Monday, January 8, 2024

Dua Mutilasi Keji yang Gegerkan Malang dalam Sepekan

 

Surabaya, rakyatindonesia.com - Aksi dua mutilasi keji menggegerkan warga Malang dalam sepekan. Dua kejadian ini terungkap di awal tahun 2024. Bagaimana kisah lengkap kejadian tersebut?

Ingatan warga Malang masih hangat soal kasus mutilasi yang dilakukan suami pada istrinya. Kasus ini terungkap di awal tahun 2024 usai pelaku menyerahkan diri ke polisi.

Namun, belum genap sepekan, masyarakat kembali dihebohkan dengan aksi mutilasi yang dilakukan tukang pijat pada pelanggannya. Belakangan diketahui, korban mutilasi merupakan warga Surabaya.

Dua mutilasi keji yang gegerkan Malang dalam sepekan:

1. Aksi Keji James Mutilasi Istri Jadi 10


James Loodewky Tomatala (61), warga Kota Malang dengan sadis membunuh dan memutilasi istrinya Ni Made Sutarini (55). James yang dihantui sang istri hingga tak bisa tidur akhirnya memilih untuk menyerahkan diri ke polisi.


Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan, kejadian ini berawal saat Made sudah 5 bulan 25 hari tak pulang ke rumah di Jalan Serayu Nomor 6, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, tepatnya sejak 5 Juli 2023. Lalu pada Sabtu (30/12/2023) pagi, James datang ke acara gathering kantor Made untuk mencari korban. Sesampainya di lokasi, dia bertemu dengan korban dan memaksanya untuk pulang ke rumahnya.


Lalu, terjadi cekcok. Saat itu, tersangka terbawa emosi karena menduga istrinya tak pulang ke rumah karena ada orang ketiga.


"Ada dugaan bahwa korban meninggalkan rumah karena adanya orang ketiga, padahal itu tidak bisa dibuktikan. Karena berdasarkan keterangan saksi, korban meninggalkan rumah dan tinggal di salah satu keluarganya yang berdomisili di Bali. Jadi selama ini korban berada di rumah," ungkap Danang saat konferensi pers di Polresta Malang Kota pada Selasa (2/1/2024).


James lalu memukul korban hingga terjatuh dan kemudian mencekik korban menggunakan tongkat sampai tewas pada Sabtu (30/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak berhenti di situ, tersangka kemudian memotong tubuh korban menjadi 10 bagian.


"Ini sudah direncanakan karena pelaku menyiapkan peralatan. Seperti yang ditemukan dari hasil olah TKP, terdapat beberapa kantong kresek hitam ukuran besar yang akan digunakan untuk menghilangkan jasad korban," sambungnya.


Namun, setelah melakukan mutilasi, tersangka sempat merenung dan kebingungan hingga akhirnya pada Minggu (31/12/2023) pagi, dia menemui salah satu tetangga yang juga merupakan teman ngobrol untuk datang ke rumahnya dengan alasan ingin minta bantuan.


"Tersangka menghubungi salah satu saksi-saksi untuk membantu mengangkat perabot, namun ketika saksi tersebut datang yang ditunjukkan adalah jasad korban yang sudah ada di dalam ember. Menyaksikan jasad itu, kemudian si saksi merasa ketakutan dia lari," terangnya.


Tersangka kemudian menuju Polsek Blimbing pada Minggu (31/12) sekitar pukul 08.00 WIB untuk menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya. Atas perbuatannya, James terancam pasal 351 ayat 3 subsider 338, subsider 340, subsider 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang pengertian atau penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.


"Dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati," ujar Danang.


2. Tukang Pijat Mutilasi Pria Asal Surabaya


Belum genap sepekan, pada Jumat (5/1/2024), aksi pembunuhan dan mutilasi oleh tukang pijat di Malang terkuak. Aksi keji ini dilakukan AR yang indekos di Jalan Sawojajar Gang 13A, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.


AR membunuh dan memutilasi AP, pelanggannya yang merupakan warga Surabaya. Aksi pembunuhan dan mutilasi ini berawal saat Polda Jatim mendapat laporan orang hilang dari Rudijanto Sugie Prawono (76), warga Jalan Prapen Indah, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya. Ia melaporkan kehilangan putranya AP.


Dalam laporan itu, keluarga menyebut korban pamit ke Pasuruan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 sekitar pukul 13.00 WIB. Korban kemudian ke kafe miliknya di Kota Batu dengan mengendarai mobil Toyota Rush berwarna hitam dengan nomor polisi L 1465 JK.


Lalu, pada Minggu, 15 Oktober 2023 sekitar pukul 18.00 WIB, AP mengabari orang tuanya hendak pulang ke Surabaya. Namun, ia harus mampir ke Malang karena ada keperluan. Sejak saat itu, AP tidak bisa dihubungi lagi, hingga akhirnya korban ditemukan menjadi korban mutilasi yang dilakukan terapis pijat berinisial AP.


Meski pelaku sudah diamankan, namun motif pembunuhan itu belum tersibak. Polisi terus mendalami hubungan antara pelaku dengan korban. Pemeriksaan secara intensif terus dilakukan baik terhadap tersangka, terhadap saksi, juga terhadap sejumlah barang bukti seperti telepon seluler serta mobil korban yang sudah ditemukan.


"Mobil sudah ditemukan, makanya petunjuknya selain keberadaan kendaraan, juga komunikasi HP milik korban. Terkait, apakah korban langganan pijat? Kami perlu pendalaman apa hubungan korban dan tersangka," ujar Wakasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Nur Wasis, Sabtu (6/1/2024).


Sudah ada sejumlah saksi yang telah diperiksa untuk mendalami kasus pembunuhan dan mutilasi ini. Polisi memungkinkan jumlah saksi yang akan diperiksa akan bertambah.


"Saksi yang kami periksa saat ini ada 3 orang. Mungkin nanti akan bertambah, petugas kami juga mencari beberapa saksi yang dimungkinkan bisa membantu membuktikan peristiwa ini," katanya.


Sebenarnya, kasus ini sudah cukup terang dengan pengakuan tersangka yang secara sadis membunuh korban kemudian memotong bagian tubuh korban hingga dibuang di sungai dan sebagian lainnya dikubur.


Namun tidak cukup itu saja, polisi juga berupaya membuktikan perbuatan tersangka secara sains. Pemeriksaan terhadap sisa jasad korban baik tengkorak dan bagian tubuh lainnya juga dilakukan.


"Tersangka sudah mengakui, kooperatif, tapi kami harus membuktikan secara sains. Maka, kami melakukan pemeriksaan terhadap tengkorak untuk memastikan ini tengkorak korban dengan cara menghubungi keluarga untuk mengenali struktur gigi dan sebagainya," beber Nur Wasis.(red.w)



Wednesday, January 3, 2024

Jenazah Korban Mutilasi Suami di Kota Malang Dikremasi Hari Ini

 


Malang, rakyatindonesia.com - Jenazah Ni Made Sutarini (55) dikremasi hari ini. Made dibunuh dan dimutilasi jadi 10 bagian oleh suaminya sendiri, James Loodewky Tomatala (61).
"Iya proses kremasi dilakukan oleh keluarga hari ini," beber Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang YudantoRabu (3/1/2024).

Danang mengaku proses pengabuan jenazah korban dilakukan keluarga di Malang. Namun, pihaknya belum menerima informasi detail lokasi proses pengabuan tersebut.

"Sesuai informasi dari keluarga, kremasi dilakukan di Malang," akunya.

Danang menambahkan, berdasarkan keterangan dari keluarga prosesi, pemakaman jenazah korban akan digelar sesuai ajaran Hindu. Meskipun di Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban diketahui beragama nasrani.

"Menurut keluarga kemarin, prosesi pemakaman sesuai adat Hindu," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, James menghabisi nyawa sang istri di rumahnya, Jalan Serayu nomor 6, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada Sabtu (30/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

James memukul bagian kepala dan mencekik korban. Setelah itu, dia memotong tubuh Made menjadi 10 bagian antara lain kepala-leher, lengan kanan atas-telapak tangan, lengan kiri atas-telapak tangan, torso (badan), paha atas kanan-lutut, paha atas kiri-lutut, betis kanan-engkel, betis kiri-engkel, telapak kaki kanan dan telapak kaki kiri.

Perbuatan keji itu baru terungkap setelah James menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya ke Polsek Blimbing pada Minggu (31/12) sekitar pukul 08.00 WIB.

James ditetapkan sebagai tersangka. Ia terancam Pasal 351 ayat 3 subsider 338, subsider 340, subsider 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang pengertian atau penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.(red.w)

Saturday, August 5, 2023

Relawan di Jombang Sisir Sungai Cari Kepala Korban Mutilasi

 


Anggota Relawan Semar Kabupaten Jombang menyisir sungai untuk mencari kepala korban di Sungai Japanan, Sabtu (5/8/2023)


Jombang, rakyatindonesia.com - Relawan Semar (Semangat Masyarakat) Kabupaten Jombang melakukan penyisiran Sungai Japanan Kecamatan Mojowarno, Sabtu (5/8/2023). Hal itu dilakukan guna mencari potongan tubuh korban bagian kepala.


Karena hingga saat ini kepala korban belum ditemukan. Bagian tubuh yang dimasukkan dalam dua karung adalah tubuh hingga kaki. Sedangkan satu karung lagi berisi dua potongan tangan. Penyisiran tersebut hingga radius 1 kilometer dari penemuan dua karung potongan tubuh.


“Mulai tadi malam kita lakukan penyusuran sungai hingga sejauh satu kilometer. Namun penyisiran tersebut belum membuahkan hasil,” kata Budiono, salah satu relawan Semar Kabupaten Jombang, saat berada di lokasi.


Budiono mengatakan, saat mengevakuasi dua karung berisi potongan tubuh manusia itu, kondisi mayat sudah mengeluarkan bau busuk. “Jenis kelaminnya juga belum kita ketahui. Makanya kita lakukan pencarian kepala korban,” kata Budiono.


Sebelumnya, sebuah kejadian mencengangkan terjadi ketika seorang pencari ikan di Jombang menemukan dua karung berisi potongan tubuh manusia di Sungai Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno pada Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.


Pencari ikan tersebut segera melaporkan penemuan mengerikan ini kepada kepala desa setempat, yang kemudian melapor ke Polsek Mojowarno. Petugas, dibantu oleh warga dan relawan, langsung menuju lokasi kejadian. Ternyata, dua karung tersebut berisi potongan tubuh manusia.


Di dalam karung pertama, terdapat bagian tubuh hingga kaki, sementara dalam karung kedua, ditemukan dua tangan. Kedua karung tersebut kemudian diangkut ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Temuan mayat dalam karung ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pencari ikan,” kata Kepala Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Junaidi Catur Wicaksono.  


(Red*Tim)

Diduga Korban Mutilasi Pencari Ikan di Jombang Temukan 2 Karung Berisi Potongan Tubuh Manusia

 


Dua karung berisi potongan tubuh manusia yang ditemukan di sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Jumat (4/8/2023) malam

Jombang, rakyatindonesia.com - Seorang pencari ikan di Jombang menemukan dua karung berisi potongan tubuh manusia di sungai Desa Japanan Kecamatan Mojowarno, Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.


Pencari ikan tersebut kemudian melaporkan temuan itu ke kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Mojowarno. Petugas dibantu warga dan sejumlah relawan mendatangi lokasi. Benar saja, dua karung tersebut berisi potongan tubuh manusia.


Karung pertama mulai leher hingga kaki. Sedangkan karung kedua berisi dua tangan. Dua karung tersebut kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang. “Mayat dalam karung ini pertama kali ditemukan oleh pencari ikan,” kata Kepala Desa Japanan Kecamatan Mojowarno, Junaidi Catur Wicaksono.


Anggota relawan Semar (Semangat Masyarakat) Jombang Supriyanto menambahkan, pihaknya ikut mengevakuasi mayat dalam karung tersebut. Menurut Supri, dua karung berisi potongan tubuh manusia tersebut posisinya berjajar.


Dia memperkirakan usia korban di bawah 25 tahun. Hanya saja, Supriyanto tidak tahu jenis kelamin mayat tersebut. “Karena langsung dimasukkan ke dalam kantung mayat warna kuning. Satu karung berisi dua tangan, satu lagi tubuh dan kaki,” pungkas relawan yang membantu evakuasi mayat tersebut. 


(Red*Tim)

Saturday, March 18, 2023

Pembunuh Korban Mutilasi Dalam Koper di Bogor Berhasil Di Tangkap Polisi.

    


Bogor,  rakyatindonesia.com - Polisi menetapkan pria inisial DA (35) sebagai tersangka kasus mutilasi mayat pria dalam koper di Tenjo, Bogor. Pelaku diancam dengan pasal pembunuhan berencana di kasus tersebut.
"Sudah tersangka," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan di Mako Polres Bogor, Sabtu (18/3/2023).

DA dikenakan Pasal 338 dan/atau 340 KUHP tentang pembunuhan dan/atau pembunuhan berencana. Dia terancam hukuman mati.

"Pasal 338, 340. Ancaman hukuman seumur hidup dan atau hukuman mati," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan pengakuan sementara pelaku, dia berdalih membunuh korban karena hendak disodomi.

"Kalau pengakuan Tersangka, katanya karena dia mau disodomi sama korban," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Jumat (17/3).

Bagian tubuh yang ditemukan adalah badan dan tangan. Sementara bagian kepala dan kaki korban dibuang ke sungai.

"Lagi dicari di Sungai Cimanceuri," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohanes Redhoi Sigiro mengungkap identitas korban mutilasi. Korban berinisial R.

"Korban inisial R orang Medan, Sumatera Utara, tapi domisili di Tangerang," kata Giro.

(red.Df)

Sunday, January 8, 2023

5 Pengakuan Ecky Mutilasi Angela gegara Enggan Diajak Nikah

Jakarta, rakyatindonesia.com - Polisi mengungkap sejumlah fakta terkait kasus M Ecky Listiantho (34) tersangka pemutilasi Angela Hindriati (54). Terbaru, Ecky mengaku membunuh hingga memutilasi Angela karena enggan diajak menikah.

Ecky yang mengaku sebagai wakil manajer perusahaan tambang di Bogor ini diketahui telah memiliki istri. Ia merasa terganggu karena desakan Angela yang memintanya untuk menikahinya.

M Ecky Listiantho diketahui telah mengenal Angela dalam sebuah forum jejaring sosial sejak 2018. Perkenalan itu berlanjut hingga keduanya menjalin asmara terlarang.

Ecky membunuh dan memutilasi Angela pada November 2021. Setahun lebih, tepatnya 24 Desember 2022 kasus mutilasi Angela baru terkuak bersamaan ketika polisi melakukan pencarian terhadap Ecky yang dilaporkan hilang oleh istrinya itu.

Angela sendiri adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan waralaba yang berkantor di Jakarta Selatan. Angela juga pernah dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 2019 silam.

Motif Ecky tega membunuh hingga memutilasi Angela pun terkuak lantaran menolak ajakan korban yang memintanya untuk menikahinya. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan meski Ecky telah membuat pengakuan tersebut, tetapi pihaknya masih akan menggali keterangan tersangka.

"Semua masih kami dalami. Intinya, kami tidak akan begitu saja mempercayai keterangan pelaku. Saat ini masih tahap awal, di mana semua masih berdasar keterangan tersangka," kata Hengki, Sabtu (7/1).

Meski telah memiliki alat bukti, polisi tidak begitu saja mempercayai keterangan tersangka.

"Walaupun dalam kasus pembunuhannya kami sudah memiliki alat bukti yang kuat, dalam pengembangannya kami butuh pendalaman. Artinya, kita tidak serta-merta percaya begitu saja keterangan tersangka," tuturnya.

Berikut ini sejumlah pengakuan Ecky memutilasi Angela di kontrakan di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang telah kami rangkum, Minggu (8/1/2023).

1) Ecky dan Angela Punya Hubungan Asmara

Kakak Angela, Turyono (58), menyebutkan adiknya itu sudah berhubungan dengan Ecky sejak 2018. Turyono juga mengungkap Angela pernah menuntut Ecky untuk menikahinya.

"Ada hubungan asmara dan informasi dari pihak kepolisian adik saya menuntut untuk dinikahi. Pelaku tidak mau karena sudah punya istri," kata Turyono, Jumat (6/1).

Selaras dengan keterangan Turyono, Kasubdit Resmon Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa F Marasabessy mengatakan Ecky dan Angela memang sudah saling kenal sejak 2018, tetapi keduanya baru menjalin asmara pada Juni 2021.

"(Hubungan keduanya) pacaran, tahun 2021 pacaran dengan Ecky. Hubungan dimulai sejak Juni 2021 hingga korban meninggal pada November 2021," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardy Marasabessy, saat dihubungi Sabtu (7/1).

2) Ecky Ngaku Nyaman Dekat Angela

Ecky dan Angela diketahui terpaut usia 20 tahun. Ecky mengaku nyaman meski keduanya terpaut usia beda jauh.

"Tersangka merasa sejak dulu merasa lebih nyaman menjalin hubungan relasi romantis dengan wanita yang lebih tua," kata Kompol Resa.

3) Motif Ecky Bunuh Angela

Pengakuan Ecky yang merasa nyaman dengan korban justru bertolak belakang dengan tindakannya. Ecky diketahui membunuh korban karena menolak ajakan Angela untuk menikah.

"(Motif) sakit hati," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardy Marasabessy saat dihubungi, Sabtu (7/1).

Resa mengatakan sakit hati Ecky muncul setelah Angela mengajaknya menikah. Ecky menolak ajakan itu dan beralasan dirinya sudah memiliki istri.

"Angela ajak Ecky menikah, sedangkan tersangka sudah beristri," ujar Resa.

4) Sering Berhubungan dengan Wanita Via Badoo

M Ecky Listiantho (34) mengaku tega memutilasi Angela Hindriati (54) lantaran diajak menikah sementara dirinya sudah beristri. Meski begitu, polisi masih terus menggali keterangan Ecky, termasuk mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Pasalnya, Ecky diketahui memiliki hubungan dengan beberapa wanita lain yang dikenalnya melalui aplikasi cari jodoh 'Badoo'.

"Iya, yang bersangkutan banyak berhubungan dengan wanita-wanita melalui aplikasi Badoo," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Sabtu (7/1).

5) Cara Ecky Hilangkan Bau Mayat di Kontrakan

Ecky Lstiantho menyimpan jasad Angela Hindriati (54) yang telah dimutilasi selama setahun lebih di kontrakan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Selama itu tetangga di kontrakan tak pernah curiga lantaran tidak pernah mencium bau busuk.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan Ecky memutilasi jasad Angela dan menyimpannya dalam 2 kotak kontainer plastik secara terpisah. Ecky menggunakan bubuk kopi hingga tanah untuk menghilangkan bau mayat.

"Kontainer yang satu dimasukkan tanah dan kopi. Yang satu pakai kantung plastik dalam kontainer," ujar Hengki Haryadi, Sabtu (7/1/2023).

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa Fiardy Marasabessy mengatakan Ecky menyimpan bubuk kopi pada mangkuk untuk menghilangkan bau busuk mayat.

"Sebelum meninggalkan jasad korban di kos, pelaku membeli kopi bubuk dan mangkok," kata Resa.

Ecky menyimpan mangkuk-mangkuk berisi kopi itu pada celah ventilasi agar bau mayat tak menyeruak ke luar.

"Selanjutnya kopi tersebut diletakkan dalam mangkok-mangkok tersebut. Mangkok-mangkok yang berisi bubuk kopi tersebut diletakkan di ventilasi dan di dalam ruangan. (Alasannya) biar enggak bau," jelas Resa. (Red.Sl)

Saturday, January 7, 2023

Pelaku Mutilasi di Bekasi Potong Mayat Korban Jadi 7 Bagian

Jakarta, rakyatindonesia.com - Kepala Unit IV Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Tomy Haryono mengatakan mayat korban Mutilasi di Tambun, Kabupaten Bekasi dipotong menjadi tujuh bagian. Menurut dia, kepala dan badan korban masih menyatu.

"Bahu kiri-kanan, perbatasan antara pergelangan kaki kiri-kanan, panggul kiri-kanan, totalnya ada tujuh bagian. Badan sama kepala masih jadi satu," ujar dia saat dihubungi, Sabtu, 7 Januari 2022.

Mayat tersebut teridentifikasi atas nama Angel Hindriati Wahyuningsih, perempuan 54 tahun. Informasi ini diketahui dari DNA korban dengan berbagai bukti yang ada.

Pelaku bernama M. Ecky Listiantho melakukan mutilasi menggunakan gergaji listrik setelah membunuh korban. Keterangan itu sama dengan yang diungkap tim dokter forensik dari Rumah Sakit atau RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Tomy menerangkan, luka akibat benda tumpul tidak ditemukan. Bekas yang teridentifikasi hanyalah bentuk potongan gergaji pada patahan tulang mayat Angel. 

"Kemarin dari dokter forensik bilangnya ini gergaji, benda yang tipis, karena bentuk potongannya rapih," kata dia.

Saat ditemukan dalam dua kontainer, mayat Angel yang terbungkus plastik itu sudah membusuk dan menghitam. Namun, Tomy tidak melihat adanya sisa belatung yang membantu proses pembusukan.

Semula Ecky hendak menguburkan mayat Angel. Akan tetapi, dia merasa takut apabila ada warga yang melihat. Akhirnya, Ecky memutuskan mutilasi tubuh korban dan menaruhnya di kontainer. 

"Jadi, memang kontainer udah disiapkan menjadi tempat kuburan si korban, ditimbun pakai tanah," tutur Tomy.

Mayat Angel ditemukan di sebuah indekos pada 29 Desember 2022. Hari itu juga, pelaku datang ke tempat singgahnya dan langsung ditangkap polisi yang sedang melakukan penggeledahan.

Korban adalah orang yang dilaporkan hilang sejak Juni 2019. Keluarga Angel sempat melaporkan ke Polda Jawa Barat pada Juli 2019.

Ecky, pelaku mutilasi ini, juga merupakan orang yang dilaporkan menghilang pada akhir Desember 2022. Istrinya melapor ke Polsek Bantar Gebang, karena terakhir kali pamit ke bank dan tak kembali ke rumah. (Red.Sl)

Saturday, December 31, 2022

Jasad Mutilasi di Bekasi Dipotong Menggunakan Gergaji Listrik, Polisi: Tulangnya Bergerigi

Jakarta, rakyatindonesia.com - Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan jasad mutilasi yang ditemukan di kos-kosan, Tambun, Bekasi dieksekusi menggunakan gergaji listrik. Hal itu diketahui berdasarkan penyelidikan yang melibatkan kedokteran forensik.

"Informasi hasil penyelidikan kita, dipotong menggunakan gergaji listrik," kata Kombes Hengki saat ditemui di Polda Metro Jaya, Sabtu, 31 Desember 2022.

Dia mengatakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan sejauh ini, menunjukkan sejumlah hal yang identik dengan kondisi di lapangan, seperti bagian tubuh yang dipotong tidak menggunakan golok melainkan gergaji listrik.

"Ada beberapa hal yang identik dengan hasil penyelidikan kita, misalnya bahwa ini tidak dipotong dengan menggunakan golok. Ternyata benar dari kedokteran forensik awal kemarin kita lihat memang bentukan (tulangnya) bergerigi," ujarnya.

Kronologi penemuan jasad mutilasi di kamar kos

Selain itu, polisi turut mengungkapkan kronologi penemuan jasad mutilasi di kos-kosan, Tambun, Bekasi yang berawal dari laporan orang hilang dari masyarakat.

"Awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang ada seorang laki-laki yang hilang. Kami menurunkan tim Resmob untuk menyelidiki keberadaan pria ini. Kita temukan informasi yang bersangkutan ada di kos kosaan di Tambun, Bekasi," kata Hengki.

Dia mengatakan dalam meindaklanjuti laporan orang hilang itu, pihaknya menemukan jasad mutilasi. Saat melakukan pengecekan bersama pemilik kos, pada saat itu pula polisi menemukan jasad mutilasi berjenis klamin perempuan.

"Saat kita cari di lokasi, kita mengajak pemilik kos ke dalam. Ternyata di dalam kita menemukan sangat mengejutkan buat kami tim penyelidik. Ada jenazah dalam dua kontainer," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan dan tidak ingin gegabah menentukan identitas korban dan pelaku. (Red.Sl)


© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved