Friday, May 17, 2024

Sejumlah Pengendara Gunakan Knalpot Brong di Jalan Ijen Diamankan Polisi

MALANG, rakyatindonesia.com - Polresta Malang Kota terus melakukan tindakan terhadap pengguna knalpot brong yang masih digunakan pengendara saat berada di kawasan tertib lalu lintas. Terbaru polisi telah mengamankan sejumlah pengendara yang meresahkan warga di Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Kamis (16/5/2024) sore.

Para pengendara yang menggunakan sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai sepsifikasi membuat warga sekitar sempat resah. Keresahan warga muncul saat sejumlah pengendara berkendara melaju hingga freestyle di jalan tersebut.

Padahal saat itu kondisi lalu lintas tengah ramai lalu lalang kendaraan dari dua arah. Namun dalam video yang beredar di sosial media seakan salah satu pengendara tak memperdulikan hal tersebut.

Kemudian beberapa pengendara tampak nongkrong dan memarkirkan kendaraannya di tepi Jalan Ijen. Mendapati laporan masyarakat adanya sejumlah pengendara motor yang sering nongkrong di seputaran Jalan Ijen, Satlantas Polresta Malang Kota langsung ke lokasi.

“Para pengguna menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis laik jalan sehingga mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar Jalan ljen, Kota Malang,” ungkap Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Aristianto Budi Sutrisno.

Petugas pun langsung melakukan penindakan terhadap para pengendara yang melanggar tersebut dengan memberikan tilang di lokasi. Kemudian mereka juga diminta untuk melepas knalpot brong yang digunakan.

“Sejumlah pengendara motor tersebut dilakukan penindakan berupa tilang dan pencopotan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis laik jalan,” imbuh Aris, Jumat (17/5/2024).

Selanjutnya knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis laik jalan itu diamankan di Mapolresta Malang Kota. Kemudian para pengendara diminta untuk mengganti knalpot yang sesuai standart.

Untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya terus melakukan patroli agar masyarakat tidak resah dengan adanya pengendara yang menggunakan knalpot brong.

Sementara itu dari data Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota merinci sebanyak 790 unit knalpot brong diamankan sejak bulan Januari hingga April. Terbanyak pada Januari yakni 640 unit. Namun di bulan Februari mengalami penurunan yang drastis, hanya 5 unit yang berhasil diamankan.

Selanjutnya pada bulan Maret, polisi mengamankan 68 knalpot. Disusul bulan April meningkat lagi menjadi 77 knalpot yang disita di Mapolresta Malang Kota.(red.R)

Kapolres Tuban Bantah Soal Tuduhan LSM KCB, Pengangkatan Kasatreskrim Sudah Sesuai Aturan



TUBAN, rakyatindonesia.com - Kapolres Tuban, AKBP Suryono mengatakan, bahwa pengangkatan AKP Rianto sebagai kasatreskrim sudah sesuai aturan yang berlaku di internal kepolisian. 

Hal ini disampaikan AKBP Suryono pasca Kasatreskrim Polres Tuban dan SDM Polda Jatim digugat oleh LSM Komunitas Cinta Bangsa (KCB) di Pengadilan Negeri Tuban.


"Ya kalau menurut kami pemberitaan tersebut tidak berdasar dan sumbernya juga tidak jelas. Lalu pejabat yang dijadikan berita juga tidak ada konfirmasi. Sehingga, sepengatahuan kami atau faktanya bahwa yang bersangkutan dalam hal ini kasatreskrim secara kuorum telah memenuhi syarat," tegas AKBP Suryono kepada wartawan, pada jumat (17/05/2024).

Kapolres kelahiran Bojonegoro itu menambahkan, tuduhan terhadap Kasatreskrim Rianto yang tidak memiliki sertifikasi penyidik dan tidak pernah asesmen itu salah semua. Sebab, sesuai fakta AKP Rianto pernah mengikuti asesmen dan lulus menjadi kasat reskrim. Lalu, dia juga pernah mengikuti sertifikasi sebagai penyidik.

"Sehingga kalau menurut saya ngawur. Kalau menurut saya berita itu tidak benar. Maka perlu saya klarifikasi yang bersangkutan secara formil, bahwa persyaratan secara kompetensi memenuhi syarat menjadi kasatreskrim," paparnya.

Kapolres Suryono pun meminta, kepada pembuat berita agar disesuaikan dengan aturan mainnya dan kaidah jurnalistik. Tak hanya itu, sebaiknya juga bisa mengkonfirmasi langsung di Bagian SDM Polda Jatim. 

Bila perlu langsung konfirmasi ke kapolres terkait kebenaran informasi tersebut. Sehingga, harapannya berita yang tak berdasar tidak semakin liar lantaran tidak ada faktanya.

"Yang menjadi masalah ketika dibaca orang nanti berasumsi lain-lain dan berasumsi jelek terkait dengan SOTK, atau persyaratan atau yang lain-lain di Polres Tuban," pungkasnya.

Sebelumnya, ada media online telah memberitakan tentang gugatan dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat KCB (Komunitas Cinta Bangsa) terkait dugaan buruknya SOTK dan Kinerja Polres Tuban Jawa Timur.

Dalam pemberitaan itu, warga yang mengatasnamakan LSM KCB menggugat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Tuban dan SDM Polda Jatim di Pengadilan Negeri Tuban.

Gugatan itu dilayangkan lantaran adanya dugaan pelanggaran dilakukan oleh Divisi BIRO SDM Polda Jatim dalam pengangkatan Kasatreskrim Polres Tuban. Karena di anggap tidak cermat dalam syarat administrasi dan mengesampingkan Peraturan Perundangan yang berlaku.(red.R)

Tersinggung Karena Ditegur, 2 Pengamen Aniaya Pengunjung Rumah Makan

Gambar Ilustrasi

BOGOR, rakyatindonesia.com - Seorang pengunjung babak belur dianiaya dua pengamen di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor pada Kamis (16/5/2024) sore. Penganiayaan diduga dipicu lantaran pelaku tersinggung ucapan korban.

Akibat penganiayaan ini, korban inisial JSH (43) dilarikan ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo lantaran mengalami luka serius.

Kapolsek Cisarua Kompol Eddy Santosa mengatakan peristiwa berawal saat korban bersama istrinya PKP (40) sedang makan di warung sate Haji Ujang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor sekitar pukul 17.30 WIB.

Kemudian, dua orang pengamen datang dan menyanyikan sebuah lagu. Usai bernyanyi, pengamen tersebut meminta uang kepada setiap pengunjung.

"Awalnya, korban memberikan uang kepada pengamen tersebut, namun saat meminta uang kepada orang di sebelahnya, tidak diberi," kata Eddy, Jumat (17/5/2024).

Korban yang diketahui berasal dari Bekasi ini lantas menegur pengamen itu agar tidak meminta imbalan dengan cara memaksa. Namun, ucapan korban justru membuat pengamen tersinggung.

Kedua pelaku langsung menyerang dan menganiaya korban hingga tersungkur di tanah. Kedua pengamen tersebut kemudian melarikan diri setelah melakukan penganiayaan.

 Polisi yang mendapat laporan tersebut segera turun ke lokasi dan meminta keterangan terhadap korban dan saksi yang melihat kejadian ini.

Eddy berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelakunya. Ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya para pengunjung atau wisatawan di Puncak.

"Kami akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelaku yang masih dalam pencarian," ujarnya.(red.R)

Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat di Kediri Peringati BBGRM XXI Tahun 2024

KEDIRI, rakyatindonesia.com – Semangat gotong royong dan kebersamaan terpancar dalam peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI tahun 2024 di wilayah hukum Polres Kediri Polda Jatim. 

Pasalnya, TNI-Polri bersama Perangkat Desa dan masyarakat setempat bahu membahu membersihkan fasilitas umum, seperti Balai Desa, lapangan, pemukiman penduduk hingga tempat wisata.

Tak hanya melakukan kerja bakti, di sejumlah lokasi turut dilakukan penanaman pohon, Jumat (17/5/2024) pagi. 

Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K. melalui Kasihumas Polres Kediri AKP Sri Atik menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan.

"Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ini merupakan wujud nyata sinergitas TNI-Polri dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat dan asri," ujar Kasihumas.

Sambungnya, kegiatan ini dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar warga, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang merupakan warisan budaya bangsa.

Sementara masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Nita, salah satu warga Desa Paron Kecamatan Ngasem mengungkapkan suka citanya.

"Saya senang sekali bisa ikut bergotong  royong bersama bapak Tentara, Polisi dan warga lainnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mempererat tali silaturahim," ungkapnya bersemangat.

Dengan ini, BBGRM menjadi contoh nyata bagaimana sinergitas TNI-Polri dan masyarakat dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.(red.Tim)

Jaga Keamanan World Water Forum di Bali, Polda NTB Gencarkan Patroli di Kawasan Pelabuhan

MATARAM, rakyatindonesia.com - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di seluruh wilayah hukum Polda NTB. Hal ini dilakukan sebagai kegiatan imbangan Operasi Puri Agung 2024 untuk menyukseskan penyelenggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali, 18-25 Mei 2024.

“Untuk memastikan kesiapan kita di Polda NTB, Kabaharkam Polri telah melakukan pengecekan pada sejumlah lokasi pengamanan yang diprioritaskan, khususnya di kawasan yang ada pelabuhan,” kata Kapolda NTB Irjen Umar Faroq dalam keterangannya, Jumat (17/5/2024).

Dijelaskan, operasi KRYD baik berupa patroli laut dan darat yang dilakukan Polda NTB dan seluruh Polres jajaran, untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang dapat memengaruhi kelancaran kegiatan internasional yang dilaksanakan di Bali tersebut.

Dalam melaksanakan patroli, petugas berupaya mendeteksi setiap gangguan keamanan yang mungkin saja terjadi di wilayah Polda NTB, tetapi dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan WWF di Bali. Mengingat wilayah NTB berdekatan dengan Bali.

Sebagai daerah penyangga, NTB tentu akan melakukan berbagai upaya atau langkah-langkah guna memastikan kondusivitas kamtibmas.

“Patroli laut akan kita masifkan kegiatannya, mengingat salah satu muara masuk ke wilayah Bali juga melalui Laut,” kata kapolda.

Ditambahkan, sebagai tetangga Bali, NTB harus bisa menjaga dan melakukan tindakan hukum bila mendeteksi adanya sekelompok orang atau oknum pribadi yang berusaha menerobos lewat jalur laut untuk masuk ke Bali yang bertujuan mengganggu WWF.

“Ini menjadi tugas pengamanan yang dilakukan oleh daerah penyangga,” katanya.(red.Tim)

Kapolri Beri Penghargaan Casis Bintara Jari Putus Dibegal Masuk Bintara Polri

 

JAKBAR, rakyatindonesia.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada calon siswa Bintara Polri yang menjadi korban begal hingga jari tangannya putus di Kebun Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), Satrio Mukhti (18). Jenderal Sigit merekrut Satrio untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.

“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2024).

"Sehingga Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada adik kita, Satrio Mukhti, diterima sebagai anggota Polri," lanjut Irjen Dedi.

Seperti diketahui, Satrio Mukhti dibegal di Jalan Arjuna, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Satrio sempat berduel melawan pelaku bersenjata golok.

"Awalnya saya tidak melihat dia bawa senjata tajam, jadi berantem pertama tidak membawa senjata tajam. Sempat satu lawan satu," ujar Satrio saat ditemui detikcom di rumahnya di Tanjung Duren Utara, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (15/5).

Satrio mengungkapkan, awalnya, pada Sabtu (11/5), dia tengah berangkat untuk tes psikotes bintara Polri di SMK Media Informatika Pasanggrahan, Jakarta Selatan. Dia berangkat pukul 04.00 WIB karena tes dilakukan pada pukul 05.00 WIB.

"Pelaku itu satu motor tapi tiga orang. Pas berantem itu orang pertama kalah, tapi temannya yang tengah langsung turun dan ngeluarin senjata tajam," kata Satrio.

Pelaku yang membawa golok langsung mengayunkan senjatanya hingga ditangkis oleh Satrio. Akibatnya, jari kelingking korban hampir putus.

"Pertama pas dibacok saya nggak merasa tangan saya kena, karena saya merasa nangkisnya pegangan goloknya. Dua kali dibacok, tangan dan kaki, alhamdulillah saya pakai helm jadi kepala nggak kena," ujar Satrio.

Akibat pembegalan ini, Satrio mengalami luka parah di tangan. Jari kelingkingnya hampir putus karena menangkis golok.

"Kalau luka yang parah tangan, kaki juga cukup parah. Tulang kelingkingnya putus, tapi masih nyantel, pas operasi saya masih pegang jari saya," ucap Satrio.

Satrio akhirnya terjatuh. Sementara para pelaku berhasil membawa kabur motor dan ponsel miliknya.

Dengan kejadian yang dialaminya, Satrio berharap masih bisa mengikuti rangkaian tes bintara Polri. Satrio mengaku telah dua kali mengikuti tes bintara Polri. Menurut dia, menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil.

"Dengan kejadian ini, jika mimpi saya harus terkubur saya ikhlas. Tapi kalau dengan kejadian ini saya bisa jadi anggota Polri, saya siap," tegas Satrio.

Pada kesempatan berbeda, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno menuturkan korban telah menjalani operasi penyambungan jari. "Sudah, sudah dioperasi. Sudah disambung," kata kepada detikcom, Selasa (15/5).(red.Tim)

Coba Bermain Saham, Seorang Mahasiswi Gelapkan Uang J&T hingga Lebih Rp 300 Juta

Gambar Ilustrasi

NUNUKAN, rakyatindonesia.com – Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, mengamankan gadis bernama AR (25), karena dilaporkan menggelapkan uang perusahaan jasa pengiriman, J&T. 

Laporan tersebut dilakukan oleh Juwita (35), selaku penanggung jawab kantor cabang J&T yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Desa Sungai Nyamuk RT 009, Sebatik Timur. 

Selain bekerja sebagai tenaga administrasi di J&T, gadis yang tinggal di Jalan Bhakti Husada, Desa Sei Nyamuk, RT 002, Sebatik Timur ini, juga merupakan mahasiswi. 

"Kita terima laporan pada Senin 13 Mei 2024. Pelapor dari J&T mengatakan mengalami kerugian lebih Rp 300 juta, karena diduga digelapkan oleh tersangka AR," ujar Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Wisnu Bramantyo, saat dikonfirmasi Kamis (16/5/2024).

Awalnya, pada Selasa (14/5/2024), Juwita yang merupakan penanggung jawab J&T Sungai Nyamuk, dihubungi pihak perusahaan lantaran uang yang disetorkannya masih kurang Rp 66.485.108.

Pihak perusahaan meminta Juwita meneliti kembali laporan keuangan yang dibuat pada 7 Mei 2024, dan secepatnya melaporkan hasilnya.

Juwita, lantas menanyakan hal tersebut kepada AR, selaku admin atau penanggung jawab uang tersebut. 

"AR menjawab kalau kartu ATM miliknya terblokir. Pelapor akhirnya memintanya segera memperbaiki ATM," ujar Wisnu lagi.

Namun, permasalahan keuangan yang sama kembali terjadi untuk laporan keuangan pada 8 dan 9 Mei 2024. 

Ketika Juwita merekap ulang uang hasil COD, untuk dikirim ke perusahaan. Juwita menemukan ada kekurangan sebesar Rp 117.925.555. 

"Pelapor kembali menanyakan kekurangan uang tersebut. Pelaku beralasan ATM miliknya masih terblokir, belum sempat diperbaiki karena saat itu kalender merah, dan bank baru buka pada hari Senin 13 Mei 2024," jelasnya. 

Pelapor yang mengenal keluarga tersangka, berinisiatif menceritakan hal tersebut kepada kakak kandung tersangka.

Saat ditanyai kakak kandungnya perihal kurangnya uang perusahaan J&T, tersangka berterus terang ia telah mendepositkan uang tersebut, untuk bermain saham. 

Juwita yang mengecek visual CCTV, melihat tersangka juga mengambil uang di brankas kantor J&T sebesar Rp 159.143.000 pada Jumat (10/5/2024). 

"Kita amankan AR, dan kita sangkakan Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara," kata Wisnu.(red.R)

Calon Siswa Bintara Polri Di Begal, Salah Seorang Pelaku Di Tembak Mati Karena Melawan Petugas

JAKARTA, rakyatindonesia.com - Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya (Subdit Jatanras Dirreskrimum Polda Metro Jaya) menangkap lima orang pelaku begal terhadap seorang calon siswa (casis) bintara Polri, SMR, 18 tahun. Mereka ditangkap pada Rabu, 15 Mei 2024 sekitar pukul 02.00.

Kepala Subdit Jatanras Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Rovan Richard Mahenu, menjelaskan dari lima orang tersangka begal itu, tiga di antaranya merupakan pelaku utama, satu merupakan penjual sepeda motor korban, dan satu lagi merupakan pembeli. “Dari empat orang pelaku ini, semuanya berasal dari Pandeglang, Banten,” ujar Rovan dalam jumpa pers di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 16 Mei 2024.

Dari tiga pelaku utama, PN berperan membacok korban, AY sebagai joki. dan MS mengawasi lingkungan sekitar. Adapun C berperan menjual sepeda motor korban dan W berperan sebagai pembeli atau penadah. “Nanti untuk lebih jelasnya, kami akan melakukan rilis besar pada hari Senin di Polda Metro Jaya,” kata dia.

Untuk mengungkap kasus ini, Polda Metro Jaya membentuk tim khusus antibegal. Dari keterangan saksi dan CCTV, polisi mengetahui para pelaku sengaja mengikuti korban selama beberapa saat. Saat keadaan sudah sepi, para pelaku memepet korban. Mereka menganiaya dan merampas sepeda motir korban. “Dari hasil keterangan pelaku. mereka sudah melakukan tiga kali,” kata dia.

Usai menangkap para pelaku begal pada Rabu dini hari, polisi mengembangkan kasus ke beberapa titik sesuai keterangan pekaku. Tapi dalam pengembangan itu, pelaku melawan polisi. Atas perlawanan itu, polisi menembak pelaku. PN meninggal dunia, sementara AY dan MS terluka di bagian kaki saat berusaha melarikan diri.(red.R)


© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved