Wednesday, January 10, 2024

Peta Suara Nahdliyin di Jatim, Benarkah Klaim Wasekjen PBNU Condong ke 02?

 

Surabaya, rakyatindonesia.com - Suara warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur ramai diperebutkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01, 02 hingga 03. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Sulaeman Tanjung mengklaim, mayoritas Nahdliyin mendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.


Awalnya, Sulaeman Tanjung membantah klaim keluarga besar NU yang mengarahkan dukungan ke paslon nomor 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).


"Bahkan yang sejatinya terjadi di bawah, keluarga besar NU itu tidak 01, tapi 02 (Prabowo-Gibran)," kata Sulaeman Tanjung


Dukungan kepada Prabowo-Gibran, kata Sulaeman, tercermin dari silaturahmi pengurus Wilayah NU se-Indonesia yang pada Sabtu (6/1) malam berkumpul di kediaman Rais Aam PBNU di Surabaya. Dalam pertemuan itu, selain menyampaikan suara dari bawah, seluruh pengurus Wilayah NU se-Indonesia juga mendengar arahan dan hasil istikharah para kiai-kiai utama NU.



"Kami banyak ngobrol, mendapat masukan suara-suara warga NU se-Indonesia bahkan mayoritas malah mendukung Prabowo," kata Sulaeman.



Lalu, bagaimana sebenarnya peta suara Nahdliyin? Benarkan klaim Wasekjen PBNU tersebut?


sejak KPU menetapkan paslon capres-cawapres pada November 2023, ada dua lembaga survei yang merilis hasil pilihan warga NU di Jatim. Keduanya yakni Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).


Dalam survei LSI, warga Nahdliyin di Jatim cenderung memilih Prabowo-Gibran. Sebanyak 47,1% responden yang mengaku warga Nahdliyin memilih Prabowo-Gibran.


Kemudian, sebanyak 26,2% responden memilih paslon Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Sebanyak 17,5% responden memilih Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Ada sebanyak 9,2% responden belum menentukan pilihannya.



Direktur LSI Hanan Djayadi menyebut mayoritas warga NU di Jawa Timur lebih memilih Prabowo-Gibran.


"Di segmen pemilih NU, 47,1 persen responden memilih Prabowo-Gibran," ujar Hanan Djayadi saat paparan survei, Jumat (5/1/2023).


Survei LSI di Jawa Timur dilakukan pada 16-28 Desember 2023 dengan jumlah responden sebanyak 8.800. Survei ini memiliki margin of error di angka 1,1% dengan tingkat kepercayaan 95% dan menggunakan metode stratified random sampling.



Dari 8.800 responden itu tersebar masing-masing 800 responden di 11 dapil yang ada di Jawa Timur.



Sementara dalam survei ARCI di Jatim, 36,7% responden yang mengaku warga Nahdliyin memilih Prabowo-Gibran. Kemudian 35,1% memilih Ganjar-Mahfud, dan 25,6% memilih Anies-Muhaimin. Ada 2,6% responden yang belum menentukan pilihan.


"Di segmen NU, Prabowo-Gibran unggul. Namun angkanya tidak terpaut jauh dari pasangan Ganjar-Mahfud," ujar Direktur ARCI Baihaki Sirajt, Selasa (9/1/2023).


Survei ARCI dilakukan pada 10-20 Desember 2023. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.000 responden yang tersebar proporsional di 38 kabupaten/kota Jatim. Survei ARCI memiliki margin of error sebesar 3% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.(red.w)

Thursday, January 4, 2024

Dua Pengurus PBNU Berpeluang Jadi Ketua PWNU Jatim

 


Surabaya, rakyatindonesia.com - Sosok yang akan mengisi jabatan Ketua PWNU Jatim mengerucut pada dua nama. Keduanya merupakan pengurus PBNU. Dua nama ini berpeluang menggantikan KH Marzuki Mustamar yang dicopot PBNU.


ada 2 nama kuat yang berpotensi menggantikan KH Marzuki Mustamar. Keduanya adalah Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab Chasbullah alias Gus Hasib dan Pengasuh Pondok Ponpes Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin.



Saat dikonfirmasi mengenai 2 nama itu, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi tidak membantah atau membenarkan. Menurut Gus Fahrur, kandidat ketua PWNU Jatim kemungkinan besar berasal dari jajaran pengurus PBNU. Sebab, Syuriah PWNU Jatim sudah menyerahkan penuh urusan nama ke PBNU.



"Kemungkinan unsur PBNU, syuriyah PWNU Jatim sudah menyerahkan ke PBNU," kata Gus Fahrur , Rabu (3/1/2023).



Gus Fahrur menambahkan, rapat gabungan antara PWNU Jatim dan PBNU untuk menentukan sosok yang akan memimpin PWNU Jatim bakal segera digelar.


"Masih menunggu hasil rapat," kata Gus Fahrur.



Gus Fahrur menegaskan, keputusan pengganti KH Marzuki Mustamar akan ditentukan dalam rapat gabungan yang belum ditentukan waktunya.



"Tidak ditentukan saat ini. Masih menunggu rapat gabungan. Paling lambat 2 minggu," katanya


Diketahui, Gus Hasib dan Gus Kikin saat ini adalah jajaran pengurus PBNU. Gus Hasib dan Gus Kikin saat ini sama-sama menjabat sebagai salah satu Ketua PBNU.



Gus Hasib merupakan putra dari KH Abdul Wahab Chasbullah yang juga merupakan pendiri NU, GP Ansor, serta Rais 'Aam PBNU periode 1947-1971. Penerima gelar Doktor Honoris Causa dari American World University ini juga merupakan saudara dari mantan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab.



Sementara Gus Kikin merupakan pengasuh Pones Tebuireng ke-8 setelah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) yang wafat pada tahun 2020. Gus Kikin juga memiliki ikatan keluarga dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Tertinggi Ponpes Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jatim saat ini. (red.w)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved