbrimob Polda Jatim bersama Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya menyisir beberpa titik di lingkungan gereja.

Kapolsek Wonocolo, Kompol Muhammad Soleh, mengatakan bahwa sterilisasi ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Paskah.

“Sterilisasi dilakukan di berbagai bagian gereja, termasuk altar, podium, toilet, ruang umat, ruang Romo, ruang panel kontrol, dan taman,”kata Kompol M.Soleh,Jumat (29/3)

Ia juga mengungkapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Umat Nasrani melaksanakan ibadah baik pada ibadah Jumat Agung maupun Minggu Paskah nanti, pihaknya juga akan menempatkan personel pengamanan.

Sementara itu untuk hasil sterilisasi tidak ditemukan benda mencurigakan seperti bom atau bahan berbahaya lainnya.

"Alhamdulillah, dari hasil sterilisasi tidak ditemukan benda mencurigakan atau yang membahayakan, " terangnya.

Kegiatan sterilisasi ini juga disambut positif oleh pengurus gereja setempat yang juga memberikan apresiasi atas kehadiran aparat keamanan di setiap kegiatan Gereja.

Seperti disampaikan oleh Bambang dan Sugeng, perwakilan pengurus gereja yang mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian atas perhatian dan pengamanannya.

"Kami merasa lebih tenang dengan adanya sterilisasi ini. Semoga dari ibadah Jumat Ahung hingga perayaan Paskah tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman," ujar Bambang.

Di tempat terpisah, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce melalui Kasihumas AKP Haryoko mengatakan, kegiatan sterilisasi gereja ini merupakan bagian dari program Jogo Suroboyo.

“Wujud kehadiran Polri di Tengah Masyarakat dengan menjalankan program Jogo Suroboyo yang digagas oleh Polrestabes Surabaya untuk menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah Kota Surabaya,” kata AKP Haryoko.

Ia menyampaikan menjelang perayaan Paskah bagi Umat Nasrani, Polrestabes Surabaya bersama Satbrimob Polda Jatim dalam hal ini Detasemen II Jibom melaksanakan sterilisasi di 10 Gereja di Surabaya.

“Untuk beberapa gereja lainnya di Surabaya, kita juga libatkan personel dari Polsek yang ada dijajaran untuk melakukan pengamanan di wilayah masing – masing,”pungkas AKP Haryoko. (red.Tim)

Tuesday, February 27, 2024

Polisi Berhasil Amankan Tersangka Pencuri Tiang KAI yang Terekam CCTV di Surabaya

  


SURABAYA, rakyatindonesia.com - Aksinya viral di media sosial, empat pria pencuri tiang komunikasi milik Kereta Api (PT.KAI) diamankan oleh Reskrim Polsek wonocolo Surabaya sehari setelah beraksi.


Keempat tersangka tersebut adalah BTT (31) MC (43), H (41) dan DR(28) yang beetempat tinggal di Surabaya.


Mereka, secara bersama-sama memotong Tiang Viber Optic kurang lebih sepanjang 2,5 meter dengan sebuah gerenda listrik pada, Rabu, 21 Februari 2024, sekira pukul 14.00 Wib disamping Rel Kereta Api depan Jatim Expo Jalan Frontage A. Yani Surabaya.


Para tersangka ini diduga pada Rabu, 21 Februari 2024, sekira pukul 14.00 Wib melakukan pencurian sebuah tiang Viber Optic yang tertanam.


Adanya kejadian tersebut, Polsek Wonocolo Polrestabes Surabaya segera melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengidentifikasi para pelaku yang videonya sempat viral di media sosial.


Kapolsek Wonocolo Kompol M. Soleh mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, keempat pelaku ini mengakui perbuatannya melakukan pencurian Tiang Viber Optic milik KAI.


“Pengakuan tersangka, mereka awalnya menggali tanah pada tiang yang ditanam lalu ditarik, dan dibawa untuk kemudian dijual,”ujar Kompol Soleh, Selasa ( 27/2).


Setelah berhasil dicabut dan dibawa, barulah tiang yang panjangnya kurang lebih 9 meteran itu dipotong menjadi 6 bagian.


Pencurian itu lanjut Kompol Soleh dilakukan dengan menggunakan alat berupa sebuah linggis kecil dan sebuah gerenda listrik.


“Tiang viber optic yang diketahui milik PT KAI itu awalnya berdiri di atas lahan kosong yang sepi,”tambah Kompol Soleh.


Setelah menjadi potongan, tiang viber itu dijual oleh pelaku ke tempat rombengan. 


“Tiang Viber Optic hasil curian dijual kepada seorang laki- laki yang tidak kenal (orang rombeng), dan laku sebesar Rp. 475.000,” imbuh Kompol Soleh.


Masih kata Kompol Soleh, tiang besi dijual dengan estimasi kiloan dan saat di timbang beratnya sebesar 84 Kg dan dibagi rata dan sisanya dibuat untuk sewa mobil dan beli rokok.


Kepada polisi para tersangka mengaku jika peran masing-masing adalah, BTT (31) sebagai yang menggali tanah yang diatasnya ada tiang viber opticnya, dan mengangkat tiang ke lahan kosong dan menjual potongan tiang.


Peran MC (43) juga menggali tanah dan mengangkat tiang ke lahan kosong dan menjual. Peran H (41) mengangkat tiang viber juga menjual potongan tiang. Peran DR, mengangkat tiang viber dan juga menjual potongan besi.


Sementara itu peran satu Tersangka yang masih buron berinisial F (DPO) adalah mengangkat tiang viber optic tsb ke lahan kosong dan menjual potongan tiang viber optic.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka yang berhasil diamankan Polsek Wonocolo ini akan segera menghuni hotel prodio. (red.Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved