Tuesday, April 23, 2024

Kapolres Bangkalan Serahterimakan Motor yang Hilang 6 Tahun Silam Kepada Pemiliknya

 



BANGKALAN, rakyatindonesia.com - Perasaan bahagia dan haru berada di benak Adrian Wibowo, Pria asal Tulungagung yang tak menyangka jika motor NMax miliknya yang hilang akibat dicuri orang pada 6 tahun silam di Malang berhasil ditemukan di Bangkalan.


Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, S.H., S.I.K., M.I.K. yang ditemui secara khusus pada Senin sore ini (22/04) mengatakan jika motor NMAx milik Adrian Wibowo ditemukan oleh Tim Gabungan Polres Bangkalan yang melakukan patroli razia saat bulan Ramadhan kemarin.


"Awalnya, motor NMax milik bapak Adrian Wibowo ditemukan oleh tim gabungan di lapangan saat menggelar razia dinihari di bulan ramadhan bulan lalu,”ujar AKBP Febri, Senin (22/4).


Setelah diamankan saat razia di Jalan Trunojoyo tepatnya depan Tom and Jerry Swalayan, Satlantas Polres Bangkalan langsung bergerak menelusuri siapa pemilik kendaraan yang tak memiliki surat surat lengkap itu.


“Anggota langsung bergerak menelusuri siapa pemilik kendaraan tersebut. Alhamdulillah, tadi pagi telah kami serahkan langsung kepada pemiliknya," terang AKBP Febri.


Kapolres Bangkalan juga menambahkan jika yang bersangkutan datang jauh - jauh dari Tulungagung untuk menjemput kembali motor kesayangannya yang hilang sejak tahun lalu.


Sementara itu, pemilik motor Adrian Wibowo mengucapkan terima kasih atas kerja keras Polres Bangkalan dalam mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor.


"Terimakasih sebesar besarnya untuk Kapolres Bangkalan yang telah menemukan sepeda motor saya yang hilang 6 tahun lalu. Semoga semakin sukses," ucap nya seraya menahan haru. (red.Tim)

Sunday, April 21, 2024

Terungkap Misteri Motor Tak Bertuan di Tengah Jembatan Suramadu

 


Bangkalan
, rakyatindonesia.com - Teka-teki motor di tengah Jembatan Suramadu tersibak. Sempat beredar isu bahwa pemilik motor tersebut diduga bunuh diri di Suramadu.
Ternyata motor Honda Vario warna hitam nopol L 4308 PT itu diketahui ditinggal pengendaranya pada Selasa (17/4).

Kasat lantas Polres Bangkalan AKP Grandika Indera Waspada mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terkait motor tersebut. Hasilnya, motor diketahui milik Sutikno, warga Bulak Kalitinjang Baru Kecamatan Bulak, Surabaya.

"Setelah tim kami menemukan rumah Sutikno kami mendapat informasi bahwa motor itu telah dijual sejak 4 tahun yang lalu pada temannya yakni Sutejo (40) warga Bulak Setro Kecamatan Bulak, Surabaya," ujarnya, Minggu (21/4/2024).

Setelah mendapat informasi tersebut petugas lalu mencari rumah Sutejo. Setelah mendatangi alamat tersebut petugas bertemu dengan kerabat Sutejo.

"Dari sana kami mendapat informasi bahwa motor itu digunakan Sutejo pada hari Selasa (17/4) untuk pergi ke Madura. Namun sore hari Sutejo kembali ke rumah seorang diri tanpa membawa motornya," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari kerabatnya, polisi mendapat informasi motor itu sengaja ditinggal Sutejo karena mogok. Polisi juga mendapat informasi bahwa Sutejo diduga mengalami depresi setelah bercerai dengan isterinya.

"Kami sudah meminta agar pihak keluarga atau yang bersangkutan (Sutejo) mengambil motornya ke Polres Bangkalan dengan membawa surat kendaraan pada senin besok," pungkasnya.

(red.alz)

Friday, April 19, 2024

Viral Bocah 4 Tahun di Madura Tunangan, Orang Tua Buka Suara




Sampang
, rakyatindonesia.com - Viral sebuah acara pertunangan bocah perempuan 4 tahun di Sampang, Madura. Belakangan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut bahwa bocah tersebut berusia 7 tahun. Orang tua bocah tersebut pun buka suara terkait viralnya sang anak.
Adalah Haji Zahri dan Hajah Zainab, warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, orang tua dari bocah tersebut. Keduanya membenarkan bahwa sang anak memang tunangan. Mereka juga tahu bahwa acara tersebut viral di media sosial.

"Iya, katanya viral di TikTok banyak yang komentar macam-macam," kata Zahri ditemui detikJatim di rumahnya, Jumat (19/4/2024).

Zahri menambahkan, dia tahu bahwa acara tunangan itu membuat gaduh banyak orang. Dia pun meminta maaf jika ada orang yang tidak berkenan.

"Ya, kami keluarga minta maaf atas kehebohan ini," tambahnya.

Ia tak pernah menyangka kalau acara tunangan putrinya yang masih duduk di bangku SD itu bakal heboh. Menurutnya, acara tersebut adalah bentuk komitmen dan tradisi.

"Ya, saya nggak mau ambil pusing mereka mau komentar apapun. Yang jelas acara ini merupakan bentuk komitmen kami dengan keluarga (tunangan laki-laki)," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral sebuah video yang menampilkan acara tunangan dua bocah di Madura. Dalam video itu dinarasikan bahwa bocah yang tunangan itu masih berusia 4 tahun.

'Viral di Media Sosial Bocah Usia 4 Tahun di Madura Tunangan, Netizen Melongo' demikian narasi dalam cover video tersebut.

Salah satu video menampilkan saat bocah perempuan itu bersalaman dengan satu per satu para tamu yang datang ke rumahnya. Di video itu juga terdengar percakapan para tamu undangan yang saling bersahutan soal bocah tersebut.

"Engak riyah la alakeah? (Kayak gini sudah mau bersuami")".

"Nikkenik la alakeah (Kecil-kecil sudah mau bersuami)".

"Dimmah bekallah? Seruah bekallah? (Yang mana calonnya ? Yang itu calonnya?)".

"Uwak bekalah, uak roh (Itu calonnya,itu tuh)".

"Sedimah? Sengakan jiah? (Yang mana?Yang makan itu ? )".

"Benni, uwak roh seaasalaman, lengngaleng bekallah, iwak ebebe roah (Bukan,itu yang salaman , di pojokan, calonnya itu di bawah)".

(red.alz)

Terkuak Motif Carok Maut Keponakan Habisi Paman di Bangkalan

 


Bangkalan
, rakyatindonesia.com - Polisi mengungkapkan motif penganiayaan M (44) yang menewaskan pamannya, B (58) di Arosbaya, Bangkalan. Polisi menyebut motif pembunuhan karena pelaku sakit hati pernah diusir.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo mengatakan, pihaknya sudah memeriksa pelaku usai menjalani perawatan dari rumah sakit. Dalam keterangannya, pelaku mengaku kesal pada korban karena pernah diusir dari rumahnya.

"Jadi rumah yang ditempati pelaku itu adalah rumah utama keluarganya dulu. Setahun yang lalu korban pernah mengusir pelaku dan itulah yang membuat pelaku sakit hati," ujarnya, Jumat (19/4).

Pelaku yang masih menyimpan dendam lalu kembali bertemu dengan korban pada Senin (15/4) malam. Pada H+5 lebaran itulah keduanya kembali cekcok hingga pelaku membacok korban.

"Keduanya cekcok dan terjadilah aksi penganiayaan tersebut," imbuhnya.

Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Bangkalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga memeriksa sebanyak 3 saksi untuk mendalami kasus tersebut.

Sebelumnya, warga Dusun Lebak, Desa/Kecamatan Arosbaya, Bangkalan dihebohkan dengan aksi carok yang menewaskan seorang pria paruh baya. Pria tersebut dihabisi keponakannya sendiri. Diduga, aksi tersebut bermula saat pelaku dan korban cekcok.

Aksi penganiayaan bermula saat keduanya terlibat cekcok. Pelaku merasa kesal hingga akhirnya menganiaya korban dengan senjata tajam.

"Korban merupakan paman pelaku. Awalnya cekcok lalu terjadi penganiayaan. Untuk senjata yang digunakan senjata tajam," ungkap Febri.

(red.alz)

Monday, April 15, 2024

Viral Orkes Dangdut di Bangkalan Ricuh, 2 Kubu Warga Saling Acungkan Celurit


Bangkalan, rakyatindonesia.com - Kericuhan terjadi di acara orkes dangdut hajatan pernikahan warga di Desa Dabung Kecamatan Geger, Bangkalan. Kedua kubu warga yang ricuh bahkan terlihat mengacungkan celurit saat adu mulut.
Aksi cekcok kedua kubu terekam sebuah video dan tersebar di media sosial. Dalam rekaman terlihat dua kubu saling mengacungkan dan menyabetkan celurit serta senjata tajam lainnya.

Diduga, aksi itu bermula dari adanya permasalahan dari kedua kubu. Lalu mereka secara tak sengaja bertemu di acara hajatan itu dan membuat keduanya bersitegang.

Dalam video juga terlihat sejumlah pria berkopiah hitam berusaha melerai dua kubu yang saling mengacungkan senjata tajam itu. Sedangkan kedua kubu tampak mengacungkan dan menyabetkan celurit.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo mengatakan pihaknya sudah mengetahui kejadian itu dari video yang beredar. Saat ini anggotanya masih ke lapangan untuk menyelidiki kasus tersebut.


"Kami masih dalami dan menyelidiki kejadian itu, kami juga sudah mendapatkan beberapa video tersebut," kata Heru, Minggu (14/4/2024).

Ia juga mengatakan, masyarakat di Bangkalan kerap membawa celurit saat keluar rumah. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat dihentikan sebab dapat memicu kontak fisik dan berakibat bentrok.

"Kami harap masyarakat tidak lagi membawa senjata tajam saat keluar rumah," tandas Heru.

(red.alz)

Saturday, April 6, 2024

Jelang Lebaran Polres Bangkalan Berhasil Amankan Ribuan Petasan dan 2 Kwintal Bubuk Mercon

 



BANGKALAN, rakyatindonesia.com – Menjelang lebaran Idul Fitri 1445 H, Polres Bangkalan Polda Jatim menggerebek rumah warga dan mengamankan ribuan petasan yang tidak memiliki izin edar.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan bahan baku petasan berupa bubuk mercon sebanyak lebih kurang 2 (dua) kwintal. 


Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, mengungkapkan penggrebekan yang dilakukan di rumah SR (43) didapati barang bukti berupa Mercon siap edar sebanyak 2100 (dua ribu seratus) pcs.



Selain itu juga ada bahan mercon diantaranya Kertas sumbu 1 (satu) dus, Slongsong  3 (tiga) dus, Kertas bungkus slongsong 1 (satu) dos, Blerang sebanyak 1,5 (satu setengah) karung, Sreng powder setengah karung, Arang 2 (dua) kantung kresek, dan Aluminium powder (brown) sebanyak 4 drum/25 kg.


“Awalnya kami mendapat informasi dari Masyarakat bahwa di Desa Langkap ada pembuat mercon yang diduga tidak berizin,”ujar AKBP Febri , Kamis (4/4).


Perbuatan tersangka menurut Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya, S.H., mengungkapkan bahwa memiliki, menguasai, dan menyimpan bahan peledak merupakan suatu pelanggaran pidana sebagaimana pasal 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951.


“Menurut pengakuan tersangka, dirinya membeli bahan peledak untuk diracik dan rakit menjadi mercon kemudian diperjual belikan,” terang AKBP Febri.


Kapolres Bangkalan Polda Jatim juga menambahkan bahwa kegiatan razia tersebut merupakan upaya Polres Bangkalan dalam rangka cipta kondisi selama bulan suci Ramadhan. (red.Tim)

Pelatih Madura United Sambut Gembira Kembalinya Liga 1

 


Bangkalan
, rakyatindonesia.com - Pelatih Madura United Mauricio Souza menyambut bahagia bergulirnya kembali Liga 1 2023/2024. Sebelumnya, kasta tertinggi sepak bola di Indonesia itu sempat ditunda karena ada kepentingan Timnas Indonesia U-23.
Operator kompetisi Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan jadwal terbaru pekan ke-31 hingga 34. Rencananya kompetisi akan bergulir lagi mulai 15 April 2024 atau setelah Lebaran.

"Saya pikir memang tidak seharusnya kompetisi berhenti. Kami sayangkan (pemberhentian), karena kami terlambat untuk lakukan (persiapan) lagi. Kami main terlambat tanggal 15 waktu itu, dan kami akan main baru tanggal 17," tutur pelatih asal Brasil tersebut, Sabtu (6/4/2024).

Madura United seharusnya akan bentrok dengan Borneo FC Samarinda di pekan ke-31 pada Kamis (4/4/2024) lalu. Namun karena kompetisi sempat ditunda, Madura United kemudian akan menantang Borneo FC pada Rabu (17/4/2024). Pertandingan dihelat di Stadion Batakan, Balikpapan.

"Tapi kami tetap latihan, kami tetap fokus untuk tanggal 17 menghadapi lawan (Borneo FC)," bebernya.

Mengenai penundaan kompetisi, Mauricio Souza menilai keputusan tersebut tidaklah tepat. Pasalnya, penundaan kompetisi sangat berpengaruh kepada persiapan tim

"Iya (berpengaruh) karena ada beberapa pemain masih ada masalah dengan kontrak. Jadi mereka masih mencari solusi atas masalah itu," kata Mauricio Souza.

"Tapi idealnya liga tidak berhenti, saya tahu Timnas Indonesia U-23 sangat penting. Cuma Timnas U-23 tidak bisa memberhentikan kompetisi paling penting di negara ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, Madura United tinggal menyisakan empat pertandingan lagi di Liga 1 musim ini. Selain melawan Borneo FC, Laskar Sapeh Kerrab akan melawan PSM Makassar, Dewa United, dan Arema FC.

(red.alz)

Tuesday, February 13, 2024

Patroli Bermotor ke Madura, Kapolda Jatim Pastikan Kondusifitas H -2 Pencoblosan Pemilu 2024

   

MADURA, rakyatindonesia.com - Memastikan penebalan pengamanan menjelang hari pencoblosan pada Pemilu 2024 di wilayah Pulau Madura, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol.Drs Imam Sugianto,M.S.i menggelar patroli bermotor jarak jauh.


Dengan menggunakan motor gede 900 CC, Kapolda Jatim didampingi beberapa Pejabat Utama Polda Jatim menuju Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sampang.


"Saya dan PJU Polda Jatim melakukan patroli jarak jauh dengan motor ini untuk memastikan kondusifitas dan kesiapan pengamanan di Madura yang kebetulan kemarin baru kita juga baru memberangkatkan 1.013 personel dari Polda Jatim," ujar Irjen Imam,Senin (12/2).


Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa TNI dan Polri bersama stakeholder yang ada senantiasa berkomitmen mendukung penuh pengamanan demi suksesnya Pemilu 2024.


"Sukses Pemilu tentu bukan hanya karena pelaksanaanya aman lancar dan kondusif, tapi juga kesadaran masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di TPS nantinya bisa maksimal," terang Irjen Imam.


Untuk itu masih kata Kapolda Jatim, seluruh jajaran kepolisian di Jawa Timur juga aktif mendukung penyelenggara Pemilu memberikan himbauan agar masyarakat tidak golput.


Bahkan lanjut Kapolda Jatim dengan berbagai inovasi telah dilakukan oleh Kepolisian dan KPU serta stakeholder yang ada untuk mendorong kesadaran masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihannya masing - masing.


"Madura tidak ada pengamanan khusus, kami hanya melakukan penebalan saja, jadi sistem pengamanan tetap sama dengan daerah lainnya,"terang Irjen Imam.


Ia mengajak seluruh masyarakat khususnya di Madura raya dan Jawa Timur pada umumnya, agar berperan aktif dalam menjaga kondusifitas di wilayahnya masing - masing.


"Perbedaan pilihan boleh, tapi tetap harus ingat persatuan, kesatuan  dan persaudaraan itu lebih penting,jadi jangan jadikan perbedaan pandangan politik menjadi perpecahan," tutur Irjen Imam.


Kapolda Jatim  bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Jatim saat di Bangkalan Madura juga meresmikan sumber air hasil dari pengeboran dengan kedalaman sekitar 54 meter. 


Kapolda menyempatkan diri berkomunikasi dengan sejumlah emak-emak warga Desa Kampak.


Kapolda Jatim sempat kaget begitu Ny Nur Hasanah, warga Desa Kampak menceritakan kondisi desanya yang kerap sekali kekurangan air bersih di setiap musim kemarau.


"Kami memang sangat membutuhkan sumber air, terima kasih Pak Kapolda sudah meresmikan sumber air dan semoga bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini kami memanfaatkan air tadah hujan, jauh sekitar 1 KM. Itu pun kalau ada,” ungkap Nur Hasanah.


Mendengar itu, Irjen Pol Imam mengajak pihak-pihak swasta bersinergi bersama pemerintah untuk kembali memetakan titik-titik pengeboran untuk masyarakat di Jatim dengan kategori keterbatasan air bersih.


Sebagaimana yang telah diinisiasi Polres Bangkalan dan pemkab setempat dengan memanfaatkan CSR PT Amira untuk mengebor sumber mata air di Desa Kampak.


“Alhamdulillah kedalaman sumur ini mencapai 54 meter, dibangun dalam waktu sekitar 1,5 bulan, dan bisa memenuhi kebutuhan air bersih di tiga desa, 100 KK yang terdiri dari sekitar 300 jiwa,” ungkap Imam.


Dalam kesempatan itu, Imam disambut PJ Bupati Bangkalan, Arief M Edi, Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, Danlanal Batuporon, Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar, Dandim 0829 Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, Ketua DPRD Bangkalan, Efendi, serta seluruh kapolsek dan unsur Muspika. (red.Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved