Thursday, August 24, 2023

Kabakaran Rumah di Jombang Dipicu Elpiji Ngowos, 4 Orang Terluka

                     

Jombang, rakyatindonesia.com – Kebakaran terjadi di Perumahan Mojongapit Indah Blok E Jombang Jawa Timur, Rabu (23/8/2023) malam. Rumah ukuran 7×12 meter itu menjadi sasaran si jago merah. Kebakaran dipicu oleh tabung elpiji bocor.

Selain itu, kebakaran juga mengakibatkan empat orang mengalami luka bakar. Masing-masing adalah Pak To (50), Herawati (65), serta Faisal (25) dan Santi (21). Api berhasil dipadamkam setelah dua jam.

Komandan PMK (Petugas Pemadam Kebakaran) Kabupaten Jombang Syamsul Bahri menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga tentang adanya kebakaran tersebut sekitar pukul 18.58 WIB. Sejurus kemudian pihaknya langsung memberangkatkan mobil damkar berikut tangki penyuplai air ke lokasi.

Petugas melakukan pembasahan di lokasi. “Akhirnya api yang berkorbar berhasil kita padamkan pada pukuk 20.30 WIB. Ada empat orang yang mengalami luka bakar,” kata Syamsul Bahri ketika dikonfirmasi terkait kebakaran ini.

Syamsul menjelaskan, berdasarkan keterangan pemilik rumah, yakni Herawati, kebakaran tersebut disebabkan oleh tabung elpiji ngowos. Awalnya, Herawati mengganti tabung elpiji yang sudah habis isinya.

Pak To membantu memasang tabung yang baru. Diduga saat melakukan pemasangan, kompor diduga masih menyala. Kontan saja, api langsung menyambar tabung ngowos itu. Api kemudian membesar karena kencangnya embusan angin. Bahkan membakar rumah yang berada di permukiman padat penduduk tersebut. (red.IY)

Tuesday, August 8, 2023

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Bangunan dan Mobil di Jombang, 4 Orang Terluka

 



Jombang, rakyatindonesia.com - Bus Sugeng Rahayu W-7572-UP yang dikemudian Agung Wibowo (52) mengalami kecelakaan di Jl Raya Sawahan Desa Sambirejo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, Selasa (8/8/2023).


Bus yang dikemudian warga Colomadu Kecamatan Bluluk Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah itu menabrak bangunan, tiang listrik, serta mobil yang sedang parkir. Akibat kecelakaan itu, empat orang dilarikan ke RSUD Jombang karena terluka.


Aryono (31), salah satu saksi mata mengatakan, kecelakaan bermula ketika Bus Sugeng Rahayu melaju dari timur ke barat atau dari Surabaya menuju Jombang. Mendekati lokasi kejadian, sopir bus kaget karena ada truk sedang putar balik.


Untuk menghindari tabrakan, sopir bus membanting setir ke arah kiri. Sehingga menabrak bangunan yang merupakan tempat cuci mobil, kemudian kendaraan parkir, serta tiang listrik. Kendaraan parkir yang ditabrak adalah mobil Wuling S-1936-OH milik Eko Pafitriyanto (39), warga Ledokkulon Bojonegoro. “Ada empat orang yang dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengalami luka-luka,” ujar Aryono.


Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Anang Setyanto membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Polisi juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). “Empat orang yang terluka adalah sopir dan kenek bus, serta dua penumpang Sugeng Rahayu,” jelas Anang.


(Red*Tim)

Saturday, August 5, 2023

Relawan di Jombang Sisir Sungai Cari Kepala Korban Mutilasi

 


Anggota Relawan Semar Kabupaten Jombang menyisir sungai untuk mencari kepala korban di Sungai Japanan, Sabtu (5/8/2023)


Jombang, rakyatindonesia.com - Relawan Semar (Semangat Masyarakat) Kabupaten Jombang melakukan penyisiran Sungai Japanan Kecamatan Mojowarno, Sabtu (5/8/2023). Hal itu dilakukan guna mencari potongan tubuh korban bagian kepala.


Karena hingga saat ini kepala korban belum ditemukan. Bagian tubuh yang dimasukkan dalam dua karung adalah tubuh hingga kaki. Sedangkan satu karung lagi berisi dua potongan tangan. Penyisiran tersebut hingga radius 1 kilometer dari penemuan dua karung potongan tubuh.


“Mulai tadi malam kita lakukan penyusuran sungai hingga sejauh satu kilometer. Namun penyisiran tersebut belum membuahkan hasil,” kata Budiono, salah satu relawan Semar Kabupaten Jombang, saat berada di lokasi.


Budiono mengatakan, saat mengevakuasi dua karung berisi potongan tubuh manusia itu, kondisi mayat sudah mengeluarkan bau busuk. “Jenis kelaminnya juga belum kita ketahui. Makanya kita lakukan pencarian kepala korban,” kata Budiono.


Sebelumnya, sebuah kejadian mencengangkan terjadi ketika seorang pencari ikan di Jombang menemukan dua karung berisi potongan tubuh manusia di Sungai Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno pada Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.


Pencari ikan tersebut segera melaporkan penemuan mengerikan ini kepada kepala desa setempat, yang kemudian melapor ke Polsek Mojowarno. Petugas, dibantu oleh warga dan relawan, langsung menuju lokasi kejadian. Ternyata, dua karung tersebut berisi potongan tubuh manusia.


Di dalam karung pertama, terdapat bagian tubuh hingga kaki, sementara dalam karung kedua, ditemukan dua tangan. Kedua karung tersebut kemudian diangkut ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Temuan mayat dalam karung ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pencari ikan,” kata Kepala Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Junaidi Catur Wicaksono.  


(Red*Tim)

Diduga Korban Mutilasi Pencari Ikan di Jombang Temukan 2 Karung Berisi Potongan Tubuh Manusia

 


Dua karung berisi potongan tubuh manusia yang ditemukan di sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Jumat (4/8/2023) malam

Jombang, rakyatindonesia.com - Seorang pencari ikan di Jombang menemukan dua karung berisi potongan tubuh manusia di sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno, Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.


Pencari ikan tersebut kemudian melaporkan temuan itu ke kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Mojowarno. Petugas dibantu warga dan sejumlah relawan mendatangi lokasi. Benar saja, dua karung tersebut berisi potongan tubuh manusia.


Karung pertama mulai leher hingga kaki. Sedangkan karung kedua berisi dua tangan. Dua karung tersebut kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Mayat dalam karung ini pertama kali ditemukan oleh pencari ikan,” kata Kepala Desa Japanan Kecamatan Mojowarno, Junaidi Catur Wicaksono.


Anggota relawan Semar (Semangat Masyarakat) Jombang Supriyanto menambahkan, pihaknya ikut mengevakuasi mayat dalam karung tersebut. Menurut Supri, dua karung berisi potongan tubuh manusia tersebut posisinya berjajar.


Dia memperkirakan usia korban di bawah 25 tahun. Hanya saja, Supriyanto tidak tahu jenis kelamin mayat tersebut. “Karena langsung dimasukkan ke dalam kantung mayat warna kuning. Satu karung berisi dua tangan, satu lagi tubuh dan kaki,” pungkas relawan yang membantu evakuasi mayat tersebut. 


(Red*Tim)

Sunday, March 19, 2023

Polisi Jombang Berhasil Sita Ribuan Botol Miras Jelang Razia Keamanan Menjelang Ramadan.

    


Jombang,  rakyatindonesia.com - Ribuan botol miras dan petasan berhasil disita polisi dalam operasi penyakit masyarakat (pekat). Operasi ini digelar untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama Ramadhan.
"Kami melaksanakan Operasi Pekat untuk memastikan masyarakat aman dan nyaman selama bulan suci Ramadhan," kata Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat kepada wartawan, Kamis (18/3/2023).

Operasi Pekat Semeru 2023 kali ini, polisi berhasil menggagalkan pengiriman 1.593 botol minuman keras (miras) ke Kota Santri. Miras ini disita karena berpotensi memicu keributan di masyarakat.

Selain itu, Nurhidayat juga menginstruksikan semua polsek jajaran merazia petasan untuk mencegah korban jiwa sekaligus untuk menjaga kenyamanan masyarakat selama Ramadhan.

"Harapan kami di Jombang tidak pernah ada ledakan petasan yang menelan korban jiwa. Sudah kami amankan beberapa tersangka bahan peledak petasan, akan segera kami rilis," terangnya.

Untuk menciptakan Ramdahan 2023 aman dan nyaman bagi masyarakat, kata Nurhidayat, pihaknya juga memetakan lokasi rawan balap liar. Berdasarkan evaluasi Ramadhan tahun lalu, terdapat 3-4 titik balap liar yang biasa ramai menjelang buka puasa.

"Harapan kami tidak lagi terjadi, kami imbau para pemuda ngabuburit dengan kegiatan positif. Karena balap liar membahayakan diri sendiri dan orang lain," jelasnya.

Pencegahan kejahatan 3C juga digalakkan oleh Polres Jombang dan polsek jajaran. Meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), serta pencurian dengan kekerasan (Curas).

"Juga kami galakkan pencegahan kejahatan 3C karena trennya meningkat," tegas Nurhidayat.

Kapolsek Kudu AKP Anang Nurwahyudi menuturkan 1.593 botol minuman beralkohol disita ketika pihaknya menggaler Operasi Pekat di Jalan Raya Desa Menturus, Jumat (17/3/2023) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ribuan botol miras itu diangkut dengan mobil boks Suzuki Carry nopol L 9646 CR yang dikemudikan BD (39), warga Desa Dukuhmojo, Mojoagung, Jombang. Ribuan botol miras tersebut terdiri dari 960 botol bir putih, 144 bir hitam, 395 botol anggur merah, 89 botol voodka, serta 5 botol whisky.

"Miras ini diduga hendak diedarkan di Jombang pada Bulan Ramadan," ungkapnya.

Selain menyita ribuan botol minuman beralkohol, tambah Anang, pihaknya juga menetapkan sopir truk boks sebagai tersangka. Pelaku dinilai melanggar Perda Kabupaten Jombang nomor 16 tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

"Pelaku telah kami tetapkan sebagai tersangka, barang bukti juga kami amankan untuk dilakukan pengusutan perkaranya lebih lanjut," tandasnya.(red.Df)

Wednesday, March 1, 2023

Polres Jombang Bongkar Perjudian Sabung Ayam, Dua Pelaku Ditangkap

  


Jombang, rakyatindonesia.com -, Menindaklanjuti aduan masyarakat, Satreskrim Polres Jombang menggerebek tempat sabung ayam di Dusun Sumbersono  Desa Bugasur Kedaleman  Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.

Penggerebekan sabung ayam di area perkebunan itu dilakukan pada Minggu (26/2/2023) sore sekira pukul 16.30 Wib.

Meski para penjudi sempat kocar kacir saat mengetahui polisi datang, Namun dalam operasi penggerebekan itu, petugas berhasil menangkap dua orang yang ada di lokasi kejadian perkara. 

Yakni pria berinisial Mar (51) warga Desa Bugasur Kedaleman Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang selaku Penyelenggara dan AS (46) warga Desa blimbing Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang sebagai penombok. 

Kasatreskrim Polres Jombang Aldo Febrianto, membenarkan penangkapan dua penjudi sabung ayam di Bugasur Kedaleman tersebut. Ia menyebut, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Tersangka / Terlapor melakukan Judi  Sabung ayam dengan menggunakan taruhan uang tanpa ijin," kata Aldo Selasa (28/2/2023).

Ia mengatakan dalam operasi tersebut petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 2 ekor ayam aduan, 2 buah kleber, 1 buah ember besar warna hitam.

Kemudian 4 buah bambu, 1 timba warna biru, 2 spon, 2 buah buku rekapan taruhan, 1 buah spindol warna merah, dan uang tunai Rp 550.000,-  yang diduga digunakan sebagai taruhan.

AKP Aldo menjelaskan, pada awalnya anggota Resmob Polres Jombang mendapat laporan dari masyarakat bahwa di Sumbersono Desa Bugasur Kedaleman Kecamatan Gudo sering dijadikan tempat permainan  sabung ayam dengan taruhan uang tanpa ijin yang sangat meresahkan.

"Kemudian kami lakukan penyelidikan di sekitar lokasi. Dan informasi itu benar yang selanjutnya dilakukan penggerebekan," tandasnya. 

Kasat Reskrim menambahkan, barang bukti telah diamankan di Polres Jombang, dan kedua orang tersangka dilakukan pemeriksaan untuk proses penyidikan lebih lanjut. 

"Kedua tersangka kami kenakan Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP Sub Pasal 303 Bis ayat (1) ke-2 KUHP tentang perjudian," tandasnya. 

Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat mengucapkan Terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi tentang adanya perjudian di lingkungan sekitarnya itu. 

“Tentunya kami berharap jika mengetahui hal serupa terkait perjudian dan gangguan kamtibmas lainnya, agar segera laporkan ke petugas Kepolisian terdekat agar langsung ditindaklanjuti,” ujar Kapolres Jombang.(red)

Tuesday, February 28, 2023

Antisipasi Penyalahgunaan Senpi, Wakapolres Jombang Pimpin Langsung Pemeriksaan Senpi Organik

  


Jombang, rakyatindonesia.com -, Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Jombang melakukan pemeriksaan Senjata Api (Senpi) organik jenis Revolver CPPS, S&W 2 barrel, HS dan Pindad RIV 1 yang dipinjampakaikan kepada personel.

Pemeriksaan dilaksanakan di depan Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Mapolres setempat, Senin (27/2/2023) selesai apel pagi yang dipimpin langsung Wakapolres Jombang Kompol Hari Kurniawan didampingi Kabaglog Kompol Ach. Choiruddin dan Kasi Propam Ipda Susila.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari 88 personel yang dipinjampakaikan senjata, ditemukan 12 pucuk senpi kurang bersih dan 1 pucuk senpi dikembalikan karena personelnya pindah fungsi dari reserse ke sabhara,” ujar Kompol Hari.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap fisik senpi maupun kelengkapan administrasi Psikologi, Surat senjata dan jumlah peluru dinyatakan lengkap. Namun, ditemukan 12 senpi kurang bersih dan saat itu juga pemegang senpi diperintahkan untuk membersihkan.

Dalam arahannya, Kompol Hari Kurniawan mengatakan, pemeriksaan pemegang Senpi terdiri anggota Polres Jombang dan Polsek jajaran merupakan perintah dari Propam Polda Jatim sebagai bentuk pengawasan dan perawatan senpi yang dipinjam pakai anggota.

Senjata api yang dipinjam pakai anggota merupakan amanah yang perlu dijaga, kebersihan maupun penggunaannya. Hari menegaskan satu butir peluru yang digunakan anggota harus bisa dipertanggungjawabkan.

“Kami berharap, semoga anggota semakin disiplin dalam menggunakan Senjata api, sehingga ke depannya tidak ada lagi Anggota Polri khususnya Anggota Polres Jombang yang melakukan penyalahgunaan Senpi, ” ujarnya

Terpisah, Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat menegaskan bahwa pemeriksaan itu sekaligus mengantisipasi penyalahgunaan senpi oleh anggota.

“Setiap anggota Polres Jombang yang membawa senpi diharapkan bisa menggunakannya secara profesional dan sesuai SOP (standar operasional prosedur),” ujarnya.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2002 ini juga berpesan bagi yang memegang senpi agar selalu waspada dan tidak ceroboh. Baik dalam membawa maupun menggunakan senjata api.

“Gunakan senpi sebaik mungkin dan pedomani SOP yang berlaku. Jangan dipergunakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan kesatuan. Pemeriksaan ini sifatnya pengawasan dan pengendalian,” pungkas AKBP Nurhidayat. (red)

Tuesday, January 10, 2023

13 Pesilat Bikin Kerusuhan Di ringkus Polisi Jombang, 5 di Tetapkan Menjadi Tersangka.

  


Jombang, rakyatindonesia.com - Polisi meringkus 13 pesilat di Jombang yang membuat onar dengan merusak bangunan, sepeda motor dan mengeroyok warga. Dari jumlah itu, 5 pesilat ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan keonaran itu bermula ketika sebuah perguruan silat menggelar pembaiatan warga baru di Mojoagung, Minggu (8/1/2023). Selesai acara tersebut, massa pesilat menggelar konvoi. Salah satunya ke Kecamatan Perak, Jombang sekitar pukul 22.00 WIB.

"Selesai acara dilaksanakan arak-arakan yang menimbulkan keonaran di masyarakat yang mengakibatkan sejumlah kejadian, yakni perusakan dan penganiayaan di Perak ada 3 TKP," kata Giadi saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Senin (9/1/2023).

Giadi menjelaskan dari hasil penyelidikan sementara, gerombolan pesilat itu merusak warung dan sepeda motor milik warga, serta mengeroyok beberapa orang. Menurut Giadi, korban pengeroyokan di Kecamatan Perak lebih dari 2 orang.

Namun, pihaknya terus menyelidiki berbagai kerusakan yang ditimbulkan para oknum pesilat tersebut. Sebab baru hari ini para korban diperiksa di Satreskrim Polres Jombang. Untuk sementara, baru 13 pesilat yang ditangkap. Tiga di antaranya masih anak-anak. Ketiga anak itu belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami amankan 13 orang pesilat, 5 orang kami tetapkan tersangka. Mereka sengaja menyerang karena salah satu korban hanya ngopi di TKP, bukan dari perguruan lain," terangnya.

Kelima tersangka ditahan di Rutan Polres Jombang. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Sedangkan peran 8 pelaku lainnya masih diselidiki. Jika terbukti tidak terlibat melakukan tindak pidana, mereka akan dipulangkan.

"Jika tidak terlibat, kami panggil orang tua, pemerintah desa setempat dan kepala sekolahnya. Yang sudah dewasa kami panggil perwakilan tempat dia bekerja. Sehingga timbul tanggung jawab bersama untuk membuat Jombang kondusif," jelas Giadi.

Ia menambahkan gerombolan pesilat itu nekat konvoi dan berbuat onar sebatas untuk menunjukkan eksistensinya. Giadi menegaskan pihaknya akan menindak setiap oknum pesilat yang berbuat onar di Kota Santri.

"Apabila oknum perguruan melakukan keonaran dan tindak pidana, kami tidak segan menindak tegas terukur kepada oknum perguruan yang masih berani mengganggu keamanan Jombang. Kami tidak melarang perguruan silat," tegasnya.

Tidak hanya itu, gerombolan pesilat dari perguruan yang sama juga berbuat onar di Dusun Buduran, Desa Jogoloyo, Sumobito, Jombang, Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. Giadi membenarkan para pelaku bagian dari acara pembaiatan warga baru di Mojoagung. Namun, pihaknya belum menangkap para pelaku.

"Yang Buduran belum kami amankan, satu rangkaian dari Mojoagung," ujarnya.

Kepala Dusun Buduran, Amin menuturkan konvoi pesilat datang dari timur atau dari arah Peterongan, Jombang. Ketika sampai di kampungnya, mereka menyerang para pemuda yang nongkrong di salah satu rumah warga. Padahal, warganya tidak melakukan provokasi apapun terhadap konvoi pesilat itu.

"Sebagian yang konvoi turun dari motor, langsung menyerang. Para pemuda lari ke rumah penduduk, dilempari pakai kayu dan batu. Tidak ada yang terluka. Kerusakan 2 genting, pagar toko dan warung dari seng," tandasnya.(red.Df)
© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved