Tuesday, April 23, 2024

Berpakaian Adat Petugas Satpas SIM Polres Kediri Kota Layani Masyarakat di Hari Kartini

 



KOTA KEDIRI, rakyatindonesia.com  – Hingga hari ini, anggota Polisi yang bertugas di Satpas Polres Kediri masih mengenakan baju tradisional atau adat dan kebaya untuk memperingati Hari Kartini.


Para pemohon SIM pun sempat kaget karena mereka tak mendapati petugas yang berpakaian Polisi saat melayani mereka membuat SIM baru maupun perpanjangan.


"Awalnya saya tidak tahu mengapa petugasnya pakai baju adat, ternyata dalam rangka Hari Kartini yang sebenarnya  pada Minggu, 21 April kemarin,”kata Widya salah satu pemohon SIM saat menunggu antrian, Senin (22/4/2024).


Sementara itu Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa mengatakan tanggal 21 April jatuh pada hari Minggu, sehingga peringatan Hari Kartini dilaksanakan pada Senin (22/4) di kantor Satpas dengan seluruh petugas pelayanan memakai baju adat.


"Untuk mengingatkan kepada masyarakat dengan memperingati Hari Kartini, kita kenang perjuangannya,”kata AKP Andhini.


Meskipun sudah terlewat, namun kata AKP Andhini semangat Kartini masih terasa dan tetap pantas untuk diperingati bersama.


Sementra itu Kanit Regident Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Ajeng Ayu Ardianingrum, menegaskan bahwa Kartini merupakan sosok pahlawan yang penting bagi kemajuan dan perkembangan masa depan kaum perempuan.


"Beliau (Kartini) merupakan sosok pahlawan penting khususnya bagi kaum wanita, hingga kita polisi wanita menjadi seperti ini. Jadi, kita harus memperingatinya," jelas Ajeng.


Ajeng menyampaikan sebagai masyarakat Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kartini karena sebagai wujud rasa nasionalisme. 


Tak hanya itu, dia sebagai Polisi wanita beserta anggotanya dalam melayani masyarakat terinspirasi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini.


Polwan asal Surabaya itu mengaku ada persiapan khusus untuk memperingati Hari Kartini yakni menyiapkan pakaian adat maupun kebaya.


"Semangatnya rekan-rekan luar biasa sekali karena mereka tidak merasa terganggu. Usai melaksanakan apel pagi, mereka langsung berganti pakaian kebaya dan adat," ucapnya.


Dia berharap Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April ini bisa terus diperingati oleh masyarakat sehingga bagi kaum perempuan-perempuan di Indonesia bisa melanjutkan perjuangan ibu Kartini.  (red.Tim)

Monday, April 22, 2024

Peringati Hari Kartini, Pemohon SIM Kota Kediri Dilayani Petugas Berkebaya

 


Kediri
, rakyatindonesia.com - Anggota polisi yang bertugas di Satpas Polres Kediri berpakaian beda hari ini. Mereka mengenakan baju tradisional/adat dan kebaya untuk memperingati Hari Kartini.
Para pemohon SIM pun sempat kaget karena mereka tak mendapati petugas yang berpakaian polisi saat melayani mereka membuat SIM baru maupun perpanjangan.

"Awalnya saya tidak tahu mengapa polwan di sini pakai baju adat. Ini sangat bagus sekali karena mereka mengingatkan kami sebagai kaum perempuan bahwa mereka memperingati Hari Kartini," kata Widya salah satu pemohon SIM sembari menunggu antrian, Senin (22/4/2024).

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa mengatakan pelayanan kali ini untuk masyarakat pemohon SIM ataupun memperpanjang memang spesial karena anggota baik perempuan dan laki-laki memperingati Hari Kartini.

"Alasan memakai pakaian kebaya dan adat mengingatkan kepada masyarakat untuk memperingati Hari Kartini, meskipun sudah terlewat, namun semangat Kartini masih terasa dan tetap pantas kita peringati bersama dengan melayani pemohon SIM," kata Andhini.

Sementra itu Kanit Regident Satlantas Polres Kediri Kota Ipda Ajeng Ayu Ardianingrum, menegaskan bahwa Kartini merupakan sosok pahlawan yang penting bagi kemajuan dan perkembangan masa depan kaum perempuan.

"Beliau (Kartini) merupakan sosok pahlawan penting khususnya bagi kaum wanita, hingga kita polisi wanita menjadi seperti ini. Jadi, kita harus memperingatinya," jelas Ajeng.

Ajeng menyampaikan sebagai masyarakat Indonesia harus ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Kartini karena sebagai wujud rasa nasionalisme. Tak hanya itu, dia sebagai polisi wanita beserta anggotanya dalam melayani masyarakat terinspirasi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Polwan asal Surabaya itu mengaku ada persiapan khusus untuk memperingati Hari Kartini yakni menyiapkan pakaian adat maupun kebaya.

"Semangatnya rekan-rekan luar biasa sekali karena mereka tidak merasa terganggu. Usai melaksanakan apel pagi, mereka langsung berganti pakaian kebaya dan adat," ucapnya.

Dia berharap Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April ini bisa terus diperingati oleh masyarakat sehingga bagi kaum perempuan-perempuan di Indonesia bisa melanjutkan perjuangan ibu Kartini.

(red.alz)

Sunday, April 21, 2024

Berkebaya Naik Vespa Keliling Kota Kediri demi Peringati Hari Kartini

 


Kota Kediri
, rakyatindonesia.com - Puluhan perempuan penggemar Vespa atau Lady Scooter keliling Kota Kediri. Uniknya, mereka konvoi naik Vespa dengan mengenakan kebaya. Ya, mereka sedang memperingati Hari Kartini.
Kegiatan itu diberi tajuk Kartini Days: Ride of Pride. Tidak hanya penggemar Vespa dari Kota Kediri, sejumlah perempuan dari kota lain turut serta ambil bagian dalam kegiatan itu.

"Sekitar 100 lebih. Teman-teman ada yang dari Pasuruan, Blitar, Pare dan Nganjuk," kata salah satu panitia acara Frityarani Mutya Sari, Minggu (21/4/2024).

Jalanan Kota Kediri pun mendadak meriah dengan warna-warni kebaya yang mereka kenakan. Para perempuan ini terlihat anggun melaju dengan vespa kesayangan masing-masing.

Sejumlah vespa yang melintas di atas aspal Kota Kediri itu terdiri dari vespa klasik tahun 60-an hingga vespa keluaran terbaru atau yang berjenis matic.

Perempuan yang akrab disapa Fristy itu menuturkan bahwa kebaya memang ciri khas Hari Kartini. Meski berkebaya, hal ini tidak membuat para Lady Scooter kesulitan mengendarai vespa.

"Kami ingin bangkitkan semangat Kartini. Semoga wanita di seluruh daerah, terutama di Kota Kediri bisa terus bersemangat dan punya mental kuat. Kita bukan manusia lemah," ujar Frityarani.

Anggota komunitas Femminile Kediri itu menuturkan bahwa kegiatan itu mengambil rute start Balai Kota Kediri ke barat melewati Jembatan Brawijaya, memutari bundaran Sekartaji, lalu kembali ke timur.

Rute riding naik vespa dengan panjang rute kurang lebih 6 kilometer itu berakhir di Hutan Kota Joyoboyo.

Pj Wali Kota Kediri Zanariah tidak ketinggalan turut serta dalam riding bersama itu. Dia pimpin rombongan dengan mengendarai vespa sespan warna hitam ditemani sejumlah ASN perempuan di Pemkot Kediri.

Riding untuk memperingati Hari Kartini itu dia sebut merupakan hal yang unik dan diharapkan bisa terus digelar secara berkelanjutan setiap tahun dengan lebih banyak peserta.

"Seru sekali untuk berkendara dengan para Kartini Kota Kediri yang value lebih, mengedepankan safety riding dan ramah lingkungan," ujar Zanariah saat berbincang dengan wartawan.

Di Hari Kartini ini, dia berpesan Ibu Kartini punya jasa luar biasa demi memajukan perempuan di Indonesia dan sudah seharusnya generasi saat ini meneruskan perjuangannya.

Tujuannya, agar terwujud kesetaraan dan keadilan bagi perempuan di Tanah Air.

"Seperti slogan satu Vespa sejuta saudara, saya berharap gerakan perjuangan perempuan harus tetap inklusif, untuk semua kalangan," pungkas Zanariah.

(red.alz)

Menilik Museum WR Soepratman Pencipta Lagu Ibu Kita Kartini

 





Surabaya, rakyatindonesia.com - Hari Kartini lekat kaitannya dengan sosok pahlawan nasional WR Soepratman. Ia merupakan pencipta lagu Ibu Kita Kartini. Lagu ikonik yang menjelaskan siapa Kartini ini kerap dinyanyikan di momentum Hari Kartini.
Selain pencipta lagu Ibu Kita Kartini, WR Soepratman merupakan penulis lagu Kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Sejarah tentang WR Soepratman, dapat dilihat di Museum WR Soepratman ini.

Museum WR Soepratman berada di Jalan Mangga Nomor 21 Surabaya. Dulunya, museum ini merupakan rumah dari kakak WR Soepratman. Museum ini juga sekaligus menjadi tempat wafat pria yang piawai memainkan biola.

Museum ini diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Sabtu (10/10/2018). Peresmian tersebut juga dihadiri perwakilan keluarga WR Soepratman dari Purworejo.

Lantas, bagaimana sejarah dari museum WR Soepratman? Simak selengkapnya di bawah ini!

Sejarah Museum WR Soepratman
Dilansir dari laman resmi bappredalitbang.surabaya.go.id,, mulanya bangunan ini milik rumah kakak pertama WR Soepratman. Nama kakaknya yakni Roekiyem Soepratijah. WR Soepratman tinggal di rumah ini dari tahun 1937 sampai akhirnya meninggal dunia pada 17 Agustus 1938.

Pada museum ini, hanya terdapat dua kamar tidur di sisi kanan dan ruang tamu di sisi kiri. Di ruang tamu, tampak foto WR Soepratman saat muda. Selain itu, terdapat juga fotonya saat bersama keluarga dan kerabat terdekatnya.

Di ruang tamu, juga terdapat replika dari baju WR Soepratman yang dikenakan saat menghadiri Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Sementara, di kamar depan terdapat lemari yang berisikan replika biola. Kamar depan ini dulunya merupakan kamar yang ditinggali oleh WR Soepratman. Kamar ini tidak mempunyai pintu, sehingga hanya bisa masuk lewat jendela depan. Hal tersebut untuk mengelabui aparat Hindia Belanda saat itu.

Di kamar lainnya, terdapat beberapa foto WR Soepratman saat muda dan sekilas tentangnya semasa hidup. Ada pula beberapa penghargaan yang diterima oleh WR Soepratman.

Misalnya saja perangko lama, uang yang bergambar WR Soepratman, dan nama jalan di beberapa wilayah kabupaten atau kota di Jawa Timur yang menggunakan nama WR Soepratman.

Cara Berkunjung ke Museum WR Soepratman
Untuk detikers yang ingin belajar sejarah dan mengenal lebih dekat salah satu pahlawan Indonesia ini, bisa langsung datang ke Museum WR Soepratman.

Lokasinya berada di Jalan Mangga Nomor 21, Tambaksari, Kota Surabaya. Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Untuk berkunjung ke sini, pengunjung tak dikenakan biaya alias gratis.

Adapun syarat dan ketentuan saat berkunjung ke museum ini adalah menjaga kebersihan tempat wisata, dilarang makan dan minum, dan mengikuti himbauan dan petunjuk petugas wisata.

(red.alz)
© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved