Friday, May 17, 2024

Peduli Lingkungan Kapolda Jatim Tanam dan Berbagi Bibit 3.000 Pohon di Gresik

 

GRESIK, rakyatindonesia.com - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., mengunjungi PT. Aplus Pasific di Jalan Raya Deandles No. 5 Desa Prupuh Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, pada Kamis (16/5/2024. 

Kunjungan kerja kali ini dalam rangka penanaman secara simbolis program 3.000 pohon untuk masyarakat. 

Dirut PT. Aplus Pasific, Gendro Sapto Giri dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Jatim dan rombongan, serta terimakasih atas kehadiran seluruh undangan. 

Ia menjelaskan bahwa program pembagian dan penanaman 3000 pohon ini merupakan bentuk perhatian perusahaan terhadap lingkungan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Berbagai jenis bibit tanaman akan dibagikan kepada masyarakat, seperti kelapa kopyor, rambutan, belimbing, leci, pete, jambu thailand, dan nangka," ujarnya,Kamis (16/5).

Sementara itu Kapolda Jatim memberikan apresiasi kepada PT. Aplus Pasific atas program pembagian dan penanaman 3000 pohon ini. 

Irjen Imam Sugianto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan sekitar. 

"Kami mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam melestarikan lingkungan dan menanamkan kepedulian melestarikan lingkungan kepada anak cucu kita,"ujar Irjen Imam.

Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Kapolda Jatim, Kapolres Gresik, dan Dirut PT. Aplus Pasific di lingkungan PT. Aplus Pasific.

Kapolda Jatim, Kapolres Gresik, dan Dirut PT. Aplus Pasific kemudian menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan dari Kepala Desa Prupuh, Kepala Desa Ketanen, Kepala Desa Delegan, dan Kepala Desa Banyutengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut beberpa Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres Gresik AKBP Aditya Panji Anom, S.I.K.,Camat Panceng Sampurno, S.E., Danramil Panceng Kapten Inf. Ach. Salami, Kapolsek Panceng Iptu Nasuka, dan perwakilan dari AKD Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. (red.Tim)

Tuesday, April 30, 2024

Perahu Rombongan Mahasiswa PMII Terbalik di Gili Noko Bawean, 1 Orang Tewas

 


Gresik, rakyatindonesia.com - Insiden menimpa sebuah perahu di perairan Bawean, Gresik. Perahu yang mengangkut 14 orang ini terbalik usai diduga kelebihan muatan. Satu mahasiswa dikabarkan tewas dalam kejadian tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, perahu yang ditumpangi mahasiswa anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengalami overload. Akibatnya, perahu terbalik saat hendak bersandar di Pelabuhan Pamona, di Desa Sidogedungbatu, Sangkapura, Bawean.

Salah satu kader PMII bernama Adam Surya Pratama, selaku Ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti, Gresik dinyatakan meninggal dunia.

Salah satu mahasiswa yang ikut rombongan tersebut, Viki Wahyu Giananda mengatakan, perahu mengalami kelebihan muatan. Perahu kecil itu ditumpangi 14 mahasiswa termasuk nakhoda kapal.

"Kejadiannya sekitar pukul 18.30 WIB. Perahu berjalan dari wisata Gili Noko ke Bawean diduga mengalami kelebihan muatan, perahu terbalik akibat gelombang," kata Viki, Selasa (30/4/2024).

Tidak adanya perlengkapan pelampung, membuat teman-temanya panik dan berusaha menyelamatkan diri.

"Berangkat ke wisata Gili Noko dua kali keberangkatan, tapi pulangnya langsung satu kali. Ini yang menjadi perahu kelebihan muatan," bebernya.

Sementara itu, anggota Satpolairud Bawean Bripka Idris menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan soal penyebab perahu tersebut tenggelam.

"Informasinya korban meninggal saat perjalanan, ini kami masih juga melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. Karena ada yang menyebut perahu mengalami kandas dan ada yang menyebut perahu terbalik," katanya singkat.(red.S)

Monday, April 22, 2024

Azizatus Gadaikan iPhone-Perhiasan Sebelum Ngeprank Jadi Korban Perampokan

 


Gresik
, rakyatindonesia.com - Zuraidah Istiana (24) atau Azizatus Sholihah, perempuan penghuni rumah di Jalan Taman Ruby Nomor 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Gresik sempat bikin heboh usai mengaku sebagai korban perampokan dan penyekapan. Padahal, barang-barang yang dilaporkan tersebut telah digadaikan untuk membayar utangnya.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, barang berharga yang dilaporkan dirampok itu digadaikan sendiri oleh wanita yang akrab disapa Pesek. Pesek menggadaikan HP dan sejumlah perhiasan untuk membayar utang kepada temannya.

"Untuk iPhone itu digadaikan sebesar Rp 7,5 juta. Sedangkan perhiasan sebesar Rp 5,5 juta dan Rp 4,5 juta," kata Aldhino kepada detikJatim, Senin (22/4/2024).

Aldhino menambahkan, uang tersebut digunakan Pesek untuk melunasi utang kepada temannya. Sebab, ia sempat mengajak temannya untuk berinvestasi ke seseorang yang berada di Malang, namun investasi ini ternyata bodong.

"Pelapor ini juga jadi korban investasi bodong di Malang sebesar Rp 80 juta. Jadi pelapor ini yang mengajak teman-temannya untuk berinvestasi ke orang yang berada di atasnya itu," jelas Aldhino.

Rekayasa perampokan itu, lanjut Aldhino, dilakukan oleh Pesek untuk mengelabui suaminya. Ia takut suaminya marah lantaran telah menggadaikan barang-barang tersebut untuk melunasi utang-utangnya akibat investasi bodong.

"Untuk motifnya karena takut kepada suaminya. Sebenarnya tidak ada niatan untuk laporan, tapi karena diajak suaminya untuk laporan, maka korban terpaksa melakukannya. Makanya mau cabut laporan juga," pungkas Aldhino.
Sebelumnya, wanita yang akrab disapa Pesek itu mengaku dirampok saat sedang sedang memasak di dapur seorang diri dengan pintu rumah dalam kondisi terbuka. Saat itu, petang sekitar pukul 18.30 WIB, Azizatus mengaku mendengar 2 orang masuk ke dalam rumahnya.

Dalam laporannya dia, mengira orang itu suaminya. Setelah dia menoleh ke arah pintu, ada 1 pelaku yang langsung menarik tangannya dan membawanya masuk ke kamar. Dia mengaku didorong hingga kepalanya membentur meja.

Kini semua telah terbongkar, apa yang dia ceritakan sebagai perampokan itu hanyalah prank. Cerita Azizatus hanyalah balada yang dia karang agar dirinya tidak lagi menjadi sasaran penagihan utang teman-temannya yang telah tertipu investasi bodong, karena ulahnya mengenalkan mereka kepada orang yang tidak amanah.

(red.alz)

Melihat Lebih Dekat Museum Sunan Giri, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya

  


Gresik
, rakyatindonesia.com - Wisata sejarah bisa sambil menambah pengetahuan. Salah satu tempat wisata sejarah yang didatangi yakni Museum Sunan Giri.
Museum Sunan Giri di Kabupaten Gresik dan menawarkan berbagai koleksi bersejarah, tak terbatas hanya pada benda yang berkaitan dengan Sunan Giri. Penasaran dengan museum satu ini? Berikut informasi lengkapnya.

Sejarah Museum Sunan Giri
Dilansir dari laman Kemdikbud, Museum Daerah Kabupaten Gresik "Sunan Giri" mulai beroperasi pada 17 Maret 2003 bersamaan dengan peringatan hari jadi Kota Gresik. Museum ini diresmikan oleh Bupati Gresik, Drs KH Robbach Ma'sum, MM, dan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Daerah Kabupaten Gresik "Sunan Giri".

Dulunya, Museum Sunan Giri merupakan museum khusus yang diresmikan pada 9 Maret 2002. Dilansir laman Pemkab Gresik, pendirian museum ini dilatarbelakangi oleh banyaknya tinggalan arkeologi dan sejarah di Kabupaten Gresik, baik di alam maupun di kalangan masyarakat.

Pada saat itu, belum ada pusat informasi dan edukasi yang fokus pada sejarah purbakala Kabupaten Gresik untuk memberikan informasi dan menjaga keaslian data sejarah purbakala yang dimiliki oleh wilayah ini. Museum ini dinamai berdasarkan nama salah satu Wali Songo yang memiliki peran signifikan dalam penyebaran Agama Islam di Gresik.

Meskipun namanya terinspirasi dari salah satu tokoh Wali Songo tersebut, museum ini merupakan museum umum yang koleksinya tidak hanya terbatas pada barang-barang yang terkait dengan Sunan Giri.


Hingga kini, Museum Sunan Giri terus melakukan pembaruan dan penambahan koleksi baru, yang saat ini mencapai sekitar 50 barang dari berbagai periode, termasuk klasik, awal perkembangan Agama Islam, dan masa kolonial.



Koleksi Museum Sunan Giri

Adapun beberapa koleksi utama yang dimiliki museum bersejarah di Gresik ini. Dilansir dari laman Pemkab Gresik, berikut daftar koleksi utama di Museum Sunan Giri.


1. Fragmen Sajadah

Sebuah fragmen sajadah yang ditemukan di situs kubur Sunan Giri, Desa Giri, Kabupaten Gresik, kini menjadi salah satu koleksi utama di Museum Sunan Giri Kabupaten Gresik.


Sajadah ini diyakini digunakan oleh Sunan Giri dalam sholat, tetapi juga telah berfungsi sebagai alas untuk menghindari kotoran selama sholat dalam masyarakat modern.


Dengan warna dasar merah dan motif tumbuhan dalam warna kuning, coklat, dan putih, fragmen sajadah ini diyakini berasal dari Timur Tengah, dengan ukuran 68cm x 23cm dan tepian yang menunjukkan bekas robekan.


2. Serban Sunan Giri

Sebuah serban yang dulunya disimpan di Masjid Ainul Yaqin Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, kini telah menjadi bagian dari koleksi Museum Sunan Giri Kabupaten Gresik. Menurut catatan folklor, surban ini diyakini sebagai warisan dari Sunan Giri yang konon dipakainya sehari-hari dalam menyebarkan dakwah Islam.


Serban ini dibuat dengan teknik tenun yang mengikuti pola hiasan dan bahan yang mirip dengan kain salami dari Persia. Pewarna alami seperti putih, biru, merah, dan coklat digunakan untuk membentuk hiasan floral dengan motif yang kecil-kecil.


3. Keris Kalam Munyeng

Keris Kalam Munyeng, yang diyakini sebagai milik Sunan Giri, konon dibuat dari kalam (penunjuk) yang digunakan Sunan Giri dalam mengajarkan ajaran Islam dan membaca Al Quran. Keris aslinya masih disimpan di situs Kubur Sunan Giri Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.


Sementara yang dipamerkan adalah replika dari keris tersebut. Mata Keris Kalam Munyeng terbuat dari baja dengan 13 luk dan panjang 36cm. Bagian pangkal mata keris dihiasi dengan sulur daunan yang dilapis emas.


Pegangan keris terbuat dari kayu dengan panjang 10,5cm dan diukir suluran, sedangkan rangka (wirongko/sarung) juga dari kayu dengan panjang 50cm yang seluruhnya dilapisi perak dengan ukiran suluran tumbuhan.


4. Tombak

Tombak, senjata dari masa prasejarah, berevolusi dengan penggunaan logam. Mata tombak koleksi Museum Sunan Giri terbuat dari besi, tajam di ujungnya, dan memiliki bidang tajam pada sisinya.


Ada juga tombak canggah, yang digunakan untuk menangkap pencuri. Meskipun kuat, tombak ini tidak memiliki pamor seperti senjata kelas atas. Awalnya disimpan di Masjid Ainul Yaqin Desa Giri, tombak ini merupakan bagian dari senjata Dinasti Giri menurut takmir masjid.


5. Pelana Kuda

Pelana Kuda yang sekarang menjadi bagian dari koleksi Museum Sunan Giri awalnya ditemukan di Masjid Ainul Yaqin Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Menurut cerita rakyat di wilayah Giri, pelana kuda ini diyakini sebagai milik kuda pengikut Sunan Giri.


Pelana kuda berfungsi sebagai tempat duduk untuk penunggang kuda yang ditempatkan di punggungnya. Koleksi ini terdiri dari dua pelana dengan ukuran dudukan yang berbeda, terbuat dari kayu dengan ikat dan pijakan kaki penunggang kuda dari besi. Ukurannya adalah panjang 50cm dan lebar 38 cm.


6. Umpak Kayu

Umpak Kayu, bagian dari koleksi Museum Sunan Giri, awalnya adalah bagian dari tiang bangunan pendopo cungkup kubur Sunan Giri. Berfungsi sebagai pelandas untuk menahan beban, umpak ini berbentuk persegi delapan menyerupai bintang dengan undakan semakin kecil ke bagian atasnya.

Terbuat dari kayu jati dengan hiasan ukiran motif karang, umpak ini merupakan contoh seni dari masa berkembangnya Agama Islam.


7. Bedug

Bedug, koleksi unggulan di Museum Sunan Giri Kabupaten Gresik, adalah perlengkapan masjid penting di Indonesia untuk menandai waktu sholat sebelum adzan. Terbuat dari satu batang kayu dengan lubang di tengah dan membran kulit sapi di ujungnya sebagai bidang pukul.


Berasal dari Masjid Desa Pasucinan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, bedug ini diyakini sebagai peninggalan Maulana Malik Ibrahim yang meninggal pada tahun 1419 M. Menurut Babad Gresik, Maulana Malik Ibrahim memindahkan pelabuhan dagang dari Leran ke Rumo, dan kemudian ke Gresik.


8. Rebana/Terbang

Terbang, alat musik tradisional dari Timur Tengah, dikenal sebagai simbol perkembangan masyarakat Islam di Indonesia. Memainkannya melibatkan memukul membran kulit kambing yang dipasang pada rangka kayu bulat dengan lubang di tengahnya.


Alat musik ini sering digunakan sebagai pengiring syair-syair dari kitab Barzanji dalam seni tradisi Muslim. Terbang koleksi Museum Sunan Giri, benda titipan dari Masjid Ainul Yaqin, Desa Giri, Kecamatan Kebomas.


9. Naskah

Museum Sunan Giri di Kabupaten Gresik memiliki koleksi naskah yang mencakup Al Quran, Kitab Khutbah Jumat, dan naskah babad yang memuat kisah Sindujoyo. Semua naskah ini ditulis secara manual di atas kertas deluang dengan menggunakan tinta Cina.


Praktik menulis naskah, termasuk Al Quran dan kitab-kitab agama, telah menjadi bagian penting dalam perkembangan Islam di Nusantara. Naskah-naskah ini tidak hanya berisi tentang ajaran Islam, tetapi juga sejarah hidup tokoh agama dan legenda.


10. Al-Qur'an Tulisan Tangan

Di Gresik, ditemukan sejumlah Al Quran tulisan tangan yang cukup banyak. Salah satu koleksi yang menonjol dari Museum Sunan Giri memiliki halaman-halaman yang dihias dengan lukisan menggunakan tinta merah, biru, dan emas.


Al Quran ini lengkap dengan 30 jus. Berdasarkan bahan kertas dan tinta yang digunakan, Al Quran ini diperkirakan berasal dari abad ke-17 M.


11. Kitab Khotbah Jumat

Kitab Khutbah Jumat ini berasal dari Masjid Ainul Yaqin di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Terdiri dari 11 jilid, setiap jilidnya berisi 5 naskah khutbah. Setiap jilid mencakup khutbah untuk 11 bulan dalam kalender Hijriyah, kecuali bulan Dzulhijjah.


Menurut keterangan dari Takmir Masjid Ainul Yaqin, satu kitab untuk bulan Dzulhijjah telah hilang. Kitab ini ditulis tangan pada kertas lion in medallion dengan menggunakan tinta Cina hitam dan merah.



Fasilitas Museum Sunan Giri

Dilansir laman Disparbud Kabupaten Gresik, berikut daftar fasilitas yang terdapat di Museum Sunan Giri.


1. Tiga Ruang Pamer

- Ruang Pamer Hindu Budha

- Ruang Pamer Pengaruh Islam

- Ruang Pamer Kolonial


2. Ruang Peradapan

Perpustakaan mini di lantai 2 yang berfungsi sebagai ruang edukasi video visual mengenai sejarah dan kearifan lokal Kabupaten Gresik.


3. Ruang Gudang


4. Ruang Administrasi


5. Ruang Kepala Museum


6. Lobby


7. Ruang Koleksi dan Konservasi


8. Toko Souvenir: Menyediakan jajanan khas, pakaian, tasbih, gelang, dan lainnya.


9. Area Parkir


10. Toilet


11. Masjid Sunan Giri


12. Pujasera


13. Pos Keamanan


14. Terminal Parkir Bis Sunan Giri


Lokasi Museum Sunan Giri
Museum ini berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya beralamat di Jalan Pahlawan No 4, Tlogobendung, Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61114


Jam Operasional Museum Sunan Giri
Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-15.00 WIB.

Harga Tiket Museum Sunan Giri
Bagi para pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya, untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya sepeser pun atau gratis.

Itu dia informasi lengkap mengenai Museum Sunan Giri yang menjadi kebanggaan Kabupaten Gresik. Jika ingin berkunjung, jangan lupa mencatat lokasi dan jadwal operasionalnya ya, detikers!



(red.alz)

Awal Mula Terbongkarnya Kedok Azizatus Prank Rumah Dirampok

 



Gresik, rakyatindonesia.com - Azizatus Sholihah (24), perempuan penghuni rumah di Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar, Gresik sempat bikin heboh usai mengaku sebagai korban perampokan dan penyekapan. Namun, rekayasa tersebut akhirnya dibongkar Sat Reskrim Polres Gresik.
Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, terbongkarnya rekayasa perampokan ini setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan usai melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian, tidak ada orang lain masuk yang terekam CCTV hingga polisi datang.

"Dari hasil pemeriksaan CCTV itu, tidak ada orang lain masuk sampai pada saat polisi datang. Jadi dalam rekaman CCTV itu ada petugas kita yang terekam, sedangkan tidak ada orang lain masuk sejak kejadian dilaporkan," kata Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Senin (22/4/2024).

Aldhino menjelaskan, setelah memeriksa rekaman CCTV tersebut, tim Resmob Sat Reskrim Polres Gresik juga sempat menghubungi Azizatus untuk dimintai keterangan kembali. Namun, polisi kesulitan mencari keberadaannya.

"Saat kita ingin meminta keterangan lagi, nomor handphone pelapor ini tidak aktif. Termasuk nomor-nomor penyidik juga ada yang di blokir," jelasnya.

Dari kejanggalan itu, lanjut Aldhino, polisi melakukan pemeriksaan di beberapa tempat pegadaian. Hingga akhirnya, polisi menemukan handphone dan perhiasan Azizatus digadaikan di sana.

"Dari hasil pemeriksaan sejumlah tempat pegadaian, kita temukan barang-barang pelapor ada di sana. Dari sana kita mengetahui bahwa perampokan ini direkayasa," jelasnya.

Saat wanita yang memiliki nama asli Zuraidah Istiana ini ingin mencabut laporan di Polsek Manyar, polisi langsung membawanya ke Polres Gresik. Di sana, ia menjelaskan laporannya itu hanya untuk membohongi suami sirinya.


"Saat mencabut laporan itu kita langsung minta keterangan kembali, hingga akhirnya dia menjelaskan semuanya. Termasuk nama samaran Azizatus yang ia buat laporan. Pelapor ini nama aslinya ada Zuraidah Istiana," pungkasnya.

Sebelumnya, wanita yang akrab disapa Pesek itu mengaku dirampok saat sedang sedang memasak di dapur seorang diri dengan pintu rumah dalam kondisi terbuka. Saat itu, petang sekitar pukul 18.30 WIB, Azizatus mengaku mendengar 2 orang masuk ke dalam rumahnya.

Dalam laporannya, Azizatus sempat mengira orang itu suaminya. Setelah dia menoleh ke arah pintu, ada 1 pelaku yang langsung menarik tangannya dan membawanya masuk ke kamar. Dia mengaku didorong hingga kepalanya membentur meja.

Kini semua telah terbongkar, apa yang dia ceritakan sebagai perampokan itu hanyalah prank. Cerita Azizatus hanyalah balada yang dia karang agar dirinya tidak lagi menjadi sasaran penagihan utang teman-temannya yang telah tertipu investasi bodong, karena ulahnya mengenalkan mereka kepada orang yang tidak amanah.

(red.alz)


Friday, April 19, 2024

Pilu Een Saat Lihat Suami dan Anak Tercebur ke Kalimas Bersama Motornya

 


Gresik
, rakyatindonesia.com - Suasana sedih, cemas dan harapan bercampur aduk di kediaman Nanda Freda Eryansyah (27) dan Erlangga (2) di Desa Driyorejo, Gresik. Bapak dan anak itu hanyut bersama motornya di sungai Kalimas perbatasan Gresik-Sidoarjo usai tercebur dari perahu tambangan.
detikJatim mendatangi rumah keluarga itu, Jumat (19/4/2024) siang. Jarak rumah tersebut hanya selemparan batu, kira-kira 150 meter. Saat detikJatim datang ke rumah itu, ada Kapolsek Driyorejo AKP Mushiram yang tampak berusaha menenangkan keluarga Nanda.

Harapan keluarga korban, keduanya bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Keluarga cemas dan pasrah, sebab mereka hanya bisa menunggu kabar dari tim penyelamat yang masih terus mencari Nanda dan Erlangga.

Istri Nanda, Een Sutrisna terlihat masih tak bisa menyembunyikan derai air matanya. Dia masih terngiang tawa canda suami dan anaknya yang sedang lucu-lucunya itu.

Een yang berusaha tegar jelas terpukul. Keluarga yang ada di belakangnya terus mengelus-elus punggungnya agar tetap sabar sembari menunggu kabar. Betapa tidak, dia melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri saat suami dan putra pertamanya itu tercebur ke sungai.

"Kejadiannya setelah pulang dari rumah orang tua saya di Tarik, Sidoarjo," cerita Een Sutrisna kepada Mushiram, di rumahnya Jumat (19/4/2024)

Malam itu, mereka bersama-sama dari Kecamatan Taman, Sidoarjo naik perahu tambangan hendak menuju Desa Driyorejo. Mereka mengendarai dua sepeda motor. Nanda memboncengkan Erlangga. Sedangkan Eek naik motor lain bersama adiknya.

"Suami membonceng anak saya di depan. Saya sama adik saya memakai sepeda motor lain," tambahnya sembari mengusap air mata.

Saat sudah naik di atas perahu tambangan, mesin sepeda motor yang dikendarai Nanda dalam kondisi menyala. Tanpa disangka, sang anak yang masih berusia 2,5 tahun menarik gas motor tersebut. Motor seketika loncat ke air bersama bapak dan anak itu.

"Saya melihat langsung pak. Saya nggak kuat untuk cerita," kate Een sembari terus mengusap air matanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik digegerkan dengan tenggelamnya seorang pria bersama anaknya yang masih balita. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Tambangan Pak Tuso, Dusun Banjarpertapan, Taman, Sidoarjo, Kamis (18/4) malam..

Diketahui bapak anak tersebut bernama Nanda Freda Eryansyah (27) warga Driyorejo, Gresik dan Erlangga (2,5). Saat itu Nanda bersama anaknya hendak menyeberang dari wilayah Taman Sidoarjo menuju Driyorejo Gresik dengan menaiki sepeda motor Honda BeAT.

"Infonya mesin motornya masih menyala saat di atas perahu, kemudian oleh anaknya digas. Kemudian motor tersebut tercebur ke sungai," kata Sakur, salah satu warga sekitar kepada detikJatim.



(red.alz)


Tuesday, April 16, 2024

Perampok di PPS Gresik Diduga Orang Dekat, Tahu Nama Panggilan Korban


Gresik
, rakyatindonesia.com - Perampokan di Jalan Taman Ruby No 14, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), Manyar Gresik masih diselidiki polisi. Ada dugaan bahwa para pelaku merupakan orang dekat dengan korban.
"Dugaan kuat pelaku orang dekat karena mengenal korban dengan sebutan 'Pesek'," kata Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Syaiful Rokhim kepada detikJatim, Selasa (16/4/2024).

Syaiful menjelaskan bahwa pelaku berjumlah 2 orang. Saat beraksi, para pelaku memakai penutup muka atau balaclava. Saat meminta HP korban, pelaku sempat memanggil korban dengan sebutan Pesek.

"Pelaku sempat mengatakan sesuatu kepada korban bahwa 'Sek (panggilan pelaku ke korban), kamu kok tambah kurus?'," tutur Syaiful menirukan keterangan korban.

Tak hanya itu, para pelaku juga mengetahui bahwa HP milik korban adalah iPhone. Menurut pengakuan korban, pelaku lain sempat menyebut ponselnya adalah iPhone.

"Pelaku yang di luar kamar juga sempat ngomong 'HP-nya Pesek kan iPhone," tutur Syaiful menirukan percakapan para pelaku sebagaimana dituturkan korban.

Korban saat itu hanya bisa diam dan pasrah melihat pelaku mengambil ponsel iPhone miliknya yang sedang dicas. Tidak hanya itu, para pelaku juga sempat melakukan kekerasan terhadap korban.

Para pelaku melihat gelang dan cincin yang dipakai korban. Karena diancam dengan senjata tajam korban hanya bisa pasrah ketika pelaku mengambil perhiasan dari tangan korban secara paksa. Bahkan pelaku juga menarik paksa anting yang dipakai korban.

"Para pelaku juga menanyakan tempat penyimpanan uang, tapi korban bilang nggak punya uang. Pelaku sempat menanyakan kalau suami korban memiliki banyak uang. Kemudian pelaku yang di luar kamar membuka dan membongkar isi lemari yang ada di luar kamar untuk mencari uang. Namun tidak ada," kata Syaiful.

Setelah membongkar lemari dan mengambil barang berharga korban, para pelaku pun pergi setelah korban mengatakan bahwa suaminya akan segera pulang. Kedua pelaku pun langsung bergegas meninggalkan lokasi sembari membawa kabur barang hasil merampok.

"Setelah pelaku pergi, korban mengambil HP yang ada di dapur lalu menghubungi suaminya. Setelah suaminya pulang langsung membuat laporan ke Polsek Manyar," sambungnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka pada bagian dahi, hingga sayatan di telapak tangan. Beruntung nyawa korban masih selamat dan tidak terjadi tindakan asusila yang dilakukan para pelaku perampokan itu terhadap korban.

"Saat ini kami masih dalam penyelidikan. Anggota sudah mendatangi lokasi untuk olah TKP. Termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mencari CCTV," pungkasnya.

(red.alz)

Monday, April 8, 2024

Polres Gresik Gencarkan Patroli Harkamtibmas di Operasi Ketupat Semeru 2024

 


GRESIK, rakyatindonesia.com - Satuan Samapta Polres Gresik melalui Unit Raimas dan Dalmas menggencarkan Patroli Harkamtibmas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H Tahun 2024. 


Kegiatan yang merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2024 ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama periode mudik dan lebaran. 


Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menjelaskan bahwa patroli ini dilakukan untuk mengatasi potensi terjadinya tindak kejahatan selama musim mudik dan lebaran.


"Patroli ini menyasar beberapa tempat, seperti tempat ibadah, perumahan yang ditinggal mudik, dan tempat perbelanjaan," jelas AKBP Adhitya,Senin (8/4).


Anggota Polres Gresik yang berpatroli juga melakukan dialog dengan petugas keamanan dan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. 


Selain itu, mereka juga menempelkan stiker pesan kamtibmas di tempat-tempat strategis.


Kapolres Gresik berharap dengan adanya patroli ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Gresik dapat terjaga selama periode mudik dan lebaran.


"Semoga  kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik terjaga selama periode mudik dan lebaran aman terkendali," tutup AKBP Adhitya. (red.Tim)

Wednesday, April 3, 2024

Gempa Kembali Guncang Bawean, Kali Ini Kekuatannya M 5,6

 


Gresik, rakyatindonesia.com - Gempa kembali mengguncang Bawean (Tuban). Kali ini gempa berkekuatan M 5,6 terjadi pukul 16.02 WIB..

"Mag:5.6, 03-Apr-2024 16:02:16WIB," cuit @infoBMKG di X, Rabu (3/4/2024).

Gempa Bawean berlokasi di 5.73 Lintang Selatan, 112.37 Bujur Timur dengan jarak 134 km Timur Laut Tuban. Gempa ini berkedalaman 10 km

BMKG memberi disclaimer bahwa informasi terkait gempa ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

(red.alz)

Sunday, March 31, 2024

Kapolda Jatim Dampingi Kepala Staf TNI AL Serahkan Bansos Untuk Warga Bawean yang Terdampak Gempa

  


GRESIK, rakyatindonesia.com  -  Akibat gempa bumi di Tuban beberapa waktu lalu masih dirasakan Masyarakat warga Pulau Bawean Kabupaten Gresik.


Bahkan masih adanya gempa susulan yang terjadi pada Sabtu (30/3) sekira pukul 12.01 WIB yang menurut informasi dari BMKG memiliki Magnitudo 3,3 pada kedalaman 10 KM, menambah jumlah pengungsi bertambah.


Menurut catatan BMKG sejak gempa pertama pada 22 Maret 2024 pekan lalu hingga kemarin Jumat (29/3) sudah terjadi 366 kali gempa tektonik yang getarannya terasa hingga di Pulau Bawean.


Merespon hal tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Laut ( KASAL ) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay menyalurkan bantuan sosial ( Bansos) untuk para pengungsi di Pulau Bawean Gresik,Sabtu (30/3).


Kegiatan penyerahan bansos juga diikuti oleh Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono, Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata dan Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Ariyanto Condrowibowo, Danpuspenerbal Laksamana Muda TNI Sisyani Jaffar dan Danlantamal V Brigjen TNI Joni Sulistyawan.


Dalam sambutannya Laksamana TNI Muhammad Ali mengucapkan belasungkawa yang sedalam - dalamnya atas musibah gempa yang menimpa Pulau Bawean.


"Gempa dengan Magnitudo 6.5 SR yang dirasakan di Pulau Bawean menjadi alarm kita untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan bencana,”ujar Laksamana TNI Muhammad Ali.


Dengan kondisi yang demikian lanjut Laksamana TNI Muhammad Ali tentu diperlukan mitigasi bencana yang tepat. 


“Sebab, seperti yang kita tahu bahwa bencana gempa bumi tidak dapat kita hindari,"ucap Laksamana TNI Muhammad Ali.


Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menambahkan bahwasanya Polda Jatim melalui Polres Gresik sudah bersinergi dengan Kodim 0817 Gresik, pemerintah daerah dan stakeholder terkait penanganan korban yang terdampak gempa bumi tersebut.


"Koordinasi terus dilakukan baik dalam penanganan korban hingga penyaluran  bantuan yang merupakan amanah yang harus segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan khususnya warga yang terdampak gempa bumi di Pulau Bawean," ujar Irjen Imam.


Kapolda Jatim juga meminta masyarakat agar selalu waspada dan selalu lebih untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.


Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan Masyarakat.


Turut menyambut kedatangan KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali tersebut, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani., S.E., Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, S.I.K., Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro., S.I.K., M.H., Kapolsek Tambak AKP Saifudin.


Pada kegiatan penyerahan bansos ini juga dilakukan peninjauan daerah terdampak bencana di Desa Tanjungori Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik Wilayah Pulau Bawean. (red.Tim)

Wednesday, March 27, 2024

Tiba di Pulau Bawean, Kapolres Gresik langsung Hibur Anak-Anak Korban Gempa

  


GRESIK, rakyatindonesia.com - Keceriaan kembali terpancar di wajah anak-anak korban gempa bumi di Kecamatan Sangkapura pulau Bawean, saat Tim Trauma Healing Polres Gresik mengunjungi mereka di Posko BPBD lapangan Desa Suwari Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin langsung rombongan yang membawa bantuan bhakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Gresik Myrna Adhitya dan anggota Bhayangkari turut hadir dalam kegiatan ini.

AKBP Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan ini bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik Kodim 0817 Gresik, BNPB maupun BPBD serta stakeholder yang ada di masyarakat. 

Bertujuan membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

"Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana," ujar AKBP Adhitya, Selasa (26/3)

Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra. Tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka saat mengikuti permainan dan bernyanyi bersama.

Salah satu korban gempa, Samsiya dari Dusun Padang Sangkapura mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik atas bantuan dan perhatiannya kepada para korban gempa.

"Terima kasih kepada Polres Gresik yang sudah membantu meringankan beban kami dan melakukan trauma healing kepada anak-anak. Semoga bermanfaat," ungkap Samsiya.

Kegiatan bhakti sosial dan kesehatan serta Trauma healing yang dilakukan Polres Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

"Semoga bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat korban gempa bumi di Sangkapura dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal," Pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom.  (red.Tim)

Monday, March 4, 2024

Kala Gangster Sliwer Gresik Insaf dan Dihukum Bersih-bersih Usai Digerebek

 


Gresik, rakyatindonesia.com - Sebuah rumah kontrakan di Dusun Guwo, Sumput, Driyorejo, Gresik digerebek warga dan polisi. Pasalnya, rumah tersebut diduga jadi markas gangster.


Sakur Warga Dusun Guwo, Desa Sumput mengatakan, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saat itu sekelompok anggota gangster berada di sekitar rumah yang hendak tawuran.


"Saya dan warga membubarkan anak-anak itu. Karena mereka ini hendak tawuran," kata Sakur kepada wartawan, Minggu (3/3/2024).


Sakur menambahkan setelah dirinya dan warga pulang, tak berselang lama puluhan anggota gangster kembali datang. Oleh warga puluhan anggota gangster tersebut diamankan meski begitu banyak diantara mereka yang berhasil kabur.


Setelah diamankan, warga menghubungi Polsek Driyorejo untuk melakukan penggerebekan di rumah kontrakan di Dusun Guwo, Sumput RT 18 Driyorejo. Alhasil polisi dan warga mengamankan belasan anggota gangster dan beberapa senjata tajam.


"Dari HP-nya, ada chat di grup WA yang berisi isi soal tawuran. Saat kita tanya, pengakuannya biasa kumpul di KBD (Kota Baru Driyorejo). Saat digerebek, rumah kontrakan di Guwo itu dijadikan tempat menaruh sajam (senjata tajam)," terangnya.



Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 18 remaja yang menjadi anggota gangster. Belasan remaja itu usianya masih di bawah 17 tahun.



"Karena masih anak-anak, kita akan panggil orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. Tapi sebelum itu kita


Terpisah, Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Gresik IPDA Komang Andhika dari tangan para gangster itu, pihaknya berhasil menyita berbagai senjata tajam. Total ada 6 sajam yang berhasi disita.


Komang menjelaskan hingga saat ini pihaknya sudah mengamankan 18 anggota gangster bernama Sliwer Surabaya. Termasuk ketua gangster yang mengajak mereka pesta miras di rumah kontrakan tersebut.

"Jadi mereka ini pesta miras terlebih dahulu di rumah tersebut sebelum melakukan tawuran. Tapi karena kesigapan warga sekitar, tawuran berhasil di cegah," tambahnya.

Meski meresahkan, namun polisi tak memberikan hukuman pidana sebaliknya mereka diberi hukuman sosial dengan wajib lapor dan membersihkan sampah di Alun-alun Gresik.

"Selama ini mereka meresahkan masyarakat. Makanya kita ingin mereka ini memberikan manfaat bagi masyarakat dengan cara membersihkan sampah," kata Kanit PPA Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Hepi Riza

"Terbukti, ketika selesai membersihkan sampah, anak-anak ini sangat senang ketika beberapa pedagang memberikan minum karena sudah membersihkan sampah," tambahnya.

Selain sanksi ini, kata Hepi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan orang tua para gangster, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak terkait. Sebab, hampir semua anak-anak itu masih berstatus sebagai siswa sekolah di Gresik dan Surabaya.

"Rata-rata mereka adalah dibawah umur dan berstatus sebagai siswa. Tentunya, mereka ini masih butuh perhatian dari kami (kepolisian), orang tua, dan pihak terkait. Sehingga kami akan lakukan upaya pembinaan atau sanksi sosial," tegas Hepi.

Hepi mengimbau, untuk nantinya orang tua lebih memberikan perhatian terhadap anak-anaknya. Selain membatasi jam saat bermain, juga lebih banyak memberikan kegiatan di rumah.

"Tentu orang tua jadi ujung tombak dalam memberikan perhatian ke anak-anak ini. Agar lebih membatasi jam malam saat mereka bermain keluar rumah," tegas dia.

Semetara itu, BD (14) salah satu anggota gangster mengatakan sangat bahagia ketika bisa bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini ia hanya ingin terlihat sangar ketika menjadi salah satu bagian dari anggota Gangster.

"Ternyata berbuat baik itu juga bisa mendapat perhatian dari masyarakat. Selama ini saya hanya ingin terlihat sangar agar banyak teman. Ternyata itu salah," kata BD.

BD mengaku menyesal telah bergabung dengan anggota gangster yang selama ini ternyata menjadi sampah dan momok bagi masyarakat. Ia juga berjanji tidak akan bergabung lagi menjadi anggota gangster. "Nggak mau ulangi pak," ujarnya lirih  (red.w)

Sunday, January 28, 2024

Kesaksian Warga Dengar Penumpang Bus Teriak 'Allahu Akbar' Sebelum Tewas

 



Gresik, rakyatindonesia.com - Kecelakaan tragis bus tabrak truk di Gresik menewaskan lima orang dan puluhan lainnya luka ringan hingga berat. Kesaksian warga sekitar mendengar suara teriakan penumpang hingga anak yang mencari bapaknya di lokasi kejadian.


Bus pariwisata rombongan ziarah wali itu menabrak dump truk tronton di Jalan Raya Bungah, Gresik pada Sabtu (27/1) malam sekitar pukul 21.50 WIB. Saat kejadian, bus dalam perjalanan pulang ke Pasuruan usai ziarah ke makam Sunan Bonang Tuban.


Mustain, salah satu warga sekitar mengatakan, saat itu dirinya sedang nongkrong bersama warga lain di sekitar Gapura Desa Kemangi. Mendengar suara benturan keras, ia pun langsung menuju lokasi kejadian.


"Pas saya datang itu ternyata ada bus nabrak truk," kata Mustain


Saat mendatangi lokasi kejadian, Mustain tak berani melihat lebih dekat kondisi bus yang sudah ringsek karena membentur truk. Ia hanya melihat sekilas banyak darah, potongan tubuh, hingga penumpang yang terlempar keluar.


"Pokoknya banyak darah dan potongan tubuh. Saya nggak berani mendekat. Ada kursi dan penumpang yang terlempar keluar juga," tambahnya.


Bahkan, Mustain juga mendengar suara teriakan dari seorang ibu yang meminta tolong karena terjepit. Ia juga melihat ada seorang anak yang mencari ayahnya dengan keadaan kesakitan.


"Saya dengar itu ada ibu-ibu nyebut Allahu Akbar Allahu Akbar gitu. Ada juga anak-anak nyari ayahnya dalam kondisi kesakitan," tambah Mustain.


Kanit Laka Lantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita Agustina mengatakan kedua penumpang tersebut merupakan ibu dan anak yang meninggal di lokasi kejadian.


"Kalau anak yang kesakitan itu meninggal. Bersama ibunya yang terjepit. Mungkin sebelum meninggal di lokasi kejadian sempat mencari ayahnya," kata Tita.


Ia menjelaskan bangku yang berada tepat di belakang sopir memang ditempati tiga orang. Mereka adalah ayah, ibu, dan anak.


"Ayahnya masih menjalani perawatan. Sementara ibu dan anak ini meninggal," pungkas Tita. (red.w)

Sopir Bus Diminta Istirahat Sebelum Tabrak Truk di Gresik Tewaskan 4 Orang

 

Gresik, rakyatindonesia.com - Bus rombongan ziarah wali menabrak truk tronton di Jalan Raya Bungah, Gresik hingga menewaskan 4 orang, Sabtu (27/1/2024) sekitar pukul 21.50 WIB. Sebelum kecelakaan terjadi, sopir bus sempat diminta penumpang untuk istirahat.


Dalam informasi yang dihimpun, Bus Pariwisata Tavidi bernopol AB 7072 AN ini mengangkut rombongan ziarah wali warga Dusun Jedak, RT 04 RW 09 Desa Karangjan, Pandaan, Pasuruan. Jemaah merupakan warga satu RT.



Warga di sekitar lokasi kecelakaan, Handi mengatakan sopir bus sempat diminta penumpang untuk istirahat. Sebab, sopir bus tersebut terlihat lelah dan sering menguap. Itu berdasarkan keterangan dari salah satu penumpang.

"Supir bus diduga mengantuk, udah diingatkan penumpang istirahat di POM masih tetep maksa," kata Handi, Minggu (28/1/2024).

Handi juga menjelaskan, dari kejauhan bus tampak agak oleng ke kanan. Sementara dari arah berlawanan ada truk dengan kecepatan sedang. Keduanya pun terlibat adu banteng.

"Penumpang yang duduk di kursi tengah dan belakang dalam kondisi selamat. Bagian depan bus rusak parah. Kursi penumpang di baris depan terlempar ke luar. Ada beberapa penumpang terjepit, ada yang jatuh terlempar di jalan raya. Tadi dibantu warga untuk evakuasi," tutur Handi.

Kanit Laka Lantas Polres Gresik Iptu Tita Puspita Agustina membenarkan penyebab kecelakaan tersebut adalah sopir bus mengantuk. Karena kelelahan dan mengantuk, sopir bus kurang konsentrasi.

"Sehingga bus berjalan ke kanan melebihi garis marka jalan tengah. Karena tidak konsentrasi, bus terlalu mengambil haluan, terlalu ke kanan hingga melanggar marka," tambah Tita.

Di saat yang bersamaan, melintas kendaraan dump truk tronton bernopol L 9310 UU dari arah berlawanan. Karena terlalu dekat, bus tersebut membentur truk yang dikemudikan Adi (50) warga Bojonegoro itu.

"Bus tersebut menabrak truk hingga terdorong ke belakang sampai menabrak pohon," terang Tita.

Sebanyak empat orang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap korban kecelakaan. Ada 36 orang mengalami luka ringan dan luka berat, termasuk sopir bus yang masih kritis.

"Sopir bus mengalami luka berat di bagian kepala, masih kritis. Sementara sopir truk mengalami luka," tutupnya.(red.w)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved