Sunday, December 31, 2023
“Hasil penyelidikan sementara seperti itu. Jadi ini spontanitas anggota yang sedang bermain voli terganggu konvoi knalpot brong dan berujung kekerasan,” pungkasnya.(red.na)
Silaturahmi Akhir Tahun, Fadel Muhammad Kunjungi Bupati-Warga Gorontalo
Jakarta, rakyatindonesia.com - Jelang pergantian tahun 2023 dan menyambut tahun 2024, Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad melakukan kegiatan 'Silaturahmi Akhir Tahun' mengunjungi dan berdialog dengan Bupati Kabupaten dan masyarakat Gorontalo.
Saat melakukan kunjungan dan dialog dengan Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo di Rumah Dinas Bupati, di Kecamatan Limboto, Sabtu malam (30/12), Pimpinan MPR dari Kelompok DPD ini menyampaikan beberapa hal terkait pembangunan dan kesejahteraan rakyat selama tahun 2023 dan bagaimana proyeksi di 2024.
"Kegiatan silaturahmi dengan Pak Bupati ini sudah biasa saya lakukan, setiap saya berkunjung ke Gorontalo. Tap hari ini istimewa sebab kita akan menjelang akhir tahun 2023 dan menyongsong 2024," ujar Fadel, dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).
"Kami bicara tentang pembangunan daerah yang sudah berjalan baik di tahun ini dan kesinambungannya di tahun depan," sambungnya.
Diantara yang dibicarakan, lanjut Fadel, tentang wacana terkait penambahan kuota daya tampung di Asrama Haji Gorontalo sehingga harapan masyarakat agar Gorontalo menjadi embarkasi haji penuh terwujud.
"Saya rasa itu wacana yang bagus. Dan saya harap, akan berlanjut dengan realisasi konkrit di tahun 2024," terang Fadel.
"Selanjutnya, soal perekonomian rakyat. Pak Bupati terus memantau pergerakan ekonomi di Kabupaten terutama jelang pergantian tahun," lanjutnya.
Fadel menambahkan Bupati Gorontalo merupakan sosok yang sangat concern dengan kestabilan harga bahan pokok rakyat. Kemudian, Fadel menyampaikan pesan kepada Bupati tentang kondisi dan situasi yang harus kondusif serta senyaman mungkin di tengah suasana kampanye terbuka hingga jelang Pemilu di bulan Februari 2024.
"Saya dengar dari Bupati Nelson, beliau dan jajarannya sudah mengantisipasi semuanya jauh sebelum penyelenggaraan kampanye terbuka. Intinya, beliau ingin masyarakat menjadi nyaman sehingga tingkat partisipasi dalam pemilu meningkat," jelas Fadel.
"Dan saya sangat mendukung upaya-upaya luar biasa itu. Setelah bertemu Bupati, besok hari saya agendakan untuk bertemu Kapolda Gorontalo untuk membahas keamanan jelang Pemilu 2024 ini, " imbuhnya.
Satu lagi, Fadel berpesan kepada pemerintah daerah dan masyarakat, agar kegiatan lepas dan sambut tahun 2023 ke 2024 dilaksanakan sewajar mungkin, tanpa kesan hura-hura berlebihan. Terpenting mesti dilakukan adalah mengevaluasi dan mengambil yang baik-baik di tahun 2023 dan merencanakan yang terbaik di tahun 2024.
"Alhamdulilah, di Kabupaten Gorontalo sendiri memiliki kebiasaan positif melakukan salat Maghrib dan Isya serta doa bersama dalam kegiatan pergantian tahun. Saya sendiri bersama pemerintah dan masyarakat kota Gorontalo di malam tanggal 31 Desember lepas Isya, akan menggelar kegiatan zikir bersama di Masjid Baiturrahim," ungkap mantan Gubernur Provinsi Gorontalo dua periode itu.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo sangat mengapresiasi perhatian sedemikian besar dari seorang tokoh nasional seperti Fadel untuk daerah Gorontalo.
"Apa yang menjadi concern dan pesan beliau kepada kami di pemerintahan kabupaten, akan kami serap dan kami upayakan untuk dilaksanakan. Sebab, demi kebaikan Gorontalo sendiri," tandas Nelson.
Dalam perjalanan pulang, Fadel berkesempatan menyambangi masyarakat sekitar. Kehadirannya disambut antusias masyarakat.
Seorang ibu menyeruak mendekat langsung dan menyalami Fadel Muhammad.
"Ini pemimpin kami. Dulu beliau Gubernur kami rakyat sangat diperhatikan," ujarnya lantang.
"Kami tidak khawatir dengan masa depan kami karena ada beliau. Kami harap beliau tetap di sini menjaga rakyat walaupun tidak sebagai seorang Gubernur lagi," imbuhnya.
Ibu-ibu pun senang dengan kedatangan Fadel. Ia mengatakan hal yang paling diinginkannya adalah kehadiran Fadel di tengah masyarakat.
Tokoh nasional yang akan maju kembali sebagai calon anggota DPD RI Dapil Provinsi Gorontalo nomor urut 3 (tiga) di ajang kontestasi Pemilu serentak 2024 ini, tersenyum dan menggandeng tangan ibu itu.
"Terimakasih ibu dan masyarakat semua masih ingat saya. Yang saya lakukan itu memang tugas saya melayani rakyat," kata Fadel.
"Misi saya hanya ingin rakyat Gorontalo sejahtera. Mudah-mudahan dengan amanah dari Bapak dan Ibu sekalian, saya bisa mewujudkan itu lepas Pemilu 2024," pungkasnya.(red.L)
Tuesday, December 26, 2023
Beri Motivasi Petugas Operasi Lilin Semeru, Forkopimda Situbondo Kunjungi Pospam dan Posyan
SITUBONDO, rakyatindonesia.com - Forkopimda Situbondo meninjau Pos Pengamanan ( Pospam) dan Pelayanan ( Posyan) Operasi Lilin Semeru 2023 di jalur Pantura Situbondo.
Pos yang ditinjau diantaranya, Pos Pengamanan Kota, Pos Terpadu Pelabuhan Jangkar dan Pos Pengamanan Baluran.
Rombongan Forkopimda yang meninjau pos diantaranya Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suswandi, M.M, Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H, Ketua Pengadilan Negeri Achmad Rasjid, S.H.
Turut mendampingi para pimpinan daerah itu, Sekda Drs. Nugroho, M.Si, Kadishub Ir. Rikhwan Sugihartono, M.M, Wakapolres Kompol I Made Prawira Wibawa S. S.T., S.I.K., M.I.K., Kasat Lantas AKP Yudo, S.H., Kasat Pol PP Sopan Efendi, S.STP., M.Si. dan Kepala Bakesbangpol Buchari.
Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengatakan pengecekan Pos ini untuk memastikan sarana dan prasarana dalam Pos tersebut benar – benar terpenuhi.
Selain itu petugas yang ditempatkan pada Pos tersebut tetap siaga demi terciptanya kenyamanan bagi masyarakat yang menikmati libur Nataru.
"Selain kesiapan personel di Pos Pengamanan dan Pelayanan Nataru, juga disiagakan personel untuk pengamanan di tempat wisata untuk kenyamanan masyarakat" terang AKBP Dwi Sumrahadi,Selasa (26/12).
Lebih lanjut, Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto berpesan kepada petugas pengamanan baik dari TNI, Polri, Dishub, Dinkes, Satpol PP dan Instansi terkait lainnya agar tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan sehingga dapat memberikan pelayan kepada masyarakat dengan baik selama Nataru.
"Jaga kesehatan dan kewaspadaan, berikan pelayan terbaik bagi masyarakat, pemudik yang merayakan Natal atau sedang liburan Nataru" pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Forkopimda Situbondo memberikan bingkisan sebagai bentuk dukungan agar lebih bersemangat melaksanakan tugas di Pos Operasi Lilin Semeru 2023. (red.Tim)
Polresta Malang Kota Bersama Brimob Sterilisasi Sejumlah Gereja Jamin Keamanan Ibadah Natal
KOTA MALANG, rakyatindonesia.com – Menjamin keamanan dan kenyamanan umat Nasrani yang melaksanakan ibadah Natal, Polresta Malang Kota bersama Brimob Polda Jatim melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Malang.
Sterilisasi dengan menggunakan detector dilakukan di lingkungan gereja baik di dalam gereja maupun di luar gereja.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kegiatan itu adalah wujud pelayanan Kepolisian kepada Masyarakat khususnya umat Nasrani yang akan melaksanakan ibadah Natal.
“Ini juga bagian dari kegiatan Operasi Lilin Semeru yang mana kami bersama rekan – rekan TNI, Pemerintah Kota Malang dan segenap stakeholder berupaya mewujudkan libur Nataru berjalan lancar dan kondusif,”ujar Kombes Budi Hermanto, Senin (25/12).
Salah satu gereja yang menjadi sasaran patroli adalah Gereja Santo Albertus yang berada di kawasan Blimbing Kota Malang.
Setelah diterima oleh pihak gereja, anggota Brimob langsung menyisir setiap sudut gereja, mulai dari tempat peribadatan hingga ruang pertemuan.
Sementara itu Dantim Jibom Brimob Ampeldento Batalyon B Pelopor, Iptu Devi W Krisyana menjelaskan, setelah menyisir setiap sudut ruangan, tim harus memastikan tidak menemukan adanya benda yang mencurigakan.
“Harus kita pastikan tidak ada benda yang mencurigakan, baru kita nyatakan aman,”ujarnya.
Selain sterilisasi, patroli juga digelar oleh Brimob dan Polresta Malang Kota untuk menjaga kondusifitas hari raya natal di Kota Malang.
Selain Gereja Santo Albertus, penyisiran serupa juga dilakukan di beberapa gereja lain yakni Gereja Ratu Rosari dan Katedral Ijen. (red.Tim)
Patroli Polairud Polresta Banyuwangi di Selat Bali Jamin Keamanan Libur Nataru
BANYUWANGI, rakyatindonesia.com - Satuan Polisi Air dan Udara Polresta Banyuwangi gencar berpatroli di laut. Sasaran pengamanan Natal dan Tahun baru (Nataru) 2024 ini difokuskan ke perairan Selat Bali
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Masyhur Ade, menjelaskan, patroli di perairan ini memantau keamanan kapal - kapal yang melakukan penyebrangan angkutan Nataru dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali.
“Untuk memastikan keamanan di jalur laut khususnya Selat Bali Dimana pada libur Nataru terpantau mobilitas Masyarakat yang berlibur ke Bali sangat padat,” ujar Kompol Masyhur, Selasa (26/12).
Selain itu, petugas Polairud juga memantau kapal-kapal, dan perahu nelayan yang berlayar di Selat Bali menggunakan 1 unit Kapal Polisi X 1033. Anggota yang menjalankan tugas juga dilengkapi life jacket.
"Kita lakukan patroli dari Perairan Tanjungwangi, menuju Pertamina, hingga ke Penyebrangan ASDP Ketapang," jelas Kompol Masyhur Ade.
Kasat Polairud Polresta Banyuwangi juga mengatakan pihaknya berpatroli untuk memastikan tidak adanya gangguan pada aktifitas penyeberangan dari Banyuwangi menuju Bali.
“Untuk terciptanya situasi yang aman dan kondusif di sekitar perairan Selat - Bali, khusunya di jalur penyebrangan Ketapang,ini tujuan kami. Semoga lancar, aman, dan kondusif," pungkas Masyhur Ade. (red.L)
Pembunuh Razek yang Dikubur di Bukit Sampang Diamankan Usai 6 Bulan Buron
Sampang, rakyatindonesia.com - Polisi mengamankan Liman alias Slebor (51), pelaku pembunuhan sadis yang mengubur korbannya di atas bukit kawasan Ketapang, Sampang. Pelaku diamankan di kawasan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimatan Tengah usai buron selama hampir 6 bulan.
Pembunuhan ini menewaskan Mohammad Razek (34), warga Banyuates. Sebelumnya, polisi telah mengamankan seorang pelaku bernama Mad Dehri (70), warga Desa Ketapang Timur, Ketapang, Sampang. Pembunuhan ini karena sakit hati karena Mad Dehri merasa terhina sebab mantan istri anaknya atau mantan menantunya dinikahi korban.
Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto membenarkan telah mengamankan pelaku di luar wilayah Sampang. Pelaku yang buron selama hampir 6 bulan itu diamankan saat sedang tidur di rumah persembunyiannya di Kalimantan Tengah.
"Reskrim Polres Sampang yang dipimpin Kaur Bin Ops (KBO) Iptu Agung Prasetyo SH berhasil mengamankan tersangka Liman alias Slebor saat tidur di rumahnya yang berada di Pangkala Bun Kabupaten Kotawaringin Barat pada hari Jumat (22/12) pagi," kata Sujianto kepada sejumlah wartawan, Selasa (26/12/2023)
Sujianto menjelaskan Liman alias Slebor merupakan satu dari tiga pelaku kasus tindak pidana pembunuhan sadis yang terjadi bulan Juli 2023.
"Tersangka sekarang sudah berada di Rumah Tahanan Polres Sampang untuk menjalani proses penyidikan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Sampang," bebernya.
"Polres Sampang menjerat Liman alias Slebor dengan Pasal 340 KUHP Subs Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun," imbuhnya.
Sebelumnya, polisi telah menangkap dan menetapkan Mad Dehri (70) sebagai tersangka otak perencana pembunuhan dan penguburan Razek.
Korban ditemukan dikubur dengan kondisi mengenaskan. Di mana korban masih menggunakan pakaian biasa dengan kepala ditutupi karung beras, serta tangan dan kaki yang masih terikat.(red.L)
Beredar Foto Terbaru Pilot Susi Air Bareng Pimpinan KKB Egianus Kogoya
Nduga, rakyatindonesia.com - Beredar di media sosial foto terbaru pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang sudah 10 bulan disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB). Foto itu menunjukkan Kapten Philip sedang bersama pimpinan KKB Egianus Kogoya.
"Ini memang foto terbaru," ujar Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/12/2023).
Berdasarkan foto tersebut, Faizal menilai Kapten Philip memang masih bersama Egianus. Dia kemudian menjelaskan bahwa pihaknya masih mengedepankan pendekatan soft approach dalam upaya membebaskan Philip.
"Sementara ada 2 hal yang dilakukan yang pertama adalah proses soft approach atau negosiasi dalam hal ini diinisiasi oleh bapak Kapolda dan bapak Pangdam," jelasnya.
"Dalam hal operasi penegakan hukum memang Operasi Damai Cartenz ikut terlibat akan tetapi memang yang dikedepankan adalah soft approach. Paling tidak sampai sejauh ini sekurang-kurangnya 6 bulan terakhir ini," katanya.
Sebelumnya, nasib Philip sempat dipertanyakan sebab dia terakhir kali diperlihatkan KKB pada 26 April 2023. KKB saat itu merilis video berdurasi 1 menit 38 detik yang memperlihatkan kondisi Philip.
Dalam video tersebut, Capt Philip meminta aparat TNI-Polri tidak menggunakan bom dalam proses penyelamatannya. Menurut dia, cara itu akan berbahaya terhadap keselamatannya.
"Indonesia jangan lepas bom di sini, jadi tidak usah lepas bom, itu bahaya untuk saya dan orang di sini," kata Capt Philip dalam video beredar.
Tampak dalam video itu Kapten Philip sedang didampingi oleh dua orang yang diduga anggota KKB. Philip duduk di antara dua orang tersebut dengan menggunakan baju kaos hitam dan celana pendek.
"Saya tinggal bersama-sama dengan orang di sini, kita duduk bersama, jalan bersama, istirahat bersama, dan tidak ada masalah dengan saya,"jelasnya.(red.L)
Miras Jahanam Pemicu Perkelahian yang Merenggut Maut Ahmad di Parit Gresik
Surabaya, rakyatindonesia.com - Terjawab sudah teka-teki penyebab kematian Ahmad Dwi Maulana, remaja 17 tahun asal Gresik. Ahmad yang ditemukan tak bernyawa di sebuah parit, Jalan Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Gresik dipastikan bukan korban kecelakaan. Dia tewas di tangan sahabatnya sendiri, Muhamad Fahrudin (20) setelah berkelahi akibat terpengaruh minuman keras (miras).
Perkelahian itu terjadi pada Jumat (22/12). Awalnya keluarga mendapat kabar jika Ahmad tewas karena kecelakaan tunggal. Keluarga sebenarnya sempat merasa ada yang janggal. Sebab, motor Ahmad yang ditemukan di dekat parit itu sama sekali tidak ada bekas beret tanda habis kecelakaan.
Namun, kala itu keluarga tak punya cukup informasi dan menganggap kematian Ahmad sebagai musibah. Keesokan harinya, Sabtu (23/12), Ahmad dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) sekitar desa tempat tinggalnya.
Setelah dimakamkan, muncul sebuah video yang cukup mengejutkan keluarga Ahmad. Video itu menyebar di WhatsApp grup warga sekitar tempat tinggal Ahmad.
Di video itu terlihat Ahmad berkelahi dengan seorang pemuda. Tampak Ahmad begitu tak berdaya dihajar habis-habisan oleh pemuda tersebut. Kepalanya dibenamkan berulang kali ke dalam air parit.
Dalam video terdengar percakapan seorang wanita dan seorang pria. Keduanya bercakap dalam Bahasa Jawa. Mereka terdengar tak berani menolong dan mendekati perkelahian itu.
"Mati loh iku nek diterusno. Temen iku mati, saya yakin gak suwe mati iku di jejelno nang banyu ngono. Mati nggak iso ambegan. (Mati loh itu kalau diteruskan. Beneran mati itu, saya yakin nggak lama mati itu dimasukkan ke air gitu. Mati nggak bisa bernapas)," kata wanita tersebut.
Keluarga bukan tak mengenali sosok pemuda yang berkelahi dengan Ahmad tersebut. Mereka kenal. Malah sangat kenal. Pemuda yang membabi buta menghajar Ahmad itu tak lain adalah Fahrudin. Keduanya bersahabat sejak kecil.
Berdasar video itu keluarga melapor ke Polsek Bungah. Oleh polsek, laporan itu kemudian diteruskan ke Sat Reskrim Polres Gresik.
Dari laporan tersebut, polisi bergerak cepat untuk menguak penyebab kematian Ahmad. Makam Ahmad lantas dibongkar pada Minggu (24/12). Jenazahnya lalu diautopsi di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Di tengah proses autopsi berjalan, rupanya Fahrudin berusaha merangkai alibi. Minggu malam, dia datang takziah ke rumah Ahmad. Fahrudin ikut tahlil sembari memberikan santunan uang duka.
Kala itu Fahrudin mengaku kepada keluarga Ahmad jika dia sempat menolong sahabatnya yang kecelakaan. Tentu saja keluarga Ahmad tak percaya. Namun, mereka membiarkan Fahrudin mengarang cerita. Fahrudin tak tahu bahwa keluarga Ahmad sudah mendapatkan video perkelahian di parit tersebut.
Hingga akhirnya hasil autopsi jenazah Ahmad dari RSUD Ibnu Sina Gresik keluar di hari yang sama saat keluarga menggelar tahlil. Dokter forensik menyatakan ke polisi bahwa ada luka memar di kepala sebelah kiri. Selain itu, ditemukan air bercampur lumpur di saluran pernapasan dan pencernaan Ahmad. Ini diduga karena kepala Ahmad dibenamkan ke air parit saat perkelahian terjadi.
"Ada lumpur di area saluran pernapasan dan di pencernaan. Terutama di bagian paru-paru hingga lambung," terang Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Komang Andhika Haditya Prabu membeberkan hasil autopsi itu, Minggu (24/12) malam.
Setelah mengantongi hasil autopsi, Resmob Polres Gresik langsung bergerak cepat untuk mengamankan Fahrudin. Polisi lantas menggali keterangan Fahrudin untuk mencari kronologi pasti hingga motif perkelahian tersebut.
Perkelahian di parit itu berawal dari miras jahanam yang menyebabkan Fahrudin hilang kendali. Duo sahabat itu sempat pesta miras.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdan mengungkapkan, Ahmad dan Fahrudin sejatinya adalah sahabat dekat. Mereka seling jalan bersama karena memang tinggal berdekatan.
"Keduanya merupakan teman yang cukup dekat dan kerap nongkrong bersama. Sebelum ditemukan tewas, mereka menggelar pesta minuman keras," ungkap Aldhino, Senin (25/12/2023).
Aldhino menambahkan, di tengah pesta miras itu Fahrudin dan Ahmad cekcok. Mereka saling ejek hingga akhirnya terjadilah perkelahian maut di parit tersebut. Kala itu Fahrudin yang setengah sadar benar-benar kalap menghajar sahabatnya sendiri.
"Lokasi pesta miras tak jauh dari lokasi kejadian tempat ditemukannya korban tergeletak usai keluar dari parit. Saat berkelahi keduanya juga dalam kondisi mabuk," tambah Aldhino.
Akibat perkelahian itu Ahmad tumbang tak sadarkan diri. Sebenarnya saat itu, kata Aldhino, keluarga berusaha memberikan pertolongan maksimal kepada Ahmad. Mereka cepat-cepat membawa Ahmad ke puskesmas terdekat. Namun, kondisi Ahmad saat itu memang tengah meregang nyawa.
"Sempat dilarikan ke puskesmas, tapi karena kritis korban dirujuk ke RSUD Ibnu Sina. Namun, nyawa korban tidak terselamatkan akibat tersedak lumpur di lokasi kejadian hingga mengganggu pernapasan," beber Aldhino.
Hingga sekarang belum diketahui pasti kata-kata apa yang memicu keduanya cekcok saat pesta miras. Polisi masih mendalami keterangan Fahrudin lebih lanjut.
Yang jelas, berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi-mulai rekaman video, keterangan para saksi, hingga hasil autopsi- polisi tak ragu untuk menetapkan Fahrudin sebagai tersangka.
"Dia (Fahrudin) terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal," tegas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2015 tersebut.
Sementara paman Ahmad, Munif mengatakan, dari informasi yang dia dapatkan, keponakannya itu sempat mengomentari status Facebook Fahrudin terkait miras. Setelah dikomentari, Fahrudin lalu meminta Ahmad untuk datang ke lokasi pesta miras.
"Keponakan saya ini katanya mengomentari status pelaku. Katanya 'pesta miras kok nggak diajak'. Kemudian pelaku meminta Ahmad ini datang," kata Munif.
Setelah datang, lanjut Munif, minuman di lokasi yang didatangi Ahmad habis. Ia menduga inilah yang menjadi pemicu cekcok hingga akhirnya terjadilah perkelahian.
"Memang keduanya ini teman satu desa. Cuman beda RT. Entah itu karena pengaruh miras, jadi pelaku tega menghabisi nyawa keponakan saya," tukas Munif.(red.L)
FOLLOW THE Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram