Bogor, rakyatindonesia.com - Polisi menggerebek rumah pengedar narkoba di Citereup, Kabupaten Bogor. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap pria berinisial EI (26) berikut barang bukti sabu seberat 57,78 gram.
(red.alz)
(red.alz)
Bogor, rakyatindonesia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menguji coba angkutan kota (angkot) listrik di Kota Bogor, Jawa Barat. Uji coba akan dilakukan mulai besok.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pada tahap uji coba tersebut, ada 30 titik pemberhentian angkot listrik atau bus stop. 10 Titik di antaranya merupakan titik baru, dan 20 titik lainnya yang sudah ada sebelumnya.
"Rencananya angkot listrik ini akan diluncurkan untuk uji coba pada 4 April 2024. Kita akan uji cobakan dulu 5 unit (angkot listrik)," kata Bima Arya dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/4/2024).
Bima Arya bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, dan Direktur Perusahaan umum daerah (Perumda) Jasa Transportasi (PDJT), Rachma Nissa Fadliya, mencoba angkot listrik. Mereka juga melihat proses charging di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor PLN, Jalan Pajajaran.
"Jadi charging station di sini (PLN Bogor) butuh waktu sekitar 45 menit meng-charge di sini. Nanti akan diatur timingnya dan dengan sistem yang seperti ini maka akan terukur 14 Kilometer yang menjadi jarak tempuh angkot listrik ini, kira-kira satu putaran, sekitar 1 jam," ujarnya.
Bima menyebut jika situasi lalu lintas lancar, maka bisa diperkirakan terkait titik traffic management. Dalam masa uji coba nanti, tarif angkot listrik Rp 5 ribu untuk satu kali perjalanan.
"Dan ini untuk pertama kalinya angkot berhenti tidak sembarangan," tuturnya.
Sementara itu, Marse mengatakan sistem pembayaran angkot listrik menggunakan cashless payment atau non tunai dengan tap on bus (TOB). Angkot akan melintasi rute Cidangiang, Tugu Kujang, Suryakencana, Bondongan, Empang, Mal BTM, SSA dan kembali lagi ke Cidangiang.
"Sistem operasionalnya sudah ada, titik shelter sudah ditentukan, titik pemberhentian sudah ditentukan dan menggunakan manajemen informasi. Jadi nanti titik pemberhentian highwaynya ritasenya sudah terhitung oleh teknologi informasi yang ada di angkot itu sendiri," kata Marse.
Uji coba dilakukan tidak hanya untuk membangun sistem, juga mengumpulkan data-data terkait ketahanan baterai, keuntungan pemilik angkot, serta kelebihan angkot listrik.
"Saat ini kan karena memang tahap uji coba. Supaya kita sama-sama berhitung, sama-sama tahu bagaimana keuntungan, bagaimana kelebihan. Karena kalau tidak kita uji coba, bagaimana kita bisa tahu apa kelemahannya, apa kerugian, kelebihan dan keuntungannya," pungkasnya.
(red.alz)
Bogor, rakyatindonesia.com - Hujan deras dengan durasi yang cukup lama melanda kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semalam. Imbasnya, permukiman warga di Desa Puspanegara sempat banjir.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/3) kemarin. Banjir yang sempat terjadi hingga ketinggian 150 cm atau 1,5 meter itu juga disebabkan karena penyumbatan Kali Cibeuber.
"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi dan penyumbatan aliran Kali Cibeuber, sehingga mengakibatkan banjir di permukiman warga dengan ketinggian sekitar 150 cm," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani, dalam keterangannya, Rabu (3/4/2024).
Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas BPBD. Menerima laporan wara sekitar pukul 21.35 WIB, petugas segera menuju ke lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan dan evakuasi terhadap warga. Sebanyak 50 rumah sempat terdampak banjir tersebut.
"Korban terdampak diperkirakan hasil perkiraan kaji cepat, sebanyak 50 unit rumah terdampak banjir dengan 50 KK berisi 157 jiwa," ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Selain rumah, banjir juga berdampak kepada fasilitas warga yaitu musala.
Berdasarkan laporan terkini, banjir di 50 rumah warga itu saat ini sudah surut. Warga saat ini tinggal membersihkan lumpur yang tersisa akibat banjir.
(red.alz)
Jakarta, rakyatindonesia.com - Sebanyak 31 rumah di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, rusak terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya.
Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra menyebutkan, hasil pendataan sementara tercatat ada 31 unit rumah yang di dekat lokasi kejadian ledakan gudang amunisi mengalami kerusakan.
Udin mengatakan, jenis kerusakan yakni dengan kategori rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS). Kerusakan akibat efek getaran ledakan gudang amunisi pada Sabtu petang, 30 Maret 2024.
"Kerusakan seperti atap jebol atau bolong, retak. Lalu jendela maupun pintu yang bergeser dan pecah," beber Udin kepada Liputan6.com.
Udin memastikan bahwa baik pemerintah maupun TNI telah berjanji akan memperbaiki rumah warga yang terdampak ledakan gudang amunisi yang berada di wilayah perbatasan Bogor dan Bekasi ini.
"Dari Pj Gubernur, Pj Bupati, hingga Pangdam Jaya memastikan akan memperbaiki rumah warga yang rusak," ungkapnya.
Sementara itu, sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di Kampung Pinang, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diungsikan. Dari jumlah tersebut, 86 jiwa diungsikan di rumah Kepala Desa Ciangsana. Selebihnya mengungsi ke rumah keluarga mereka.
Selain karena rumah mereka rusak terdampak ledakan amunisi, juga dalam upaya sterilisasi oleh pihak TNI.
"Jadi siapapun termasuk pemilik rumah sementara waktu tidak boleh ada yang masuk dulu," kata Udin.
"Kerusakan seperti atap jebol atau bolong, retak. Lalu jendela maupun pintu yang bergeser dan pecah," beber Udin kepada Liputan6.com.
Udin memastikan bahwa baik pemerintah maupun TNI telah berjanji akan memperbaiki rumah warga yang terdampak ledakan gudang amunisi yang berada di wilayah perbatasan Bogor dan Bekasi ini.
"Dari Pj Gubernur, Pj Bupati, hingga Pangdam Jaya memastikan akan memperbaiki rumah warga yang rusak," ungkapnya.
Sementara itu, sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di Kampung Pinang, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, diungsikan. Dari jumlah tersebut, 86 jiwa diungsikan di rumah Kepala Desa Ciangsana. Selebihnya mengungsi ke rumah keluarga mereka.
Selain karena rumah mereka rusak terdampak ledakan amunisi, juga dalam upaya sterilisasi oleh pihak TNI.
"Jadi siapapun termasuk pemilik rumah sementara waktu tidak boleh ada yang masuk dulu," kata Udin.
Plt Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan, semua biaya kerusakan akan ditanggung oleh pemerintah. Saat ini, Pemkab Bogor tengah melakukan pendataan dan menginventarisasi kerusakan rumah yang terdampak ledakan.
"Asesmen dilakukan selama 14 ke depan, dimulai hari ini. Pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten akan membantu masyarakat dalam pemulihan dan rehabilitasi," ujar Asmawa saat meninjau lokasi tempat pengungsian di Kampung Ciangsana, Minggu (31/3/2024).
Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) di wilayah teritorial Kodam Jaya meledak dan menyebabkan kebakaran hebat hingga mengakibatkan rumah warga di perbatasan Bekasi-Bogor, Jawa Barat, rusak.Insiden yang terjadi pada Sabtu malam 30 Maret 2024 tersebut membuat masyarakat yang tinggal di dekat wilayah kejadian meninggalkan hunian untuk sementara hingga hari ini.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, total 65 ton amunisi yang meledak dalam insiden gudang amunisi di Ciangsana, Jawa Barat pada Sabtu malam 30 Maret 2024. Sebanyak 65 ton tersebut terdiri dari Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar.
"Ada MKK dan MKB. Jadi seluruhnya ada 65 ton," kata Agus saat meninjau lokasi Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Jaya di Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/3/2023).
Agus menjelaskan, total 65 ton amunisi tersebut berasal dari berbagai satuan yang berada di wilayah teritori Kodam Jaya. Amunisi tersebut diketahui sudah habis massa pakai atau expired sehingga dikumpulkan untuk dimusnakah atau disposal di Gudmurah Jaya.
"Jadi makanya kan Kodam Jaya ada beberapa satuan. Dari satuan tersebut amunisi SOP-nya yang sudah expired itu dikembalikan ke Gudmurah ini untuk diperiksa lagi dan diverifikasi dan ada langkah-langkah itu sampai dengan akhirnya di-disposal," jelas Agus.
Agus menjelaskan, insiden terjadi saat proses verifikasi sedang dilakukan. Karena sifatnya yang sensitif maka terjadi ledakan dan kebakaran gudang amunisi semalam.
"Karena ini kan sedang menunggu tahap-tahap tadi (verifikasi), tetapi sebelum waktunya di-disposal sudah meledak karena tadi sensitif amunisi itu," tandas Agus Subiyanto.
(red.alz)
FOLLOW THE Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram