Tuesday, July 8, 2025

437 Warga Kediri Terima Ijazah Kesetaraan, Wali Kota Tekankan Pentingnya Akses Pendidikan untuk Semua

437 Warga Kediri Terima Ijazah Kesetaraan, Wali Kota Tekankan Pentingnya Akses Pendidikan untuk Semua

   


KEDIRI,   rakyatindonesia.com   – Sebanyak 437 warga Kota Kediri yang sempat terputus dari dunia pendidikan akhirnya menerima ijazah kesetaraan pada tahun ajaran 2024/2025. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, pada Senin (7/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar seremoni penyerahan dokumen kelulusan, melainkan juga menjadi momentum untuk mengembalikan harapan, martabat, dan masa depan bagi warga yang sempat terhenti pendidikannya.

“Total ada 437 warga yang lulus program kesetaraan, dan hari ini secara simbolis saya serahkan kepada 18 orang perwakilan. Ada yang berusia di bawah 24 tahun, dan ada juga yang sudah di atas 24 tahun,” terang Mbak Vinanda.

Ia berharap ijazah ini bisa menjadi penyemangat baru bagi para penerima untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hidup. “Ke depan, kita ingin tidak ada lagi angka putus sekolah di Kota Kediri,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Wali Kota Kediri mengusulkan pembentukan Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Tim ini nantinya akan bekerja lintas sektor, melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dispendukcapil, Bappeda, DP3AP2KB, Kominfo, Kemenag, camat, Forum PKBM, hingga menyentuh struktur masyarakat paling bawah seperti kelurahan, RT/RW, dan kader PKK.

“Penyelesaian persoalan anak tidak sekolah tidak bisa hanya lewat kebijakan di balik meja. Harus hadir langsung di masyarakat, menyentuh warga satu per satu,” tegasnya.

Vinanda juga mengajak warga untuk proaktif melapor apabila mengetahui anak atau warga di sekitarnya yang tidak bersekolah. “Silakan hubungi Layanan Lapor Mbak Wali di 112, pasti akan ditindaklanjuti dan didampingi hingga mereka kembali mendapatkan haknya untuk belajar,” ujarnya.

Dalam acara ini, juga digelar dialog interaktif dengan warga binaan Lapas Kelas II A Kediri yang mengikuti program kesetaraan melalui PKBM Ar Rahman. Para narapidana tersebut menjadi bagian dari warga belajar yang tetap semangat menuntut ilmu meski tengah menjalani masa hukuman.

Kepala Lapas Kediri menyambut baik keberlanjutan program ini. “Pendidikan kesetaraan di lapas sangat berdampak positif. Selain memberikan bekal ilmu, juga membantu warga binaan mengisi waktu secara produktif. Kami berharap program ini terus berlanjut,” ujarnya.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mendorong inklusi pendidikan dan menuntaskan masalah anak tidak sekolah dengan pendekatan yang kolaboratif dan menyentuh akar rumput.(red.a)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved