Wednesday, March 20, 2024

Demokrat Jatim Siap Jalin Komunikasi dengan Parpol Lain demi Emil Cawagub

 


Surabaya,rakyatindonesia.com - DPD Demokrat Jawa Timur siap menjalin komunikasi dengan partai yang sudah memberi rekomendasi kepada Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024. Komunikasi ini dilakukan untuk membahas posisi cawagub Khofifah. Tentu saja, Demokrat memasang Emil Dardak tetap mendampingi Khofifah.


"Kami dari Demokrat mengusulkan Khofifah sebagai Cagub Jatim dan Emil Dardak sebagai Cawagub Jatim. Tentu kami akan berkomunikasi, kalau perlu kami akan sowan ke partai-partai yang sudah memberi rekomendasi kepada Khofifah di Pilgub Jatim terkait posisi cawagub Jatim," kata Bendahara Demokrat Jatim Dr Agung Mulyono di Surabaya, Selasa (19/3/2024).

Sejumlah partai telah memberi rekomendasi kepada Khofifah di Pilgub Jatim. Jika dirinci dengan perhitungan kursi DPRD Jatim, Khofifah sudah mendapat dukungan 52 kursi DPRD Jatim (Gerindra 21 kursi, Golkar 15 kursi, Demokrat 11 kursi, dan PAN 5 kursi).


Agung menyatakan, Demokrat siap duduk bersama dengan partai-partai tersebut. Caleg DPRD Jatim Dapil IV terpilih ini berharap semua partai pendukung Khofifah bisa menerima Emil sebagai Cawagub Jatim.

"Kami siap duduk bersama, sowan, kita diskusi bagaimana enaknya untuk posisi cawagub Jatim. Tentunya kami berharap semua partai pendukung bisa menerima dan mengusung cawagub Emil Dardak," jelasnya.

Agung menyebut duet Khofifah-Emil layak dilanjutkan. Sebab, pembangunan di Jawa Timur harus berkelanjutan hingga 5 tahun ke depan.

"Karena keduanya kan sudah klop, sudah mengerti satu sama lain. Ritme kerjanya kan sudah ketemu, sayang kalau tidak dilanjutkan," jelasnya.

"Kami optimis Emil akan diterima semua partai pendukung. Emil itu sebenarnya masuk bursa menteri, tapi saya melihat beliau masih ingin mengabdi untuk Jatim bersama Khofifah. Apalagi, Khofifah merasa nyaman dengan Emil. Pokoknya kami siap duduk bersama dengan partai pendukung," tandas putra asli Banyuwangi ini. (red.I)


Monday, February 26, 2024

Keroyok Mahasiswa, 5 Anggota Gangster Tamyis Boys di Jombang Diringkus

 

Jombang, rakyatindonesia.com - Tim Tindak Tegas (Tigas) Polsek Peterongan, Jombang meringkus 5 anggota gangster Tamsis Boys. Pasalnya, gerombolan bersenjata tajam dan balok kayu itu mengeroyok seorang mahasiswa yang sedang mencari makan di Jalan KH Romli Tamim.


Kapolsek Peterongan AKP Dian Anang Nugroho menjelaskan 5 anggota Geng Tamsis Boys itu diringkus Tim Tigas pada Minggu (25/2) sekitar pukul 23.00 WIB sampai dini hari tadi. Kelimanya merupakan warga Desa Sambongdukug, Kecamatan Jombang. Ironisnya, 4 anggota geng ini masih anak-anak.


"Lima orang yang kami tangkap anggota gangster Tamsis Boys, mereka mengeroyok seorang pemuda di Jalan KH Romli Tamim pada 4 Februari 2024," jelasnya kepada wartawan, Senin (26/2/2024).


Tidak hanya itu, lanjut Dian, pihaknya juga menyita barang bukti hasil visum korban, baju korban ketika dikeroyok, celurit dan pedang yang digunakan pelaku mengeroyok korban, serta 1 bendera warna hitam putih bertuliskan Tamsis Boys.


Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Empat pelaku yang tergolong anak-anak, diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. Dian menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap kelompok yang berbuat anarkis dan meresahkan masyarakat.


"Kami imbau para orang tua agar memperhatikan putra dan putrinya, ketika sudah malam mereka harus dicari. Karena ulah mereka dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," terangnya.



Korban pengeroyokan gangster Tamsis Boys adalah Agung Amanulloh (25), mahasiswa warga Desa Ngumpul, Jogoroto, Jombang. Ketika itu, Agung dalam perjalanan mencari makan. Saat melintas di Jalan kH Romli Tamim, tepatnya di depan makam Dusun Pesantren, Desa Peterongan pada Minggu (4/2) sekitar pukul 02.00 WIB, ia berpapasan dengan geng tersebut.



Menurut Dian, gerombolan sekitar 20 pemuda itu berkonvoi mengendarai sepeda motor. Salah satu dari mereka memukul kepala korban dengan balok kayu ketika berpapasan dengan korban. Tidak hanya itu, mereka lantas berbalik arah mengeroyok Agung. Lima anggota gangster Tamsis Boys yang ditangkap mempunyai peran masing-masing.


BR (17) memukul tubuh korban 1 kali, RSP (17) merusak sepeda motor korban dengan balok kayu, RSB (17) dua kali melempar korban dengan batu bata. RSB juga membawa sebilah celurit. Sedangkan ACA (17) membacok sepeda motor korban dengan pedang.


"Kalau Yoggi (19) melempar korban dengan menggunakan batu," ungkapnya.


Dian menambahkan, korban berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam perkampungan. Agung baru berani pulang setelah memastikan Geng Tamsis Boys itu sudah meninggalkan lokasi. Ia lantas diantar keluarganya ke RSUD Jombang untuk menjalani perawatan. Keesokan harinya, Senin (4/2) korban melapor ke Polsek Peterongan.


"Korban mengalami luka robek di rahang bawah dan di bagian lainya," tandasnya. (red.w)

Friday, February 2, 2024

Polres Pacitan Berhasil Ungkap Misteri Meninggalnya Remaja Usai Minum Kopi

  


PACITAN, rakyatindonesia.com - Polres Pacitan Polda Jatim berhasil mengungkap misteri kematian seorang remaja usai minum kopi yang sebelumnya telah dibuat oleh ayah korban. 


Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 5 Januari 2024, sekitar pukul 06.30 WIB, di rumah korban Dusun Mekarsari, Desa/Kecamatan Sudimoro. 


Korban laki – laki berinisial MRS  (12 ) yang merupakan seorang pelajar yang meninggal setelah sebelumnya minum kopi  di rumahnya.


Dalam kasus ini Polisi yang terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan para saksi secara intensif akhirnya menetapkan seorang Perempuan inisial AFA (25 ) yang diduga dengan sengaja membubuhkan racun ke dalam kopi yang sebelumnya telah dibuat oleh ayah korban tanpa sepengetahuan orang tua korban.


“Hasil pemeriksaan tersangka AFA mengaku membubuhkan racun ke dalam kopi,”ujar Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho, Kamis (1/2/2024). 


Adapun motif pelaku diduga kuat terkait panik lantaran tersangka merasa terganggu dengan laporan atau pengaduan ke Polsek Sudimoro yang dilakukan oleh ibu korban soal kasus pencurian buku rekening, kartu ATM, dan KTP sebelumnya. 


"Setelah dilakukan pengecekan jejak digital forensik, ada fakta tersangka pernah membeli sianida melalui online," terang AKBP Agung Nugroho. 


Sebelumnya Polres Pacitan telah melaksanakan olah TKP, menyita barang bukti, memeriksa saksi-saksi termasuk saksi ahli dari Kedokteran Forensik Polda Jatim.


Hal itu diperkuat dengan beberapa barang bukti yang disita kepolisian di tempat Kejadian Perkara (TKP), di antaranya seragam pramuka korban, bungkus sisa kopi merk "NEO COFFEE" yang sudah diseduh, sisa minuman kopi yang telah diminum oleh korban, gelas tangkai bertuliskan "FRESCO" bekas wadah kopi korban.


Selain itu juga sendok bekas digunakan untuk mengaduk kopi korban, handphone milik tersangka, bendel rekam medis pasien yang dikeluarkan oleh Puskesmas Sudimoro dan akun aplikasi Lazada atas nama tersangka.


"Tersangka ini cukup lihai melakukan pencurian ATM, buku rekening dan KTP milik Sukatmini (ibu korban) yang disimpan di lemari. Bahkan bisa membobol PIN ATM," terangnya. 


Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. 


"Tersangka sebelumnya memang terjerat utang pinjol sehingga nekat untuk mencuri uang sampai melakukan pembunuhan," jelas AKBP Agung Nugroho.


Selanjutnya dari beberapa alat bukti tersebut diatas penyidik menetapkan AFA sebagai tersangka pembunuhan berencana dengan menggunakan racun sianida (Cn) terhadap korban MRS.


Dari pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka, Polisi mendapatkan hasil bahwa yang bersangkutan mengakui telah meracuni korban dengan menggunakan sianida yang diperoleh secara online melalui aplikasi Lazada. 


"Maksud tersangka beli sianida untuk membunuh salah satu keluarga dari Sukatmini agar tidak melakukan pelaporan ke pihak kepolisian tentang hilangnya buku rekening, kartu ATM dan KTP. 


Hal itu didapat dari tangkapan layar CCTV di salah satu bank saat tersangka sedang melakukan penarikan uang sebesar Rp32 juta dengan cara mendatangi customer service. 


Tersangka beralibi di hadapan customer service bank hendak mengganti pin ATM tersebut dengan cara memalsukan tandatangan pada surat permohonan penggantian Pin ATM.


Setelah berhasil mengganti pin ATM tersebut, tersangka melakukan penarikan uang di mesin ATM sebesar Rp2 juta. Karena melihat saldo milik Sukatmini masih banyak, akhirnya tersangka melakukan penarikan uang di teller sebesar Rp30 juta dengan cara menyerahkan buku rekening. 


Tersangka pun mengakui segala perbuatannya tersebut meskipun enggan membuka suara dan hanya menganggukkan kepala sambil tertunduk penuh penyesalan. 


Pengungkapan kasus kopi sianida yang merenggut nyawa remaja ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menanggapi dan menyelesaikan tindak pidana, sehingga diharapkan mampu memberikan keadilan bagi keluarga korban, dan menjaga keamanan masyarakat Pacitan.(red.Tim)

Thursday, February 1, 2024

Cegah Penyalahgunaan, Narkoba Polres Bojonegoro Gelar Sosialisasi di Sekolah

  


BOJONEGORO, rakyatindonesia.com  -  Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) Polres Bojonegoro Polda Jatim menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar.


Kali ini giliran siswa-siswi SMPN 3 Bojonegoro mendapat kunjungan dari tim Satresnarkoba Polres Bojonegoro untuk mendapatkan penyuluhan terkait bahaya Narkoba.


KBO Satresnarkoba Polres Bojonegoro,Iptu Khambali mengatakan sosialisasi ini memberikan wawasan dan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba serta dampak buruk yang ditimbulkannya.


"Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapakan dapat memberantas, mencegah dan mengantisipasi panyalahgunaan narkoba kepada masyarakat terutama dikalangan pelajar," kata Iptu Khambali usai memberikan materi kepada para pelajar, Rabu (31/1).


Iptu Khambali menambahkan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya kepolisian dalam memberantas dan mencegah penyalahgunaan narkoba. 


"Dikhawatirkan karena ketidaktahuan dan mencoba-coba akhirnya malah terjerumus ke penyalahgunaan narkoba,"ungkapnya.


Ia menjelaskan, perlu peran semua pihak agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang akan merusak masa depan mereka.


“Kalau bisa para pelajar ini menjadi penggiat anti Narkoba atau duta anti Narkoba di lingkungannya,” pungkasnya. (Waf/Hms)

Wednesday, January 31, 2024

Kunjungan TK dan PAUD, Polsek Gampengrejo Kenalkan Tertib Berlalu Lintas dan Anti Bullying

Kediri, rakyatindonesia.com - Polsek Gampengrejo Polres Kediri terima kunjungan siswa-siswi TK dan PAUD Dharma Wanita Desa Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Rabu (31/1/2024) pagi. 


Kapolsek Gampengrejo AKP Iwan Setyo Budhi, S.H. bersama anggota Polsek Gampengrejo lainnya, yakni Aiptu Untung, Aipda Puguh Tri L., S.H. dan Bripka Aning N. S., S.H., menyambut dengan penuh suka cita kedatangan puluhan anak itu. 


Pada kesempatan tersebut, petugas Kepolisian memberikan beberapa materi, antara lain pengenalan rambu dan tertib berlalu lintas, 12 gerakan pengaturan lalu lintas serta imbauan untuk tidak melakukan  bullying kepada sesama teman.


Materi disajikan dengan cara yang menarik dan disesuaikan agar dapat dicerna dengan mudah oleh anak-anak. 


AKP Iwan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Anak (Pols Anak), yang bertujuan untuk mendekatkan Polisi dengan masyarakat khususnya anak-anak. 


Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan game yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengasah keterampilan intelektual anak.


"Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak bisa memahami pentingnya tertib berlalu lintas dan memiliki sikap positif terhadap lingkungan sejak dini," harap AKP Iwan. 


Siswa-siswi TK serta PAUD itu juga berkesempatan untuk merasakan langsung berada didalam mobil dinas Polisi dan berjalan-jalan mengelilingi Mapolsek Gampengrejo. 


"Kita ingin menciptakan generasi yang sadar akan aturan dan norma-norma kehidupan," sambung AKP Iwan.(red.Tim)

 

Polres Bondowoso Siapkan Personel Pengamanan di 2.432 TPS pada Pemilu 2024


BONDOWOSO, rakyatindonesia.com  – Mengahadapi hari pencoblosan tanggal 14 Pebruari 2024 mendatang, Polres Bondowoso Polda Jatim telah menyiapkan personel gabungan pengamanan pada Tempat Pemungutan Suara ( TPS ).


Kapolres Bondowoso, AKBP Lintar Mahardhono mengatakan pada tahapan pemungutan suara tersebut Polres Bondowoso akan melibatkan total 535 personel.


Adapun rincian penempatannya 356 personel akan diploting pengamanan di TPS-TPS, sedangkan 179 personel Oncall di Mako sebagai Power Of Hand sewaktu-waktu dapat digerakan bila terjadi situasi Kontinjensi.


“Untuk pengamanan TPS, kami sesuaikan dengan standart opersional prosedur yaitu pada ring dua,sementara untuk yang di dalam TPS kita libatkan rekan – rekan Linmas,”ujar AKBP Lintar.


Kapolres Bondowoso menyebut persiapan personel gabungan yang terlibat pada Operasi Mantap Bratha Semeru 2024 telah dilakukan sejak awal sebelum tahapan Pemilu 2024.


“Sebelumnya kami sudah menggelar koordinasi lintas sectoral hingga simulasi pengamanan bersama seluruh stakeholder dalam pengamanan Pemilu 2024,”ujarnya.


Dalam keterangannya Kapolres Bondowoso AKBP Lintar Mahardhono, SH. SIK. menjelaskan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini jumlah TPS yang akan diamankan ada 2.432 TPS.


“Dari ribuan TPS itu sudah kami petakan TPS yang tergolong rawan, karena rata-rata TPS tersebut berjarak sangat jauh serta medan yang sulit dijangkau,”ujar AKBP Lintar. 


Kapolres Bondowoso juga menghimbau kepada seluruh warga Masyarakat khususnya Kabupaten Bondowoso agar bersama – sama turut mensukseskan Pemilu dengan datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.


“Suksenya Pemilu ini selain jika Pemilu berjalan aman,lancar dan kondusif juga maksimalnya Masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan hadir di TPS melakukan pencoblosan,”terang AKBP Lintar.


Sementara itu untuk Netralitas pihak aparat dalam hal ini seluruh anggota maupun PNS pada Polres Bondowoso, Kapolres Bondowoso telah menegaskan akan tetap komitmen menjaga netralitas tersebut.


“Kami tegaskan untuk PNS untuk anggota maupun PNS pada Polres Bondowoso tetap bersikap Netral dan hanya focus pada pengamanan agar Pemilu 2024 benar – benar sukses,”pungkasnya.(red.Tim)

 

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved