Wednesday, April 24, 2024

Polisi Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Bogor, Sita Sabu dan Alat Timbang

 


Bogor
, rakyatindonesia.com  - Polisi menggerebek rumah pengedar narkoba di Citereup, Kabupaten Bogor. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap pria berinisial EI (26) berikut barang bukti sabu seberat 57,78 gram.
"Pelaku yang ditangkap inisial EI (26). Operasi penggerebekan dilakukan pada Jumat (19/4) pagi, polisi menemukan narkotika jenis sabu seberat 57,78 gram beserta barang bukti lainnya," kata Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Nur Istiono dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (24/4/2024).

Istiono menjelaskan, penggerebekan tersebut merupakan pengembangan dari informasi masyarakat. Di lokasi, ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu dan alat timbangan.

"Operasi penggerebekan ini dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat. Saat penggerebekan EI ditemukan di dalam rumahnya bersama barang bukti narkotika," kata Istiono.

"EI mengakui bahwa sabu yang ditemukan rencananya akan diedarkan atau dijual kembali. Selain narkotika, satu timbangan elektrik disita berwarna hitam merek Camry yang diduga digunakan untuk menimbang sabu sebelum diedarkan," imbuhnya.

Tersangka EI kini ditahan di Polres Bogor. EI dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kasusnya masih kita kembangkan. Pasal yang dipersangkakan, Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," katanya.

(red.alz)


Tuesday, April 23, 2024

Polisi Kembali Sita Sabu dari Sejoli Pengedar di Bogor, Total 47 Paket

 


Bogor
, rakyatindonesia.com - Polisi melakukan pengembangan kasus sejoli pengedar narkoba jenis sabu di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi sebelumnya telah menyita 14 paket sabu dari tangan sejoli tersebut.
Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Nur Istiono mengatakan, penangkapan dilakukan pada hari Minggu (21/4). Polisi lalu kembali menyita sebanyak 33 paket sabu.

"Kemudian dilakukan pengembangan di TKP (tempat kejadian perkara) kedua di rumah kontrakan dengan barang bukti sebanyak 33 bungkus paket diduga narkotika jenis sabu," kata Istiono, dalam keterangannya, Selasa (23/4/2024).

Istiono mengatakan sebanyak 47 paket sabu tersebut dikemas berbeda. Dia mengatakan ada yang dibungkus dengan plastik bening dan ada yang dibungkus dengan sedotan.

"Sebanyak 43 bungkus sedotan masing-masing di dalamnya terdapat 1 bungkus plastik bening berisikan narkotika diduga jenis sabu dan 4 bungkus plastik bening berisikan narkotika diduga jenis sabu dengan berat total bruto 22,85 gram," jelasnya.

Sejumlah barang bukti lainnya juga disita oleh pihak kepolisian. Di antaranya 1 jaket berwarna hitam, 1 wadah makanan berwarna krem, 2 timbangan elektrik, 2 ponsel, dan 1 unit sepeda motor.


Sejoli Ditangkap

Sebelumnya, sejoli di Cileungsi, Kabupaten Bogor, ditangkap polisi karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. 14 bungkus sabu siap edar disita polisi dari kedua tersangka yang disimpan di pot bunga rumah warga.

"Iya (dua pengedar narkotika ditangkap) inisial IW (25) dan EF (24). IW itu yang laki-laki, EF perempuannya. Bukan (pasangan suami istri), pengakuan masih pacaran," kata Kabit Reskrim Polsek Cileungsi Ipda Hendrik dihubungi Senin (22/4).

Hendrik menyebutkan, dua sejoli ini ditangkap pada Minggu (21/4/2024) sekitar pukul 12.00 WIB. Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu yang dikemas dalam 14 bungkus kecil. Sabu siap edar itu disembunyikan pelaku dalam pot bunga salah satu warga.

"(Barang bukti yang diamankan) 14 paket kecil diduga sabu. Ditempel (disimpan) di pot kembang lingkungan rumah warga," kata Hendrik.

(red.alz)

Tuesday, April 16, 2024

Ketua DPRD Bogor: Selamat Datang Kembali Pemudik, Selamat Beraktivitas


Jakarta
, rakyatindonesia.com - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengucapkan selamat datang kembali bagi pemudik yang telah kembali. Khususnya bagi warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rudy mengatakan banyak warga hari ini yang telah beraktivitas kembali seperti semula. Dia mengingatkan agar warga yang telah bekerja di hari ini, agar tetap semangat.

"Selamat datang kembali para pemudik, terutama warga Kabupaten Bogor. Selamat beraktivitas dan bekerja seperti biasa," kata Rudy dalam keterangannya, Selasa (16/4/2024).

Rudy mengatakan bahwa jangan sampai libur Lebaran beberapa hari kemarin membuat warga malas bekerja. Terutama bagi yang bekerja di sektor pelayanan publik.

"Sektor pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik. Mari layani masyarakat setelah libur Lebaran, tidak ada alasan untuk berjalan," ujarnya.

Untuk sektor pelayanan publik yang kemarin bekerja saat Lebaran, tak lupa dia mengingatkan untuk dievaluasi. Hal itu agar pelayanan bisa semakin baik setiap waktunya.

"Termasuk di sektor wisata, evaluasi penting untuk dilakukan. Agar segala kekurangan yang terjadi bisa diperbaiki dan warga bisa semakin terlayani," ucapnya.

Terakhir, tak lupa Rudy mengucapkan terima kasih kepada para petugas yang telah bertugas mengamankan warga yang mudik dan kembali.

"Secara umum, arus mudik dan balik tahun ini cukup baik. Apresiasi yang tinggi dari saya untuk para petugas yang telah bekerja mengamankan masa mudik dan balik tersebut," pungkasnya.

(red.alz)

Monday, April 15, 2024

Polisi Terapkan One Way Arah Puncak Bogor Pagi Ini


Bogor, rakyatindonesia.com - Arus lalu lintas di Jl Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, masih ramai dikunjungi kendaraan wisatawan di hari terakhir libur Lebaran. Polisi menerapkan sistem satu arah atau one way arah Puncak untuk mengurai antrean kendaraan.
"Untuk situasi lalin di kawasan Puncak saat ini masih berlaku one way arah atas. Kita prioritaskan arus arah Jakarta menuju Puncak," kata KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Senin (15/4/2024).

Ardian menyebutkan sempat terjadi antrean kendaraan tujuan Puncak, di Simpang Gadog. Panjang antrean mencapai 700 meter.

"Tadi pagi memang ada antrean arah Puncak 500-700 meter arah Puncak, kemudian agar cepat mengalir kita terapkan one way arah atas. Sekarang sudah mulai normal di Simpang Gadog, tapi di kawasan atas masih (berlaku) one way," kata Ardian.

Situasi lalu lintas di hari terakhir libur Lebaran masih banyak kendaraan wisatawan yang mengarah ke Puncak. Namun tidak seramai seperti hari sebelumnya.

"Situasi lalin ketika one way masih ramai lancar, tidak seperti kemarin, tidak terlalu banyak motor juga yang arah atas. (Lalin) ramai lancar, tapi tetap diterapkan one way untuk prioritas kendaraan arah Puncak," kata Ardian.

(red.alz)

Thursday, April 4, 2024

Mobil Nyemplung Sungai di Bogor Berhasil Dievakuasi, Sopir Selamat

 


Jakarta, rakyatindonesia.com - Penanganan evakuasi mobil yang tercebur ke sungai di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selesai dilakukan. Mobil berhasil diangkat dari sungai.
"Situasi akhir kondusif, mobil berhasil dievakuasi oleh tim," kata Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat Damkar Kabupaten Bogor, Wahyudi, dalam keterangannya, Kamis (4/4/2024).

Korban diketahui bekerja sebagai pengemudi taksi online. Saat kejadian, dia berhasil dievakuasi oleh warga sekitar. Evakuasi mobil sendiri berlangsung selama 6 jam, sejak laporan pada pukul 15.30 WIB.

"Evakuasi dilakukan selama 6 jam, sopir berhasil dievakuasi oleh warga sekitar perumahan," ucapnya.

Dalam video yang dibagikan, petugas gabungan terlihat bersama-sama mengevakuasi mobil tersebut. Evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah peralatan salah satunya katrol dan pengait.



Pengemudi Salah Ikuti Google Maps

Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil tercebur ke sungai di wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi mengungkap mulanya sopir menggunakan Google Maps untuk menunjukkan jalan.

"Kronologinya sopir mau ambil penumpang diarahkan melalui Google Maps, namun Google Maps-nya salah," kata Kapolsek Klapanunggal Iptu Silfi Adi Putri, saat dihubungi, Rabu (3/4).

Namun, mobil tersebut malah diarahkan ke jalan yang putus sehingga mobil langsung tercebur ke dalam sungai. Sulfida menyebut tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

"Alhamdulillah korban tidak ada luka," jelasnya

(red.alz)

Wednesday, April 3, 2024

Pemkot Bogor Uji Coba 5 Angkot Listrik Besok, Tarif Rp 5 Ribu

 



Bogor, rakyatindonesia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menguji coba angkutan kota (angkot) listrik di Kota Bogor, Jawa Barat. Uji coba akan dilakukan mulai besok.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pada tahap uji coba tersebut, ada 30 titik pemberhentian angkot listrik atau bus stop. 10 Titik di antaranya merupakan titik baru, dan 20 titik lainnya yang sudah ada sebelumnya.

"Rencananya angkot listrik ini akan diluncurkan untuk uji coba pada 4 April 2024. Kita akan uji cobakan dulu 5 unit (angkot listrik)," kata Bima Arya dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/4/2024).

Bima Arya bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, dan Direktur Perusahaan umum daerah (Perumda) Jasa Transportasi (PDJT), Rachma Nissa Fadliya, mencoba angkot listrik. Mereka juga melihat proses charging di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor PLN, Jalan Pajajaran.

"Jadi charging station di sini (PLN Bogor) butuh waktu sekitar 45 menit meng-charge di sini. Nanti akan diatur timingnya dan dengan sistem yang seperti ini maka akan terukur 14 Kilometer yang menjadi jarak tempuh angkot listrik ini, kira-kira satu putaran, sekitar 1 jam," ujarnya.

Bima menyebut jika situasi lalu lintas lancar, maka bisa diperkirakan terkait titik traffic management. Dalam masa uji coba nanti, tarif angkot listrik Rp 5 ribu untuk satu kali perjalanan.

"Dan ini untuk pertama kalinya angkot berhenti tidak sembarangan," tuturnya.

Sementara itu, Marse mengatakan sistem pembayaran angkot listrik menggunakan cashless payment atau non tunai dengan tap on bus (TOB). Angkot akan melintasi rute Cidangiang, Tugu Kujang, Suryakencana, Bondongan, Empang, Mal BTM, SSA dan kembali lagi ke Cidangiang.

"Sistem operasionalnya sudah ada, titik shelter sudah ditentukan, titik pemberhentian sudah ditentukan dan menggunakan manajemen informasi. Jadi nanti titik pemberhentian highwaynya ritasenya sudah terhitung oleh teknologi informasi yang ada di angkot itu sendiri," kata Marse.

Uji coba dilakukan tidak hanya untuk membangun sistem, juga mengumpulkan data-data terkait ketahanan baterai, keuntungan pemilik angkot, serta kelebihan angkot listrik.

"Saat ini kan karena memang tahap uji coba. Supaya kita sama-sama berhitung, sama-sama tahu bagaimana keuntungan, bagaimana kelebihan. Karena kalau tidak kita uji coba, bagaimana kita bisa tahu apa kelemahannya, apa kerugian, kelebihan dan keuntungannya," pungkasnya.

(red.alz)

Banjir 1,5 Meter Melanda Citeureup Bogor Semalam, 50 Rumah Sempat Terdampak

 





Bogor, rakyatindonesia.com - Hujan deras dengan durasi yang cukup lama melanda kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semalam. Imbasnya, permukiman warga di Desa Puspanegara sempat banjir.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/3) kemarin. Banjir yang sempat terjadi hingga ketinggian 150 cm atau 1,5 meter itu juga disebabkan karena penyumbatan Kali Cibeuber.

"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan penyumbatan aliran Kali Cibeuber, sehingga mengakibatkan banjir di permukiman warga dengan ketinggian sekitar 150 cm," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani, dalam keterangannya, Rabu (3/4/2024).

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas BPBD. Menerima laporan wara sekitar pukul 21.35 WIB, petugas segera menuju ke lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan dan evakuasi terhadap warga. Sebanyak 50 rumah sempat terdampak banjir tersebut.

"Korban terdampak diperkirakan hasil perkiraan kaji cepat, sebanyak 50 unit rumah terdampak banjir dengan 50 KK berisi 157 jiwa," ungkapnya.

Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Selain rumah, banjir juga berdampak kepada fasilitas warga yaitu musala.

Berdasarkan laporan terkini, banjir di 50 rumah warga itu saat ini sudah surut. Warga saat ini tinggal membersihkan lumpur yang tersisa akibat banjir.

(red.alz)

Monday, April 1, 2024

31 Rumah di Bogor Rusak Akibat Ledakan Gudang Amunisi Kodam Jaya

 



Jakarta, rakyatindonesia.com - Sebanyak 31 rumah di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, rusak terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya.

Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra menyebutkan, hasil pendataan sementara tercatat ada 31 unit rumah yang di dekat lokasi kejadian ledakan gudang amunisi mengalami kerusakan.

Udin mengatakan, jenis kerusakan yakni dengan kategori rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS). Kerusakan akibat efek getaran ledakan gudang amunisi pada Sabtu petang, 30 Maret 2024.

"Kerusakan seperti atap jebol atau bolong, retak. Lalu jendela maupun pintu yang bergeser dan pecah," beber Udin kepada Liputan6.com.

Udin memastikan bahwa baik pemerintah maupun TNI telah berjanji akan memperbaiki rumah warga yang terdampak ledakan gudang amunisi yang berada di wilayah perbatasan Bogor dan Bekasi ini.

"Dari Pj Gubernur, Pj Bupati, hingga Pangdam Jaya memastikan akan memperbaiki rumah warga yang rusak," ungkapnya.

Sementara itu, sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di Kampung Pinang, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diungsikan. Dari jumlah tersebut, 86 jiwa diungsikan di rumah Kepala Desa Ciangsana. Selebihnya mengungsi ke rumah keluarga mereka.

Selain karena rumah mereka rusak terdampak ledakan amunisi, juga dalam upaya sterilisasi oleh pihak TNI.

"Jadi siapapun termasuk pemilik rumah sementara waktu tidak boleh ada yang masuk dulu," kata Udin.

"Kerusakan seperti atap jebol atau bolong, retak. Lalu jendela maupun pintu yang bergeser dan pecah," beber Udin kepada Liputan6.com.

Udin memastikan bahwa baik pemerintah maupun TNI telah berjanji akan memperbaiki rumah warga yang terdampak ledakan gudang amunisi yang berada di wilayah perbatasan Bogor dan Bekasi ini.

"Dari Pj Gubernur, Pj Bupati, hingga Pangdam Jaya memastikan akan memperbaiki rumah warga yang rusak," ungkapnya.

Sementara itu, sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di Kampung Pinang, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diungsikan. Dari jumlah tersebut, 86 jiwa diungsikan di rumah Kepala Desa Ciangsana. Selebihnya mengungsi ke rumah keluarga mereka.

Selain karena rumah mereka rusak terdampak ledakan amunisi, juga dalam upaya sterilisasi oleh pihak TNI.

"Jadi siapapun termasuk pemilik rumah sementara waktu tidak boleh ada yang masuk dulu," kata Udin.

Biaya Perbaikan Kerusakan Ditanggung Pemerintah

Plt Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan, semua biaya kerusakan akan ditanggung oleh pemerintah. Saat ini, Pemkab Bogor tengah melakukan pendataan dan menginventarisasi kerusakan rumah yang terdampak ledakan.

"Asesmen dilakukan selama 14 ke depan, dimulai hari ini. Pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten akan membantu masyarakat dalam pemulihan dan rehabilitasi," ujar Asmawa saat meninjau lokasi tempat pengungsian di Kampung Ciangsana, Minggu (31/3/2024).

Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) di wilayah teritorial Kodam Jaya meledak dan menyebabkan kebakaran hebat hingga mengakibatkan rumah warga di perbatasan Bekasi-Bogor, Jawa Barat, rusak.Insiden yang terjadi pada Sabtu malam 30 Maret 2024 tersebut membuat masyarakat yang tinggal di dekat wilayah kejadian meninggalkan hunian untuk sementara hingga hari ini.

65 Ton Amunisi Meledak dalam Insiden Kebakaran Gudang Peluru

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, total 65 ton amunisi yang meledak dalam insiden gudang amunisi di Ciangsana, Jawa Barat pada Sabtu malam 30 Maret 2024. Sebanyak 65 ton tersebut terdiri dari Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar.

"Ada MKK dan MKB. Jadi seluruhnya ada 65 ton," kata Agus saat meninjau lokasi Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Jaya di Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2023).

Agus menjelaskan, total 65 ton amunisi tersebut berasal dari berbagai satuan yang berada di wilayah teritori Kodam Jaya. Amunisi tersebut diketahui sudah habis massa pakai atau expired sehingga dikumpulkan untuk dimusnakah atau disposal di Gudmurah Jaya.

"Jadi makanya kan Kodam Jaya ada beberapa satuan. Dari satuan tersebut amunisi SOP-nya yang sudah expired itu dikembalikan ke Gudmurah ini untuk diperiksa lagi dan diverifikasi dan ada langkah-langkah itu sampai dengan akhirnya di-disposal," jelas Agus.

Agus menjelaskan, insiden terjadi saat proses verifikasi sedang dilakukan. Karena sifatnya yang sensitif maka terjadi ledakan dan kebakaran gudang amunisi semalam.

"Karena ini kan sedang menunggu tahap-tahap tadi (verifikasi), tetapi sebelum waktunya di-disposal sudah meledak karena tadi sensitif amunisi itu," tandas Agus Subiyanto.

 (red.alz)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved