Monday, October 16, 2023

Polresta Banyuwangi Himbau Nelayan Utamakan Keselamatan Cegah Laka Laut

 

BANYUWANGI, rakyatindonesia.com –  Laka laut kembali menimpa nelayan di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat siang (13/10/2023). Insiden terjadi di pelawangan atau pintu keluar masuk perairan Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.


Korban, atas nama Dasiman (55), warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tewas. Dia tergulung ganasnya ombak pantai selatan.


Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa,  melalui Kapolsek Purwoharjo, AKP Budi Hermawan, menyampaikan, laka laut berawal ketika korban bersama 2 rekannya, hendak melaut dengan menggunakan perahu speed 'Mekar Jaya'. 


Kedua rekan korban diketahui bernama Misyanto (50) asal Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar dan Yanto (40), warga Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar.


Sesampai di pelawangan Grajagan, tas milik korban terjatuh ke laut. Reflek dia melompat masuk ke air berupaya menyelamatkan barang miliknya. Selang beberapa saat, korban tiba-tiba sudah tengkurap di atas air. 


"Karena jarak agak jauh dari perahu, teman-teman korban tidak berani menolong dikarenakan ombak di pelawangan cukup besar," katanya.


Karena ombak cukup besar, aksi penyelamatan pun berlangsung dramatis. Tubuh Dasiman baru bisa diangkat setelah para rekan korban dibantu Mualif, nelayan lain yang kebetulan sama-sama akan melaut.


"Setelah berhasil diselanatkan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," ungkap AKP Budi Hermawan.


Begitu sampai daratan, lanjutnya, jasad korban dibawa ke kediaman Supriyadi, pemilik perahu speed 'Mekar Jaya', di Dusun Kampungbaru, Desa Grajagan. Selanjutnya, kejadian dilaporkan ke Polsek Purwoharjo.


"Pihak keluarga korban juga langsung dikabari. Keluarga menyadari bahwa kejadian murni kecelakaan dan menolak jenazah untuk dilakukan otopsi," beber Kapolsek Purwoharjo.


Atas kejadian ini, para nelayan diimbau agar lebih berhati-hati ketika hendak melaut mencari ikan. Selalu waspada serta menyiapkan alat keselamatan. (red.IY)

Sunday, September 10, 2023

Banyuwangi Mulai Mendulang Medali di Porprov Jatim VIII

  

Banyuwangi, rakyatindonesia.com – Sederet prestasi mulai ditorehkan oleh sejumlah atlet Banyuwangi yang bertandinmg di gelaran olahraga multievent Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Jawa Timur VIII 2023.

Tahap awal, cabang olahraga silat berhasil menggondol 1 emas dan 2 perunggu. Disusul cabor Taekwondo yang harus puas dengan meraih 1 perunggu.

Tidak berhenti di sini, atlet-atlet dari cabang berkuda di bawah Pordasi Banyuwangi juga tak mau ketinggalan. Mereka berhasil mengemas tiga medali perunggu di ajang ini.

Berikutnya cabor arung jeram yang menitihkan tinta prestasi bagi Banyuwangi. Pasalnya, dari sekian atlet yang dibawa ke ajang ini berhasil meraih 1 perak dan 1 perunggu.

Sungguh perjuangan yang tidak kenal lelah bagi para atlet dan official untuk gelaran ini. Persiapan matang yang dibangun sejak awal satu persatu mulau menunjukkan hasilnya.

Raihan medali emas ternyata tidak berhenti di cabang olahraga silat saja. Tapi, prestasi kembali terukir dari cabor baru di KONI Banyuwangi yakni Hapkido.

Diam-diam cabor ini justru mencuri perhatian karena berhasil mendulang emas dari perjuangan mereka. Tak tanggung-tanggung, Hapkido Banyuwangi berhasul meraih 5 medali emas sekaligus di Porprov Jatim VIII ini.

Tentunya prestasi ini patut diapresiasi untuk lebih memberikan semangat juang bagi atlet dan cabor lainnya yang bertanding. Tak hanya itu, capaian ini setidaknya menjadi lecutan semangat atlet lainnya untuk bisa meraih hasil yang lebih baik dan mampu mengharumkan nama Banyuwangi.

Atas hasil ini, Banyuwangi masuk 5 besar klasemen sementara dalam perolehan medali di Porprov jatim VIII ini. (red.IY)

Friday, September 8, 2023

Polresta Banyuwangi dan Tim.SAR Gabungan Sisir Seluruh Perairan Banyuwangi, Cari ABK yang Hilang

                 

BANYUWANGI, rakyatindonesia.com –  Proses pencarian Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang sejak Rabu (6/9/2023) di Perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, terus dilakukan hingga Kamis (7/9/2023). 


Proses pencarian tersebut, dilakukan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi dengan tim Basarnas dan BPBD Banyuwangi.


Para anggota Satpolairud menyisir seluruh wilayah perairan Banyuwangi. Mereka mencari keberadaan tiga ABK yang dikabarkan masih menghilang dengan menggunakan kapal cepat yang dimilikinya.


Ketiga korban yang hilang itu, diantaranya Tolib, 55, asal Kabupaten Bojonegoro, Dorik, 60, warga Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring dan TO, 30, warga Dusun Gumukrejo, Desa Purwoharjo.


Ketiganya merupakan korban yang masih hilang saat kecelakaan laut bersama 27 ABK lainnya. Sedangkan ada empat ABK yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal. Selain itu para ABK selamat.


"Kita masih terus melakukan pencarian para korban hilang, saat ini proses pencarian untuk dapat segera menemukan keberadaan korban," ujar Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Masyhur Ade.


Ade mengatakan, tim yang diterjunkan melakukan pencarian terpisah dengan tim dari Basarnas maupun BPBD. Proses pencarian itu, untuk mempercepat pergerakan tim dalam melakukan proses pencarian. 


"Personel kita ada yang didarat dan di laut, khusus yang di darat mereka bertugas menyisir seluruh pantai dan mencari informasi lebih lanjut," kata Kompol Ade.

Kompol Ade menerangkan, kecelakaan tersebut terjadi pukul 23.30 saat para ABK yang naik kapal Mekar Jaya hendak pulang. Namun saat melewati pelawangan pantai Grajagan, kapal mereka diterjang ombak besar.


"Sampai saat ini para korban belum ditemukan. Warga dan rekannya sebelumnya juga sempat melakukan pencarian juga," terang Kasatpolairud Polresta Banyuwangi.


Ade menambahkan, bahwa pihaknya masih terus mengerahkan personel untuk melakukan pencarian korban. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi hilangnya para korban.


"Penyisiran akan terus kita lakukan hingga korban ditemukan," tegas Kompol Ade.(red.IY)

Saturday, September 2, 2023

Polresta Banyuwangi Berbagi Buku Dukung Pendidikan dan Literasi

                 

BANYUWANGI, rakyatindonesia.com – Polresta Banyuwangi terus menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung pendidikan dan literasi di wilayah Kabupaten Banyuwangi dengan meluncurkan program "Sedekah Buku" yang mengagumkan. 


Program ini secara simbolis diberangkatkan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa pada Kamis (31/8/2023).


Program "Sedekah Buku" ini adalah upaya nyata Polresta Banyuwangi untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan masyarakat umum di daerah terpencil hingga pelosok nusantara. 


Total 100 ribu buku, yang mencakup buku pelajaran dan buku-buku lain yang sesuai dengan berbagai kelompok usia, telah dialokasikan untuk program ini. 


Polresta Banyuwangi mengkoordinasikan dengan Polsek jajaran di seluruh wilayah untuk memastikan distribusi buku ini sampai ke pelosok desa yang membutuhkan.


Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa menjelaskan pentingnya upaya literasi ini dalam perkembangan masyarakat.


"Kami percaya bahwa dengan memberikan akses mudah ke buku-buku ini, kita membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah,”ungkap  Kombes Pol Deddy.


Karena menurut Kombes Pol Deddy, Literasi adalah kunci bagi perkembangan intelektual dan ekonomi, dan Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk mendukungnya.


Selain pendistribusian buku, Polresta Banyuwangi juga berencana untuk mengadakan berbagai kegiatan literasi di berbagai desa, seperti baca buku bersama, ceramah literasi, dan workshop menulis. 


Program ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda untuk mencintai membaca dan terlibat aktif dalam dunia literasi.


Inisiatif "Sedekah Buku" oleh Polresta Banyuwangi adalah langkah positif dalam mendukung pendidikan dan literasi di Kabupaten Banyuwangi. 


“Semoga program ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi anak-anak dan masyarakat setempat,”pungkas Kapolresta Banyuwangi. (red.IY)

Thursday, August 31, 2023

Polresta Banyuwangi Buka Hotline Wadul Propam Presisi Optimalkan Pelayanan Masyarakat

                     

BANYUWANGI, rakyatindonesia.com – Polresta Banyuwangi benar-benar ingin mewujudkan Polri Presisi dengan membuka Hotline pengaduan khusus masyarakat yang mengetahui adanya oknum Polisi nakal di Kabupaten Banyuwangi.


Layanan tersebut dikhususkan untuk melayani pengaduan masyarakat terkait layanan maupun adanya penyimpangan yang dilakukan Korps Bhayangkara di wialyah Kabupaten Banyuwangi.


Dengan mengakses nomor Sipropam Polresta Banyuwangi yaitu 081358616336, masyarakat bisa melaporkan kinerja Polisi jika memang dianggap merugikan. 


Masyarakat yang melapor tidak perlu khawatir karena Propam Presisi secara khusus akan merahasiakan identitas para pelapor.


Layanan tersebut, diluncurkan untuk memudahkan masyarakat melapor ke Divisi Pengamanan Internal Kepolisian, yaitu Profesi dan Pengamanan (Propam).


 "Layanan hotline ini untuk memudahkan masyarakat memantau kinerja kepolisian. Jika menemukan oknum polisi nakal bisa langsung melapor ke nomor hotline yang ada," ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Deddy Foury Millewa,Rabu (30/8).


Kombes Deddy mengatakan, para pelapor hanya perlu mencantumkan nama dan alamat serta keluhan. Jika ada barang bukti, juga bisa disertakan. 


"Jadi jika bukti kuat akan langsung ditindaklanjuti," terangnya.


Selain melaporkan oknum Polisi nakal, jelas Kapolresta Banyuwangi layanan hotline ini bisa digunakan melaporkan persoalan hukum yang ditangani kepolisian. Misalnya, kasusnya sudah selesai, tapi belum juga dihentikan.


 "Masyarakat juga bisa memantau kinerja Polri secara langsung," cetusnya.


Layanan pengaduan ini, masih kata Kapolresta Banyuwangi, juga melibatkan masyarakat di luar Polresta. 


Ada tiga perwakilan kelompok masyarakat yang dilibatkan. Masing-masing, dari kalangan akademisi, praktisi hukum, dan organisasi sosial.


 "Kita libatkan masyarakat untuk memastikan penyelesaian aduan ini benar-benar transparan," jelasnya.


Sementara itu Kasi Propam Polresta Banyuwangi, Ipda Darmawan mengatakan, layanan tersebut tentunya untuk mengetahui kinerja para anggota baik dilingkungan Polresta Banyuwangi maupun Polsek jajaran. Sehingga, kinerja anggota benar-benar terpantau dan lebih baik.


"Selama ini memang belum ada masyarakat yang melaporkan, hanya ada beberapa personel yang melanggar kedisipninan berdasarkan temuan anggota Propam saja," katanya.


Kasipropam berharap, masyarakat benar-benar terlibat untuk memantau layanan dan kinerja Polri. Agar, kinerja Polri sesuai tupoksi dan akuntabel.


 "Semoga dengan adanya layanan ini, masyarakat bisa terlibat untuk memantau dan melihat kinerja Polri yang semakin baik," tegasnya.


Ipda Darmawan menambahkan, bahwa anggota yang melanggar tentunya akan dikenakan sanksi tegas. Baik dikarenakan kedisiplinan ataupun aturan yang telah diberlakukan. 


Serta di tengah tahun Politik ini, Darmawan meminta masyarakat juga ikut memantau anggota Polri yang tidak netral atau terlibat dalam Politik Praktis.


"Ditahun politik ini, anggota Polri tentunya harus berlaku netral. Makanya, hotline tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat jika mengetahui adanya anggota yang terlibat dalam Politik Praktis," pungkasnya. (red.IY)

Saturday, August 26, 2023

Banyuwangi Tambah Medali Cabor Silat di Porprov VIII Jawa Timur

  

Banyuwangi, rakyatindonesia.com –  Sukses merebut medali emas di kategori seni tunggal putri oleh Laxmi Devi Mustika Hapsari, cabor silat Banyuwangi kembali menambah medali di ajang Porprov VIII Jawa Timur auditorium Universitas Darul Ulum (UNDAR) Kabupaten Jombang. Kali ini dua medali sekaligus diraih atlet silat Bumi Blambangan.

Raihan tersebut direbut oleh Bintang Artha Nadaek yang bertanding di kategori tanding kelas E putri, dan Muhamad Jibran Nashih di kategori tanding kelas D putra. Keduanya harus puas meraih perunggu pada ajang ini.

Secara total, cabor silat Banyuwangi meraih tiga medali yakni satu emas dan dua perunggu. Meski meleset dari target, namun capaian ini lebih baik dibanding pada Porprov VII Jawa Timur tahun lalu.

“Prestasi pencak silat tahun lalu di ajang yang sama hanya membawa pulang 1 medali perunggu,” ungkap Sekretaris IPSI Banyuwangi, Hidayaturrahman, Sabtu (26/8/2023)

Pada ajang bergengsi ini, IPSI Banyuwangi menurunkan sebanyak 23 atlet. Meski diakui, lawan dari daerah lain pada Porprov VIII ini sungguh ketat. Sebut saja, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya hingga Pulau Madura.

“Khusus Kabupaten Bangkalan, mereka unggul pada pertandingan kategori seni,” ungkap Dayat sapaan akrab Hidayaturrahman.

Cabang olahraga silat pada Porprov VIII Jawa Timur kali ini memang digelar lebih awal dibandingkan dengan cabor lain. Sementara pembukaan resmi olahraga multi event di Jatim ini bakal mulai digelar pada 9-16 September mendatang. (red.IY)

Thursday, August 24, 2023

Banyuwangi di Mata Jenderal Dudung: Bikin Kagum!

  

Banyuwangi, rakyatindonesia.com – Tak dapat dipungkiri perkembangan Kabupaten Banyuwangi beberapa tahun terakhir cukup pesat. Hal itu menuai decak kagum dari berbagai pihak, tidak terkecuali oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman saat berkunjung ke Banyuwangi.

Selain mengagumi toleransi masyarakat Banyuwangi, Jenderal Dudung juga mengapresiasi pesatnya pembangunan Banyuwangi sejak 13 tahun terakhir.

“Banyuwangi luar biasa pesat pembangunannya. Saya terus monitor perkembangannya,” katanya saat berada di Kampung Pancasila, Desa patoman, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (23/8/2023).

Kedatangannya kali ini merupakan untuk kedua kalinya. Meskipun saat itu dirinya masih berpangkat Brigadir Jenderal. Di matanya saat itu, Banyuwangi memang memiliki geliat perkembangan yang cukup pesat terutama dalam penerapan digitalisasi di berbagai sektor.

“Saya sudah melihat sendiri pesatnya perkembangan Banyuwangi. Bagaimana digitalisasi diterapkan dalam berbagai sektor,” terangnya.

Kala itu, kata Dudung, dirinya sempat mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi yang merupakan MPP pertama di Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya juga turut mengapresiasi upaya Pemkab Banyuwangi dalam mengentaskan kemiskinan.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, kenaikan kemiskinan di Banyuwangi selama masa pandemi 2020-2021 hanya 0,01 persen, merupakan kenaikan kemiskinan terendah di Jatim. Per 2022, angka kemiskinan Banyuwangi 7,5 persen; ini merupakan yang terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka. (red.IY)

Sunday, August 13, 2023

Festival Literasi Merdeka, Cara Banyuwangi Cetak Patriotisme Sejak Dini

  

Banyuwangi, rakyatindonesia.com - Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Literasi Merdeka dalam rangka peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tujuannya, untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan pelajar.

Acara tersebut, digelari di RTH Sayu Wiwit, Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria. “Inilah merupakan cara kreatif untuk mengenalkan nilai-nilai patriotisme kepada para pelajar. Dengan spirit keteladanan para pahlawan, patriotisme perlu dipupuk dalam konteks yang lebih kekinian,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (12/8/2023).

Kegiatan ini, kata Ipuk, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan literasi anak sejak dini. Pasalnya, menurut Ipuk, literasi merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak untuk dapat bersaing di era global.

“Ada literasi numerikal dengan metode gasing, ada juga literasi sains dengan robotik. Ini semua adalah bagian dari usaha pemkab untuk mengedukasi anak tentang perjuangan para pahlawan dan bagaimana melanjutkan perjuangan di tahun ke-78 ini,” terangnya.

Festival Literasi Merdeka ini diikuti oleh ratusan siswa dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Ada berbagai kegiatan yang diikuti, di antaranya workshop marketing digital untuk siswa SMA/SMK dengan narasumber jawara Jagoan Digital, Workshop Robotik untuk siswa SD, Lomba Komik Patriotisme, dan Lomba Menggambar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, mengatakan Festival Literasi Merdeka adalah gelaran pertama di Banyuwangi. Maksud dan tujuannya adalah untuk mengeksplorasi kognitif dan literasi nilai perjuangan dan patriotisme anak.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar tahu tentang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Suratno.

Perlu diketahui, Festival Literasi Merdeka tersebut bagian dari Festival Merdeka. Selama bulan Agustus akan dihelat berbagai acara lainnya. Seperti halnya gelaran Sepeda Hias, Karnaval Kebangsaan, Pawai Lampion, Gerak Jalan Pelajar, Festival Band Pelajar, dan lainnya. (red.IY)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved