Friday, January 12, 2024

Tanggul Sungai Cikapundung yang Jebol Sudah Lama Tak Diperbaiki

 


Bandung, rakyatindonesia.com  - Banjir bandang yang menerjang kawasan permukiman padat penduduk di Braga, Kota Bandung mengakibatkan 600 rumah terdampak. Banjir ini terjadi, ditengarai akibat jebolnya tanggul aliran Sungai Cikapundung yang berada tepat di belakang pemukiman warga.



Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, tanggul tersebut terakhir kali diperbaiki pada 2004. Karena kondisi itu lah, tanggul sudah tidak mampu menampung debit air Sungai Cikapundung yang meluap.



"Tanggul 2004 diperbaiki. Jadi kalau kalau dapat laporan dari warga, tanggul itu sudah overfall, sudah melewati (ambang batas debit aliran Sungai Cikapundung)," katanya, Jumat (12/1/2024).

Bambang mengungkap, tanggul tersebut rencananya akan segera diperbaiki. Ia juga berharap penanganan di hulu Sungai Cikapundung, yang berada dalam kewenanganan Kabupaten Bandung Barat, bisa ditangani agar tak berdampak parah ke wilayah Kota Bandung.



"Tentunya tanggul ini mungkin harus ditinggikan, hari ini kita tinggikan dan perkuat struktur buat menahan beban," pungkasnya.



Sebelumnya, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menegaskan, bantuan kepada para korban banjir akan diberikan. Selain itu dia juga telah meminta Pemkot Bandung untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol.



"Pemkot Bandung harus segera memperbaiki tanggul yang jebol. Jadi harusnya hari ini segera tuntas (perbaikan)," kata Bey usai meninjau lokasi.



Bey juga mengungkapkan, warga Braga untuk sementara diminta mengungsi di lokasi yang telah disediakan. Sebab, menurut prediksi BMKG, hujan dengan intensitas lebat akan kembali mengguyur pada siang hingga sore hari nanti.


"Masyarakat hati-hati, diperkirakan hari ini akan terjadi hujan lebat lagi dari siang hingga malam hari," ujarnya.



"Antisipasi hujan lebat harus hati-hati, kalau wilayah seperti ini harus mengungsi lagi dan ikuti arahan petugas," imbuhnya. (red.w)




7.027 Jiwa Terdampak Banjir Dayeuhkolot Akibat Tanggul Sungai Jebol

 


Kabupaten Bandung, rakyatindonesia.com - Banjir yang merendam kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung disebabkan jebolnya tanggul sungai Cigede. Ribuan warga terdampak akibat banjir tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 7027 jiwa terdampak banjir di Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot. Sebagian warga pun memilih mengungsi.



"Jadi jumlah jiwa terdampak itu ya sekitar 7027. Kalau jumlah rumahnya kurang lebih sekitar 2000-an. Dari mulai tinggi airnya rendah sampai ke tinggi di kampung lamajang peuntas itu," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama,Jumat (12/1/2024).



Dia menjelaskan banjir tersebut disebabkan adanya tanggul sungai Cigede yang jebol. Kemudian air langsung mengalir ke permukiman warga.



"Terdampak akibat tanggul jebol sungai Cigede ada di RW 05, RW 16, dan RW 17," katanya.



Uka mengungkapkan beberapa warga yang tidak memiliki lantai dua di rumahnya memilih mengungsi di pengungsian. Pasalnya saat ini air masih belum surut.



"Pengungsian ada di SMPN 1 Dayeuhkolot. Ada sekitar 130 jiwa yang mengungsi," jelasnya.



Dia mengimbau warga untuk tetap hati-hati dalam melakukan aktivitas. Menurutnya saat ini curah hujan diprediksi akan turun kembali.



"Warga diimbau hati-hati dalam beraktivitas. Soalnya ini curah hujan masih kemungkinan masih terjadi hujan lagi. Yang ada di wilayah untuk bisa melaksanakan pembersihan saluran air. Soalnya penyebab banjir itu karena adanya sampah yang menyumbat," bebernya.(red.w)



© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved