Sabtu, 25 November 2023

Pesan Bupati Banyuwangi ke Petani: Gunakan Pupuk Organik

Pesan Bupati Banyuwangi ke Petani: Gunakan Pupuk Organik

 

Banyuwangi, rakyatindonesia.com –  Sektor pertanian di Banyuwangi masih menjadi andalan untuk penyuplai kebutuhan maupun peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga, pemerintah daerah memiliki peranan penting untuk menjaga stabilitas tersebut.

Saat ini, sebagian besar petani di Banyuwangi masih tergantung dengan kebutuhan pupuk produksi pabrik dalam hal ini pupuk bersubsidi. Sehingga, konsumsi biaya produksi akan mempengaruhi hasil yang didapat.

Bahkan, ketergantungan itu juga memberikan dampak kurang maksimal bagi lahan pertanian. Sehingga perlu adanya perubahan pola yang dilakukan oleh para petani.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, jika terus bertahan dengan mengandalkan pupuk pabrik, petani akan semakin sulit. Apalagi, kuota pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian terus berkurang setiap tahun.

Salah satu solusinya, Ipuk mendorong agar petani tidak tergantung pada pupuk bersubsidi. Petani harus mulai gencar melakukan perubahan dengan menggunakan pupuk organik.

“Di Banyuwangi sendiri telah banyak kelompok tani yang bahkan seratus persen beralih ke pupuk organik,” kata Bupati Ipuk.

Sejauh ini, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ilham Juanda mengatakan, baru 4 kelompok tani yang telah mandiri dengan pupuk organik di Banyuwangi. Petani ini juga sebagai penggerak penggunaan pupuk organik sebagai konsekuensi berkurangnya pupuk bersubsidi.

“Informasi kelompok tani tersebut juga terdapat di Smart Kampung, sehingga kelompok tani lainnya yang hendak beralih ke pupuk organik bisa belajar dari mereka,” kata Ilham.

Terintegrasinya Cek Pubertas di Smart Kampung sangat memudahkan petani. Salah satunya dirasakan petani padi dari Poktan Tani Joyo, Musiman Suprapto. Petani berusia 60 tahun tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini.

Ia mengatakan bisa melihat sisa kuota pupuk subsidi yang dimilikinya dalam setahun, dan bisa berjaga-jaga untuk menggunakan pupuk organik di kelompok tani terdekat jika pupuk subsidi habis. Musiman mengaku lebih nyaman menggunakan pupuk organik karena produksi padinya meningkat.

“Sebelumnya saya pakai pupuk kimia, tapi makin lama volume pupuk yang harus digunakan semakin banyak, tapi struktur tanah jadi padat. Setelah saya coba pakai pupuk organik, ternyata volume pupuk yang digunakan makin sedikit, dan tanah menjadi semakin sehat. Hasil panennya juga lebih bagus,” ungkap Musiman.(red.IY)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved