Wednesday, April 24, 2024

Maling Motor di Perumahan Depok, Polisi Soroti Tak Ada Satpam yang Jaga

Ilustrasi

 


Depok
, rakyatindonesia.com - Aksi maling mengangkut dua motor melewati portal di Perumahan Claster Azaira Village, Sawangan, Depok, viral di media sosial. Polisi menyebut perumahan tersebut tak memiliki satpam.
"Adapun di perumahan tersebut tidak ada securitynya dalam kejadian," kata Kaur Humas Polres Metro Depok dalam keterangannya, Rabu (24/4/2024).

Made mengatakan tiga bulan yang lalu peristiwa pencurian serupa terjadi di perumahan tersebut. Bhabinkamtibmas juga sempat menyarankan untuk membentuk satpam di perumahan tersebut.

"Bhabinkamtibmas menyarankan untuk segera melaporkan kejadian tersebut dan ditindaklanjuti dan tiga bulan yang lalu sudah terjadi kejadian tersebut. Bhabinkamtibmas sudah menyarankan untuk membentuk satpam namun tidak pernah dijalankan sampai terjadinya kejadian," tuturnya.

Viral di Sosial Media
Aksi maling mengangkut motor melewati portal di Perumahan Claster Azaira Village, Sawangan, Depok, viral di media sosial. Dua motor raib dibawa pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/4) pukul 03.30 WIB di Perumahan Claster Azaira Village, Sawangan, Depok. Mulanya polisi menerima laporan dari warga adanya pencurian di lokasi tersebut.

"Bhabinkamtibmas Ipda Agus mendatangi TKP pencarian tersebut. Kejadian sekitar pada hari Senin tanggal 22 April 2024, sekitar jam 03.30 WIB," kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi dalam keterangan kepada wartawan.

Pelaku sempat mengambil tiga unit motor. Namun pelaku hanya berhasil membawa dua unit motor Honda Beat berpelat H-2202-BZE dan motor Honda Beat berpelat B-6460-ZUY, sedangkan motor Yamaha NMAX berpelat B-4854-TWL ditinggalkan pelaku.

"Kronologi kejadian sebagai berikut, dari CCTV yang ada, pelaku membawa sepeda motor tersebut dengan cara merusak kunci kontak dan membawa sepeda motor sampai di pintu pagar palang," ungkapnya.

"Motor diangkat oleh pelaku dengan bersama tiga pelaku dan motor yang ditinggal pelaku 1 unit merek Yamaha NMAX," tambahnya.

Dari rekaman CCTV, lanjut Made, pelaku diduga membawa senjata api (senpi). Made mengatakan, saat pelaku beraksi, tak ada satpam yang berjaga.

"Terlihat dari CCTV pelaku diduga membawa senpi. Adapun di perumahan tersebut tidak ada sekuritinya. Dalam kejadian, Bhabinkamtibmas menyarankan untuk segera melaporkan kejadian tersebut dan ditindaklanjuti," jelasnya.

(red.alz)

Tuesday, April 23, 2024

Kocak! Pencuri Disel di KlatenTinggalkan Mobil Pikap di Sawah

 


Klaten
, rakyatindonesia.com  - Satu unit mobil pikap grand max ditemukan di persawahan Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Klaten. Usut punya usut ternyata mobil tersebut diduga digunakan untuk kejahatan pencurian mesin disel di sawah.
"Mobil dicurigai sebagai pencuri disel traktor karena di sekitar lokasi ada disel yang hilang. Grand max keblesek tidak bisa bergerak," ungkap seorang warga Totok kepada detikJateng, Selasa (23/4/2024) siang.

Dari gambar yang dilihat detikJateng, mobil grand max abu-abu tersebut berpelat nomor Klaten AD xxxx AV. Posisi mobil di tepi saluran irigasi yang merupakan jalan setapak sawah.

Roda mobil sebelah masuk ke sawah sehingga mobil miring. Di belakang mobil tersebut terlihat jalan raya tetapi di kanan kiri mobil merupakan lahan padi yang usai dipanen dan persiapan tanam.

Kades Pakisan, Kecamatan Cawas, Santosa membenarkan ada kejadian penemuan mobil misterius tersebut. Diketahui sekitar pukul 06.00 WIB.

Kades Pakisan, Kecamatan Cawas, Santosa membenarkan ada kejadian penemuan mobil misterius tersebut. Diketahui sekitar pukul 06.00 WIB.

"Sekitar pukul 06.00 WIB lebih sedikit, yang punya traktor mau nengok traktor untuk kerja. Tapi disel tidak ada," ungkap Santosa saat diminta konfirmasi detikJateng.

Setelah tidak mendapatkan disel di traktor, jelas Santosa, pemiliknya mencari ke sekitar lokasi. Ternyata di jarak sekitar 150 meter ada mobil terjebak di sawah.

"Di dekat traktor sekitar 150 meter ada mobil grand max yang keplentong (terjebak). Terus pemiliknya melapor ke pensiunan polisi, pensiunan itu langsung berkoordinasi dengan Polsek, Polsek langsung ke TKP," lanjut Santosa.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Y Dica Ariseno Adi dan Kapolsek Cawas Iptu Umar Mustofa membenarkan ada kejadian penemuan mobil misterius tersebut. Mobil misterius itu sudah terungkap terkait pencurian disel.

"Ya sudah (terungkap), ya (terkait pencurian disel)," jawab Dica Ariseno kepada detikJateng saat diminta konfirmasi.

(red.alz)

Maling Terekam CCTV Gondol Ponsel di SPBU Klaten

 


Klaten
, rakyatindonesia.com - Aksi dua pencuri ponsel dengan sasaran warga yang sedang istirahat di SPBU di Klaten terekam CCTV. Kejadian di SPBU Kecamatan Jogonalan itu pun viral.
Video diunggah di grup Facebook info Cegatan Klaten-ICK dengan keterangan "Sedang istirahat/tidur di Mushola Spbu Jogonalan Klaten HP dan Tas Raib diambil Orang. Kejadian jumat dini hari 19/04/2024 sekitar pukul 01.02Wib. Untuk yg mengambil, Silahkan cepat dikembalikan. Wajah Anda Terekam Jelas di kamera Pengintai/cctv. Apapun Alasannya, Mengambil barang orang lain tanpa ijin Adalah tindakan Melanggar Hukum !," tulis kalimat pengantar sebagaimana dikutip detikJateng, Selasa (23/4/2024).

Dalam video berdurasi 20 detik pada postingan tersebut terlihat pelakunya dua pria. Awalnya mereka datang ke depan teras musala SPBU dengan naik sepeda motor matik. Keduanya sempat celingukan di teras masjid saat korban tidur di depan pintu. Kemudian salah seorang dari mereka membalik arah sepeda motor, sedang satu orang mendekati korban.

Pelaku kemudian duduk, lalu menggeser duduknya mendekati korban yang tidur. Pelaku kemudian mengambil ponsel korban dan kabur berboncengan naik motor.

Ciri-ciri kedua pelaku mengenakan helm dan bercelana pendek. Satu mengenakan jaket hoodie warna hitam dan satu jaket warna terang.

Kapolsek Jogonalan AKP Haryanto mengatakan begitu mendapatkan informasi kejadian itu, pihaknya langsung ke lokasi. Saat dicek ternyata korban sudah pulang.

"Sudah kita cek. Untuk korban tidak lapor karena rumahnya Trenggalek Jawa Timur," jelas Haryanto saat dimintai konfirmasi detikJateng.

"Dan kerugian dibawa Rp 2 juta. Yang viralkan kejadian itu petugas SPBU," imbuhnya.

(red.alz)

Penjual Teh Viral Liburan ke Burj Khalifa Usai Layani Bill Gates

 


Jakarta
, rakyatindonesia.com - Seorang penjual teh di India sempat viral karena gayanya yang nyentrik. Tak disangka ia pernah didatangi oleh Bill Gates dan berujung liburan ke Burj Khalifa.
Banyak penjual makanan unik di India yang kerap menyedot perhatian netizen di media sosial. Penampilan hingga atraksi menjadi salah satu yang berhasil menarik perhatian pelanggan dan membuat banyak orang penasaran.

Salah satu penjual makanan kaki lima yang sempat viral adalah pedagang chai. Sosoknya yang nyentrik dengan berbagai aksesoris yang dikenakannya diantre setiap pagi oleh para pelanggan sebelum berangkat kerja.

Viralnya pria penjual chai ini ternyata mendapat perhatian yang lebih jauh. Ia sampai didatangi oleh salah satu orang terkaya di dunia.

Dilaporkan oleh NDTV (21/4) Dolly Chaiwala, penjual chai asal India, menggemparkan media sosial setelah dirinya dikunjungi oleh Bill Gates, CEO Microsoft. Video mengunjungi penjual chai yang viral ini bahkan diunggah langsung pada akun Instagram Bill Gates yaitu @thisisbillgates

"Di India kamu bisa mendapatkan inovasi setiap kamu kembali ke sana. Bahkan hanya dengan sekadar melihat persiapan dari secangkir teh," tulis Bill Gates dalam unggahannya.

Gerok chai khas miliknya sampai dipindahkan demi menyajikan chai untuk Bill Gates. Ia tampak percaya diri memamerkan atraksi dan menyajikan segelas chai untuk pebisnis dengan kekayaan dampir Rp 2.000 Triliun itu.

Tak hanya berhenti dengan melayani Bill Gates, Dolly juga dikabarkan tengah menikmati masa liburannya. Usai populer sebagai pedagang chai, Dolly mendapat banyak pemasukan yang tak terduga.

Ia membagikan unggahan dirinya tengah menyambangi Burj Khalifa di Dubai, United Arab Emirates. Di sana dirinya tampak didampingi oleh para pengawal dengan kendaraan khusus yang mengantarnya menuju Burj Khalifa.

Di dalam Burj Khalifa ia diajak naik ke lantai 148 di mana dirinya berkesempatan untuk melihat Dubai secara keseluruhan. Setelah puasa menikmati pemandangan Dolly juga disajikan kopi dengan camilan sebagian suguhan untuk menjamunya.

Unggahan Dolly diundang untuk minum kopi di Burj Khalifa menarik perhatian netizen Instagram hingga ditonton lebih dari 13,6 juta kali. Banyak komentar kocak yang dilontarkan netizen kepadanya.

"Penjual teh (tanda silang) Temannya Bill Gates (tanda checklist)," tulis salah satu netizen.

"Tidak menyangka sebuah kedai chai kaki lima dapat mengubah kehidupannya," sambung netizen lain.

"Benar-benar ketika keberuntungan memilihmu, tidak ada hal lain yang akan menghalanginya," ujar netizen lainnya.



(red.alz)

Friday, April 19, 2024

Viral Bocah 4 Tahun di Madura Tunangan, Orang Tua Buka Suara




Sampang
, rakyatindonesia.com - Viral sebuah acara pertunangan bocah perempuan 4 tahun di Sampang, Madura. Belakangan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut bahwa bocah tersebut berusia 7 tahun. Orang tua bocah tersebut pun buka suara terkait viralnya sang anak.
Adalah Haji Zahri dan Hajah Zainab, warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, orang tua dari bocah tersebut. Keduanya membenarkan bahwa sang anak memang tunangan. Mereka juga tahu bahwa acara tersebut viral di media sosial.

"Iya, katanya viral di TikTok banyak yang komentar macam-macam," kata Zahri ditemui detikJatim di rumahnya, Jumat (19/4/2024).

Zahri menambahkan, dia tahu bahwa acara tunangan itu membuat gaduh banyak orang. Dia pun meminta maaf jika ada orang yang tidak berkenan.

"Ya, kami keluarga minta maaf atas kehebohan ini," tambahnya.

Ia tak pernah menyangka kalau acara tunangan putrinya yang masih duduk di bangku SD itu bakal heboh. Menurutnya, acara tersebut adalah bentuk komitmen dan tradisi.

"Ya, saya nggak mau ambil pusing mereka mau komentar apapun. Yang jelas acara ini merupakan bentuk komitmen kami dengan keluarga (tunangan laki-laki)," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral sebuah video yang menampilkan acara tunangan dua bocah di Madura. Dalam video itu dinarasikan bahwa bocah yang tunangan itu masih berusia 4 tahun.

'Viral di Media Sosial Bocah Usia 4 Tahun di Madura Tunangan, Netizen Melongo' demikian narasi dalam cover video tersebut.

Salah satu video menampilkan saat bocah perempuan itu bersalaman dengan satu per satu para tamu yang datang ke rumahnya. Di video itu juga terdengar percakapan para tamu undangan yang saling bersahutan soal bocah tersebut.

"Engak riyah la alakeah? (Kayak gini sudah mau bersuami")".

"Nikkenik la alakeah (Kecil-kecil sudah mau bersuami)".

"Dimmah bekallah? Seruah bekallah? (Yang mana calonnya ? Yang itu calonnya?)".

"Uwak bekalah, uak roh (Itu calonnya,itu tuh)".

"Sedimah? Sengakan jiah? (Yang mana?Yang makan itu ? )".

"Benni, uwak roh seaasalaman, lengngaleng bekallah, iwak ebebe roah (Bukan,itu yang salaman , di pojokan, calonnya itu di bawah)".

(red.alz)

Tuesday, April 16, 2024

Viral 103 Pendaki di Gunung Rinjani Dipaksa Turun gegara Ditipu Open Trip


Jakarta
, rakyatindonesia.com - Viral video di media sosial 103 pendaki dipaksa turun saat tiba di pos 2 jalur pendakian Sembalun Lawang, Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka diduga menjadi korban penipuan jasa open trip (OT).
Video berdurasi 00,59 detik itu diunggah oleh akun @rinjanisamalasindonesia, Senin (15/4/2024). Dalam video yang dilihat detikBali, para pendaki membawa perlengkapan pendakian di Pos 2 Sembalun lalu diminta putar balik oleh petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Lombok.

Kepala TNGR Dedy Asriady membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, 103 pendaki diminta turun karena tidak memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/4/2024).

"Benar. Jadi seluruh pendaki itu tidak punya tiket. Jadi, selama tidak punya tiket ya kami minta turun," kata Dedy saat dikonfirmasi, dilansir detikBali Selasa (16/4/2024).

Menurut Dedy, 103 pendaki yang diminta turun merupakan korban penipuan open trip (OT) dari Pulau Jawa. Dia meminta para pendaki lain untuk berhati-hati terhadap penipuan.

"Kami sebenarnya kasihan ya karena mereka tertipu. Ya, ini jadi pembelajaran buat semua agar hati-hati memilih OT. Kami coba berkoordinasi dengan petugas akan memburu siapa jasa OT-nya," tegasnya.

(red.alz)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved