Wednesday, March 20, 2024

Daftar Caleg yang Lolos ke Senayan dari Dapil Jabar IX

 


 Bandung - , rakyatindonesia.com - Delapan kursi diperebutkan sejumlah politisi mewakili dapil Jabar IX, untuk jadi anggota DPR RI 2024. Perolehan suara dari Dapil Jabar IX yang meliputi daerah Majalengka, Sumedang, dan Subang, kembali membawa nama Farah Puteri Nahlia melenggang ke Senayan.

Politisi muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu cukup menyorot perhatian. Pada periode sebelumnya, putri Komjen Pol Mohammad Fadil Imran itu berhasil jadi anggota DPR RI dengan suara tertinggi, 113.263 suara. Kala itu usianya masih 23 tahun dan hanya melakukan sosialisasi selama setahun.

Tahun ini, Farah kembali mengamankan satu-satunya kursi dari PAN di Dapil Jabar IX. Lagi-lagi, ia lolos dengan suara tertinggi yakni 146.014 suara. Subang menjadi daerah yang paling banyak memilihnya sebagai wakil rakyat, dengan 12.946 suara.

Ia mendapat suara lebih banyak dibandingkan beberapa nama politisi yang punya potensi kuat. Sebut saja TB Hasanuddin, mantan perwira tinggi TNI-AD berpangkat Mayor Jenderal.

TB Hasanuddin yang berasal dari PDI-P, memang juga berhasil mewakili daerah kelahirannya untuk maju ke kursi DPR RI. Hanya saja, suara yang dikantongi tak sebanyak Farah yakni 79.525 suara.

Selain itu ada pula nama Pepep Saepul Hidayat, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sudah belasan tahun berkiprah di dunia politik. Pepep mendapatkan 110.573 suara dan berhasil duduk di Senayan, meski angka suaranya kalah besar dari Farah.

Berikut rincian caleg yang lolos dari dapil Jabar IX ke DPR RI, dihitung dengan metode Sainte-Lague:

1. Golkar: 450.542 suara
Elita Budiati: 96.498 suara
Galih Dimuntur: 91.816 suara
2. ⁠Gerindra: 320.803 suara
Jefry Romdonny: 98.290 suara
3. ⁠PDI-P: 319.052 suara
TB Hasanuddin: 79.525 suara
4. ⁠PKS: 274.751 suara
Ateng Sutisna: 81.256 suara
5. ⁠PAN: 229.865 suara
Farah Puteri Nahlia: 146.014 suara
6. ⁠PKB: 200.544 suara
KH Maman Imanul Haq: 60.886 suara
7. ⁠PPP: 175.482 suara
Pepep Saepul Hidayat: 110.573 suara , (red,I)

Tuesday, November 14, 2023

Momen Danu Digiring Kembali ke TKP Pembunuhan Tuti-Amel

Bandung, rakyatindonesia.com – Perdebatan saling keukeuh pendapat antara Danu dan Yosep cs yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, belum kunjung ada ujungnya. Bahkan saat adegan prarekonstruksi pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu atau Amel, hanya ada satu tersangka yakni M Ramdanu atau Danu.


Keempat tersangka lainnya Yosep Hidayah, Mimin Mintarsih, Arighi dan Abi diperagakan oleh peran pengganti. Dalam Pra-rekonstruksi itu sebanyak 95 adegan pun dilakukan.

Di tengah rumitnya penyidikan, pada Senin (13/11/2023) terlihat sejumlah polisi dari Polda Jabar kembali datangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Pantauan sekira pukul 14.00 WIB, terlihat polisi berpakaian bebas kembali masuk ke dalam TKP. Turut terlihat tersangka Danu masuk melalui samping TKP. Polisi juga seperti membawa masuk satu set stik golf berwarna biru, kantung plastik berwarna putih, serta ember besar berwarna biru.

Tapi hingga saat ini, belum diketahui pasti tujuan dengan kedatangan petugas kepolisian kembali ke TKP dengan membawa tersangka Danu.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengatakan, ada 200 barang bukti yang saat ini sedang dicek kembali oleh penyidik. Barang bukti itu mulai dari mobil di TKP kejadian hingga hasil tes DNA yang dilakukan oleh tim forensik.

"Hari ini kita sudah merapikan semua barang buktinya yang sudah diamankan oleh penyidik. Ada sekitar 200 lebih barang bukti yang tadi kita cek kembali, kita rapikan lah, kita cek dokumen-dokumen kelengkapannya, aktivitas penyidikannya kita cek semua," kata Surawan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Sabtu (11/11/2023).

"Nanti digabung sama yang di Polres (Subang), seperti mobil, kemudian juga ada barang bukti lain masih disimpan di Polres. Nanti hari ini kita keluarkan lagi di sana, kita cek sehingga tidak ada yang tercecer," sambungnya.

Surawan mengungkapkan, dari ratusan barang bukti tersebut, pihaknya akan memilah barang bukti mana saja yang memiliki keterkaitan langsung dengan saat kejadian pembunuhan.

"Yang pertama mungkin mobil ya, mobil kan terkait dengan TKP, kemudian juga hasil uji DNA, segala macem yang betul-betul berkait dengan TKP dan korban, nanti kita pilah-pilah semuanya," ungkapnya.

Meski telah mengantongi ratusan barang bukti, namun ada satu barang bukti yang hingga saat ini masih terus dicari. Surawan menuturkan, barang yang dimaksud ialah sebilah golok yang diduga kuat digunakan tersangka untuk mengeksekusi korban.

"(Golok) belum, itu masih dalam pencarian. Mungkin nanti kita masukkan dalam daftar pencarian barang bukti," ujarnya.

Penyidik bahkan telah menanyakan langsung keberadaan barang bukti tersebut kepada salah satu tersangka yakni M Ramdanu alias Danu. Menurut Surawan, Danu mengaku tidak tahu keberadaan golok yang dimaksud.

"Danu (pengakuannya) tidak mengetahui terkait dengan itu ya, karena setelah kejadian itu dia langsung pulang ke rumah. Jadi tidak mengetahui keberadaan (golok)," ucap Surawan.

Lebih lanjut, dia mengatakan kasus pembunuhan yang terungkap setelah dua tahun mandek ini bisa selesai sebelum tahun 2023 berakhir.

"Sudah selesai lah, kita kan dikejar waktu. Semua kita rapikan barang bukti yang masih tercecer. Ini kan sudah dua tahun, makanya saya buka lagi barang buktinya aja yang masih di sini (Polda), kemudian yang masih ketinggalan di Polres, yang dititip di Polsek," jelasnya.

Seperti diketahui, pembunuhan Tuti dan Amel ini terjadi pada 18 Agustus 2021 silam. Kasus kembali mencuat usai keponakan sekaligus sepupu dari korban, yakni M Ramdanu yang menyerahkan diri kepada polisi beberapa waktu lalu.

Danu sendiri kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pembunuhan Tuti dan Amel. Danu mengakui bila dirinya terlibat. 'Nyanyian' Danu membuat empat orang lainnya terseret. Mereka ialah Yosep ayah sekaligus suami korban, Mimin istri muda Yosep, kemudian anak tiri Yosep Arighi dan Abi. (red.IY)

Saturday, November 11, 2023

Tabrakan Maut 2 Motor di Kuta, 1 Orang Tewas di TKP

 

Badung, rakyatindonesia.com – Dua pengendara sepeda motor bertabrakan di simpang antara Jalan Sunset Road-Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Satu pengendara sepeda motor tewas di tempat kejadian (TKP) dalam tabrakan maut tersebut.


Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK-2558-UAU dan pemotor Suzuki Grand Sport eXperimental (GSX) dengan plat B-4961-SER. Pemotor Honda Scoopy yang belum diketahui identitasnya tewas di lokasi.

"Nihil identitas, (pemotor Honda Scoopy) mengalami luka hidung dan telinga keluar darah, 810 di TKP," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2023).

Sementara pengendara sepeda motor Suzuki GSX yang terlibat kecelakaan bernama Gabriel Anargia Atarona Piamat (18). Pemuda yang beralamat di Jalan Gunung Krakatau Nomor 5, Kota Denpasar itu kaki kanannya patah dan dirawat di RS Murni Teguh.

Sukadi menjelaskan peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Sabtu (11/11/2023) sekitar pukul 00.10 Wita. Kecelakaan bermula ketika pengendara Scoopy bergerak dari arah timur menuju ke barat di Jalan Imam Bonjol.

Pengemudi Scoopy kemudian berbelok ke kanan di simpang Jalan Sunset Road-Imam Bonjol. Menurut Sukadi, pemotor tersebut berbelok kurang berhati-hati dan melanggar alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

Pada saat yang bersamaan pengendara sepeda motor Suzuki GSX datang dari arah barat menuju ke timur di Jalan Raya Kuta. Kecelakaan pun tidak bisa dihindarkan sehingga pengendara sepeda motor Honda Scoopy langsung tewas di TKP.

Sukadi menegaskan selain mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meninggal dan lainnya luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian materi. Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas tersebut ditaksir mencapai Rp 2,5 juta. (red.IY)

Wednesday, November 8, 2023

11 Orang Ditangkap Imbas Baku Hantam di SBPU Bandung

 

Bandung, rakyatindonesia.com –  Kasus baku hantam yang dilakukan gerombolan bermotor di SPBU Antapani depan Lapas Sukamiskin, Kota Bandung menemukan titik terang. Polisi menangkap 11 orang anggota berandalan bermotor. Dua orang di antaranya sudah ditetapkan menjadi tersangka.


Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono mengatakan, kedua anggota gerombolan bermotor yang jadi tersangka adalah Ripa Adrian (23) dan RAR (16). Keduanya sudah dijebloskan ke penjara atas insiden bakum hantam yang terjadi pada Sabtu (4/11/2023) pukul 21.30 WIB tersebut.

"Berdasarkan CCTV dan keterangan saksi, kita tetapkan dua tersangka yang sudah fiks melakukan (pemukulan) di SPBU Antapani," kata Budi di Mapolrestabes Bandung, Rabu (8/11/2023).

Menurut Budi, sebelum baku hantam di SPBU, belasan orang ini berbuat onar terlebih dahulu di depan Apartement Gateway Cicadas. Di sana, mereka sempat menganiaya seorang korban berinisial FF.

Setelah puas, mereka kemudian bergerak ke Jalan AH Nasution, Kota Bandung. Keributan kembali terjadi dan seorang sopir pikap berinisial TA.

"Jadi rangkaiannya, sebelumnya di depan Apartemen Gateway, kelompok bermotor dari kelompok Brigez itu pada saat konvoi alasannya lagi anniversary. Di depan Gateway sempat berselisih paham dengan seseorang dan melakukan penganiayaan. Dari situ berlanjut sampai di terakhir di SPBU di Antapani," ucap Budi.

"Motifnya berselisih paham, mereka bersenggolan, kemudian muncul arogansi karena mereka iring-iringan. Mereka ini marah-marah, ditegur tidak mau dan akhirnya melakukan penganiayaan," ungkapnya menambahkan.

Saat penganiayaan dilakukan di SPBU, kedua tersangka tega menganiaya korban TA dan menendangnya. Korban pun kemudian dilaporkan mengalami luka di bagian pelipis kepalanya.

Tak cukup sampai di sana. Meskipun berusia di bawah umur, RAR juga nekat meletuskan airgun yang dibawanya sebanyak 2 kali ke arah atas. Kepemilikan senjata itu pun hingga sekarang masih didalami pihak kepolisian.

"RAR itu sempat meletuskan airgun ke atas dua kali. Sedangkan yang lainnya masih sebatas saksi. Tetapi sekali lagi, tidak menutup kemungkinan yang lainnya bisa tersangka di kasus yang berbeda," ujar Budi.

Kedua tersangka kini dijerat Pasal 170 KUHP. Ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan kurungan penjara. (red.IY)

Thursday, October 19, 2023

Momen Petugas Selamatkan Bocah 3 Tahun dari Dalam Sumur

 


Kabupaten Bandung, rakyatindonesia.com – Seorang anak inisial A (3) terjatuh ke dalam sumur sedalam 14 meter, di Kampung Cidura Indah, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu, Kamis (19/10/2023). Anak tersebut berhasil diselamatkan Petugas Disdamkar Kabupaten Bandung.


Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana mengatakan, petugas menerima informasi anak jatuh ke dalam sumur pada pukul 12.30 WIB. Kemudian dirinya langsung menurunkan unit rescue ke lokasi kejadian.

"Iya kami menerima laporan dari warga tentang adanya anak masuk ke dalam sumur. Petugas langsung sampai lokasi pada pukul 12.45 WIB," ujar Iman, saat dihubungi detikJabar.

Iman menyebutkan, sebanyak enam personil rescue diturunkan ke lokasi kejadian. Setelah itu langsung memasangkan alat vertikal rescue.

"Anggota 6 personil langsung melakukan penanganan Evakuasi dengan kedalam sumur sekitar 14 meter," katanya.

Sementara itu, Danru 1 Resque Disdamkar Kabupaten Bandung Agung Budiono mengungkapkan, petugas yang turut melakukan penyelamatan adalah Polsek, Koramil, hingga Pemerintah Desa. Dia mengungkap semuanya turut berjibaku melakukan penyelamatan.

"Jadi menurut informasi, si anak kecil lagi main-main, terus tiba-tiba jatuh. Memang penutup sumurnya digunakan sama benda yang tidak kuat. Kayaknya plastik atau kayu keropos lah. Jadi si anak langsung jatuh," ucapnya.

Agung menjelaskan, kondisi anak tersebut masih menangis saat akan dilakukan penyelamatan. Namun petugas Disdamkar terus menenangkan dan turun ke dalam sumur menggunakan alat khusus.

"Kondisi anak masih dalam keadaan sadar dan menangis. Alhamdulillah bisa ditenangkan dengan teriakan dari atas. Kita terus membujuk supaya tidak menangis dan tidak panik. Soalnya bisa mengurangi kondisi si anak tersebut. Soalnya di dalam udara cukup berkurang. Alhamdulillah si anak mengikuti apa yang diarahkan," ucapnya.

Petugas langsung mengangkat anak tersebut ke atas sumur. Setelah itu langsung dibawa keluarganya.

"Mereka terlihat panik. Bahkan awalnya tidak berpikiran dibawa ke rumah sakit. Cuma kami arahkan untuk dibawa aja, soalnya untuk mengecek kondisi fisik si anak tersebut. Dikhawatirkan kan takut ada cidera tulang, atau apa, apalagi kan sumurnya tinggi banget," bebernya.

"Tadi sempat dibawa ke klinik, cuma dirujuk ke Hermina Soreang," tambahnya.

Menurutnya kondisi sumur tersebut sudah lama dipakai. Makanya hanya ditutupi oleh kayu yang telah keropos.

"Kondisi sumur sangat kering, gak ada airnya. Udah dua tahun kering, jadi nggak dipakai. Kedalamannya sekitar 14 meter," pungkasnya.(red.IY)

Saturday, October 7, 2023

Pura-pura Rekan Terlindas, 4 Pengamen Tusuk Sopir Boks di Bandung

 

Bandung, rakyatindonesia.com – Empat pengamen nekat memalak supir mobil boks inisial DH (43) di Jalan Baru, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kamis (5/10/2023) kemarin. Para pengamen tersebut memalak supir dengan menggunakan senjata tajam.

Kapolsek Majalaya Kompol Aep Suhendi mengatakan saat ini polisi telah mengamankan pelaku utama pemalakan dengan inisial AA (18). Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pencarian.

"Iya telah terjadi tindak pidana kekerasan di muka umum. Unit Reskrim Polsek Majalaya langsung menuju ke TKP, dan setibanya di TKP diketahui bahwa salah seorang dari para pelaku berhasil diamankan. Tiga lainnya dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujar Aep, Jumat (6/10/2023).

Pihaknya mengungkapkan pelaku AA ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Kemudian satu buah senjata tajam turut diamankan.

"Sebilah sajam dengan panjang 90 cm ujung dan pinggirnya tajam, dengan pegangan terbuat dari besi dililit tali warna hitam diamankan ke Kantor Kepolisian Sektor Majalaya untuk diproses lebih lanjut," katanya.

Peristiwa tersebut bermula saat korban membawa kendaraan mobil jenis boks bersama temannya. Kemudian diberhentikan oleh pelaku di Jalan Rancaekek pada pukul 18.30 WIB.

"Diberhentikan oleh anak Punk atau pengamen jalanan yang belakangan diketahui merupakan pelaku. Kemudian meminta tumpangan ke arah Majalaya dan pelaku bergelantungan di belakang mobil boks," jelasnya.

Saat tiba di TKP, terdapat tiga orang teman pelaku yang menggunakan sepeda motor. Kemudian teman pelaku memberhentikan mobil tersebut dengan alasan ada temannya yang terlindas oleh korban.

"Selanjutnya pelaku AA langsung menusukkan sebilah sajam kepada korban dengan posisi korban di dalam mobil, dan diikuti oleh temannya melakukan pemukulan dengan menggunakan gitar dan tamtam," ucapnya.

Pada peristiwa tersebut korban langsung berusaha melakukan perlawanan. Kemudian tak lama anggota Polsek Majalaya tiba di lokasi.

"Korban turun berusaha melakukan perlawanan dan 3 orang temannya kabur. Sedangkan salah seorang dari para pelaku yang bernama AA berhasil ditangkap dan diamankan polisi," pungkasnya.(red.IY)

Wednesday, March 29, 2023

Mantan Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus dan Anaknya Dibacok Orang Tak Dikenal Di Kediamannya.

    


Kabupaten Bandung, rakyatindonesia.com - Polisi mengungkap sosok pelaku yang membacok mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus dan anaknya di rumah. Pelaku sendiri disebut menunggu Jaja di depan rumah.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo usai mengecek ke lokasi kejadian di Komplek GBA, Kabupaten Bandung, Selasa (28/3/2023). Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi.

Kusworo menuturkan kejadian itu berlangsung setelah Jaja pulang ke rumah. Saat itu, kata Kusworo, pelaku diduga sudah berada di depan rumah Jaja.

"Di mana saat kejadian, baru tiba di rumah, memasukan kendaraan, dimana tersangka berdasarkan informasi saksi yang ada, tersangka sudah menunggu korban tiba di rumah," katanya.

Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah. Tak berselang lama, pelaku diduga langsung melakukan penyerangan kepada Jaja.

"Seketika korban masuk ke dalam rumah, dan memarkirkan kendaraannya, tersangka mendekati dan melakukan penyerangan, melakukan pembacokan kepada korban," tuturnya.

Polisi menyebut sejauh ini pelaku diduga satu orang. Pelaku diduga menggunakan celurit membacok Jaja dan juga anaknya.

"Informasi sejauh ini satu pelakunya. Korban kemungkinan dua, karena pada saat mantan Ketua KY dibacok, sang anak juga melakukan pembelaan kepada ayahnya, dan juga ikut mengalami luka-luka," tegasnya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

"Sementara kami masih lakukan penyelidikan. Kemudian sebanyak empat saksi telah diperiksa," pungkasnya.

Untuk luka, polisi masih menunggu hasil visum. Namun keterangan sementara, korban mengalami sejumlah luka di tubuh termasuk pada leher.

"Korban saat ini kami masih tunggu hasil visum et repertum ke rumah sakit, namun info yang kami dapat bahwa luka berada di belakang kepala dan leher bagian belakang," bebernya.

(red.Df)

Thursday, March 16, 2023

Arahan Tegas Kapolri di Rakernis Bareskrim Polri

     


Bandung,  rakyatindonesia.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sejumlah pengarahan tegas kepada seluruh jajaran Bareskrim Polri dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 15 Maret 2023.

 

Sigit menjelaskan, Rakernis Bareskrim Polri ini akan membahas serta menindaklanjuti intruksi penting dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat Rapim TNI-Polri beberapa waktu lalu. Diantaranya adalah mengawal seluruh program kebijakan Pemerintah, mengamankan agenda nasional maupun internasional, hingga proses penegakan hukum.

 

"Rakernis ini merupakan kelanjutan dari Rapim TNI-Polri untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis di tahun 2023. Dan kita jajaran dari institusi Polri harus betul-betul bisa mengawal apa yang menjadi kebijakan Presiden," kata Sigit mengawali pengarahannya.

 

Jajaran reserse Polri, kata Sigit, juga harus memiliki kesiapan untuk menghadapi situasi dan dinamika baik di dalam maupun luar negeri yang dewasa ini penuh ketidakpastian ataupun dapat berubah setiap saat. Belum usai Pandemi Covid-19, saat ini situasi global dihadapkan dengan konflik antara Negara Rusia dan Ukraina.

 

Dari situasi ketidakpastian itu, Sigit menyebut bahwa, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam program kebijakan dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Diantaranya adalah, menjamin ketersediaan serta menjaga harga bahan pokok penting, penggunaan keuangan negara sebagai Shock Absorber, penguatan investasi dan hilirisasi, yang terakhir adalah menjaga pasar domestik.

 

"Disisi lain, kita juga harus mengawal berbagai macam kebijakan mulai dari kegiatan event internasional yang tentunya ini ada risiko-risiko. Salah satu yang paling dekat adalah kejuaraan Piala Dunia U-20. Dan juga ASEAN Summit dilaksanakan di Labuan Bajo tentu ini memerlukan pengamanan ekstra. Sehingga kemudian pada saat KTT G-20 kemarin kita bisa melaksanakan pengamanan dengan baik, di Labuan Bajo kita harus bisa lakukan hal yang sama," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

 

Sementara untuk agenda nasional, jajaran Bareskrim Polri harus bisa mempertahankan ketersediaan serta mengendalikan harga pangan melalui Satgas Pangan. Mengingat, menjelang Bulan Ramadhan dan Lebaran, terkadang masyarakat diresahkan dengan melonjaknya harga bahan pokok. Kemudian juga soal kesiapan mengamankan seluruh rangkaian proses tahapan Pemilu serentak tahun 2024.

 

Namun disisi lain, Sigit menekankan, Bareskrim dan seluruh jajaran di Polri harus sekuat tenaga berjuang meraih kembali tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara yang sempat mencapai hasil tertinggi sepanjang sejarah. Karena, dengan diraihnya kembali tren positif tersebut maka akan sangat berdampak terhadap kesuksesan jajaran Polri dalam rangka menjalankan tugas pokoknya.

 

"Sehingga mau tidak mau, kita harus berjuang, dan ini semua harus dilakukan semua satker dan fungsi yang ada di kepolisian. Sehingga ini semua bisa semakin memperkuat. Karena apapun kepercayaan publik adalah hal yang mutlak, harga mati yang harus kita perjuangkan," ucap Sigit.

 

Oleh karenanya, Sigit menegaskan, personel Bareskrim Polri harus melakukan perbaikan terhadap kultur pelayanan, mulai dari penerimaan laporan masyarakat, proses penyidikan hingga penyelesaian perkara.

 

Pada saat menerima laporan, jajaran reserse diharapkan mampu mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat sehingga menimbulkan adanya harapan bagi pencari keadilan. Lalu, berikan edukasi yang baik kepada seluruh masyarakat dalam hal kelengkapan berkas pelaporan dan lainnya.

 

Pada saat proses penyidikan, Sigit menyatakan, jajarannya harus memiliki independensi serta mampu menggali peristiwa sesuai fakta dan melakukan penyidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI).

 

"Terkait penyelesaian perkara, ini tentunya tidak semua kasus yang ditangani ini bisa selesai dengan segera. Namun pada saat tidak selesai karena proses atau mungkin itu bukan kasus pidana atau karena alat bukti kurang, ini bisa dikomunikasikan, sehingga pada saat berproses pelapor tidak mengalami kesulitan karena ada sumbatan komunikasi," tutur Sigit.

 

Lebih dalam, Sigit mengingatkan, jajaran Kepolisian harus menjalankan tugasnya dengan profesional dan menghindari perbuatan yang berpotensi merusak citra Korps Bhayangkara, hal yang menciderai rasa keadilan publik serta memiliki Sense of Crisis.

 

"Jadi, hal ini kedepan harus kita laksanakan. Kemudian terhadap hal yang menjadi perhatian publik, yang ciderai rasa keadilan publik, lakukan penegakan hukum secara tegas. Sehingga masyarakat melihat bahwa, Polri khususnya jajaran Bareskkrim profesional, kita humanis tapi pada saat kita tegas kita juga mampu. Hal negatif, perilaku menyimpang harus kita hindari semaksimal mungkin," papar Sigit.

 

Pengarahan selanjutnya, ditekankan Sigit adalah kesiapan dari seluruh jajaran Bareskrim Polri dalam menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi lima tahun yang tahapannya sudah dimulai pada tahun ini. Bareskrim Polri, harus berperan aktif di dalam Sentra Gakkumdu sejak dini.

 

Bahkan, menurut Sigit, bila diperlukan bentuk suatu sistem aplikasi pengaduan bersama terkait dengan Pemilu 2024. Tujuannya, agar dapat diketahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, khususnya di wilayah yang rawan versi Bawaslu maupun Polri.

 

"Rekan-rekan harus ikuti, awasi sebaik-baiknya dari awal pemetaaan dan kerjasama dari gakkumdu dan bentuk Satgas anti-money politik untuk menciptakan Pemilu yang lebih demokratis dan tentunya kita bisa tahu apa yang terjadi di lapangan," tegas Sigit.

 

Demi semakin menciptakan Pemilu 2024 yang aman dan damai, Sigit menginstruksikan Bareskrim khususnya Direktorat Tindak Pidana Siber untuk melakukan pemantauan serta pengawasan di dunia maya. Pasalnya, dinamika isu di media sosial (medsos) terkadang dapat berdampak di dunia nyata. Sebab itu, diharapkan melakukan pemetaaan dengan baik, sehingga dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan.

 

"Melakukan Cooling System, Take Down bila diperlukan, kerja sama dengan Kominfo. Kemudian lakukan penegakan hukum pada waktunya, kalau memang itu kita anggap berbahaya, rawan, sifatnya SARA dan memecah belah persatuan-kesatuan. Kita harus ambil langkah tegas. Kita betul-betul bisa mapping dengan baik," kata Sigit.

 

Menurut Sigit, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga harus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Divisi TIK serta BSSN terkait sistem informasi Pemilu.

 

Selain itu, Sigit juga menekankan soal penanganan kejahatan investasi dan keuangan. Menurutnya, Bareskrim Polri tidak perlu ragu untuk mengusut tuntas dan menindak tegas terkait kejahatan pidana tersebut.

 

"Lebih baik kita proses tegas, kita sita sebanyak-banyaknya kita serahkan ke pengadilan diputus supaya bisa dikembalikan ke korban itu jauh lebih baik. Karena jumlah korban besar, kerugian besar. Jadi ini adalah saatnya rekan-rekan untuk munculkan ini untuk mengembalikan kepercayaan publik," ujar Sigit.

 

Dalam Rakernis tersebut, Sigit juga menyampaikan beberapa penekanan kepada jajaran Bareskrim Polri dalam rangka menjalankan tugasnya dengan baik. Diantaranya soal kejahatan bidang pertambangan, kebakaran hutan dan lahan, kejahatan konvensional, kejahatan terhadap perempuan dan anak.

 

Lalu, Satgas Anti-Mafia Bola, soal minyak dan gas bumi, kejahatan korupsi, penanganan hak tagih negara dana BLBI, kejahatan narkoba, kejahatan Siber, peningkatan kualitas Puslabfor, Pusiknas, dan Pusinafis.(red)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved