Monday, April 22, 2024

Detik-detik Perahu Penambang Pasir di Bojonegoro Tenggelam Hilangkan 1 Orang

 


Bojonegoro
, rakyatindonesia.com - Perahu penambang pasir di Bengawan Solo Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro Kota terbalik dan tenggelam. Satu penambang hilang tenggelam sedangkan tiga lainnya selamat.
Sodik (54), salah satu korban selamat tampak sedih dan duduk-duduk di tepi Bengawan Solo. Ia masih tak percaya perahu yang ditumpangi dengan ketiga rekannya itu tenggelam.

Ia lalu menceritakan peristiwa nahas itu terjadi saat ketiga rekannya Saparun, Kamali dan Arif naik ke atas perahu pada sekitar pukul 12.00 WIB.

"Sekitar jam 12 an pas azan Zuhur. Perahu itu kondisinya agak melintang dan terkena tekanan air Bengawan yang sedang naik dan deras," ujar Sodik kepada detikJatim, Senin (22/4/2024).

Awalnya semua berjalan normal. Namun tekanan arus air yang deras membuat perahu besi yang berisi empat orang serta pasir sekitar 2 hingga 3 kubik bergoyang dan terbalik lalu tenggelam.

Saat itu, Sodik berada di posisi depan, Kamali di dalam bilik perahu, Saparun di tengah, dan Arif berada di ujung perahu belakang yang terakhir tenggelam.

"Aku langsung meloncat ke barat yang lain juga ikut selamatkan diri. Bahkan aku sempat lemparkan galon air namun kok Arif nggak terlihat. Pikirku siapa tahu ada yang butuh pertolongan. Sesampai di pinggir Bengawan, Kamali dan Saparun terlihat bareng naik. tapi Arif nggak terlihat," tutur Sodik.

Derasnya air Bengawan saat ini juga membuat Sodik terasa kesulitan berenang. Bahkan, ia terpaksa mencopot kausnya agar tidak menambah beban saat berenang ke tepi bengawan.

"Dadaku Sampek ora kuat, banter tenan banyune. Kausku sampek tak copot pas renang mau," ucap Sodik.

Saat itu, Sodik berada di posisi depan, Kamali di dalam bilik perahu, Saparun di tengah, dan Arif berada di ujung perahu belakang yang terakhir tenggelam.

"Aku langsung meloncat ke barat yang lain juga ikut selamatkan diri. Bahkan aku sempat lemparkan galon air namun kok Arif nggak terlihat. Pikirku siapa tahu ada yang butuh pertolongan. Sesampai di pinggir Bengawan, Kamali dan Saparun terlihat bareng naik. tapi Arif nggak terlihat," tutur Sodik.

Derasnya air Bengawan saat ini juga membuat Sodik terasa kesulitan berenang. Bahkan, ia terpaksa mencopot kausnya agar tidak menambah beban saat berenang ke tepi bengawan.

"Dadaku Sampek ora kuat, banter tenan banyune. Kausku sampek tak copot pas renang mau," ucap Sodik.

Sodik memastikan perahu yang ditumpangi bersama temannya masih tenggelam di lokasi kejadian. Ia tak menyangka arus bengawan akan naik itu, padahal sebelumnya normal.

"Perahu masih di lokasi. Arus air Bengawan sedang naik karena tadi pagi belum segini tingginya. Semoga Arif segera ditemukan," harap Sodik.

Sodik sendiri menuturkan tak ada firasat buruk sebelum musibah ini terjadi pada dirinya.

"Nggak ada kalau firasat jelek baik aku maupun keluarga. Tapi aku nggak tahu kalau yang teman temanku ya. Aku sudah main sejak kecil lulus MI, tahun 1989," imbuh Sodik yang tinggal di Simo Tuban.

Sementara itu, proses pencarian korban Arif oleh tim SAR dihentikan karena sudah menjelang malam. Pencarian akan dilanjutkan Selasa pagi besok.

Suasana duka terlihat di rumah keluarga Arif di Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro yang tidak jauh dari Bengawan Solo. Banyak sanak keluarga dan tetangga datang ikut prihatin dan berduka atas musibah yang terjadi.

Sebelumnya, perahu penambang pasir terbalik dan tenggelam di Bengawan Solo Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro Kota. Satu orang penambang belum ditemukan dan 3 lainnya berhasil selamat.

Suparman, salah satu kerabat korban mengatakan perahu penambang pasir ditumpangi empat orang. Mereka adalah Saparun, Kamali dan Arif. Ketiganya warga Desa Samanding kecamatan Bojonegoro. Sedangkan seorang lainnya diketahui bernama Sodik asal Simo, Tuban.

Ketiga korban Saparun, Kamali dan Sodik selamat setelah berusaha berenang ke pinggir. Namun salah seorang bernama Arif tenggelam dan hingga sore ini belum ditemukan dan dalam proses pencarian tim SAR gabungan.

"Perahu terbuat dari plat besi, mereka cari pasir. Mau pindah tempat. Kok tiba tiba perahu muatan pasir dan para penambangnya itu nyungsep hingga tenggelam. Arif yang belum ditemukan," tutur Suparman, Senin ( 22/4/2024).


(red.alz)

Friday, April 19, 2024

Pilu Een Saat Lihat Suami dan Anak Tercebur ke Kalimas Bersama Motornya

 


Gresik
, rakyatindonesia.com - Suasana sedih, cemas dan harapan bercampur aduk di kediaman Nanda Freda Eryansyah (27) dan Erlangga (2) di Desa Driyorejo, Gresik. Bapak dan anak itu hanyut bersama motornya di sungai Kalimas perbatasan Gresik-Sidoarjo usai tercebur dari perahu tambangan.
detikJatim mendatangi rumah keluarga itu, Jumat (19/4/2024) siang. Jarak rumah tersebut hanya selemparan batu, kira-kira 150 meter. Saat detikJatim datang ke rumah itu, ada Kapolsek Driyorejo AKP Mushiram yang tampak berusaha menenangkan keluarga Nanda.

Harapan keluarga korban, keduanya bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Keluarga cemas dan pasrah, sebab mereka hanya bisa menunggu kabar dari tim penyelamat yang masih terus mencari Nanda dan Erlangga.

Istri Nanda, Een Sutrisna terlihat masih tak bisa menyembunyikan derai air matanya. Dia masih terngiang tawa canda suami dan anaknya yang sedang lucu-lucunya itu.

Een yang berusaha tegar jelas terpukul. Keluarga yang ada di belakangnya terus mengelus-elus punggungnya agar tetap sabar sembari menunggu kabar. Betapa tidak, dia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri saat suami dan putra pertamanya itu tercebur ke sungai.

"Kejadiannya setelah pulang dari rumah orang tua saya di Tarik, Sidoarjo," cerita Een Sutrisna kepada Mushiram, di rumahnya Jumat (19/4/2024)

Malam itu, mereka bersama-sama dari Kecamatan Taman, Sidoarjo naik perahu tambangan hendak menuju Desa Driyorejo. Mereka mengendarai dua sepeda motor. Nanda memboncengkan Erlangga. Sedangkan Eek naik motor lain bersama adiknya.

"Suami membonceng anak saya di depan. Saya sama adik saya memakai sepeda motor lain," tambahnya sembari mengusap air mata.

Saat sudah naik di atas perahu tambangan, mesin sepeda motor yang dikendarai Nanda dalam kondisi menyala. Tanpa disangka, sang anak yang masih berusia 2,5 tahun menarik gas motor tersebut. Motor seketika loncat ke air bersama bapak dan anak itu.

"Saya melihat langsung pak. Saya nggak kuat untuk cerita," kate Een sembari terus mengusap air matanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik digegerkan dengan tenggelamnya seorang pria bersama anaknya yang masih balita. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Tambangan Pak Tuso, Dusun Banjarpertapan, Taman, Sidoarjo, Kamis (18/4) malam..

Diketahui bapak anak tersebut bernama Nanda Freda Eryansyah (27) warga Driyorejo, Gresik dan Erlangga (2,5). Saat itu Nanda bersama anaknya hendak menyeberang dari wilayah Taman Sidoarjo menuju Driyorejo Gresik dengan menaiki sepeda motor Honda BeAT.

"Infonya mesin motornya masih menyala saat di atas perahu, kemudian oleh anaknya digas. Kemudian motor tersebut tercebur ke sungai," kata Sakur, salah satu warga sekitar kepada detikJatim.



(red.alz)


Sunday, March 19, 2023

Seorang Bocah Ditemukan Neneknya Tewas Tenggelam di Kolam Ikan Koi.

     


Probolinggo,  rakyatindonesia.com - Seorang bocah berusia 5 tahun ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan koi. Warga Jalan Sunan Ampel RT 02 RW 04, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo tersebut ditemukan mengambang di kolam pribadi yang berada di belakang rumahnya.
Korban diketahui bernama Amar. Saat itu, ia bersama neneknya di rumah, sementara ibu korban Ika Agustina pergi melayat ke rumah temannya. Sedangkan ayah korban sedang bekerja di pabrik daerah Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Korban ditemukan mengambang di kolam ikan pertama kali oleh neneknya, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, sang nenek baru saja selesai bersih-bersih rumah.

Sang nenek kaget saat melihat cucunya mengambang dengan wajah pucat di kolam koi. Ia langsung berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan itu, tetangga langsung berdatangan ke lokasi. Mereka langsung menolong korban yang tenggelam di dalam kolam sedalam 80 centimeter dengan panjang 3,5 meter dan lebar 1.5 meter.

Tak hanya itu, korban juga sempat dilarikan ke bidan terdekat. Namun malang, nyawa korban tidak tertolong.

Ketua RW 04 Sonia Agustin menceritakan dirinya sempat mendengar orang berteriak minta tolong. Akhirnya, ia bersama warga langsung ke lokasi. Saat itu, korban dalam kondisi mengambang di kolam ikan koi belakang rumahnya.

"Nenek korban berteriak minta tolong, warga datang dan melakukan evakuasi korban yang sudah mengambang, wajahnya pucat. Kita larikan ke bidan, namun korban sudah meninggal dunia," ujar Sonia saat dikonfirmasi, Minggu (19/3/2023).

Sementara itu, petugas dari Polsek Wonoasih telah datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Namun keluarga korban menolak dilakukan autopsi karena kejadian ini dianggap merupakan musibah. Korban juga langsung dimakamkan di TPU dekat tempat tinggalnya.

"Sesuai SOP, kita mendatangi rumah korban dan melakukan olah TKP, karena korban tidak mau dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan kedua orang tua korban," kata Kapolsek Wonoasih Kompol Sumardjo.

Agar kejadian serupa tak terulang, polisi mengimbau kepada orang tua untuk senantiasa menjaga putra-putrinya. Hal ini menjadi pembelajaran bagi orang tua untuk menjaga buah hatinya saat bermain di dalam rumah maupun di luar rumah.(red.Df)

Pemancing Tenggelam di Kolam Desa Tambak Kali Sogo Sidoarjo Di temukan Meninggal Dunia.

    


Sidoarjo,  rakyatindonesia.com - Pemancing yang tenggelam di kolam Desa Tambak Kali Sogo, Jabon, Sidoarjo, ditemukan. Namun, pemancing tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui hilang pada Sabtu (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban bernama Muhamad Anwar (60) warga Desa Purwojati Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Tim dari Basarnas dan BPBD Sidoarjo telah melakukan pencarian korban, bahkan Basarnas juga mengerahkan satu personil penyelam.

Namun, evakuasi berjalan cukup sulit dan menemui kendala. Diantaranya banyak tumbuhan ganggang dan senar pancing yang putus di tumbuhan tersebut. Tim juga menemui kendala saat menyelam. Ahkirnya. pencarian dihentikan sementara karena kondisi lapangan gelap.

"Pencarian sempat dihentikan karena kondisi gelap, alhamdulillah pemancing tersebut sudah ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal," kata Nurhadi Santoso kordinator Basarnas di lokasi, Minggu (19/3/2023).

Nurhadi menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal pada Minggu (19/3) sekitar pukul 04.10 WIB. Mayatnya ditemukan tidak jauh, yakni sekitar lima meter dari titik lokasi hilangnya pemancing tersebut.

"Jenazah ditemukan mengapung oleh warga dan petugas saat melakukan penyisiran," jelas Nurhadi.

Sementara itu, Kapolsek Jabon AKP Sumarsono mengatakan saat ini jenazah pemancing sudah dievakuasi.

"Jenazah dievakuasi ke rumah sakit Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri di Porong," tandas Sumarsono.

(red.Df)

Monday, January 2, 2023

Petaka Awal Tahun 4 Wisatawan Kediri Tergulung Ombak Ganas Pantai Prigi

Trenggalek, rakyatindonesia.com - Awal tahun 2023 menjadi petaka bagi 4 wisatawan asal Kediri. Mereka tergulung ganasnya Pantai Prigi, Trenggalek. 3 Orang selamat, nahas, 1 lainnya hilang terseret ombak.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Yoni Fariza mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Pantai Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Korban yang hilang terseret ombak atas nama Angga Jefri Saputra, warga Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Sedangkan tiga korban selamat adalah Faiz, Rino, dan Ridho.

"Korban dan sejumlah rekannya berwisata ke Pantai Prigi naik sepeda motor, kemudian mereka bermain di sekitar pantai," kata Yoni, Minggu (1/1/2023).

Sementara Komandan Posmat TNI AL Prigi Muklason mengatakan ketiga korban yang berhasil diselamatkan dievakuasi ke Puskesmas Watulimo untuk mendapat penanganan medis.

"Yang tiga dibawa ke puskesmas," ucap Muklason.

Petugas gabungan dari Basarnas, TNI AL, aparat kepolisian dan potensi SAR terus mencari satu korban yang masih hilang. Sementara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Trenggalek mengerahkan tiga tim SAR gabungan untuk mencari wisatawan yang hilang tergulung ombak Pantai Prigi. Pencarian dilakukan baik melalui laut maupun darat.

"Kami bagi menjadi tiga SRU, dua tim melakukan pencarian menggunakan perahu karet, sedangkan satu tim melakukan pencarian menggunakan jaring dari tepi," imbuh Yoni Fariza.

Tim perahu karet bertugas menyisir kawasan Teluk Prigi. Proses pencarian terhadap korban Angga Jefri Saputra juga melibatkan nelayan setempat potensi SAR lain. "Sementara itu untuk satu tim ini memanfaatkan jaring tarik milik nelayan. Jaring dibentangkan dan ditarik ke tepi," ujarnya.

Sementara keluarga Angga Jefri Saputra, korban yang masih hilang tergulung ombak Pantai Prigi, Trenggalek berharap yang terbaik. Mereka berharap Angga bisa ditemukan dengan selamat.

Fony, ibunda Angga tidak tahu kalau anaknya bermain ke Pantai Prigi, Trenggalek. Angga pamit ke orang tuanya hendak bermain ke rumah teman.

"Kami tidak tahu kalau main ke pantai, tahu kalau mau ke pantai pasti saya larang," kata Fony saat ditemui  di rumahnya Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Minggu (1/1/2023).

Fony menambahkan, putra sulungnya itu pamit bermain bersama teman semasa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Angga dijemput setelah salat Subuh.

"Anak saya itu berangkat usai Subuh tadi pagi dijemput temannya, pamitnya mau main bersama teman PKL-nya," tambahnya.

Sementara itu, Ali Kusno, ayah Angga bersama dengan sejumlah perangkat Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri langsung berangkat menuju Pantai Prigi. Keluarga cukup terkejut ketika perangkat desa memberi kabar musibah yang menimpa Angga itu. (Red.Sl)

Tuesday, November 22, 2022

Nenek Tewas Tenggelam di Sungai dengan berpakaian lengkap

 



Sanggau, rakyatindonesia.id - Seorang nenek hilang di Desa Nanga Biang, Kecamatan Kapuas, Sanggau, Kalimantan Barat, setelah pamit pergi ke jamban saat subuh. Dia ditemukan tewas di sungai dalam keadaan pakaian masih utuh lengkap dengan kerudung. Korban inisial KS (63) dilaporkan hilang pada Sabtu (19/11/2022) pagi. 

Setelah dilakukan pencarian beberapa hari, korban ditemukan pada Minggu (21/11/2022) malam sekitar pukul 22.40 WIB.

"Puji Tuhan korban sudah ditemukan tim gabungan," ujar Kepala Seksi Pencegahan Bencana BPBD Sanggau, Kristian Hendro. Lokasi korban ditemukan tak jauh dari tempat korban diduga jatuh. Jenazah nenek KS kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Yang menerima adik kandung korban," tuturnya. Menurutnya, pencarian korban merupakan kerja bersama Basarnas, BPBD, TNI-Polri dan masyarakat setempat.

"Kerja tim luar biasa hingga korban ditemukan.

(hum.aw)

Remaja di Trenggalek Hanyut Terseret Aliran Sungai saat Kerja Bakti

 



Trenggalek, rakyatindonesia.id - Seorang remaja berinisial AR (13) hanyut terseret arus Sungai Ngasinan, Kabupaten Trenggalek, saat kerja bakti memperbaiki tanggul. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran aliran sungai hingga 10 km pada Senin (21/11/2022). "Hari ini pencarian pelajar hanyut kami perluas hingga 10 kilometer," kata Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek Yoni Fariza saat dikonfirmasi.

Namun hingga sore hari, pencarian pelajar hanyut belum membuahkan hasil. Petugas SAR gabungan dari unsur Basarnas, BPBD, Satpol PP, TNI dan Polri sudah dikerahkan untuk mengoptimalkan penyisiran di titik-titik yang diprediksi menjadi lokasi siswa itu tenggelam. "Kami juga menempatkan tim gabungan di beberapa titik tertentu. Karena sepanjang alur sungai ini banyak obstacle material (rintangan) bambu dan sampah sisa banjir kemarin hari,” katanya.

Selain pemantauan di beberapa titik-titik itu, petugas gabungan juga menyusur aliran sungai dengan menggunakan dua perahu karet. Dua perahu karet itu disebar di beberapa radius tertentu. Selain itu, tim gabungan juga mendapat tambahan bantuan perahu untuk proses pencarian.

"Satu perahu menyusuri dari atas, sementara yang lainnya dari bawah. Untuk tambahan perahu akan diterjunkan untuk menyisir tempat yang belum terjangkau perahu lainnya dan evakuasi jika korban ditemukan," katanya. Sebelumnya, seorang pelajar di Trenggalek berinisial AR (13) hanyut di Sungai Ngasinan usai terpeleset. Korban terpeleset saat mencuci tangan di pinggir sungai saat hendak istirahat usai perbaiki tanggul jebol bersama puluhan teman-temannya.

Saat terpeleset, AR sempat berpegangan terhadap temannya hingga membuat tiga temannya tercebur ke sungai. Tiga temannya berhasil diselamatkan oleh teman-teman korban lainnya, sementara AR belum ditemukan. Kondisi arus deras pascahujan membuat petugas kesulitan saat proses pencarian. (hum.aw)


© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved