Sunday, December 3, 2023

Petugas Satpol PP Korban Tendangan Kungfu Oknum Buruh Tuntut Keadilan

 

Surabaya, rakyatindonesia.com –  Dua orang petugas Satpol PP korban tendangan kungfu dan diinjak-injak oknum buruh dalam demo UMK Jatim 2024 Kamis kemarin menuntut keadilan. Mereka meminta proses hukum dilanjutkan.


Hari ini Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi rumah salah satu petugas Satpol PP bernama AM yang jadi korban tendangan kungfu. Eri mengaku tidak memaksa petugas Satpol PP itu apakah mereka akan melanjutkan atau mencabut laporan polisi.

Eri hanya berpesan kepada AM, bila memang pelaku menyampaikan permohonan maaf atas apa yang telah mereka lakukan sebagai manusia AM wajib untuk memaafkan mereka.

"Sebagai manusia kita wajib memberi maaf bagi yang meminta maaf. Tapi ketika kasus itu berlanjut proses hukumnya, mereka bertanya kepada saya, ya silahkan. Karena negara kita negara hukum," ujar Eri usai mengunjungi rumah AM di Banyu Urip, Minggu (3/12/2023).

Menurutnya, kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua orang. Ketika melakukan sesuatu harus bisa menghargai orang lain tanpa main hakim sendiri.

Eri juga meyakinkan AM bahwa apa yang dia alami bersama TA layak untuk diproses secara hukum. Karena itu AM bertekad untuk terus melanjutkan proses hukum yang sudah berjalan.

"Mereka akan melanjutkan, mereka meminta untuk proses hukum dilanjutkan. Ya, monggo," ujarnya.

AM (25) tegas mengatakan dirinya dan TA tetap menuntut keadilan dan meminta proses hukum atas apa yang mereka alami hingga mengalami cedera cukup parah dilanjutkan.

"Laporan tetap lanjut. Menuntut keadilan. Soalnya teman saya sudah cedera," kata AM yang baru bekerja di Satpol PP selama 11 bulan itu.

Anggota tim Jolodoro Satpol PP Surabaya itu menceritakan, Kamis (30/11/2023) siang itu pendemo memblokade jalan hingga massa buruh naik ke pedestrian.

Warga pengendara di Jalan Ahmad Yani itu tidak bisa melintas karena jalanan penuh massa aksi yang sedang bergerak menuju ke Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan.

Salah satu warga meminta tolong kepada AM untuk membukakan sedikit jalan agar bisa lewat karena warga itu hendak menuju ke kantor.

"Nah, saya masuk minta tolong kalau boleh kasih jalan satu baris buat sepeda motor. Jadi orang biar bisa jalan," ujarnya.

Oknum buruh itu bukannya memberikan ruang seperti yang diminta tapi mereka justru mulai menyerang AM. Salah satu oknum buruh melancarkan tendangan kungfu sedangkan TA yang mau menolong diinjak-injak.

Kedua petugas Satpol PP itu pun menjadi sasaran amukan pendemo. Niat baik mereka hendak menolong warga justru dibalas kekerasan hingga mengalami cedera.

"Kok mereka tambah marah-marah. Saya terus dipukul dari belakang, abis gitu TA bantuin saya. Narik, tapi nggak sampai kena tangan saya itu TA udah didorong sama massa. Dia jatuh tengkurap lalu diinjek-injek," ujarnya.

AM tak ingat berapa banyak orang yang mengeroyok. Ia hanya tahu ada banyak orang yang mencoba melukainya, meski sebenarnya ia dan rekannya sudah terluka.

"Nggak tahu berapa orang. Soalnya saya dari belakang. Nggak tahu pokoknya banyak orang gitu," katanya. (red.IY)

Mahasiswi di Bima Tewas Seusai Mencoba Gugurkan Kandungan

 

Bima, rakyatindonesia.com – Seorang mahasiswi asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia seusai meminum obat penggugur kandungan. Perempuan berinisial A itu meninggal di RSUD Dompu pada Sabtu siang (2/12/2023).


Kasi Humas dan Pemasaran RSUD Dompu Muhammad Iradat membenarkan mahasiswi berusia 18 tahun itu meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. "Ya, benar begitu (meninggal)" kata Iradat saat dihubungi, Minggu (3/12/2023).

Iradat menuturkan pasien tersebut dibawa keluarga menggunakan mobil ambulans dan tiba di RSUD Dompu sekitar pukul 05.00 Wita. Menurutnya, tim medis sudah berusaha memberi perawatan medis terhadap A.

"Datang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri," ungkap Iradat.

Iradat menduga A nekat meminum obat penggugur kandungan lantaran tidak kuat menahan malu. Ia menyebut mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mataram itu meminum obat penggugur kandungan dalam dosis yang banyak.

"Menurut informasi salah satu pihak keluarga yang mengantarkan, dugaan kuat upaya bunuh diri karena malu. Informasi umur kandungan sampai saat ini belum ada," jelas Iradat. (red.IY)

DISCLAIMER: Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.

Candaan Teman 'Kayaknya Enak Bersetubuh dengan Ibumu' Berujung Maut

 

Kepahiang, rakyatindonesia.com – PO (17) tewas mengenaskan dengan lebih dari 20 luka tusuk. Pelajar di Kepahiang, Bengkulu ini dihabisi temannya yang sakit hati dengan candaan korban.


Candaan itu sendiri berawal dari foto Facebook ZA dan ibunya yang dilihat oleh PO. Saat itu, pelaku sedang menginap di kos-kosan korban.

Pembunuhan ini sendiri terjadi pada Jumat (1/12) dini hari pukul 02.00 WIB di kamar kosan korban di Desa Weskus, Kepahiang, Bengkulu.

Saat itu, pelaku menginap di kos korban dan diduga membuka Facebook. Korban kemudian melihat ada foto pelaku dan ibunya dalam akun Facebook tersebut, lantas melontarkan candaan yang tidak pantas.

"Awalnya pelaku menumpang tidur di kosan korban. Nah, saat tengah malam korban melihat Facebook pelaku dan melihat foto ibu pelaku serta mengatakan 'kayaknya enak bersetubuh dengan ibumu'," jelas Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniansyah, Jumat (1/12/2023).

Mendengar hal itu, pelaku marah. Mereka berdua cekcok hingga korban disebut menghina kedua orang tua pelaku. Pelaku pun menusuk korban dengan senjata tajam yang ditemukan di kamar kos tersebut.

"Akibat perkataan tersebut pelaku merasa tidak senang dan terlibat perkelahian dengan korban. Selanjutnya pelaku menggunakan senjata tajam yang ada di dalam kosan dan langsung menusuk pada bagian perut korban sebanyak 4 kali dan bagian kepala korban sebanyak 4 kali," lanjut Doni.

Korban tewas di tempat. Kemudian tetangga kos yang mengetahui kejadian itu melapor ke Polres Kepahiang. Pelaku langsung diamankan pihak kepolisian beserta pisau yang digunakannya untuk menusuk korban.

Sementara jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk visum. Ditemukan ada lebih dari 20 tusukan pada tubuh dan kepala korban. (red.IY)

Tetangga Dengar Teriakan Sebelum Temukan Pelajar Tewas Dibunuh Teman

 

Kepahiang, rakyatindonesia.com –  Deng (39) mengungkap detik-detik saat warga mengetahui adanya aksi pembunuhan PO (17) oleh ZA (16) di kosan yang berada di Desa Weskus, Kepahiang, Bengkulu. Teriakan minta tolong terdengar warga hingga akhirnya mendobrak pintu kosan korban.


Peristiwa itu diungkapkan Deng terjadi pada Jumat (1/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Meski saat itu Deng dan warga setempat belum mengetahui apa yang terjadi, namun warga menemukan tubuh PO sudah tergeletak bersimbah darah.

Saat kejadian, warga tidak langsung menemukan ZA karena ternyata pelaku bersembunyi.

"Tengah malam kami mendengar suara korban berteriak minta tolong, makanya kami mengecek kosan itu, setelah dipanggil tidak ada suara lagi, dan ada darah di kaca depan. Setelah didobrak terlihat dia (korban) sudah meninggal dengan banyak darah di dalam kamar," kata Deng kepada detikSumbagsel, Minggu (3/12/2023).

Dia menjelaskan, karena melihat situasi tersebut akhirnya warga melapor ke polisi. Polisi pun datang, dan mengecek semua ruangan yang ada di kosan milik korban itu. Hingga akhirnya, pelaku ditemukan bersembunyi.

"Setelah dicek di ruangan lain, pelaku bersembunyi dan berhasil diamankan kepolisian," jelas dia.

Deng menyebut, pelaku dan korban adalah teman akrab. Bahkan sudah dua hari belakangan, pelaku menginap di kosan korban. Berdasarkan informasi, korban sudah dua tahun tinggal di kosan tersebut.

"Memang setiap tanggal 2 orang tua korban selalu datang untuk membayar kosan dan informasinya mereka akan membelikan korban sepeda motor. Karena korban sejak kelas 1 hingga saat ini belum memiliki sepeda motor," ungkap Deng.

Dia mengaku, korban merupakan sosok yang ramah di lingkungan sekitar kosan tersebut. Meski masih pelajar, namun korban suka bergaul dan menyapa tetangga yang lebih tua.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Doni Juniasyah mengatakan, saat ini pelaku ZA (16) telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Pelaku ini ditangkap di kosan korban yang saat itu tengah bersembunyi di ruangan lain dalam kosan, dan dari pemeriksaan pelaku mengakui telah membunuh korban karena tersinggung dengan perkataan korban," kata Doni. (red.IY)

Dua Pembunuh Pria dengan Pisau Tertancap di Mulut Ditangkap

 

Palembang, rakyatindonesia.com – Pelaku pembunuhan AN (30) yang ditemukan mengenaskan dengan pisau tertancap di mulutnya akhirnya ditangkap. Pelakunya berjumlah dua orang.


"Sudah kami tangkap di Jawa Tengah," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan kepada detikJatim, Minggu (3/12/2023).

Aldhino masih belum membeberkan identitas para pelaku. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam.

"Ada dua pelaku. Sudah kami tangkap semuanya. Ini masih pendalaman," ungkap Aldhino.

Aldhino memastikan pihaknya akan mengungkap tuntas pembunuhan tersebut. Ia menyebut selain membunuh, pelaku juga melakukan perampokan.

"Untuk motif dan lainnya lebih jelas akan dirilis. Intinya pembunuhan disertai perampokan," jelasnya.

Sebelumnya, polisi melakukan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap AN. Pria itu tewas mengenaskan di rumahnya Desa Pranti, Menganti, Gresik dengan pisau tertancap di mulut hingga kepala bocor diduga dipalu.

"Keterangan kakak, setelah dirinya memasuki rumah korban, korban sudah ditemukan tewas. Pisau tertancap di mulut, serta di lokasi kejadian terdapat palu dan bongkahan paving blok," papar Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdan, Selasa (27/11/2023). (red.IY)

Endang yang Tewas di Rumah Diduga Korban Pembunuhan

 

Bandung Barat, rakyatindonesia.com –  Polisi masih terus bekerja menyelidiki kematian Endang (63) yang ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Selakopi, RT 02/10, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).


Endang ditemukan tewas pada Jumat (1/12) di antara pukul 12.30 WIB sampai 13.00 WIB. Anak bungsunya yang pertama kali menemukan Endang di dalam kamarnya.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Luthfi Olot Gigantara mengatakan Endang diduga kuat merupakan korban pembunuhan karena kondisi kematiannya yang janggal.

"Dari hasil olah TKP oleh Polres Cimahi dan Polsek Cililin, ditemukan adanya kejanggalan pada kematian dan kondisi korban saat ditemukan. Seperti ada bekas jeratan tali di pergelangan tangan korban," kata Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Luthfi Olot Gigantara kepada detikJabar, Minggu (3/12/2023).

Untuk memastikan penyebab kematian korban, kata Luthfi, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Namun dari hasil olah TKP dipastikan korban tewas tidak wajar.

"Sehingga harus dilakukan autopsi untuk mengetahui dan memastikan penyebab kematian korban. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan bahwa korban meninggal tidak wajar," tutur Luthfi.

Luthfi mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi mulai dari keluarga, kerabat, hingga orang-orang yang ada di sekeliling rumah korban.

"Sejauh ini kami sudah memeriksa 5 orang saksi yang merupakan keluarga dan kerabat terdekat korban," kata Luthfi. (red.IY)

Tragis Remaja Pesilat Karanganyar Tewas Usai Dihukum Doweran 5 Senior

  

Solo, rakyatindonesia.com – Seorang pelajar SMP asal Karanganyar, WA (14) tewas usai mengikuti latihan silat. Terungkap bahwa dalam latihan tersebut dia menerima hukuman dari seniornya. Diduga ada unsur kekerasan dalam hukuman itu.


Peristiwa tragis itu menjadi salah satu berita yang populer dan banyak dibaca selama sepekan ini.

WA sebenarnya bukan orang baru di perguruan silat itu. Dia sudah satu tahun bergabung. Namun kali ini dia mendapat perintah dari seniornya untuk mengajak 4 orang untuk bergabung.

Rupanya WA gagal memenuhi perintah tersebut sehingga mendapat hukuman dari para seniornya dalam latihan yang digelar Minggu (26/11/2023).

"Tetapi saat latihan, korban tidak bisa mendapatkan empat siswa baru. Hingga akhirnya korban mendapatkan hukuman," kata Kasi Humas Polres Karanganyar, AKP Imam, Senin (27/11/2023).

Hukuman yang diberikan diduga mengandung unsur kekerasan. Saat itu WA diminta mengambil posisi kuda-kuda ambil napas atau yang biasa disebut doweran.

Saat WA melakukan doweran itu, beberapa senior melakukan kekerasan dengan menendang dan memukulnya. WA lantas terjatuh dan mengeluarkan suara seperti orang mendengkur.

Para seniornya itu kemudian mencoba menolongnya. Mereka membawa WA ke teras dan memberinya minum.

"Kondisi korban bertambah parah, saat dipegang tangannya terasa dingin dan detak jantung sudah tidak ada. Korban akhirnya korban dibawa ke RSUD Karanganyar," ujar Imam.

Setiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Keluarga korban pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Polisi langsung memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasilnya, polisi menetapkan lima tersangka. Mereka berinisial BP (21), RS (20), AE (17), HT (16), dan MA (15). Semuanya warga Karanganyar. Polisi juga mengamankan barang bukti satu setel baju perguruan silat milik korban.

"Kelimanya statusnya sudah tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Setiyanto saat dihubungi detikJateng, Senin (27/11/2023).

Adapun ayah korban, Suparno mengaku tidak terima dengan perlakuan terhadap anaknya. dia menuntut agar kelima senior yang menghukum anaknya itu bertanggung jawab.

"Saya tuntut gitu saja, ada lima orang katanya. Lima orang harus tanggung jawab. Setelah itu saya ngurusi anak saya," kata Suparno.

Dia mengaku sejak awal tidak setuju anaknya mengikuti perguruan silat. Apalagi, selama ikut silat, tubuh anaknya semakin kurus.

"Setelah anaknya ikut itu, kelihatannya ada beban juga, semakin kurus. Harus ikut itu, tapi tidak bisa keluar, sepertinya seperti itu," ujarnya.(red.IY)

5 Fakta Tertangkapnya 2 Pembunuh Pria dengan Pisau Tertancap di Mulut

 

Gresik, rakyatindonesia.com – Warga Surabaya berinisial AN (30) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Desa Pranti, Menganti, Gresik. Pria itu tewas dengan pisau tertancap di mulut.

Tak hanya pisau tertancap di mulut, kepala AN juga bocor diduga dipalu pelaku. Polisi menangkap dua pelaku pembunuhan pria itu, setelah sempat buron hingga terlacak di Jawa Tengah.

Fakta-fakta Tertangkapnya 2 Pembunuh Pria di Gresik:

1. Pelaku Berjumlah Dua Orang
Penyelidikan polisi menemui titik terang ada dua pelaku yang menghabisi nyawa pria yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu rumah sakit tersebut.

"Dari hasil penyelidikan, pelaku ada dua orang," ujar Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Sabtu (2/12/2023).

2. Identitas Pelaku Pembunuhan
Polisi lalu mengumpulkan bukti di sejumlah TKP dan telah mengantongi identitas para pelaku. Setelah mendapatkan identitas para pelaku, polisi langsung melakukan pengejaran.

"Kami sudah kantongi identitasnya. Kami masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku," tambahnya.

Meski begitu, polisi belum mengungkapkan siapa para pelaku pembunuhan sadis itu. Aldhino hanya memperingatkan para pelaku agar menyerahkan diri. Jika tidak atau melawan para petugas saat dilakukan penangkapan, pihaknya tak akan segan melakukan tindakan tegas terukur.

"Nanti kalau sudah tertangkap kami kabari. Kepada para pelaku, kami sudah tahu Anda dan keberadaan Anda. Segera menyerahkan diri, jangan sampai melawan atau kami tindak tegas," tegas Aldhino.

3. Kabur ke Jawa Tengah
Polisi sempat melacak dua pelaku pembunuhan AN berada di wilayah Jawa Tengah. Polisi menemukan keberadaan para pelaku setelah melakukan sejumlah penyelidikan hingga olah TKP.

"Saat ini tim sudah bergerak di lapangan untuk mengumpulkan barang dan keterangan. Ini mulai terlacak. Kabur ke Jawa Tengah. Kami masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku," kata Aldhino, Sabtu kemarin.

4. Ditangkap di Jawa Tengah
Polisi akhirnya meringkus dua pelaku pembunuhan AN. Para pelaku berhasil diringkus di Jawa Tengah.

"Sudah kami tangkap di Jawa Tengah. Ada dua pelaku. Sudah kami tangkap semuanya. Ini masih pendalaman," kata Aldhino, Minggu (3/12/2023).

Ia masih belum membeberkan identitas para pelaku. Ia hanya mengatakan polisi sudah mengamankan semua pelaku.

5. Pembunuhan dan Perampokan
Selain membunuh AN, kedua pelaku juga melakukan perampokan. Untuk itu, Aldhino memastikan polisi akan mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

"Untuk motif dan lainnya lebih jelas akan dirilis. Intinya pembunuhan disertai perampokan," jelasnya. (red.IY)
© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved