Friday, February 2, 2024

Jumat berkah Polsek Ngasem Polres Kediri Bantu Cegah Stunting


 Kediri. 02 februari 2024, rakyatindonesia.com - Polsek Ngasem Polres Kediri, terus berusaha memberikan  pelayanan terbaik untuk masyarakat, dalam berbagai kegiatan anggota Polsek Ngasem menunjukkan sikap humanis di tengah masyarakat.


Beberapa program Polsek Ngasem di laksanakan bersama masyarakat untuk membangun kemitraan yang baik antara polri dan masyarakat.


Salah satu program rutin yang di laksanakan oleh Polsek Ngasem di bawah pimpinan IPTU ARDIAN WAHYUDI, S.H. adalah program program Jumat berkah.


Program Jumat berkah ini mulai dilaksanakan sejak IPTU ARDIAN WAHYUDI, S.H. menjabat sebagai Kapolsek Ngasem dengan  Sumber dana sukarela dari Anggota.



Saat di konfirmasi Awak media terkait kegiatan Jumat berkah hari ini,  Kapolsek Ngasem IPTU ARDIAN WAHYUDI, S.H. mengatakan kegiatan Jumat berkah hari ini untuk membantu mengatasi Stunting di Wilayah Kec. Ngasem.


"Kami dari polsek Ngasem pada Jumat berkah tanggal 2 Februari 2024 pagi ini, berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan Tiga Pilar Kecamatan Ngasem memberikan bantuan Jumat berkah untuk masyarakat guna mencegah stunting semoga kegiatan ini bisa Istiqomah dan bermanfaat bagi masyarakat" terang Kapolsek Ngasem IPTU ARDIAN WAHYUDI, S.H.


Tidak lupa di akhir keterangan kapolsek ngasem menyuarakan selogan yang saat ini cukup familiar di Wilayah Ngasem yaitu "AYO JOGO NGASEM" ( Mas Boor )

Saturday, November 11, 2023

Jurus Pemkab Turunkan Angka Stunting di Karawang

Jakarta, rakyatindonesia.com –  Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya menekan angka stunting. Ada sejumlah cara yang dilakukan, salah satunya dengan pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).


Plt Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan pihaknya juga turut menggelontorkan anggaran kepada warga agar masalah stunting bisa diatasi. Hal tersebut diungkapkan olehnya usai upacara Hari Pahlawan, di Plaza Pemda Karawang, Jumat (10/11/2023).

"Kami bentuk TPPS, khusus untuk memberantas stunting, karena dalam data kami masih ada 2.536 anak stunting," katanya seperti dikutip dari detikJabar, Sabtu (11/11/2023).

Dia mengatakan dari total 30 kecamatan di Karawang, ada 29 kecamatan yang terdata masih terdapat kasus stunting. Oleh sebabnya, TPPS membentuk program bapak asuh anak stunting (BAAS), untuk menangani kasus stunting.

"Di Karawang Alhamdulillah ada 1 kecamatan yaitu Pakisjaya, yang zero atau tanpa kasus stunting. Pada bulan ini, tim percepatan penurunan stunting melalui program bapak asuh anak stunting, yang bertugas untuk menyalurkan bantuan asupan nutrisi bagi anak stunting," ungkapnya.

"Memang dalam proses penanganannya program memerlukan anggaran, dan setelah dikalkulasikan, TPPS membutuhkan anggaran sekitar Rp 76 juta setiap bulan untuk program di seluruh kecamatan," sambungnya.

Meskipun membutuhkan anggaran yang besar, dengan komitmen yang kuat, program penurunan stunting dapat berjalan maksimal dengan angka penurunan signifikan secara bertahap.

"Memang cukup besar (anggaran), tapi Alhamdulillah dengan komitmen kuat, kebutuhan penyaluran program, dan penurunan stunting bisa terlaksana dengan baik dan signifikan. Meskipun dilakukan secara bertahap," tutup Aep. (red.IY)

Tuesday, October 31, 2023

Babinsa Koramil Doko, Laksanakan Kegiatan Pendampingan Pembagian Gizi Tambahan Bagi Balita Stunting

  

Blitar, rakyatindonesia.com – Babinsa Koramil 0808/13 Doko Kodim 0808/Blitar Sertu Supriendi, melaksanakan kegiatan pendampingan pembagian gizi tambahan kepada 25 balita stunting, bertempat di Aula Kantor Desa Plumbangan Kec. Doko Kab. Blitar, Selasa (31/10/2023).


Gizi tambahan yang diberikan kepada 25 balita stunting ini, masing masing berupa susu sebanyak 3 botol (3 liter) dan telur sebanyak 3 kg.


Kegiatan tersebut dilaksanakan, dengan tujuan memastikan anak anak penderita stunting mendapatkan asupan gizi yang cukup, demi untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. 


Sertu Supriendi di sela sela kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung upaya pemberantasan stunting, utamanya di Desa Plumbangan.


Sertu Supriendi bersama tim medis juga memberikan informasi kepada orang tua anak penderita stunting tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi dan pola makan yang seimbang bagi anak anak mereka. Selain itu, ia memberikan pengarahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi yang baik, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. 

Sertu Supriendi tidak lupa memotivasi kepada para orang tua untuk lebih aktif mengikuti program program kesehatan dan konsultasi dengan tenaga medis, guna memantau perkembangan dan kesehatan anaknya.


Dengan senantiasa mengajak warga masyarakat dan semua pihak untuk terus bekerja sama, dalam memperhatikan dan meningkatkan kesehatan serta gizi anak anak. Ia juga mengungkapkan, semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.


Sertu Supriendi berharap, melalui sinergi dan perhatian bersama, mudah mudahan masalah stunting dapat dicegah dan kesehatan anak anak dapat ditingkatkan, ujarnya (red.IY)

Tuesday, August 22, 2023

Bupati Kediri :Penanganan Stunting Jadi Indikator Kerja Camat

  


Kediri, rakyatindonesia.com –  Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memasukkan penanganan stunting sebagai saah satu indikator kinerja camat. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo di Pendopo Panjalu Jayati.

Menurut Bupati Kediri, dalam mengatasi persoalan stunting ini perlu kerjasama seluruh pihak. Mulai dari pemerintah kabupaten, TNI-Polri, OPD, utamanya camat.

Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito mengatakan, camat sedianya mengetahui kondisi real yang ada di lapangan. Sehingga dapat memberikan intervensi yang tepat terhadap penurunan stunting ini.

Oleh karenanya, Mas Dhito memberikan kebijakan bahwa upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kediri masuk dalam salah satu indikator kinerja camat.

“Salah satu indikator kinerja camat yang kita masukkan adalah penanganan stunting,” kata Mas Dhito.

Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini menjelaskan, selama ini camat memang sudah melakukan upaya-upaya tersebut. Namun, pihaknya menilai hal tersebut masih belum masif dilakukan.

Dalam implementasinya, lanjut Mas Dhito, camat telah diinstruksikannya untuk mengaktifkan Dasa Wisma yang berada di tingkat desa bahkan RT. Dimana Dasa Wisma ini berfungsi memonitor keluarga dengan resiko stunting.

Disisi lain, Kabupaten Kediri menjadi salah satu wilayah yang paling besar menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik sekitar 14 Miliar untuk penanganan stunting.

Dengan hal tersebut, bupati berkacamata itu juga meninstruksikan agar dalam penyalurannya seluruh pihak termasuk Dasa Wisma dan kader pendamping keluarga ikut mengawasi.

“Bagaimana memastikan kebutuhan PMT bisa tersalurkan pada yang membutuhkan,” tegas Mas Dhito.

Sementara, Hasto Wardoyo mengatakan kunjungannya ini dalam rangka memberikan pemahaman terhadap kader pendamping keluarga dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Dikatakannya, Presiden Joko Widodo mentargetkan angka stunting nasional di bawah 14 persen di tahun 2024.

“Saya sampaikan (langkah) percepatan penurunan stunting, karena batas waktunya tinggal 1,5 tahun untuk menuju 14 persen,” katanya.

Pihaknya juga berharap selain upaya penurunan, pencegahan stunting di Kabupaten Kediri juga dilakukan. Karena dalam setahun, di Bumi Panjalu terdapat 25 ribu bayi lahir.

Untuk itu, perlu dipikirkan langkah strategis untuk mencegah munculnya stunting. Mulai mengendalikan laju penduduk, pengurangn pernikahan dini, hingga pendampingan ibu hamil.

“Kalau tidak dijaga betul, maka akan muncul stunting-stunting baru,” jelasnya. (red.IY)

Saturday, March 4, 2023

Sosialisasi Cegah Stunting di Desa Tarik.

  



SIDOARJO, rakyatindonesia.com -, Cegah gangguan tumbuh kembang anak atau Stunting terus dilakukan berbagai pihak. Polisi di Kabupaten Sidoarjo pun turut aktif mensosialisasikan program Pemerintah pusat guna mewujudkan tahun 2024 bebas dari Stunting pada anak.


Upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi dan edukasi asupan gizi, pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dilakukan Polresta Sidoarjo di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (3/3/2023).


Seperti disampaikan Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro pada puluhan ibu hamil yang hadir di kegiatan Jumat Curhat di Desa Tarik kemarin Jumat (3/3) 


Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama masa kehamilan yang kurang bergizi. 


“Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Inilah yang harus bersama-sama kita cegah. Mulai dari pemerintah, TNI, Polri sampai tingkat desa turun mensosialisasikannya,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.


Kepada para ibu hamil (bumil), mantan Wakapolresta Banyuwangi berpesan agar menghindari makanan instan atau mengandung banyak monosodium glutamate (MSG) dan sejak dini konsumsi makanan bergizi. 


Karena Stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.


“Di beberapa kali kesempatan, kedepan kami akan terus sosialisasi pencegahan stunting pada bumil secara masif. Semoga dimulai dari wilayah kita program ini dapat segera tercapai,” pungkasnya.(red)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved