Friday, January 24, 2025

Sepelekan Pelayan RSUD Nene Mallomo Jadi Sorotan Bublik




RAKYAT-INDONESIA.COM
| Berawal dari Seorang pemuda mengalami kecelakaan tunggal dijalan raya dengan kondisi yang sangat kritis dan cukup memprihatinkan pada hari Rabu (22/01/2025). di larikan ke (RSUD) Rumah Sakit Umum Daerah sidrap justru tidak terlayani dengan baik oleh pihak Rumah sakit. (24/01/2025). Makassar.


Pukul 17:30 wib ayah pasien (Zainal) mendengarkan kabar anaknya yang  mengalami musibah kecelakaan tunggal, ia pun langsung bergegas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). 


Ayah Pasien kini membawa putranya ke rumah sakit terdekat RSUD Nene Mallomo agar bisa mendapatkan pertolongan medis.


Ia pun melengkapi beberapa berkas sebagaimana sesuai prosedur pihak rumah sakit, orangtua pasien itu justru malah mendapatkan hal yang tak terduga oleh pihak rumah sakit.


"Saya bawa anakku ke rumah sakit sya disuruh sampaikan sma dokter dan perawat agar anak saya bisa ditolong, malah saya disuruh menunggu selama 4 jam dari sore sampai jam 10 malam" ucap zainal


Zainal Melihat kondisi anaknya yang sudah semakin kritis sangat berharap pertolongan dari pihak Rumah sakit, justru malah di rujuk ke kota pare

 - pare, dimana jarak dari sidrap dan pare - pare memakan waktu.


Ia juga merasa dicampakkan oleh beberapa oknum dokter dan perawat dirumah sakit tersebut.


"Tunggu yah ini jaringan kurang bagus" ucap dokter RS.


Beberapa saksi mata menyaksikan kejadian tersebut merasa ibah oleh keadaan pasien dan juga ayah pasien.


Kecelakaan tunggal yang mengakibatkan pasien luka kritis yang seharusnya mendapatkan perawatan medis dari pihak RSUD Nene Mallomo justru malah di campakkan oleh pihak Rumah sakit.


" Saya sangat kecewa dengan pihak RSUD Nene Mallomo, anak saya sedang kritis malah dirujuk ke pare - pare, Bahkan saya menunggu sampai 4 jam" Ujarnya.


Presiden Prabowo Subianto pernah menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam alokasi anggaran tahun 2025


Presiden prabowo sangat mementingkan kesehatan dan pendidikan dinegara republik indonesia, namun berbeda dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sidrap Nene Mallomo.


Penulis : bara

Saturday, November 11, 2023

HIV/AIDS di Gresik Tembus 195 Kasus

 

foto ilustrasi 

Gresik, rakyatindonesia.com – HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Gresik selama Oktober 2023 tercatat ada 195 kasus. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dr Mukhibatul Khusnah.

Mantan Kepala Puskesmas Manyar itu menjelaskan masih tingginya kasus HIV/AIDS menjadi perhatian bersama. Untuk itu, melalui manajemen kegiatan Pencegahan Penularan Dari Ibu dan Anak (PPIA), harapannya bisa mengendalikan kasus tersebut. Sehingga tidak semakin tinggi.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi agar kasus ini bisa ditekan. Upaya lain yang juga dilakukan adalah terus memasifkan sosialisasi mengenai apa itu HIV/AIDS dan bagaimana penyebarannya,” ujar Mukhibatul Khusnah.

Terkait dengan ini, Wabup Gresik Aminatun Habibah atau akrab dipanggil Bu Min menuturkan, monitoring dan evaluasi sangat penting untuk mengendalikan supaya HIV/AIDS bisa menjadi 0 di tahun 2030.

“Kegiatan hari ini bertepatan dengan hari pahlawan, mudah-mudahan kita mempunyai semangat pahlawan dalam memberantas HIV/AIDS di Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Ia menambahkan, monitoring dan evaluasi digelar dalam rangka mencari strategi bagi elemen di Kabupaten Gresik terutama individu yang ada di sektor kesehatan dalam mengurangi sekaligus mengeleminasi kasus HIV/AIDS. “Ini sejalan dengan cita-cita kita bersama yakni 0 kasus HIV/AIDS pada 2030,” imbuhnya.

Sementara Penanggungjawab Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur Eka Putri Lestari mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemda dan Dinkes Gresik. “Monitoring seperti ini sangat penting guna mengendalikan HIV/AIDS agar tidak menyebar,” tandasnya. (red.IY)

Thursday, August 24, 2023

D4 Analis Kesehatan Unusa Terbang ke Malaysia Perluas Jaringan Internasional

  


Surabaya, rakyatindonesia.com –  Program D4 Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terbang ke Malaysia untuk memperluas jaringan internasional sekaligus meningkatkan kolaborasi ilmiah.

Lawatan Unusa ke Negeri Jiran itu dalam rangka short course di Universiti Putra Malaysia (UPM). Ini bagian dari upaya memperkaya pengetahuan dan pengalaman akademis dosen dan mahasiswa di bidang kesehatan.

Ary Andini, Dosen Fakultas Kesehatan Unusa menjelaskan bahwa kegiatan short course menjadi salah satu cara Unusa dalam mewujudkan pendidikan berkualitas tinggi bagi mahasiswa.

“Kolaborasi dengan UPM ini langkah penting untuk menghadirkan perspektif global dalam pemahaman analisis kesehatan. Ini juga langkah awal membangun jaringan kerjasama yang kuat antara kedua universitas,” ujarnya, ditulis Rabu (23/8/2023).

Dalam short course itu, mahasiswa Unusa berkunjung ke sejumlah laboratorium di Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan UPM. Seperti di Lab Animal Behavior, Musium Anatomi Manusia, dan Bengkel Pembuatan Anatomi Manusia.

Di kesempatan itu, juga dilakukan MoU antara kedua belah pihak. D4 Analis Kesehatan Unusa dan UPM sepakat untuk bekerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dekan Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan UPM, Prof Normala Ibrahim menilai kerjasama ini menjadi landasan untuk mengembangkan inovasi dan pengetahuan di bidang kesehatan, dan meningkatkan reputasi kedua kampus di tingkat internasional.

“MoU ini adalah langkah konkret menuju kolaborasi yang lebih erat antara Unusa dan UPM. Diharapkan kerjasama ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan di kedua universitas,” tandasnya.(red.IY)

Friday, March 17, 2023

Kemenkes Turun Tangan Terkait Dugaan Malpraktik Terhadap Bayi di Medan.

  


 

Medan,  rakyatindonesia.com - Kaki seorang bayi di Medan dilaporkan melepuh pasca menjalani proses skrining stunting di rumah sakit. Semula, bayi tersebut melakukan pemeriksaan hipotiroid yang mengharuskan pengambilan sampel darah untuk kemudian dikirim ke Kementerian Kesehatan RI.

Sampel ini untuk melihat kemungkinan faktor tiroid yang bisa mengganggu mental, pertumbuhan anak, serta stunting. Namun, dalam proses tersebut ayah dari si bayi, Ibnu Sajaya Hutabarat menduga ada malpraktik yang dilakukan perawat.

"Dia bilang SOP serta mekanismenya hanya pengambilan sampel darah, seperti cek gula darah dan cek golongan darah, hanya menusuk jarum ke tumit bayi untuk ambil sedikit darahnya, saya tanda tangan form persetujuan itu," kata Ibnu.

Ibnu melihat kaki bayinya sudah dibalut kain kasa, disebut mengalami cedera. "Di situ saya panik sekali, pas melihat telapak kaki anak saya berubah berwarna merah darah. Saya tanya sama perawat tetapi jawaban mereka satupun tak memuaskan," kata Ibnu.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut pihaknya masih dalam proses komunikasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Mengingat, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah memangkas kasus stunting.

"Kita masih tunggu ya ini karena masih dugaan," terang dr Nadia saat dihubungi Jumat (17/3/2023).

"Yang pasti kita akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menanyakan kronologis kejadian," sambung dia.

Terpisah, Direktur RS Mitra Medika Amplas Syahrial Anas mencoba menjabarkan apa yang terjadi. Pemeriksaan tiroid selama ini menurutnya sudah dilakukan kepada setiap bayi yang lahir dan tidak ada keluhan.

"Jadi cara melakukannya, kaki anak itu dikompres dengan air panas supaya terjadi pengembangan pembuluh darah, sehingga darahnya bisa banyak keluar dan tertampung sesuai yang ditentukan," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (16/3).

Meski begitu, pada kasus tersebut, pihaknya memastikan tengah melakukan investigasi awal termasuk memastikan apakah ada kemungkinan suhu air yang dipakai terlampau panas.

"Jadi kami akui terjadi di RS (Mitra Medika) dan kami akan bertanggung jawab penuh, anak ini akan kami rawat sampai kakinya sembuh, akan kami libatkan juga dokter-dokter ahli. Ini juga sudah kami sampaikan kepada orang tua bayi," ucapnya.

"RS siap bertanggung jawab. Karena mana lah kami mau buat anaknya menderita. Saat ini bayi itu dirawat dengan tiga dokter spesialis. (Kondisinya) semuanya sehat, cuma kakinya saja yang perlu dirawat," tutur Syahrial.

(red.Df)

Sunday, January 29, 2023

Menjaga Kesehatan Mental dengan Berkebun atau Merawat Tanaman


Jakarta, rakyatindonesia.com - Seseorang yang meluangkan waktunya dalam kegiatan yang menyenangkan akan mempengaruhi kesehatan mental , dikutip dari WebMD. Kesehatan mental membantu menentukan seseorang berhubungan dengan orang lain dan membuat pilihan

Konselor dan terapis Alison Seponara menjelaskan, merawat kesehatan mental bermanfaat untuk suasana hati, mengurangi kecemasan, pemikiran yang jernih, hubungan mendalam, meningkatkan percaya diri. Menurut penulis buku The Anxiety Healer’s Guide itu merawat kesehatan mental juga membantu mengelola kondisi kesehatan yang terganggu stres.

Manfaat merawat tanaman

Hobi juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Hobi kegiatan apa saja yang dilakukan secara rutin dan menyenangkan pada waktu senggang. Berkebun atau merawat tanaman salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental.

Laporan survei Thrive UK terhadap 317 orang yang melakukan sesi berkebun di South Oxfordshire, Inggris menunjukan, 80 persen responden melaporkan kesehatan mental yang lebih baik. Adapun 93 persen mengatakan kepercayaan diri dan motivasi mereka meningkat.

1. Memperbaiki suasana hati

Berkebun bisa memberi kepuasan tertentu. Mengutip WebMD, memusatkan perhatian terhadap aktivitas berkebun mengurangi pikiran dan perasaan negatif yang membuat merasa lebih baik. Mengisi waktu di sekitar tanaman meredakan stres bagi banyak orang. 

2. Menunjang nilai dalam diri

Sefl-esteem atau nilai dalam diri dipengaruhi seberapa besar seseorang menghargai dan merasa positif tentang dirinya. Berhasil membuat tanaman tumbuh subur dinilai sebagai pencapaian atau kepuasan.

3. Meningkatkan fokus

Berkebun mempengaruhi seberapa baik seseorang memusatkan aktivitas.Berkebun seseorang belajar berkonsentrasi p tanpa terganggu. 

4. Meningkatkan aktivitas fisik

Aktivitas merawat tanaman, seperti membersihkan, menggali, menyapu meningkatkan aktivitas fisik. Berkebun bermanfaat untuk mencegah kecemasan, depresi, dan masalah mental lainnya. (Red.sl)

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Jakarta, rakyatindonesia.com - Bank Dunia dalam laporan yang dipublikasi dalam situs resminya pada 3 Oktober 2019 memperingatkan sebanyak 220 juta jiwa penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2045. Menanggapi laporan itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada Maret 2022 menyebut membangun kota sehat menjadi keharusan.

“Membangun kota sehat menjadi keharusan. Kota sehat bukan hanya bertumpu pada infrastruktur, melainkan juga pada aspek ekonomi, sosial, budaya dan kemanusiaan," kata Ma'ruf Amin saat membuka Summit Kabupaten/Kota Sehat Indonesia secara virtual, 28 Maret 2022.

Konsep kota sehat pertama kali dikembangkan di Eropa oleh WHO pada 1980 untuk menyongsong Ottawa Charter, yakni kesepakatan konvensi internasional dalam promosi kesehatan yang meliput kebijakan kesehatan publik, lingkungan yang mendukung dan aksi komunitas.

Upaya menuju kota sehat, misalnya, dilakukan Kota Medan. Dokter yang juga bertugas sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Medan, Helena Nainggolan menjelaskan pihaknya sudah dan sedang berprogres menuju kota sehat, di antaranya dengan diterbitkannya Peraturan Walikota Nomor 35 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang kemudian disahkan dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 soal KTR.

Sedangkan untuk kota sehat, sudah diterbitkan Peraturan Walikota Nomor 75 Tahun 2022. Terbaru, Helena menekankan Kota Medan akan melakukan inovasi lewat tagar kolaborasi Medan Berkah.

Sejak 1 Desember 2022, Pemerintah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, telah memberikan kemudahan berobat di berbagai fasilitas kesehatan yang ada, agar bisa meningkatkan level kesehatan masyarakat dan tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Masyarakat sudah bisa menikmati layanan kesehatan di Kota Medan hanya dengan menggunakan KTP. Hal ini sekaligus untuk mengatasi masyarakat yang tidak memiliki dan atau kartu BPJS-nya mati.

Upaya menuju kota sehat, juga dilakukan oleh Kota Surakarta, Jawa Tengah. Tenny Setyoharini, dokter yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Surakarta, mengatakan Kota Surakarta selama ini belum pernah memverifikasi untuk dinilai sebagai kota sehat baik di tingkat provinsi mau pun tingkat pusat karena masih dalam tahap belajar.

“Jadi mohon masukan semua pihak agar bisa terselenggara kota sehat di Surakarta,” kata Tenny dalam workshop soal progres dan tantangan Perpres Kabupaten Kota Sehat, 3 Desember 2022.

Diakui Tenny, Kota Surakarta bisa menghadapi berbagai permasalahan dan kerawanan kalau tanpa intervensi. Dengan begitu, perlu pemberdayaan pada semua potensi yang tersedia. Caranya, dengan membangun kemitraan yang solid antara masyarakat, pemerintah dan pihak swasta demi membantu terwujudnya kabupaten kota sehat.

“Penyelenggaraan KKS adalah berbagi pemberdayaan masyarakat lewat berbagai kegiatan sehingga tercipta kawasan yang nyaman dihuni oleh penduduknya,” ujarnya.

Kegiatan prioritas Pemerintah Kota Surakarta dengan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa contohnya kegiatan senam kesehatan jasmani, pengadaan rumah bibit Kelurahan Mojosongo, deklarasi Gemas (Gerakan Masyarakat), penyediaan ruang menyusui di terminal tirtonadi, wisuda kelas ibu hamil dan ASI eksklusif, serta kampanye tidak mengonsumsi alkohol.

Terkait regulasi, di Surakarta sudah ada Keputusan Wali Kota Nomor 41 .05/57 Tahun 2021 tentang Forum Kota Sehat Surakarta 2021–2022. Awal 2021, masih ada kasus Covid-19 sehingga pelaksanaan kota sehat dirasa belum optimal sampai hampir berakhir SK ini. Pada Januari 2021, kasus positif Covid-19 di Kota Surakarta tercatat 7 ribu kasus dan kematian akibat Covid-19 sebanyak 331 orang. Tingginya kasus Covid-19, telah membuat tenaga kesehatan di Kota Surakarta fokus pada penanganan Covid-19.

Menurut Tenny, permasalahan di Kota Surakarta seperti umumnya masalah di kota-kota lain, yakni pertumbuhan penduduk, akses ke sumber air minum, pembuangan air limbah, perbaikan gizi rumah tangga dan peningkatan upaya penanggulangan penyakit menular dan tidak menular.

Untuk masalah sanitasi, Pemerintah Kota Surakarta menargetkan sanitasi layak stop BAB sembarangan sampai 100 persen pada 2023. Pada 2019, akses sanitasi layak sudah 95,37 persen dan pada 2020 sudah 96,05 persen. Lalu pada 2021 akses sanitasi layak 97,2 persen dan pada 2022 belum dihitung.

Untuk permasalahan sampah, Kota Surakarta telah melakukan pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Caranya, dengan mengerahkan teknologi gasifikasi, metode biodrying dan 545 ton sampah per hari untuk menghasilkan energi listrik sebesar 5 megawatt. Namun, pengelolaan sampah menjadi energi listrik saat ini baru ada di TPA Putri Cempo.

Pengesahan Raperpres Kabupaten Kota Sehat

Dihubungi Tempo lewat Zoom pada 26 Desember 2022, Teguh Setyabudi, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri RI, mengutarakan harapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini.

Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat telah menjadi dasar bagi pengesahan Raperpres Kabupaten Kota Sehat yang sekarang masih dalam pembahasan di tingkat menteri karena saling berkaitan dengan sektor lain, tidak hanya soal kesehatan.

Menurut Teguh, Kabupaten Kota Sehat adalah kesempatan agar saling berkolaborasi, di antaranya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bersih. Dia pun berharap upaya menciptakan Kabupaten Kota Sehat tidak diaduk dengan masalah politik karena ini adalah masalah layanan dasar.

“Penyelesaian isu kesehatan itu harus menjadi prioritas. Dari itu harus perangi isu kesehatan. Tugas Kementerian Dalam Negeri untuk memperhatikan hal ini dan bermitra dengan para kepala daerah,” kata Teguh.

Dia memastikan Kementerian Dalam Negeri RI mendorong terciptanya Kabupaten Kota Sehat di daerah-daerah, di antaranya dengan meminta para kepala daerah membuat kebijakan yang mendorong terbentuknya Kabupaten Kota Sehat. Dia pun mengusulkan Kementerian Dalam Negeri RI memberikan insentif khusus kepada kepala daerah yang bisa menjadi penyemangat terwujudnya Kabupaten Kota Sehat. Contoh insentif yang dimaksud Teguh adalah DID (Dana Insentif Daerah), yang akan dikoordinasikan Kementerian Dalam Negeri RI ke Kementerian Keuangan RI.

“Pengesahan Raperpres bukan masalah cepet-cepetan, tetapi ini harus bisa komprehensif di lintas Kementerian. Diharapkan awal 2023 (disahkan),” kata Teguh.

Sedangkan Ketua Badan Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia, Elisabeth Juniarti Perangin Angin, mengatakan sudah hampir 20 tahun Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005, berjalan. Sehingga wajar perumusan suatu kebijakan itu dievaluasi untuk menguji apakah kebijakan tersebut masih layak atau tidak.

Menurut Elisabeth, aturan soal Kabupaten Kota Sehat perlu diperbarui kembali karena empat alasan. Pertama, perkembangan variabel yang memengaruhi kesehatan. Contoh variabel kesehatan adalah pengendalian tembakau dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok, termasuk pula larangan iklan rokok. Ini adalah fakta yang harus ditanggulangi atau dicari jalan keluarnya karena memengaruhi indikator Kabupaten Kota Sehat.

“Beberapa tahun ini tidak banyak kabupaten yang ikut dalam penilaian karena indikatornya masih sulit, tetapi itulah indikatornya yang bisa disebut sebagai kota yang layak dan sehat,” kata Elisabeth dalam workshop soal progres dan tantangan Perpres Kabupaten Kota Sehat, 3 Desember 2022.

Alasan kedua adalah perkembangan jenis tatanan yang diakses banyak orang dan memengaruhi kesehatan. Ketiga, standar kesehatan masyarakat harus semakin meningkat dan alasan terakhir karena aturan itu tidak efektif dan tidak sesuai kebutuhan sehingga penting updating, termasuk indikator KKS.

Elisabeth pun menyoroti dalam menciptakan Kabupaten Kota Sehat ada tantangan yang harus diperhatikan oleh kabupaten/kota misalnya soal pola pikir, kebiasaan, pola hidup masyarakat tentang konsep kesehatan pribadi dan lingkungan masyarakat yang masih belum sesuai dengan perkembangan pengetahuan serta situasi saat ini. Contohnya, perilaku buang air besar sembarang.

Tantangan lainnya adalah iklan atau promosi industri usaha yang memasarkan produk yang tidak sesuai atau berbahaya bagi kesehatan. Seperti rokok atau makanan berpemanis berlebihan.

Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan tentang produk berbahaya bagi kesehatan, juga masih menjadi tantangan. Bentuk sanksi hukumnya, tentu harus mengacu pada peraturan yang mengatur pelanggaran tersebut. Misalnya, penarikan produk, pencabutan izin produksi atau sanksi denda.

“Persoalannya, sekarang untuk melakukan penyidikan tersebut, penyidik belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama tentang kategori produk berbahaya bagi kesehatan. Misalnya, untuk rokok konvensional dan rokok elektrik,” kata Elisabeth, Jumat, 20 Januari 2023.

Elisabeth pun mengusulkan perlunya sarana dan prasarana sehat serta sosialisasi yang lebih banyak agar pemerintah kabupaten mau ikut terlibat dalam penilaian Kabupaten Kota Sehat. Pihaknya juga mengapresiasi adanya penghargaan Swasti Saba dari pemerintah pusat yang diharapkan bisa memicu pemerintah daerah dalam menciptakan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni serta tempat bekerja bagi warganya. (Red.Sl)

Thursday, January 26, 2023

Social Smoker Merokok Hanya Saat Nongkrong, Benarkah Awal Mula Menuju Kecanduan ?

 

Jakarta, rakyatindonesia.com - Social smoker ialah istilah untuk orang yang merokok hanya saat beramai-ramai. Situasi dimana seseorang berada menjadi pemicu penggunaan tembakau. Misalnya saat nongkrong bresama teman-teman di pub, bar, klub malam, atau acara musik dibandingkan saat sendirian.

Dilansir dari umt.edu, sebagian besar dari social smoker ialah dewasa muda. Mereka mungkin tidak menganggap diri mereka perokok dan tampaknya tidak kecanduan nikotin. Para social smoker cenderung percaya diri dengan kemampuan mereka untuk berhenti.

Berbeda dengan perokok aktif yang memang kecanduan menghisap rokok setiap hari, social smoker mampu hidup tanpa rokok berhari-hari hingga berminggu-minggu. 

Namun saat ada momen berkumpul dengan rekan-rekannya yang perokok, di sanalah mereka juga membakar rokoknya. Bagi social smoker, mereka lebih baik merokok dibandingkan termenung diam saat berkumpul bersama kawan-kawannya. 

Social smoker cenderung membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menghabiskan sebungkus rokok. Bisa satu minggu, satu bulan, hingga beberapa bulan tergantung intensitas waktu berkumpul bersama teman-temannya. Tidak jarang pula, social smoker sebatas meminta sebatang rokok ke temannya.

Banyak perokok aktif yang lahir dari social smoker. Ada saat dimana mereka tidak dapat membatasi atau berhenti merokok kapan pun mereka mau. 

Penelitian terbaru menunjukkan social smoker tidak menutup kemungkinan kecanduan dan menjadi perokok aktif. Sebuah studi oleh University of Wisconsin pada 2004 yang diterbitkan dalam jurnal American Psychological Association Health Psychology menemukan, hampir 90 persen mahasiswa yang merupakan perokok harian dan 50 persen social smoker masih merokok empat tahun kemudian. 

Artinya dapat disimpulkan salah bahwa kebanyakan orang remaja yang merokok dapat dengan mudah berhenti menggunakan tembakau dalam beberapa tahun kedepan. (Red.sl)

Sunday, January 15, 2023

Seri Parenting: Tanda-tanda Orang Tua Telah Membesarkan Anak Menjadi Manja

 

Jakarta, rakyatindonesia.com - Dalam kebanyakan kasus, termasuk parenting atau pola pengasuhan, orang tua yang membesarkan anak manja biasanya berniat memberikan yang terbaik. Namun, segala sesuatu yang berlebihan dapat menjadi buruk.

Menghujani anak dengan semua yang mereka inginkan dapat membuat mereka menjadi pribadi yang tidak terlalu bersyukur. 

Pertanda Anak Manja

Mengasuh anak adalah hal yang tricky. Orang tua mesti paham bagaimana menyeimbangkan cinta dan kasih sayang dengan disiplin dan pembelajaran. Berikut adalah beberapa tanda anak tumbuh dengan sifat manja.

Tidak bisa atau sulit mentolerir penolakan

Anak yang manja akan kesulitan untuk menerima jawaban “tidak”. Hal ini bisa jadi karena orang tua mereka atau orang lain dalam keluarga mereka tidak pernah mengatakannya. Jika ini sudah berkembang dalam tahap yang parah, anak mungkin akan merespon dengan amukan atau jerita .ketika mendengar kata “tidak” dari Anda atau orang lain.

Tidak menghormati perkataan Anda

Untuk hal-hal yang sehat bagi anak, Anda perlu mengajari mereka untuk mengikuti kebiasaan ini tanpa faktor motivasi ekstra, seperti disuapi atau memberikan hukuman yang terlalu keras.

Sebagai contoh, ajari anak untuk makan sayuran tanpa disuapi. Berikan sesuatu sebagai imbalan atas hal tersebut seperti es krim. Jika anak sering menolak untuk melakukan hal-hal dasar sampai perlu dipaksa, Anda mungkin terlalu memanjakannya.

Tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki

Tugas orang tua bukan hanya sekadar menafkahi anak, tetapi juga mengajari mereka untuk menghargai apa yang mereka miliki dan mensyukurinya. Ini tidak sama dengan mengungkapkan bahwa Anda berutang kepada mereka, tetapi menanamkan rasa dasar untuk membumi, bersyukur dan menghargai segala sesuatu yang mereka miliki, baik materi maupun immateri. Jika melewatkan yang terakhir, anak mungkin akan tumbuh dengan sifat serakah dan boros. 

Tidak memiliki sportivitas

Bagaimana anak bertindak ketika bermain dapat menggambarkan seberapa manjanya mereka. Jika mereka mengganggu jalannya permainan saat kalah, mulai menangis atau mengamuk, maka mereka dapat tumbuh menjadi seorang pecundang.

Merupakan hal yang sangat normal untuk merasa kecewa setelah kalah, tetapi bagaimana mereka bereaksi, apakah mereka dapat menghargai pemenang, bagaimana mereka memperlakukan anggota tim mereka dan lain sebagainya dapat memberi tahu banyak tentang karakter mereka. 

Bagaimana orang tua mesti bersikap?

Sebagai orang tua, Anda tetap bisa mengubah perilaku dan kepribadian anak menjadi lebih positif, apresiatif dan perhatian. Mulailah dengan menetapkan batasan dan menaatinya. Belajarlah untuk mengatakan tidak tanpa rasa bersalah ketika itu perlu dikatakan.

Ajari anak nilai memberi, dan kapan pun mereka menerima sesuatu, mereka harus melakukannya dengan rasa syukur. Berikan contoh perilaku sehat dengan mempraktikkannya di depan mereka. Anak-anak dapat memilih banyak dari lingkungan mereka.

Demikian tanda-tanda anak manja dan bagaimana pola asuh (parenting) untuk menyikapinya. (Red.Sl)

Thursday, January 5, 2023

Warga Dua RT di Tulungagung Lumpuh 3 Hari Terserang Chikungunya


Tulungagung, rakyatindonesia.com - Belasan warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, terserang lumpuh 3 hari. Warga 2 RT itu mengalami demam hingga lumpuh sementara karena chikungunya.

Kasus tersebut muncul sejak akhir Desember 2022. Sejumlah warga mengeluhkan demam, gatal-gatal hingga mengalami lumpuh.

Salah seorang penderita chikungunya, Pujiati (40) mengaku mengalami sejumlah gejala di tubuhnya. Seperti demam tinggi, mual dan sulit berjalan.

Dia mengalami kondisi tersebut dialami sejak Senin (1/1/2023). Saat itu dirinya mengaku susah berjalan dan tubuhnya lemah.

"Saya mengalami gejala itu tiga hari yang lalu. Persendian sakit semuanya, kaki bengkak, buat jalan susah," kata Pujiati saat dikonfirmasi di rumahnya, Kamis (5/1/2023).

Menurutnya selain Pujiati, ayah dan ibunya juga mengalami gejala serupa. Saat itu dia dan keluarganya tidak menyangka jika mengalami chikungunya.

Awalnya saat sakit keluarganya hanya mengkonsumsi vitamin dan penurunan panas (Paracetamol) secara mandiri selama berhari-hari. Kondisinya sedikit membaik.

Rupanya kondisi itu dialami tetangga-tetangga lainnya. Padahal tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada warga yang mengalami gejala-gejala tersebut.

"Saat itu saya baru tahu kalau banyak yang kena, sama-sama sudah minum obat (Secara mandiri)," jelasnya.

Banyaknya warga yang tidak bisa berjalan disertai demam, gatal-gatal, puskesmas setempat langsung turun tangan.

Kepala Dusun (Kasun) Gilang, Maryono mengaku penanganan tim puskesmas memeriksa warga yang mengeluh tidak bisa berjalan, demam dan gatal-gatal.

"Petugas puskemas turun, para pasien dilakukan pemeriksaan dan diambil sampel," imbuhnya.

Rupanya hasil sampel dan pemeriksaan Pustu Gilang menyebut warga terserang lumpuh massal karena Chikungunya.

"Petugas puskemas sudah turun, para pasien dilakukan pemeriksaan," imbuhnya. (Red.Sl)

Paparan Cahaya Smartphone Bisa Sebabkan Penuaan dan Stres Oksidatif

 

Jakarta, rakyatindonesia.com - Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Kota Serang Kharisma Yuliasis Widiasri mengatakan paparan cahaya biru (bluelight) dari smartphone yang secara terus menerus dan kumulatif dapat menyebabkan stres oksidatif dan penuaan kulit.

Kharisma menjelaskan telepon pintar memiliki pancaran cahaya biru yang memiliki efek buruk pada kulit. Gelombang cahaya pada layar telepon dapat menembus lebih dalam ke lapisan kulit dibandingkan sinar UV matahari. Sehingga, berisiko menyebabkan penuaan dini. Hal ini bisa terjadi dikarenakan durasi penggunaan telepon pintar yang terlalu berlebih.

“Stres oksidasi pada kulit mempercepat penuaan kulit, menimbulkan bercak kehitaman pada kulit serta kegelapan pada kulit,” ujar Kharisma pada Kamis, 5 Januari 2023.

Ia menyarankan agar pengguna telepon pintar untuk secara bijak menggunakannya demi kesehatan kulit. Selain efek stres oksidasi pada kulit, peluang terjadinya hal negatif pada organ tubuh lain juga bisa terjadi.

"Untuk itu, jika terdapat kondisi-kondisi yang tidak biasa pada tubuh akibat penggunaan telepon pintar, bisa segera dikonsultasikan kepada tim ahli yang sudah dipercaya untuk mencari penyebab dan menemukan solusinya," katanya.

Ia menambahkan penggunaan telepon pintar terkini memang dapat membantu sebagian aktivitas, hanya saja, segala sesuatu memiliki dua sisi mata yang berlainan. Manfaat yang didapat dari telepon pintar, kata dia, bisa dinikmati dengan maksimal, namun terdapat juga sisi negatif yang terpancar dari telepon pintar tersebut. "Intinya kita harus bijak," ujarnya. (Red.Sl)

Wednesday, December 28, 2022

Heboh 'Amoeba Pemakan Otak' Mematikan Berikut Negara Sudah Kena


Jakarta, rakyatindonesia.com - Dunia digegerkan dengan kasus infeksi Naegleria Fowleri atau amoeba pemakan otak. Beberapa negara di dunia sudah menemukan kasus kesehatan tersebut.


Diketahui Naegleria fowleri merupakan amoeba yang ditemukan di danau air tawar hangat, sungai, kanal, dan kolam di seluruh dunia dan bisa menghancurkan jaringan otak.


Sebanyak 381 kasus Naegleria Fowleri sudah dilaporkan pada tahun 2018 lalu.


Berikut kasus amoeba pemakan otak mematikan yang dilaporkan pada tahun 2022:


1. Korea Selatan (Korsel)

Korsel pada Senin (26/12/2022), melaporkan telah menemukan infeksi dari Naegleria fowleri, atau amoeba pemakan otak', di negara itu. Ini merupakan infeksi pertama amoeba mematikan itu di Negeri Ginseng.


2. Amerika Serikat (AS)

AS menemukan kasus mematikan ini pada Oktober lalu. Dalam insiden itu, seorang bocah laki-laki meninggal dunia. Laporan CNN International menyebut anak itu mungkin telah terpapar di Danau Mead, Nevada Selatan.


3. Pakistan

Di tahun 2022 ini, Negeri Ali Jinnah itu telah menemukan 6 kasus infeksi amoeba ini. Terakhir kali kasus ditemukan pada Oktober lalu.


(Red.Sl)

Tren Penularan HIV/AIDS Kini Lebih Banyak di Pecinta Sesama Jenis dan Ibu Hamil

  


Jakarta, rakyatindonesia.com - Ketua Badan Pembina Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS), Nafsiah Mboi, menyatakan tren penularan HIV/AIDS kini berubah. Penularan penyakit itu saat ini lebih banyak mengenai ibu hamil dan kelompok masyarakat pecinta sesama jenis.

“Kalau di 2012 pada populasi kuncinya didominasi wanita pekerja seks (WPS) dan lelaki seks lelaki (LSL), saat ini HIV/AIDS itu banyak menulari ibu hamil dan sesama jenis,” kata Nafsiah dalam Konferensi Pers HIV/AIDS YKIS 2022 di Jakarta, Selasa, 27 Desember 2022.

Berdasarkan data YKIS, Menteri Kesehatan RI periode 2012-2014 itu menyebutkan pada 2021 jumlah penularan HIV pada kelompok sesama jenis terutama LSL mencapai 9.826 kasus, turun dari 2017 yang mencapai 10.628 kasus.

Sementara itu, penularan pada ibu hamil sebanyak 4.466 di 2021. Mirisnya, angka itu justru naik dari 2017 yang mencapai 3.873 kasus.

Nafsiah menjelaskan di 2021 jumlah pasien Tuberkulosis (TBC) yang terkena HIV ada 4.500 kasus, wanita pekerja seks yang berkisar 1.000 kasus dan di bawah angka itu diikuti waria, pengguna narkotika suntikan, dan kelompok IMS.

“Saya pernah sebut terkait 4M (Mobile Men with Money in Macho environments). Mereka adalah laki-laki pekerja yang pindah untuk bekerja, karena tuntutan yang besar. Lalu mereka bisa berbulan-bulan, keluarganya ditinggal. Maka pendapat kami, pasti di situ ada orang yang mengusahakan tempat pelacuran,” ujarnya.

Data tersebut membuat dirinya menyayangkan situasi di Indonesia karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui status HIV-nya. Padahal kini pengetahuan dan berbagai tindakan penyakit tersebut sudah semakin maju.

Di saat waktu yang tersisa tinggal tujuh tahun lagi sebelum penutupan target eliminasi HIV pada 2030, Nafsiah meminta semua pihak bekerja sama dalam menekan laju penularan kasus, angka kematian Orang Dengan HIV (ODHIV), dan menghentikan stigma dan diskriminasi atau yang disebut dengan "Three Zero".

Kepada pemerintah, Nafsiah meminta pengawasan terhadap pasien HIV/AIDS diperkuat agar kelanjutan mereka mengonsumsi obat dan pelacakan kasus dapat berjalan optimal.

Pemerintah diimbau pula untuk gencar mengedukasi dan melakukan penyuluhan, testing, mengobati yang sakit, dan memantau perkembangan penularan.

Sementara pada masyarakat, Nafsiah mengimbau agar pengetahuan terkait HIV/AIDS terus ditingkatkan karena membantu mencegah penularan serta memberikan pasien dukungan secara mental yang baik. Termasuk tidak melakukan diskriminasi kepada pasien HIV/AIDS.

“Pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS semakin luas. Kita optimistis bisa menghentikan penularan. Hal ini juga mengurangi stigma dan diskriminasi kepada para penderita,” ucap Nafsiah Mboi. (Red.Sl)

Saturday, December 24, 2022

Cegah Lonjakan Covid-19 Jelang Nataru, Polres Trenggalek Galakkan Vaksinasi Pelajar.

 




Trenggalek,  rakyatindonesia.com – Jajaran Kepolisian Resort Trenggalek terus pro aktif mendorong capaian vaksinasi di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Vaksinasi menyasar tidak hanya masyarakat umum tetapi juga kalangan pelajar.
Seperti yang dilakukan oleh Sidokkes Polres Trenggalek jajaran Polda Jatim ini. 


Bekerjasama dengan Klinik Prata Bhayangkara Trenggalek menggelar vaksinasi di salah satu sekolah favorit tepatnya SMKN 1 Trenggalek. Jumat, (23/12).


Dikonfimrasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. mengatakan pada dasarnya laju pertumbuhan Covid-19 di Indonesia sudah terkendali, sehingga pemerintah memberikan pelonggaran berbagai aktivitas masyarakat dengan menetapkan seluruh wilayah berada pada PPKM Level 1.



Namun demikian bukan berarti kelonggaran tersebut menjadikan tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi kendor, mengingat potensi terjadinya lonjakan Covid-19 masih sangat terbuka, terlebih saat ini telah muncul subvarian baru omicron BN.1 yang lebih cepat menular.


“Selain penguatan Prokes terutama pada lokasi-lokasi dengan tingkat interaksi tinggi, kita juga turun tangan langsung memberilan layanan vaksinasi masyarakat baik dosis 1, 2 maupun booster sehingga imunitas meningkat.” Ujar AKBP Alith.


Sementara itu, Kasidokkes Polres Trenggalek Aipda Lukman Hadi, A.Md.Kep. menuturkan, vaksinasi kali ini sengaja menyasar kalangan pelajar dengan pertimbangan tingkat moblitas pelajar yang relatif tinggi.


“Kita bekerjasama dengan pihak sekolah kemudian kita fasilitasi. Jadi mereka tidak harus datang ke fasilitas kesehatan tetapi sebaliknya kami yang akan mendatangi sekolah. Jadi lebih efektif dan tidak mengganggu jam belajar mereka.” Jelasnya.


Untuk mendukung kegiatan ini, Polres Trenggalek melibatkan sedikitnya 5 orang tenaga vaksinator dan 3 orang lainnya sebagai petugas administrasi. Sedangkan untuk vaksin pihaknya menyiapkan sedikitnya 300 dosis baik untuk dosis 1, 2 dan 3.


“Alhamdulillah antusias pelajar cukup baik. Rata-rata vaksin dosis tiga atau booster.” Pungkasnya.(red.Df)

Bahayanya Pemakaian Rokok Elektrik.

  

 


Jakarta, rakyatindonesia.com - Rokok elektrik atau vape kian digandrungi oleh para remaja hingga orang dewasa. Ada berbagai alasan mengapa rokok elektrik dipilih, salah satunya karena dianggap lebih sehat ketimbang rokok biasa. Klaim demikian masih menjadi perdebatan, namun fakta medis telah membuktikan hal tersebut tidaklah benar. 


Kepala Pulmonologi Anak di University Hospitals Rainbow Babies & Children’s, Kristie Ross menjelaskan rokok elektrik sengaja diproduksi dan dipasarkan untuk menarik para remaja. Tidak seperti rokok biasa, alat ini kerap ditambahkan perasa. Orang tua, kata dia, yang berpikir bahwa rokok elektrik aman dan sehat adalah keliru. 


Menurut Ross, rokok elektrik tetap mengandung nikotin yaitu bahan aktif yang ditemukan dalam ganja (THC dan CBD) dan bahan kimia lainnya. “Meskipun nikotin tidak bersifat karsinogenik, namun sangat adiktif dan berdampak pada perkembangan otak,” dia menerangkan,


Meskipun nikotin tidak bersifat karsinogenik, namun sangat adiktif dan berdampak pada kesinambungan otak. Selain itu, zat lain yang ada dalam selongsong juga sangat berbahaya. “Ada zat lain dalam selongsong rokok elektrik, seperti propilen glikol, yang dikenal sebagai zat pengiritasi yang dapat membahayakan pemakainya,” imbuh Ross. 


Berbagai penelitian juga telah membuktikan terkait bahaya rokok elektrik. The Canadian Lung Association atau Asosiasi Paru Kanada dalam laporannya menyebut rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok biasa. Disebutkan, rokok dalam rupa apa pun selagi terdapat nikotin tetap saja bersifat adiktif dan membahayakan kesehatan. 

"Jangan tertipu oleh iklan perangkat elektronik ini. Sebab, rokok elektronik berpotensi merusak paru dan sama sekali tidak terbukti dapat menjadi solusi bagi orang yang ingin berhenti merokok,” ucap Margaret Benhardt-Lowdon, juru bicara Assosiasi Paru Kanada dikutip dari Lung.ca. 


Sebagai informasi, penggunaan rokok elektrik dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan di seluruh dunia, terutama di kalangan remaja. Sedikitnya lebih dari 2,5 juta siswa sekolah menengah atas mencoba rokok elektrik, menurut survei New England Journal of Medicine tahun 2019. 


Imbas dari rokok elektrik yang tidak jauh berbahaya dengan rokok biasa, beberapa negara mulai melakukan pelarangan. Melansir Data yang di terima, hampir seluruh negara yang melarang rokok elektrik berasal dari Timur Tengah. Selain itu, ada pula Brasil dan India yang melarang peredaran rokok elektrik di negara mereka.  

(red.Df)

Polres Jember Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Tes Urine Pengemudi Angkutan Umum.

 



JEMBER, rakyatindonesia.com – Polres Jember Polda Jatim melalui Satlantas dan Ur Dokkes menggelar tes kesehatan dan urine kepada sopir dan crew angkutan yang digunakan untuk mengangkut masyarakat umum yang akan menikmati liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di terminal Tawang Alun jember,Rabu(21/12/2022).


Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo melalui Kasat lantas Polres Jember,AKP Enggarani Laufria,S.I.K.,M.Si.menjelaskan agenda ini adalah merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Lilin 2022.


Untuk itu pihaknya bersama Ur Dokkes Polres Jember melakukan pengecekan kesehatan dan cek urine, Pengemudi dan crew angkutan yang digunakan mengangkut masyarakat umum yang akan menikmati liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.


 

"Tes Kesehatan dan urine dengan sasaran para sopir,crew angkutan tersebut dalam rangka memastikan kondisi sopir dan awak angkutan tersebut dalam keadaan sehat serta tidak ada yang terpengaruh narkoba," terang Kasat Lantas Polres Jember.


Dilakukannya tes urine crew angkutan bertujuan untuk mengecek kesehatan dan kesiapan dalam mengemudikan kendaraannya guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.


"Tes urine dan uji kesehatan bagi pengemudi bus antarkota ini sengaja kami gelar sebagai salah satu upaya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemudik saat bepergian dengan bus antarkota saat musim libur Natal dan Tahun Baru,"pungkas Enggarani.(red.Df)

Monday, December 5, 2022

Seorang Napi Polresta Mojokerto Histeris Ketakutan Saat Vaksin Booster.



Mojokerto, rakytindonesia.com – Sebanyak 46 orang tahanan Polresta Mojokerto menjalani vaksin Booster untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan pemenuhan capaian kekebalan kelompok. Tak jarang para tahanan ini harus tutup mata karena mereka takut jarum suntik.

Puluhan tahanan ini mengantre untuk mendapatkan vaksin ketiga dari Tim Vaksinator Urkes Polresta Mojokerto. Sebanyak 46 orang tahanan yang didominasi kasus narkoba ini mendapatkan vaksinasi Booster dengan dosis pfizer pada, Minggu (4/12/2022) kemarin.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Wiwit Adisatria melalui Kasi Humas Polresta Mojokerto, Iptu MK Umam mengatakan, jika vaksinasi tersebut sebagai bentuk dukungan dari program pemerintah terhadap para tahanan. Meskipun berstatus sebagai tahanan, namun mereka memiliki hak untuk mendapatkan pelayananan kesehatan.

“Seperti vaksinasi Booster. Ini dalam rangka mendukung pemerintah dengan percepatan vaksinasi Booster, Polresta Mojokerto memberikan hak yang sama kepada tahanan. Karena kita ketahui bersama, setiap harinya mereka berkumpul dalam satu ruang khusus di rutan,” katanya.

Dengan mendapatkan vaksin Booster, lanjut Kasi Humas, diharapkan para tahanan menambah kekebalan tubuh dan meningkatkan imunitas serta memberikan kesehatan. Sehingga para tahanan Polresta Mojokerto terhindar dari penyebaran virus Covid-19.

“Ini juga dilakukan demi menjaga dan memelihara serta menjamin kesehatan para tahanan. Sebelum dilakukan vaksinasi terlebih dahulu dilakukan screening, seperti pengecekan tekanan darah, cek tubuh dan riwayat penyakit. Bagi tahanan yang lolos screening maka dilakukan vaksinasi,” ujarnya.

Baik dosis 1, 2 dan 3 (Booster) serta 4. Selain puluhan tahanan, Polresta Mojokerto juga melayani Vaksinasi Booster di Gerai Vaksin Presisi dan jemput bola ke sekolah, pengunjung mall dan juga saat ada kegiatan yang mendatangkan masyarakat banyak. (red.Ad)

Monday, November 21, 2022

Kadinkes Jatim Sebut Puncak COVID-19 Diprediksi Awal Desember



Surabaya, rakyatindonesia.id - Sempat mereda, kasus COVID-19 kembali naik di Jatim. Kota Surabaya menyumbang 621 kasus dari total 2.664 kasus yang ada saat ini.

Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Ashta Triyono memprediksi, puncak kenaikan akan berlangsung pada awal Desember. Menurutnya, COVID-19 kembali karena virus terus bermutasi dari Omicron subvarian jadi XBB yang mudah menular.

"Tapi kita harapkan tidak seberat waktu Delta. Sehingga kunjungan atau masuk RS diharapkan tidak besar. Terpenting bagi masyarakat, mau delta, alpa, omicron, XBB, BQ.1 saran kita 3. Yaitu 6 M, 3 T (testing, tracing, treatment)," kata dr Erwin, Minggu (20/11/2022).

"Dan vaksinasinya cepat dikerjakan, yang masih belum cepat 1 dan 2, target booster 1. Diharapkan dengan booster 1 ada 2 manfaat, kalau sakit nggak berat dan diharapkan nggak sampai terpapar," imbuhnya.

Erwin menyebut, puncak kasus COVID pada awal Desember bukan tanpa alasan. Sebab, ia mengetahui dari prediksi epidemiolog. Untuk itu, ia terus mengimbau masyarakat untuk menerapkan 6M, 3T dan vaksin khususnya booster.

"Kemarin dari epidemiolog puncaknya pada awal Desember. Terpenting mau awal Desember atau tidak, tugas kita sama. Prokes, mau tracing, testing. Meskipun banyak yang gejala ringan," terangnya.

Sedangkan untuk okupansi di Jatim, lanjut Erwin, saat ini untuk BOR isolasi RS ada 17%, BOR ICU RS ada 13%. Sementara BOR RS Darurat dan isoter 0%. "Diharapkan segera ke RS kalau perlu, diperlukan penanganan kesehatan. Segera dites, dan isoman kalau positif," tuturnya.

Saat ditanya apakah ada rencana PPKM dengan pengetatan wilayah kembali, ia belum bisa memastikan. Sebab, kebijakan tersebut merupakan kewenangan pusat.

"PPKM menunggu arahan pusat, Mendagri terutama. PPKM itu kan regulasi. Yang jelas kita dorong, mau PPKM. Berapa pun tetap 6M, 3T dan vaksin," tukasnya.

Wednesday, November 16, 2022

Peringati HKN ke-58, Pemprov Jatim Berikan 102 Penghargaan Bidang Kesehatan

  


Banyuwangi, rakyatindonesia.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022 yang diselenggarakan di Hotel El Royale Kab. Banyuwangi, Selasa (15/11) siang.

Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan 102 Penghargaan Bidang Kesehatan dari Gubernur Jatim yang diserahkan oleh Sekdaprov Jatim. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah Kabupaten Kota di Jawa Timur, Dokter, Tenaga Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, private sector yang telah berdedikasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Adhy menyampaikan selamat kepada para peraih penghargaan dan terima kasih atas seluruh energi positif, semangat dan keteladanan yang diberikan dalam upaya peningkatan kesehatan di Jawa Timur. 

"Beliau (Ibu Gubernur) mengucapkan selamat dan terima kasih atas yang diraih pemerintah tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih hanya sebuah penghargaan. Tapi dibalik itu tentunya membuat derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur menjadi terangkat dan tentunya inilah pahlawan yang sebenarnya," kata Adhy Karyono.



Adhy Karyono mengatakan penghargaan yang diberikan merupakan bukti bahwa penanganan kesehatan di Jawa Timur sudah akuntabel dan sesuai dengan aturan yang ada. Termasuk bagaimana semua pihak di Jawa Timur bertahan dan berjuang melawan pandemi Covid-19.

"Indikator-indikator di bidang kesehatan hampir semuanya sudah cukup bagus sehingga kita mendapatkan penghargaan yang luar biasa,"katanya.

Ia menambahkan bahwa peran masyarakat Jawa Timur yang guyub rukun, pemerintah Kabupaten Kota, kepolisian dan TNI, utamanya para dokter dan tenaga kesehatan yang telah bersama-sama berupaya keras menjalan protokol kesehatan.

"Kita sudah banyak sekali melewati masa pandemi dan pasca pandemi. Alhamdulillah Jawa Timur itu sangat dinamis dan kelihatannya walaupun pandemi menyerang sangat luas tetapi kita tetap survive," imbuhnya.


Launching e-tibi

Adhy Karyono menegaskan bahwa masih ada tugas lainnya yang harus menjadi perhatian semua pihak yaitu angka kematian ibu yang masih akselerasinya dibawah 1%, lalu stunting, dan TBC. Oleh sebab itu, ia meminta kepada semua pihak untuk terus bersama-sama melakukan langkah-langkah inisiatif, kolaboratif dan inovatif untuk menyelesaikannya.

Adhy menjelaskan salah satu langkah inovatif yang dilakukan untuk penanganan TBC yaitu dengan melaunching aplikasi deteksi dini dan mandiri, e-TB atau e-tibi. Hal ini dilakukan lantaran kasus Tuberculosis di Jawa Timur masih belum dapat terselesaikan. 

"Harapannya dengan aplikasi tersebut masyarakat lebih bisa mendeteksi dan menemukan kasus TBC secara lebih dini," ucapnya.

Selain itu, Sekdaprov Jatim ini menerangkan bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur, Pemprov Jatim akan melaksanaan reformasi birokrasi khususnya terkait pelayanan publik. Pemprov Jatim akan lebih mengedepankan pelayanan yang sistemik dan berbasis digital.

"Semua kegiatan yang di OPD dan juga di rumah sakit - rumah sakit kita mengarah pada sistemik dan digital, semua kegiatan yang di OPD dan rumah sakit kita semua menggunakan aplikasi seperti e-arsip, e-resep dan sebagainya, kita membangun suatu layanan layanan yang eksklusif," pungkasnya.

Tak hanya itu, pada peringatan HKN ke-58 Tahun 2022 ini juga disuguhkan drama musikal pejuang kesehatan oleh 70 orang tenaga kesehatan Kab.Banyuwangi, dengan atraksi kesehatan Remaja, Ibu Hamil dan Bayi serta Anak yang dibalut kesenian lokal adat Banyuwangi. (hum.red)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved