Sunday, April 21, 2024

Meriahnya Kenduri Tumpeng Durian Raksasa di Trenggalek

 


Trenggalek
, rakyatindonesia.com - Rangkaian International Durio Festival 2024 di Trenggalek dimeriahkan kenduri tumpeng durian raksasa. Masyarakat dan wisatawan tumpah ruah untuk mendapatkan durian lokal gratis.
Festival diawali dengan kirab tumpeng durian berukuran kecil dari Kantor Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Trenggalek menuju destinasi wisata Watulawang. Kirab diikuti oleh petani durian, tokoh masyarakat hingga Bupati Trenggalek.

Prosesi dilanjutkan dengan upacara adat Metri Duren atau selamatan durian. Dalam upacara ini Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melakukan penanaman biji durian dengan tata cara kearifan lokal

"Konsepnya adalah mengembalikan adat kita, bagaimana kita bersedekah dari hasil panen. Termasuk juga upacara metri, bagaimana cara menanam. Ini juga ada pesan lingkungannya bahwa ketika kita menjaga alam, alam akan memberikan kita rejeki, salah satunya buah-buahan," kata Mochamad Nur Arifin, Minggu (21/4/2024).

Bupati berharap festival durian ini bisa menjadi even tahunan untuk meningkatkan daya tarik wisata di kawasan hutan durian Trenggalek.

Puncak festival adalah kenduri tumpeng durian raksasa yang telah disiapkan di tengah lapangan. Masyarakat dan wisatawan pun berjubel mengelilingi tumpeng untuk mendapatkan durian gratis. Proses pembagian ribuan durian ini dilakukan dengan tertib, karena masing-masing warga harus menunjukkan kupon khusus yang dibagikan sebelumnya.

Salah seorang warga Florenza Fara, mengaku telah dua kali mengikuti festival durian, namun pada tahun ini acaranya berlangsung lebih meriah karena digelar kenduri durian.

"Ini tadi dapat durian gratis, tahun ini keren lebih meriah," ujarnya Fara.

Kecamatan Watulimo merupakan sentra produksi buah durian. Kawasan ini dikenal dengan International Durio Forestry atau hutan durian internasional. Pada tahun 2023 panen durian terjadi sepanjang tahun dan menjadi salah satu produk andalan petani.

(red.alz)

Sempat Tertimbun Longsor, Jalur Antarkecamatan di Trenggalek Dibuka Lagi

 


Trenggalek
, rakyatindonesia.com - Ruas jalan utama penghubung antarkecamatan di Trenggalek berhasil dibuka setelah sempat tertimbun tanah longsor sejak Kamis (18/4) malam. Sebelumnya longsor terjadi di empat titik ruas jalan tersebut. Saat ini petugas gabungan masih melakukan pembersihan sisa material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan, upaya pembukaan jalur yang menghubungkan Kecamatan Trenggalek dengan Bendungan dikebut secara maraton selama dua hari terakhir. Untuk mempercepat pembukaan, pihaknya menerjunkan empat unit alat berat.

"Sampai sore kemarin (Sabtu) berhasil dua titik, kemudian tadi malam dilembur, sekitar pukul 23.00 WIB titik keempat berhasil dibuka," kata Triadi Atmono, Minggu (21/4/2024).

Dengan terbukanya empat titik tanah longsor di KM 15 Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan tersebut, akses masyarakat dari Kecamatan Trenggalek menuju Bendungan kembali bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan. Hanya saja beberapa titik kondisinya masih licin dan perlu pembersihan lanjutan.

"Hari ini kami kembali melanjutkan proses pembersihan, karena di titik kedua masih ada sisa lumpur yang di badan jalan, sehingga licin," imbuhnya.

Triadi menambahkan untuk memaksimalkan pembersihan jalur utama antarkecamatan tersebut Satpol PP Damkar menerjunkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot sisa lumpur dari badan jalan.

"Damkar sudah turun sejak tadi malam, hari ini dilanjutkan lagi sampai benar-benar bersih, sehingga bisa dilalui oleh semua kendaraan dengan aman dan lancar," kata Triadi.

Diberitakan sebelumnya pada Kamis (18/4), empat titik tanah longsor menimbun ruas jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Bendungan. Akibat bencana itu akses masyarakat dari kedua arah sempat terputus selama lebih dari dua hari.

(red.alz)

Wednesday, April 3, 2024

Polres Trenggalek Musnahkan Narkoba-Miras Jelang Lebaran

 


Trenggalek, rakyatindonesia.com - Menjelang Lebaran, Polres Trenggalek memusnahkan ribuan barang bukti narkoba hingga minuman keras, hasil operasi penyakit masyarakat (pekat). Proses pemusnahan narkoba dilakukan dengan cara dilarutkan dalam air.

Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono mengatakan selama operasi Cipta Kondisi dan Pekat 2024 pihaknya mengungkap delapan kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya).

"Dari delapan kasus tersebut jumlah tersangka ada sembilan orang, satu di antaranya merupakan residivis yang sudah lima kali keluar masuk penjara," kata Gathut kepada wartawan, Rabu (3/4/2024).

Sedangkan jumlah barang bukti yang diamankan terdiri dari 35,14 gram sabu, 3.109 pil dobel L, alat isap atau bong, telepon genggam dan sejumlah uang tunai.

"Narkoba yang kami musnahkan yang perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap," imbuhnya.

Kasat Narkoba Polres Trenggalek AKP Yoni Susilo mengatakan delapan kasus narkoba yang terungkap berasal dari wilayah Kecamatan Watulimo, Dongko, Panggul dan Suruh.

"Para tersangka ini hampir seluruhnya berusia di bawah 40 tahun," ujar Yoni.

Gathut menambahkan selain kasus narkoba pihaknya juga menyita barang bukti sekitar seribu botol minuman keras dari berbagai jenis dan merk, serta 20 jeriken berisi 1.388 liter miras arak jawa.

Proses pemusnahan miras ini tidak seperti biasanya yang digilas dengan alat berat, namun dilakukan dengan memecahkan botol ke dalam tong penampungan serta membuang seluruh miras.

"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan keamanan selama Ramadan maupun Lebaran. Karena miras sering kali menjadi pemicunya," jelasnya.



(red.alz)
© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved