Tuesday, April 30, 2024

Poligami dan Telantarkan Anak, Polisi di Sumenep Dipecat

 


 Sumenep, rakyatindonesia.com - Polres Sumenep menggelar upacara pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap salah satu oknum anggotanya secara in absentia. Pasalnya oknum tersebut terbukti menelantarkan anggota keluarganya.

Oknum anggota yang menjalani PTDH tersebut yakni Bripka W. Ia merupakan anggota Sat Samapta Polres. Upacara PTDH tersebut digelar di halaman Mapolres Sumenep dan dipimpin Wakpolres Kompol Trie Sis Biantoro.

Trie menjelaskan pelaksanaan PTDH ini merupakan penerapan dari PP RI No.1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri. Sedangkan Bripka W dinilai telah melakukan pelanggaran yang dilakukan sangat bertentangan dengan kode etik profesi Polri.

"Hal tersebut juga merupakan suatu upaya untuk mewujudkan program reformasi birokrasi di tubuh Polri" kata Trie, Senin (29/04/2024).

Dasar pelaksanaan PTDH, lanjut Trie, juga sesuai dengan Keputusan Kapolda Jatim Nomor : Kep/151/III/2024 tanggal 28 Maret 2024. Dari situ, Bripka W dinilai melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf (a) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia jo pasal 11 huruf c dan atau pasal 11 huruf d perkap nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan atau pasal 13 huruf (f) Perpol Nomer 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

"Dengan demikian secara resmi yang bersangkutan telah beralih status dari yang semula anggota Polri di Polres Sumenep kini kembali sebagai anggota masyarakat," jelas Trie.

Trie mengungkapkan Bripka W di-PTDH karena dinilai menelantarkan keluarganya. Untuk itu, ia mengimbau kepada anggota lain agar mengevaluasi dan bertanggung jawab atas semua perbuatannya.

"Oleh karena itu pada momentum yang baik ini, selaku pimpinan Polres Sumenep, saya mengajak saudara untuk sama-sama mengevaluasi terhadap kinerja, perilaku dan tutur kata kita selama ini," terang Trie.

"Apakah sudah sesuai dengan ketentuan serta harapan pimpinan dan masyarakat yang senantiasa mendambakan sosok anggota Polri yang memahami serta melaksanakan tugasnya sebagai pelindung, pengayom serta pelayan masyarakat dengan baik," imbuhnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan Bripka W di-PTDH karena terbukti melakukan poligami tanpa sepengetahuan istri pertama.

"Dia nikah tanpa sepengetahuan istri sampai punya anak, istrinya dan anaknya tidak dikasih nafkah," beber Widiarti.(red.S)

Wednesday, March 6, 2024

Pastikan Stok Beras Aman Selama Ramadhan, Kapolres Sumenep Cek Gudang Bulog

  



SUMENEP, rakyatindonesia.com – Jelang bulan suci ramadhan tahun 2024, yang tinggal menghitung hari, Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M cek persediaan beras di Gudang Bulog Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Selasa (5/3/2024)


Kunjungan Kapolres Sumenep ke Bulog ingin memastikan persediaan beras aman selama bulan suci Ramadhan tahun 2024.

“Kami melakukan pengecekan langsung di Gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan alhamdulillah stok beras aman,” kata Kapolres Sumenep AKBP Henri.

Kapolres Sumenep menyampaikan bahwa hasil pengecekan di sejumlah pasar di Sumenep, harga beras sudah mulai turun. 

Sementara Ansori selaku petugas operasional gudang mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolres Sumenep AKBP Henri.

” Terimakasih atas kunjungan dan kedatangan Pak Kapolres serta rombongan, untuk melihat kondisi di Gudang Bulog, ” ucap Ansori

Ansori menjelaskan, Gudang Bulog sampai saat ini persediaan beras masih aman.

"Kami masih dalam proses pengajuan 600 ton ke Surabaya dan untuk Kabupaten Sumenep mendapat bagian 150 ton," terangnya. (red.Tim)

Saturday, March 2, 2024

Duduk Perkara Caleg PAN Ngamuk Ancam Bunuh PPK di Sumenep

 



Sumenep, rakyatindonesia.com - Seorang calon legislatif (caleg) DPR RI dari PAN mendatangi Kantor Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Lenteng, Kabupaten Sumenep. Dalam video yang viral, ia mengamuk hingga mengancam membunuh PPK tersebut. Begini duduk perkara caleg petahana tersebut mengamuk.


Caleg bernama Slamet Riyadi ini mendatangi PPK Lenteng bersama sejumlah orang. Ia mengamuk dan mengancam PPK Lenteng karena menduga para PPK melakukan penggelembungan suara.


Komisioner KPU Sumenep Rofiqi Tanzil menyebut, aksi ini terjadi pada Jumat (1/3) malam di PPK Lenteng, Sumenep. Sang caleg menduga ada aksi penggelembungan suara.


Tanzil mengatakan, dugaan penggelembungan suara seperti yang disampaikan caleg tersebut terjadi di internal partai. Ada caleg DPR RI dari PAN yang diduga suaranya mengalami penggelembungan. Sehingga, Slamet meminta untuk dilakukan pengecekan kembali.

"Dugaan penggelembungan kan kemarin yang sempat beredar itu dan itu terjadi di internal partai, tidak dengan partai lain, hanya saja saksi di PPK Lenteng itu semua saksi sudah menandatangani, informasinya seperti itu (dia incumbent DPR RI)," terang Tanzil kepada wartawan , Sabtu (2/3/2024).


"Kemarin kita mendapatkan laporan dari teman-teman PPK Kecamatan Lenteng setelah penandatanganan hasil (rekapitulasi suara) kecamatan itu tiba-tiba ada beberapa orang yang mengaku keberatan dengan hasil perolehan di salah satu partai politik di internal partai. Tapi itu sudah pasca penandatanganan D hasil, jadi teman-teman diminta untuk mengembalikan, mengembalikan ke mana?Kemudian teman-teman bingung karena itu di internal partai," beber Tanzil.


Tanzil juga mengaku sempat ada nada ancaman pembunuhan kepada panitia dari oknum caleg tersebut. Namun, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan langkah-langkah dengan PPK Lenteng untuk menyikapi ancaman ini.


"Sesuai dengan video yang beredar itu ada pengancaman ke teman-teman PPK, biasa kan karena hari ini rekapitulasi di tingkat kabupaten ini sudah berlangsung dan barangkali ada calon yang merasa dirugikan ya enggak apa-apa, nanti kita sinkronkan di tingkat kabupaten, ini untuk hal-hal yang barangkali ada dugaan seperti itu," imbuhnya.


Sementara itu, proses rekapitulasi tingkat kabupeten di Sumenep sampai hari ini baru selesai 8 kecamatan dari total 27 Kecamatan, baik di daratan maupun kepulauan. Sedangkan rekapitulasi tingkat Kabupaten di KPU Sumenep ini sudah berlangsung sejak 29 Februari hingga 5 Maret 2024.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 57 detik yang beredar di media sosial, Slamet datang dengan menggunakan sarung dan kaus merah. Di depan sejumlah PPK Lenteng, ia langsung marah-marah menggunakan bahasa Madura. Terlihat juga ada seorang anggota Polres Sumenep yang ikut mengawasi insiden tersebut.

"Soro kaloar mun lakek soro kaloar, soro kaloar yeh. Mun tak mateh jek nyamaa'agi salamet cong ye mun alapola rea, jek alapola be'en kek lakek soro kaloar kabbi (suruh keluar kalau laki-laki, suruh keluar ya jangan macam-macam, kalian laki-laki suruh keluar semua, kalau tidak mati bukan selamet ya kalau macam-macam)," kata Slamet dalam video yang dilihat wartawan, Sabtu (2/3/2024).

"Jangan seperti ini, pleno sudah ditok sudah diputuskan sekian, kok main. Ini pidana sudah, ini sudah pidana, mana otak kalian sebagai PPK digaji oleh negara juga," imbuh Slamet sambil menggebrak meja.

Setelah mengamuk di depan panitia PPK Lenteng, Slamet kemudian meninggalkan lokasi bersama teman-temannya. (red.w)


Friday, January 26, 2024

Pesan Pemilu Damai, Kapolres Sumenep Silaturahmi ee Ponpes Al Amien Sumenep

  


SUMENEP, rakyatindonesia.com - Pesan Pemilu Damai, Kapolres Sumenep Akbp Henri Noveri Santoso.,S.H.,S.I.K.,M.M bersama Pejabat Utama Polres Sumenep silaturahim ke Pimpinan Ponpes Al Amien Prenduan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. 


Kedatangan Kapolres Sumenep didampingi oleh Wakapolres Sumenep Kompol Trie Sis Biantoro.,S.Pd.,S.I.K.,M.M, Kabagren Kompol Khoirul Anwar.,S.H.,M.H, Kasat Lantas Akp Alimuddin Nasution.,S.H.,M.H,  Kasi Humas Akp Widiarti S.,S.H  dan Kapolsek Prenduan Iptu Miftahul Rahman.,S.H.,M.H disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Al Amin KH. Dr. Achmad Fauzi Tijani.,MA.,Ph.D.


Akbp Henri Noveri Santoso mengatakan, kegiatan ini untuk menjaga tali silaturahim dengan Pimpinan Ponpes Al Amien Prenduan sebagai  upaya kepolisian untuk mendekatkan diri kepada tokoh agama dan warga masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif menuju pemilu 2024 yang damai.


Dalam kesempatan itu, Kapolres Sumenep meminta Kyai dan seluruh elemen Ponpes untuk menghimbau santri dan warga agar menggunakan hak pilihnya dan saling bekerja sama dalam menjaga suasana menjelang, saat dan pasca Pemilu yang aman dan kondusif. 


AKBP Henri mengatakan Polri terus melakukan upaya-upaya serupa guna menjaga situasi Kabupaten Sumenep yang aman, damai dan kondusif jelang Pemilu 2024. 


"Kegiatan silahturahmi semacam ini akan  terus kita lakukan,"ungkapnya, Jumat (26/1).


Menurutnya sinergisitas antara Polri, tokoh agama dan masyarakat sangat dibutuhkan. 


“Dengan silaturahim ini diharapkan mampu meningkatkan sinergisitas dan menekan potensi gangguan Kamtibmas.” pungkasnya. (red.Tim)

Sunday, January 21, 2024

Cara Bupati Fauzi Bikin Gen Z Lebih Kenal Seni dan Budaya Tradisional Sumenep

 

Sumenep, rakyatindonesia.com - Ratusan siswa SMA di lingkungan Kabupaten Sumenep, dikenalkan beragam kesenian seperti Macopat dan Tari Sintung.


Festival Macopat, tari dan Musik Tradisional ini bagian dari kalender event Sumenep 2024, yang mengusung tema edukasi.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kegiatan kali ini bagian dari upaya pemkab mengenalkan ke Gen Z untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah.

Melalui kegiatan ini, dia berharap para generasi muda, khususnya di kabupaten paling timur Pulau Madura, semakin mengenal Sumenep secara utuh.


Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini mengungkapkan, bahwa daerah yang dipimpinnya tidak hanya memiliki potensi pariwisata luar biasa, namun juga kaya akan seni dan budaya.


"Melalui festival ini, kami ingin para generasi muda bisa lebih kenal, kemudian sayang dan semakin cinta kepada Sumenep. Karena biasanya, ketika sudah cinta, seseorang itu akan melakukan yang terbaik bagi yang dicintainya," ujar Bupati Fauzi, Sabtu (20/1/2024) malam.

Cak Fauzi, sapaan akrab Bupati Sumenep, mengaku tidak ingin seluruh kesenian dan kebudayaan di daerahnya yang notabene warisan leluhur hanya akan dikenang sebagai sejarah. Dan tak bisa lagi dinikmati di masa depan karena tidak ada regenerasi.


"Nah, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi yang coba kami lakukan, dengan terus mengenalkan kepada generasi muda kita," tambah orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep. (red.w)


Tuesday, January 16, 2024

BEM di Sumenep Ajak Masyarakat dan Mahasiswa Waspada dengan Kampanye Hitam

 


SUMENEP, rakyatindonesia.com - Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep, Madura Jawa Timur Azis Kamarullah meminta masyarakat untuk hati-hatil dengan black Campaign (Kampanye Hitam).


Apalagi, saat ini sudah memasuki masa kampanye baik dari calon legislatif maupun Calon Presiden dan Wakli Presiden pada Pemilu 2024.


Kamarullah mengatakan, Pemilu 2024 tidak terlepas dari kegiatan kampanye, baik dari para calon eksekutif maupun legislative yang bertujuan agar calon dapat menarik suara Masyarakat. 


Menurutnya, sebagai mahasiswa dan masyarakat yang cerdas untuk menghindari kampanye hitam atau black campaign. Apalagi saat ini, sosial media begitu pesat.


"Black campaign begitu mudah disebar ke media sosial sehingga menggiring isu yang tidak sesuai dengan fakta dan hanya hoax,"kata Kamarullah,Selasa (16/1).


Ia menyebut Black Campaign dalam Pemilu tidak menutup kemungkinan akan dilakukan oleh para pendukung kontestan Pemilu.


Oleh karena itu black campaign harus diwaspadai karena akan menimbulkan dampak negatif terhadap pesta demokrasi di tahun 2024.


Lebih lanjut kata Kamarullah, segala bentuk informasi yang dikemas melalui black campaign berisi fitnah, hoax.


Biasanya di saat masa pemilu akan selalu ada isu-isu negatif, isu-isu yang mendiskreditkan seseorang, partai, dan para calon, sehingga akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan.


"Kita harus mengedepankan politik yang membangun, mengedepankan gagasan dan solusi bukan kampanye hitam," tegasnya.


Berpolitik harus mengedepankan cara-cara yang baik dan benar bukan kemudian, tidak melakukan kampanye yang provokatif yang menyebabkan perpecahan.


"Pada teman-teman mari kita jalankan politik yang baik, beretika, santun tapi juga tetap menganut sistem-sistem yang baik bagi masyarakat memperjuangkan kehidupan mereka, menjadi telinga, mata, tangan-tangan mereka," pungkasnya. (red.tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved