Tuesday, July 8, 2025

Lodho Ayam Kampung Pedas di Lereng Kelud, Favorit Wisatawan hingga Tokoh Terkenal

Lodho Ayam Kampung Pedas di Lereng Kelud, Favorit Wisatawan hingga Tokoh Terkenal

  



KEDIRI,     rakyatindonesia.com   – Bila Anda tengah melancong ke kawasan wisata Gunung Kelud, sempatkan mampir ke sebuah warung sederhana yang menyajikan kuliner khas lereng gunung dengan rasa pedas yang nendang: Lodho Ayam Kampung Pedas Bapak’e.

Berlokasi di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, warung milik Nini Suwarni ini sudah menjadi ikon kuliner pedesaan yang digemari warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah, seperti Jombang, Tulungagung, hingga Nganjuk.

Meski tempatnya tidak mewah dan jauh dari pusat kota, warung ini selalu ramai diserbu pembeli, terlebih saat akhir pekan dan hari libur. Sajian utamanya: ayam kampung yang dimasak lodho dengan kuah kental pedas, dimasak tradisional menggunakan tungku kayu bakar, memberikan aroma yang khas dan rasa yang meresap hingga ke tulang.

“Saya mulai jual lodho sekitar delapan tahun lalu. Dulu jualannya nasi pecel sama jenang. Tapi sejak ada menu lodho pedas ini, makin banyak yang datang,” ujar Nini saat ditemui, Senin (7/7/2025).

Menu favorit di sini adalah seporsi lodho ayam lengkap dengan nasi hangat dan urap, dibanderol hanya Rp 21.000. Bila ingin membeli ayamnya saja, per potong dihargai Rp 15.000. Dengan konsep prasmanan, pengunjung bisa bebas mengambil sendiri sesuai selera.

Menurut Nini, hari biasa ia bisa menghabiskan 15–20 ekor ayam kampung, namun saat weekend atau libur nasional, jumlah itu bisa melonjak hingga 30 ekor.

Tak hanya populer di kalangan pelancong, warung ini juga pernah disinggahi sejumlah tokoh penting, seperti mantan Bupati Kediri Sutrisno, pejabat dinas, hingga ulama karismatik Gus Iqdam.

“Waktu Gus Iqdam ceramah di sini, beliau mampir makan juga. Banyak juga pejabat kecamatan, orang dinas yang datang ke sini setelah dari Kelud,” kenangnya.

Salah satu daya tarik utama warung ini adalah suasana pedesaan yang asri. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil duduk di area terbuka yang langsung menghadap sawah, ditemani semilir angin sejuk dari lereng gunung.

Asmaul Husna, wisatawan asal Tulungagung, mengaku selalu menyempatkan diri mampir setiap kali berkunjung ke kawasan Kelud. “Ayamnya empuk, bumbunya meresap, dan pedasnya mantap. Tempatnya juga tenang, adem, cocok buat makan siang santai,” ujarnya.

Rasa pedas dari lodho ini bukan sekadar sensasi cabai, tapi berasal dari bumbu rempah tradisional yang diolah hingga benar-benar menyatu dengan daging ayam.

Warung Lodho Ayam Kampung Pedas Bapak’e buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB, dengan libur satu kali dalam sebulan, tepatnya hari Senin pertama.

Bagi pencinta kuliner tradisional, warung ini bisa menjadi persinggahan wajib saat mengunjungi Gunung Kelud—memadukan cita rasa otentik dengan suasana alam pedesaan yang menenangkan.(red.a)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved