Wednesday, April 24, 2024

Polisi Masih Selidiki Kasus Perampokan Maut yang Menewaskan Edi

 


Cirebon
, rakyatindonesia.com - Edi, seorang pemilik bengkel di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kehilangan nyawa setelah menjadi korban dalam kasus dugaan perampokan. Saat ini, polisi masih bergerak untuk menyelidiki kasus tersebut.
Kapolresta Cirebon Kombes Sumarni mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus yang menewaskan seorang pemilik bengkel itu.

"Masih lidik. Nanti diprescon (disampaikan) jika terungkap," kata Sumarni kepada detikJabar saat dihubungi, Rabu (24/4/2024).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Hario menyebut, jika peristiwa yang menimpa seorang pemilik bengkel itu memang merupakan kasus tindak pidana pencurian disertai kekerasan atau curas.

"(Kasus yang terjadi kemarin) curas," kata Hario.

Hanya saja, Hario belum dapat menjelaskan kronologi dari kejadian tersebut. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang terjadi pada Selasa kemarin.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menimpa seorang pemilik bengkel di Cirebon ini terjadi pada Selasa (23/4) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Korban atas nama Edi tewas dalam kejadian ini dengan luka tusuk pada bagian dada.

Salah seorang yang melihat korban dalam kondisi terluka adalah Hartono. Ia merupakan tetangga korban. Hartono mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan dari korban.

Hartono pun langsung bergegas keluar rumah untuk mendatangi sumber suara. Saat itu, ia melihat korban sudah dalam kondisi duduk dan bersimbah darah.

"Waktu itu saya masih tidur, terus dengar ada teriakan 'rampok, rampok, rampok'. Waktu itu sekitar jam 3. Begitu saya keluar korban ini sudah terduduk di pinggir rumah saya. Kondisinya sudah banyak darah," kata Hartono.

Hartono sendiri sudah berupaya menolong korban dengan membawanya ke rumah sakit. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal dunia dengan luka tusuk pada bagian dada.

"(Korban) tak bawa ke rumah sakit. Tapi di tengah perjalanan sudah nggak ngasih respons. Dipanggil-panggil diam saja. Setelah dibawa ke rumah sakit, terus saya pulang. Terus kata keluarganya, korban meninggal. Luka tusuknya di bagian dada," kata Hartono.

(red.alz)

Sunday, April 21, 2024

Mulut Dilakban, Rentenir Asal Kalipare Malang Disekap 6 Perampok di Rumah

 


Malang
, rakyatindonesia.com - Enam perampok menyatroni rumah warga di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Malang. Sejumlah barang berharga milik korban senilai puluhan juta digasak. Tak hanya itu, kawanan perampok juga sempat menyekap korban di dalam rumah.
Korban perampokan itu diketahui berinisial R (43), seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari membuka jasa peminjaman uang atau rentenir.

Perampokan itu terjadi Jumat (5/4/2024) pagi. Mulanya 2 orang tak dikenal bertamu ke rumah korban sekitar pukul 08.15 WIB, tidak lama setelah suaminya berangkat bekerja.

Tiba-tiba korban mendengar suara seseorang datang bertamu. Korban di kamar segera keluar. Betapa terkejut korban melihat 2 orang tak dikenal masuk hingga dapur rumahnya.

Ternyata ada 4 orang lain yang turut masuk ke dalam rumahnya. Mereka segera menyekap korban dengan cara mengikat tangan, kaki, dan mulutnya dengan lakban.

Selanjutnya para pelaku merampas perhiasan yang dikenakan korban dan uang tunai yang disimpan di dalam lemari kamarnya.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyebutkan kasus perampokan yang menargetkan perempuan di wilayah Kalipare itu sedang diselidiki.

"Kami tengah menyelidiki kasus itu," kata Gandha kepada detikJatim, Minggu (21/4/2024).

Dalam keterangan yang didapat polisi dalam proses penyelidikan diketahui bahwa pelaku berjumlah 6 orang. Mereka kabur usai merampok korban naik mobil berwarna putih.

"Sesuai keterangan yang kami dapatkan bahwa pelaku berjumlah 6 orang yang diduga membawa mobil warna putih. Kami masih mendalami," ujar Gandha.

Dalam aksinya, kata Gandha, para perampok menyekap korban yang pada saat itu sedang berada di rumah sendirian. Mereka ikat tubuh korban dan melakban mulutnya.

"Waktu itu pemilik rumah perempuan (korban) sedang berada di rumah sendirian. Suaminya kerja, korban dibekap, disandera menggunakan lakban oleh pelaku," sebut Gandha.

Korban sendiri baru bisa melepaskan lakban yang menutup mulutnya saat para perampok sudah kabur kemudian berteriak meminta tolong dan didengar oleh para tetangga.

(red.alz)

Ini Tampang Azizatus yang Ngeprank Rumah Dirampok gegara Takut Ditagih Utang

 


Gresik
, rakyatindonesia.com - Azizatus Sholihah merekayasa perampokan di rumahnya di Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Gresik. Prank ini dilakukan karena ia takut ditagih utang sehingga suaminya jadi tahu. Begini tampang cewek berusia 24 tahun tersebut.
Azizatus juga mengarang cerita soal ia yang dipukuli maling hingga terluka. Dari foto yang diterima detikJatim, memang tampak ada luka di wajah Azizatus. Ternyata, luka ini bukan dari perampok, tetapi dari permasalahan pribadinya.

"Untuk luka yang saya alami benar terjadi adanya, tidak ada kaitannya dengan laporkan yang saya buat. Masalah pribadi saya dengan seseorang. Saya takut sama suami," jelas Azizatus di Polres Gresik, Minggu (21/4/2024).

Di hadapan awak media, ia meminta maaf kepada masyarakat dan polisi. Wajahnya tertutup masker. Ia kemudian mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.

"Mohon maaf. Barang yang dilaporkan sebenarnya tidak hilang atau dicuri orang, tetapi saya jual sendiri hasil uang itu saya berikan seseorang terkait masalah pribadi dengan saya," kata Azizatus singkat.

"Mohon maaf. Barang yang dilaporkan sebenarnya tidak hilang atau dicuri orang, tetapi saya jual sendiri hasil uang itu saya berikan seseorang terkait masalah pribadi dengan saya," kata Azizatus singkat.

Rekayasa perampokan ini sempat dilaporkan dengan penganiayaan hingga penyekapan. Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, dari hasil analisa 3 CCTV di sekitar TKP, tidak ditemukan kejadian janggal ataupun orang yang menghampiri rumah korban saat jam kejadian, seperti apa yang dikatakan korban.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi ingin meminta keterangan korban kembali, namun korban tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

"Selain itu, dari hasil penyelidikan, handphone iPhone 13 Promax korban sudah digadaikan sendiri oleh korban. Termasuk, perhiasan (1 gelang, 2 cincin, dan 1 kalung) yang dikatakan hilang oleh korban," kata Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Minggu (21/4/2024).

Mengetahui fakta tersebut, polisi akhirnya memanggil pelapor untuk mengklarifikasi kebenaran kasus tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata pelapor memang mengarang cerita untuk membuat laporan palsu.

"Pelapor membuat laporan palsu karena terjerat utang lantaran investasi bodong dengan temannya," tambahnya.

Aldhino menjelaskan, pelapor mengajak teman-temannya untuk ikut melakukan investasi kepada seseorang yang ia kenal. Namun ternyata pelapor dan temannya menjadi korban penipuan investasi bodong tersebut. Sehingga, Azizatus sering ditagih oleh temannya yang telah menginvestasikan uang kepadanya.

"Uang hasil penggadaian barang tersebut digunakan untuk mengganti rugi uang kepada seseorang yang telah diajaknya untuk melakukan investasi yang ternyata bodong. Alasan pelapor membuat laporan polisi dikarenakan pelapor takut diketahui oleh suami karena memiliki masalah pribadi (utang) yang belum terselesaikan," tutur Aldhino.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Azizatus alias Pesek ini tinggal di PPS kurang lebih selama enam bulan. Dia mengontrak rumah. Sedangkan pria yang disebut suaminya itu tidak bisa menunjukkan KK. Pria yang disebut sebagai suaminya itu beberapa hari mendatangi rumah kontrakan Pesek dengan mengendarai mobil mewah.

Sebelumnya, polisi tengah menyelidiki perampokan di rumah Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci, Manyar Gresik. Korban diketahui bernama Azizatus Sholihah (24) warga asal Desa Kujung, Widang, Tuban.

Azizatus mengaku, saat itu ia sedang memasak di dapur seorang diri dengan pintu rumah dengan kondisi terbuka. Sekitar pukul 18.30 WIB, korban mendengar dua orang masuk ke dalam rumahnya.

Awalnya korban mengira itu suaminya. Setelah korban menoleh ke arah pintu rumah, ada satu pelaku yang langsung menarik tangan korban dan membawa masuk ke kamar belakang. Korban mengaku didorong hingga kepalanya membentur meja.



(red.alz)

Tuesday, April 16, 2024

Perampok di PPS Gresik Diduga Orang Dekat, Tahu Nama Panggilan Korban


Gresik
, rakyatindonesia.com - Perampokan di Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar Gresik masih diselidiki polisi. Ada dugaan bahwa para pelaku merupakan orang dekat dengan korban.
"Dugaan kuat pelaku orang dekat karena mengenal korban dengan sebutan 'Pesek'," kata Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Syaiful Rokhim kepada detikJatim, Selasa (16/4/2024).

Syaiful menjelaskan bahwa pelaku berjumlah 2 orang. Saat beraksi, para pelaku memakai penutup muka atau balaclava. Saat meminta HP korban, pelaku sempat memanggil korban dengan sebutan Pesek.

"Pelaku sempat mengatakan sesuatu kepada korban bahwa 'Sek (panggilan pelaku ke korban), kamu kok tambah kurus?'," tutur Syaiful menirukan keterangan korban.

Tak hanya itu, para pelaku juga mengetahui bahwa HP milik korban adalah iPhone. Menurut pengakuan korban, pelaku lain sempat menyebut ponselnya adalah iPhone.

"Pelaku yang di luar kamar juga sempat ngomong 'HP-nya Pesek kan iPhone," tutur Syaiful menirukan percakapan para pelaku sebagaimana dituturkan korban.

Korban saat itu hanya bisa diam dan pasrah melihat pelaku mengambil ponsel iPhone miliknya yang sedang dicas. Tidak hanya itu, para pelaku juga sempat melakukan kekerasan terhadap korban.

Para pelaku melihat gelang dan cincin yang dipakai korban. Karena diancam dengan senjata tajam korban hanya bisa pasrah ketika pelaku mengambil perhiasan dari tangan korban secara paksa. Bahkan pelaku juga menarik paksa anting yang dipakai korban.

"Para pelaku juga menanyakan tempat penyimpanan uang, tapi korban bilang nggak punya uang. Pelaku sempat menanyakan kalau suami korban memiliki banyak uang. Kemudian pelaku yang di luar kamar membuka dan membongkar isi lemari yang ada di luar kamar untuk mencari uang. Namun tidak ada," kata Syaiful.

Setelah membongkar lemari dan mengambil barang berharga korban, para pelaku pun pergi setelah korban mengatakan bahwa suaminya akan segera pulang. Kedua pelaku pun langsung bergegas meninggalkan lokasi sembari membawa kabur barang hasil merampok.

"Setelah pelaku pergi, korban mengambil HP yang ada di dapur lalu menghubungi suaminya. Setelah suaminya pulang langsung membuat laporan ke Polsek Manyar," sambungnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka pada bagian dahi, hingga sayatan di telapak tangan. Beruntung nyawa korban masih selamat dan tidak terjadi tindakan asusila yang dilakukan para pelaku perampokan itu terhadap korban.

"Saat ini kami masih dalam penyelidikan. Anggota sudah mendatangi lokasi untuk olah TKP. Termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mencari CCTV," pungkasnya.

(red.alz)

Monday, November 27, 2023

Dua Jambret Ditangkap Warga di Jambi Usai Dikejar-Ditabrak Mobil

 

Jambi, rakyatindonesia.com –  Dua jambret di Kota Jambi diamankan warga usai beraksi. Keduanya ditangkap setelah terjatuh ditabrak oleh pengendara mobil.


Adapun identitas kedua jambret yang diamankan warga yakni A (15) dan Revi (21). Keduanya merupakan warga Kota Jambi.

Aksi penjambretan itu terjadi kawasan Tanjung Lumut, Kecamatan Paal Merah Kota Jambi, pada Minggu (26/11/2023). Video dua pelaku jambret yang diamankan oleh warga pun viral di media sosial.

Dalam video itu tampak satu pelaku terlihat 'santuy' ketika diamankan walaupun nyaris diamuk massa. Ia bahkan terlihat masih sempat nyebat (menghisap rokok). Saat ini dua pelaku jambret telah diamankan di Polsek Jambi Selatan.

"Iya sudah kami amankan kemarin," kata Kapolsek Jambi Selatan AKP Suwondo, Senin (27/11/2023).

Suwondo menerangkan, aksi penjambretan itu menimpa seorang wanita yang bekerja sebagai kasir swalayan. Saat itu korban sedang melintas di jalan dan dijambret oleh kedua pelaku.

"Yang diambilnya itu handphone dan (setelah dapat) pelaku melarikan diri," ujarnya.

Usai melarikan diri setelah mendapat handphone korban, keduanya pun tancap gas menggunakan motor. Alhasil, mereka ditabrak pengendara mobil dan terjatuh.

"Dua pelaku jambret ini melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Mereka ini ngebut- ngebut ditumbur (ditabrak) mobil, dan mobil ini kabur," sebutnya.

Setelah ditabrak mobil, kata Suwondo, dua pelaku jambret ini terjatuh dan langsung diamankan oleh warga. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Jambi Selatan.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, anggota Polsek Jambi menuju ke lokasi tersebut. Setibanya di lokasi, dua pelaku jambret langsung diamankan ke Polsek Jambi Selatan untuk proses lebih lanjut. (red.IY)

Saturday, August 19, 2023

Pengeroyokan di Pasar Kendung Surabaya, Polsek Benowo Periksa 4 Saksi

  

Surabaya, rakyatindonesia.com – Polsek Benowo telah memeriksa 4 saksi terkait pengeroyokan warga Gresik di Pasar Kendung, Surabaya, Kamis (17/08/2023) pagi. Perlu diketahui, dalam peristiwa itu korban bernama Arifin meninggal dunia usai dirawat di RS Bhakti Dharma Husada.

Kapolsek Benowo, AKP Nurdianto Eko membenarkan peristiwa pengeroyokan itu. Dari hasil penyelidikan, pelaku berjumlah tiga orang. Saat ini pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan tim dokter untuk mengetahui penyebab kematian.

“Untuk kepastian penyebab kematian nasih dilakukan pendalaman lagi,” ujar Nurdianto Eko, Jumat (18/08/2023).

Nurdianto mengatakan bahwa pihaknya menyelidiki bersama dengan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Ia berjanji akan segera merilis update perkembangan hasil.

“Mohon waktu, dalam waktu dekat, akan kami update perkembangan hasil penyelidikannya,” tuturnya.

Dari informasi yang diterima beritajatim, ketiga pelaku berinisial WW, AR, dan SF adalah warga Perum UKA. Rumah ketiga pelaku saat ini dalam kondisi sepi. Petugas kepolisian sempat mendatangi rumah pelaku namun diduga ketiganya telah melarikan diri.

Diberitakan sebelumnya, Warga Gresik dikeroyok hingga tewas di Surabaya, Kamis (17/08/2023) pagi. Pria bernama Arifin itu dikeroyok oleh 3 orang berinisial WW, AR, dan SF di pasar UKA, Benowo, Surabaya.

Aji salah satu pedagang pasar UKA mengatakan pengeroyokan itu berawal saat korban diduga tak sengaja menyenggol payudara istri salah satu pelaku. Karena kondisi pasar UKA yang krodit, penjelasan korban tidak diterima oleh ketiga pelaku yang masih bersaudara.

“Ya namanya kondisi pasar tradisional ramai Mas, jadi mungkin tidak sengaja juga,” kata Aji, Jumat (18/08/2023).

Berdasarkan kesaksian para pedagang, pelaku pengeroyok Arifin menggunakan paving yang dipukulkan ke bagian dada. Aksi pengeroyokan itu selesai setelah sejumlah pedagang dan pembeli di Pasar UKA menolong Arifin.

“Arifin sempat pulang mas. Kondisinya berdarah semua,” imbuh Aji.

Karena lukanya parah, Arifin dilarikan ke RSUD BDH. Namun Arifin akhirnya meregang nyawa di rumah sakit. (red.IY)

Sunday, August 6, 2023

Skenario Palsu Suami Dirampok Istri Sendiri, Semua Demi Lunasi Utang, Polisi Nyaris Dikelabui

 



Empat tersangka perampokan minimarket di Bekasi. Otak perampokan adalah kepala minimarket itu sendiri. Alasannya demi melunasi utang istri. Sang istri sebagai eksekutor yang merampok suaminya di toko tersebut. 


Bekasi, rakyatindonesia.com - Pasangan suami istri menjadi komplotan pencurian toko tempat suami bekerja.Tak beraksi berdua saja, mereka juga dibantu oleh tiga rekan lainnya. Suami dan tiga rekan lainnya berhasil ditangkap namun sang istri kabur. Kondisi rumah pasutri saat digeledah pun kosong.


Diketahui seorang istri berinisial A diduga memiliki utang. Untuk membayarnya, sang suami menyusun skenario pencurian di toko ia bekerja. Istri dan ketiga rekannya bertugas merampok berpura-pura menyekap suami sendiri dan memaksa menyerahkan uang di dalam brankas.


Adapun perampokan toko terjadi di Jalan Kampung Rawa Roko, RT 003 RW 005, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (2/8/2023). Rupanya diotaki oleh kepala toko itu sendiri.

 

Dibantu sang istri berinisial A dan tiga rekannya, N, S, dan I, sang kepala toko yang berinisial C menyusun skenario seolah-olah dirampok saat sedang bekerja. 


Mereka yang bertugas merampok berpura-pura menyekap C dan rekannya serta memaksanya menyerahkan uang di dalam brankas. 


Aparat kepolisian dari Polsek Bekasi Timur pun berhasil membongkar kasus ini dan meringkus sebagian besar pelaku, termasuk otak kejahatan. 


Empat tersangka kasus perampokan berencana di minimarket Alfamart di Jalan Kampung Rawa Roko, RT 003 RW 005, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Polisi berhasil menangkap keempat pelaku yang dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Bekasi Timur, Sabtu (5/8/2023).


"Sudah kami amankan tersangka C sebagai karyawan kepala toko yang menginisiasi perbuatan pencurian ini," ujar Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sukadi, Sabtu (5/8/2023), dikutip dari Kompas.com.


"Tersangka kedua, ada istri C, yakni A. Tapi untuk sementara, dia masih DPO (daftar pencarian orang)," lanjut dia.


Selain C, tiga rekan A yang bertugas sebagai eksekutor, yakni N, S, dan I juga telah ditangkap.  C mengaku, nekat merencanakan aksi perampokan tersebut demi membayar utang sang istri.


"Motifnya itu karena ekonomi, karena istri C ini dililit utang, sehingga menimbulkan niat untuk melakukan pencurian (disertai kekerasan) di Alfamart," kata Sukadi.


Sempat berstatus saksi Polisi sempat nyaris dikelabui dalam perkara ini. Usai peristiwa perampokan, C melaporkannya ke Polsek Bekasi Timur. Laporan dilakukan C bersama rekannya yang berinisial D. Tetapi, D tak terlibat dalam skenario perampokan.  Kepada polisi, C sempat dijadikan saksi.


Ia bercerita, ketika dirampok, hanya ada dirinya dan D di dalam toko. D bertugas sebagai kasir, sementara C merupakan kepala toko. 


"Para tersangka (A, N, S, dan I) langsung  masuk, kemudian menodongkan senjata tajamnya ke C di mana ini memang sudah direncanakan sejak awal," papar Sukadi. 


Mereka yang berperan sebagai perampok lalu memaksa C serta D untuk menyerahkan uang di dalam brankas. Total, uang yang digasak pelaku senilai Rp 40 juta.


"Tersangka lalu mengeluarkan lakban warna cokelat dan mengikat tangan saksi ke arah depan dan juga melakban mulut. Kedua tangan tersangka C diikat ke belakang dan mulutnya dilakban juga," ujar Sukadi.


Para perampok pun kabur meninggalkan C dan D dalam kondisi tidak berdaya.  Beruntung D berhasil melepaskan ikatan di tangan. Kemudian ia membantu C membuka ikatan di tangan dan lakban di mulut. Mereka bersama-sama keluar dari toko untuk mencari pertolongan hingga akhirnya melaporkannya ke kepolisian. 



Ilustrasi perampokan.


Ada yang janggal


Sukadi mengungkapkan, setelah menerima laporan perampokan dari C dan D, pihaknya langsung membuka penyelidikan. Pihaknya memeriksa C dan D sekaligus melakukan olah TKP. Berdasarkan pemeriksaan C, polisi menemukan kejanggalan dalam perkara ini.


Sukadi enggan membeberkan kejanggalan apa yang dimaksud. Tetapi, diam-diam polisi menyelidiki latar belakang C.  Sehari kemudian, polisi menemukan titik terang. Sukadi dan jajaran meyakini peristiwa perampokan toko itu merupakan rekayasa yang diotaki C.  Tidak butuh waktu lama, kepolisian langsung meringkus C beserta tiga eksekutor lain dalam waktu yang berdekatan.


"C kami amankan tanggal 3 Agustus 2023, tidak lebih dari 24 jam tiga tersangka lain juga bisa diamankan di Polsek Bekasi Timur," ujar Sukadi.  Namun, istri C belum bisa diketahui keberadaannya.


Polisi menemukan rumahnya di Tambun, sudah kosong. 


Peran masing-masing


Sukadi mengungkapkan, berdasarkan pendalaman, pihaknya mendapatkan fakta C adalah otak dari rekayasa perampokan ini. Adapun, pihak yang menjadi eksekutor adalah istri C, yakni A.  A sekaligus bertugas mencari orang yang bersedia menjadi perampok. Didapatlah N, S, dan I.  "A mendapatkan tiga eksekutor dan menjanjikan, apabila perbuatan ini berhasil, hasilnya akan dibagi dua," ujar Sukadi.


Adapun N, S, dan I sejatinya bukanlah seorang penjahat. N berprofesi sebagai pedagang asongan di Desa Sriamur Tambun Utara. Sementara, S dan I merupakan tukang parkir di desa yang sama. Ketiganya nekat menerima perekrutan A sebagai eksekutor perampokan lantaran didorong kesulitan ekonomi. 


Akibat perbuatan mereka, para tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.



(Red*Efr)


 

Thursday, March 16, 2023

Polda Riau Sita Senpi dari Oknum TNI Dalang Perampokan ATM di Pekanbaru

  




Pekanbaru,  rakyatindonesia.com - Polda Riau akhirnya buka suara terkait keterlibatan dua oknum TNI dalam perampokan ATM di Pekanbaru. Polisi menyebut selain tiga pelaku dan dua oknum TNI, mereka juga menyita sepucuk senjata api.

"Berdasarkan hasil penyelidikan kami berhasil mengungkap pelakunya berjumlah lima orang. Di antaranya kami lakukan penangkapan di Jawa Barat, Purwakarta dan satu pelaku di Pekanbaru," kata Wadir Reskrimum Polda Riau Sunhot P Silalahi, Kamis (16/3/2023).

Selain lima pelaku YP, WS, AW, E dan A polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti mobil dan sepeda motor. Termasuk senjata api yang digunakan dalam aksinya yang terekam CCTV.

"Barang bukti yang sudah kita sita yaitu satu mobil Avanza warna hitam, kemudian sepeda motor Vixion putih. Dari tangan pelaku kami menyita satu senjata api jenis makarov, dengan beberapa butir amunisi dari pelaku," katanya.


Untuk uang hasil perampokan, polisi juga menyita dari para pelaku. Hanya saja untuk nominalnya hanya Rp 300 ribu-3 juta.

"Kemudian uang ada dari berbagai macam, ada Rp 3 juta, Rp 300 ribu. Kami juga menyita palu atau martil yang digunakan pelaku," kata Silalahi.

Atas perbuatannya, tiga pelaku yang tercatat sebagai warga sipil ditangani di Polda Riau. Namun untuk dua prajurit TNI aktif Sertu E dan Serma A ditangani di Pomdam dan telah ditetapkan tersangka.

"Dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," kata Wadir.

Insiden itu terjadi pada Minggu (6/3) sekitar pukul 06.50 WIB di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru. Di mana saat kejadian tiga petugas sedang berada di ATM untuk mengisi uang.

Tak lama, datang tiga pria tidak dikenal ke ATM tersebut. Satu di antaranya berpura-pura hendak mengambil uang di ATM yang sedang diisi.

Seorang petugas pun minta pelaku untuk menunggu karena sedang dalam proses pengisian uang. Tiba-tiba pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan menembak petugas, atas nama Kurnia Ilahi (22).(red)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved