Tuesday, April 23, 2024

4 Fakta Pelaku Order Fiktif Takjil Masjid Zayed Solo Nyaris Rp 1 Miliar

 


Solo
, rakyatindonesia.com  - Polisi menangkap pelaku order fiktif takjil buka puasa di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo. Pelaku bernama Eko itu ditangkap Polresta Solo.
Berikut fakta-fakta dari pelaku tersebut.

1. Ditangkap di Ngawi
Kasat Reskrim Polresta Solo, Ismanto mengatakan pelaku ditangkap saat melarikan diri ke Ngawi, Jawa Timur.

"Sudah diamankan inisial E (Eko), kemarin malam," kata Kasat Reskrim Polresta Solo, Ismanto saat dihubungi awak media, Sabtu (20/4/2024).

Ismanto mengatakan pelaku sempat melarikan diri ke Ngawi. "Iya (sempat kabur ke Ngawi)," ujar Ismanto.

2. Motif Pelaku
Ismanto mengatakan, pelaku merupakan menantu dari salah satu korban bernama Supodo. Korban lain, yakni Slamet, juga merupakan teman pelaku.

Dari keterangan pelaku, orderan fiktif itu dilakukan oleh pelaku untuk menutupi rasa malu. Karena pelaku sempat sesumbar mendapatkan orderan untuk pengiriman takjil di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo selama bulan puasa Ramadan kemarin.

Agar makanan dari katering korban bisa masuk, pelaku sempat mengatakan kepada pengurus masjid jika makanan dan takjil itu merupakan sedekah dari hamba Allah.

"Keterangannya, dia mendapatkan informasi adanya peluang untuk memasok buka bersama, tapi kemudian tidak ada deal, tapi dia terlanjur ngomong dengan korban bahwa akan ada pesanan. Korban sudah kulakan. Akhirnya, untuk menutup malu, dia menyampaikan kepada pihak Zayed itu sedekah dari hampa Allah," jelasnya.

3. Pelaku Tak Dapat Untung Materiil
Ismanto mengatakan, kasus ini cukup unik. Meski para korban mengaku merugi hampir Rp 1 miliar, namun tidak ada keuntungan materiil yang didapatkan pelaku.

"Sementara seperti, ini sedikit unik ya (karena pelaku tidak mendapatkan keuntungan materiil)," ucapnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus didalami pihak kepolisian. Proses penyelidikan terus dilakukan.

"Sementara kita masih lanjut. Korban ada dua, kalau keluarga mau (damai), tapi kan pihak Slamet orang luar. Kita lanjut prosesnya," ujarnya.

4. Cium Kaki Korban
Diketahui, Eko nekat menipu dua usaha katering yang ada di Kabupaten Sukoharjo, dengan meminta dibuatkan 400 paket makanan dan 400 takjil per hari, yang dikirimkan ke Masjid Sheikh Zayed, Solo, selama bulan puasa Ramadan. Ironisnya dua usaha katering yakni Vio asal Baki milik Kusnadi Slamet Widodo, adalah teman pelaku. Sementara katering Adila asal Tawangsari milik Supodo, adalah mertua pelaku.

Kuasa hukum korban, Kalono mengatakan, pelaku terlihat menyesali perbuatannya saat dipertemukan dengan para korban di Mapolresta Solo.

"Iya (merasa bersalah dan minta maaf kepada korban). Sampai cium tangan dan kaki korban mertuanya. Merasa bersalah," kata Kalono saat dihubungi detikJateng, Sabtu (20/4).

"Pesannya selama 28 hari. Total kerugiannya kedua katering itu sekitar Rp 960 juta," imbuh Kalono.

(red.alz)

Monday, April 22, 2024

Awal Mula Terbongkarnya Kedok Azizatus Prank Rumah Dirampok

 



Gresik, rakyatindonesia.com - Azizatus Sholihah (24), perempuan penghuni rumah di Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Gresik sempat bikin heboh usai mengaku sebagai korban perampokan dan penyekapan. Namun, rekayasa tersebut akhirnya dibongkar Sat Reskrim Polres Gresik.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, terbongkarnya rekayasa perampokan ini setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan usai melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian, tidak ada orang lain masuk yang terekam CCTV hingga polisi datang.

"Dari hasil pemeriksaan CCTV itu, tidak ada orang lain masuk sampai pada saat polisi datang. Jadi dalam rekaman CCTV itu ada petugas kita yang terekam, sedangkan tidak ada orang lain masuk sejak kejadian dilaporkan," kata Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Senin (22/4/2024).

Aldhino menjelaskan, setelah memeriksa rekaman CCTV tersebut, tim Resmob Sat Reskrim Polres Gresik juga sempat menghubungi Azizatus untuk dimintai keterangan kembali. Namun, polisi kesulitan mencari keberadaannya.

"Saat kita ingin meminta keterangan lagi, nomor handphone pelapor ini tidak aktif. Termasuk nomor-nomor penyidik juga ada yang di blokir," jelasnya.

Dari kejanggalan itu, lanjut Aldhino, polisi melakukan pemeriksaan di beberapa tempat pegadaian. Hingga akhirnya, polisi menemukan handphone dan perhiasan Azizatus digadaikan di sana.

"Dari hasil pemeriksaan sejumlah tempat pegadaian, kita temukan barang-barang pelapor ada di sana. Dari sana kita mengetahui bahwa perampokan ini direkayasa," jelasnya.

Saat wanita yang memiliki nama asli Zuraidah Istiana ini ingin mencabut laporan di Polsek Manyar, polisi langsung membawanya ke Polres Gresik. Di sana, ia menjelaskan laporannya itu hanya untuk membohongi suami sirinya.


"Saat mencabut laporan itu kita langsung minta keterangan kembali, hingga akhirnya dia menjelaskan semuanya. Termasuk nama samaran Azizatus yang ia buat laporan. Pelapor ini nama aslinya ada Zuraidah Istiana," pungkasnya.

Sebelumnya, wanita yang akrab disapa Pesek itu mengaku dirampok saat sedang sedang memasak di dapur seorang diri dengan pintu rumah dalam kondisi terbuka. Saat itu, petang sekitar pukul 18.30 WIB, Azizatus mengaku mendengar 2 orang masuk ke dalam rumahnya.

Dalam laporannya, Azizatus sempat mengira orang itu suaminya. Setelah dia menoleh ke arah pintu, ada 1 pelaku yang langsung menarik tangannya dan membawanya masuk ke kamar. Dia mengaku didorong hingga kepalanya membentur meja.

Kini semua telah terbongkar, apa yang dia ceritakan sebagai perampokan itu hanyalah prank. Cerita Azizatus hanyalah balada yang dia karang agar dirinya tidak lagi menjadi sasaran penagihan utang teman-temannya yang telah tertipu investasi bodong, karena ulahnya mengenalkan mereka kepada orang yang tidak amanah.

(red.alz)


Sunday, April 21, 2024

Ini Tampang Azizatus yang Ngeprank Rumah Dirampok gegara Takut Ditagih Utang

 


Gresik
, rakyatindonesia.com - Azizatus Sholihah merekayasa perampokan di rumahnya di Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Gresik. Prank ini dilakukan karena ia takut ditagih utang sehingga suaminya jadi tahu. Begini tampang cewek berusia 24 tahun tersebut.
Azizatus juga mengarang cerita soal ia yang dipukuli maling hingga terluka. Dari foto yang diterima detikJatim, memang tampak ada luka di wajah Azizatus. Ternyata, luka ini bukan dari perampok, tetapi dari permasalahan pribadinya.

"Untuk luka yang saya alami benar terjadi adanya, tidak ada kaitannya dengan laporkan yang saya buat. Masalah pribadi saya dengan seseorang. Saya takut sama suami," jelas Azizatus di Polres Gresik, Minggu (21/4/2024).

Di hadapan awak media, ia meminta maaf kepada masyarakat dan polisi. Wajahnya tertutup masker. Ia kemudian mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.

"Mohon maaf. Barang yang dilaporkan sebenarnya tidak hilang atau dicuri orang, tetapi saya jual sendiri hasil uang itu saya berikan seseorang terkait masalah pribadi dengan saya," kata Azizatus singkat.

"Mohon maaf. Barang yang dilaporkan sebenarnya tidak hilang atau dicuri orang, tetapi saya jual sendiri hasil uang itu saya berikan seseorang terkait masalah pribadi dengan saya," kata Azizatus singkat.

Rekayasa perampokan ini sempat dilaporkan dengan penganiayaan hingga penyekapan. Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, dari hasil analisa 3 CCTV di sekitar TKP, tidak ditemukan kejadian janggal ataupun orang yang menghampiri rumah korban saat jam kejadian, seperti apa yang dikatakan korban.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi ingin meminta keterangan korban kembali, namun korban tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

"Selain itu, dari hasil penyelidikan, handphone iPhone 13 Promax korban sudah digadaikan sendiri oleh korban. Termasuk, perhiasan (1 gelang, 2 cincin, dan 1 kalung) yang dikatakan hilang oleh korban," kata Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Minggu (21/4/2024).

Mengetahui fakta tersebut, polisi akhirnya memanggil pelapor untuk mengklarifikasi kebenaran kasus tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata pelapor memang mengarang cerita untuk membuat laporan palsu.

"Pelapor membuat laporan palsu karena terjerat utang lantaran investasi bodong dengan temannya," tambahnya.

Aldhino menjelaskan, pelapor mengajak teman-temannya untuk ikut melakukan investasi kepada seseorang yang ia kenal. Namun ternyata pelapor dan temannya menjadi korban penipuan investasi bodong tersebut. Sehingga, Azizatus sering ditagih oleh temannya yang telah menginvestasikan uang kepadanya.

"Uang hasil penggadaian barang tersebut digunakan untuk mengganti rugi uang kepada seseorang yang telah diajaknya untuk melakukan investasi yang ternyata bodong. Alasan pelapor membuat laporan polisi dikarenakan pelapor takut diketahui oleh suami karena memiliki masalah pribadi (utang) yang belum terselesaikan," tutur Aldhino.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Azizatus alias Pesek ini tinggal di PPS kurang lebih selama enam bulan. Dia mengontrak rumah. Sedangkan pria yang disebut suaminya itu tidak bisa menunjukkan KK. Pria yang disebut sebagai suaminya itu beberapa hari mendatangi rumah kontrakan Pesek dengan mengendarai mobil mewah.

Sebelumnya, polisi tengah menyelidiki perampokan di rumah Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci, Manyar Gresik. Korban diketahui bernama Azizatus Sholihah (24) warga asal Desa Kujung, Widang, Tuban.

Azizatus mengaku, saat itu ia sedang memasak di dapur seorang diri dengan pintu rumah dengan kondisi terbuka. Sekitar pukul 18.30 WIB, korban mendengar dua orang masuk ke dalam rumahnya.

Awalnya korban mengira itu suaminya. Setelah korban menoleh ke arah pintu rumah, ada satu pelaku yang langsung menarik tangan korban dan membawa masuk ke kamar belakang. Korban mengaku didorong hingga kepalanya membentur meja.



(red.alz)
© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved