Friday, June 26, 2026

Lima Tahun Berjuang Melawan Penyakit Jantung, Endang Rasakan Manfaat JKN dalam Pengobatan

Lima Tahun Berjuang Melawan Penyakit Jantung, Endang Rasakan Manfaat JKN dalam Pengobatan

 

Endang Lestari, peserta Program JKN dari Mojo Kediri-photo by memorandum co.id





KEDIRI- Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit kronis yang patut diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang. Sayangnya, gejala awal penyakit ini sering kali tidak disadari sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah penyakit berkembang lebih lanjut.

Pengalaman tersebut dialami oleh Endang Lestari (57), warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Selama kurang lebih lima tahun terakhir, ia harus menjalani kehidupan sebagai penyandang penyakit jantung. Kondisi tersebut sempat membatasi aktivitas sehari-harinya karena gejala yang dirasakan semakin mengganggu.

"Awalnya saya hanya merasakan nyeri di dada dan sesak seperti tertusuk benda tajam. Waktu itu saya sama sekali tidak menyangka kalau itu gejala penyakit jantung. Bahkan untuk berjalan beberapa langkah saja badan sudah terasa lemas, apalagi kalau harus berdiri cukup lama," ungkap Endang, Jumat (26/6).

Merasa kondisi kesehatannya semakin memburuk, Endang akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Setelah beberapa kali menjalani pengobatan namun belum menunjukkan perkembangan yang berarti, dokter memberikan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Endang dinyatakan menderita penyakit jantung dan harus menjalani pengobatan secara rutin hingga saat ini.

"Saya berobat dulu di faskes pertama. Karena belum ada perubahan akhirnya dirujuk ke rumah sakit, di situlah saya dinyatakan sakit jantung. Sekarang tinggal kontrol rutin dan minum obat sesuai anjuran dokter. Sebenarnya saya ingin mengikuti Program Rujuk Balik supaya kontrolnya lebih dekat, tetapi dokter menyampaikan kondisi jantung saya masih belum stabil sehingga harus tetap menjalani pemeriksaan di rumah sakit," jelasnya.

Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Endang mengaku sangat terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diterimanya. Menurutnya, seluruh proses pelayanan berjalan dengan baik selama mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

"Pelayanannya sangat bagus. Kalau kita mengikuti prosedur, semuanya terasa mudah. Selama menggunakan JKN saya juga tidak pernah merasa dibedakan dengan pasien umum. Obat-obatan selalu tersedia dan saya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan," katanya.

Berkat pengobatan yang dijalani secara disiplin, kondisi kesehatan Endang kini berangsur membaik. Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjalankan pola hidup sehat agar penyakitnya tetap terkendali. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak serta minuman manis, sekaligus menurunkan berat badan sesuai anjuran dokter.

"Sekarang saya lebih menjaga makanan. Minuman manis dan makanan berlemak mulai saya kurangi. Berat badan saya juga harus diturunkan karena dokter menjelaskan kalau tubuh terlalu gemuk, kerja jantung akan semakin berat akibat penumpukan lemak," tuturnya.

Tidak hanya memperbaiki pola makan, Endang juga berusaha tetap aktif berolahraga meskipun usianya tidak lagi muda. Ia rutin melakukan aktivitas fisik ringan yang disesuaikan dengan kemampuan tubuhnya sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

"Kalau saya paling sering menggunakan treadmill. Di tempat gym juga banyak alat lain yang bisa dipakai bergantian, seperti sepeda statis maupun latihan beban ringan. Semua dilakukan dengan pendamping, jadi disesuaikan dengan kemampuan saya," ujarnya.

Bagi Endang, menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga membutuhkan komitmen menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan jantung dengan tidak mengabaikan gejala-gejala yang muncul sejak dini.

Di akhir perbincangan, Endang juga berharap kualitas pelayanan Program JKN yang selama ini dirasakannya tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi pelayanan berbasis teknologi.

"Saya sangat senang dan puas dengan kemudahan yang diberikan BPJS Kesehatan. Sekarang sudah ada Aplikasi Mobile JKN, jadi bisa mengambil antrean secara online. Pelayanannya menjadi lebih cepat dan antrean di rumah sakit juga tidak lagi menumpuk," pungkasnya.(red/lis)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved