Tuesday, July 8, 2025

Puluhan Siswa Belum Dapat Sekolah, Posko SPMB Diserbu Orang Tua

Puluhan Siswa Belum Dapat Sekolah, Posko SPMB Diserbu Orang Tua

 

KOTA,  rakyatindonesia.com   – Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK telah usai. Namun, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri masih membuka posko layanan bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah, pada Senin (7/7).

Sejak pukul 09.00 WIB, puluhan siswa bersama orang tua mereka mendatangi kantor cabdindik dengan membawa sejumlah berkas, seperti fotokopi ijazah dan surat permohonan pendaftaran sekolah yang ditandatangani dan bermaterai.

Sekitar 100 siswa tercatat hadir. Di hadapan mereka, Kepala Cabdindik, Adi Prayitno, menawarkan sisa pagu kosong di beberapa sekolah negeri.

“Di Kota Kediri, masih tersedia bangku di SMAN 4 dan SMAN 6. Selebihnya, ada beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Kediri,” jelas Adi.

Namun, tidak sedikit siswa tetap bersikeras ingin masuk ke SMAN 1 (Smast) dan SMAN 2 (Smada) Kota Kediri yang merupakan sekolah favorit. Padahal, kuota di dua sekolah tersebut sudah penuh.

“Kalau tetap maksa masuk ke Smast atau Smada, nanti kalian berdiri di kelas karena bangkunya sudah penuh,” ujar Adi, sembari menyampaikan bahwa nilai rata-rata siswa yang hadir hanya 88, jauh di bawah batas nilai terendah masuk ke dua sekolah favorit itu yang di atas 90.

Setelah mendapat penjelasan, mayoritas siswa akhirnya bersedia memilih sekolah lain sesuai pagu yang tersedia. Hanya sebagian kecil yang memilih tidak mendaftar dan meninggalkan ruangan.

Menurut Adi, posko ini memang hanya dibuka satu hari dan pendaftaran ditutup per 8 Juli. Jika hingga batas waktu tersebut masih ada bangku kosong, maka bangku akan dibiarkan kosong, karena pendaftaran telah resmi ditutup.

“Banyak lulusan SMP dan MTs memang langsung memilih ke sekolah swasta yang lebih sesuai dengan minat mereka,” tambah Adi.

Pagu SMP Negeri Juga Belum Penuh

Tak hanya di jenjang SMA/SMK, beberapa SMP Negeri di Kabupaten Kediri juga mengalami pagu yang belum terisi penuh. Salah satunya adalah SMPN 2 Plemahan.

Kepala SMPN 2 Plemahan, Denok Wijayati, mengungkapkan dari total pagu 222 siswa, hanya 162 siswa yang sudah mendaftar, termasuk limpahan dari tahap pendaftaran ketiga.

“Sudah kami upayakan maksimal. Kami bahkan menghubungi SD-SD di sekitar untuk menanyakan lulusan mereka,” ungkap Denok.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokamat Muhsin, mengatakan bahwa jika pagu masih tidak terpenuhi, pihaknya akan mempertimbangkan perampingan rombel (rombongan belajar).

“Bisa saja nanti jumlah murid per kelas dikembalikan ke standar maksimal 32 siswa per kelas,” jelasnya.  (red.a)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved