Rabu, 17 April 2024

Hamili Anak Kandung di Serang Kabur Saat Diminta Beli Susu Bayi

Hamili Anak Kandung di Serang Kabur Saat Diminta Beli Susu Bayi

Ilustrasi


Solo, rakyatindonesia.com - Ayah kandung berinisial AP yang menghamili anaknya di Serang kabur. Diketahui, AP tega menghamili putrinya yang masih berusia 14 tahun hingga hamil dan melahirkan.
Pelaku kabur sesaat setelah korban melahirkan di kamarnya pada Selasa (16/4), sekitar pukul 11.00 WIB. AP kabur saat diminta bidan untuk membelikan susu bayi.

"Pada saat lahiran itu bidan itu nyuruh bapaknya beli susu, tapi nggak pulang-pulang," ucap Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Serang Qurrota Akyun, Rabu (17/4/2024), dilansir detikSumut.

Setelah itu terbongkar bahwa korban ternyata dihamili oleh sang ayah. Kini, Qurrota berharap polisi bisa segera menangkap pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Kalau untuk pelaku, saya percaya, Komnas percaya pada aparat penegak hukum segera berupaya menangkap pelaku," ucap Qurrota.

Lebih lanjut dijelaskan Qurrota, saat ini Komnas fokus pada penanganan bayi dan korban untuk pemulihan kesehatan, termasuk psikologis hingga penanganan sosialnya ke depan.

"Kita lebih fokus pada bayinya sama anaknya, anaknya yang baru melahirkan ini," ucapnya.

Atas kejadian itu, Komnas PA berpesan pada warga di Kabupaten Serang, terutama orang tua untuk memperhatikan anak-anak mereka. Lembaga pendidikan juga bisa memberi perhatian terhadap siswanya jika menemukan kecurigaan-kecurigaan.

Diberitakan sebelumnya, remaja 14 tahun di Serang diperkosa oleh ayah kandung hingga melahirkan. Bahkan, keluarga korban tak mengetahui bahwa korban tengah hamil.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Serang, Qurrota Akyun, mengatakan korban saat ini masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Korban melahirkan di kamar didampingi oleh pelaku.

"Saat melahirkan lampu kamar dimatikan dan kamar ditutup," jelasnya.

Namun, hal itu diketahui kakak korban setelah mendengar korban berteriak. Setelah dilihat di kamar, korban sudah melahirkan bayi perempuan.

"Korban teriak sehingga kakak korban ke kamar setelah sampai di kamarnya korban melihat bayi. Jadi keluarganya nggak ngerti (korban) hamil," lanjut Qurrota.

Pihak keluarga langsung segera menghubungi bidan untuk memberikan pertolongan pada korban dan bayinya.

"Bidan memeriksa korban dan bayi, (bayi) perempuan," pungkasnya.

(red.alz)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved