SURABAYA- Kasus pengeroyokan yang menimpa dua pemuda di kawasan Jalan Kendangsari Industri, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Salah seorang korban, Ibrahim (18), mengaku tidak mengenali para pelaku yang menyerangnya secara brutal pada Senin (22/6) dini hari.
Menurut Ibrahim, kelompok pelaku diduga berusia sekitar 17 tahun ke atas. Setelah melakukan pengeroyokan, para pelaku disebut melarikan diri ke arah kawasan Jemur Andayani. Berdasarkan pengamatannya, para pelaku diduga merupakan warga Surabaya.
"Saya sama sekali tidak kenal dengan mereka. Usianya sekitar 17 tahun ke atas. Setelah kejadian mereka kabur ke arah Jemur. Sepertinya anak Surabaya," ujar Ibrahim, Minggu (28/6).
Tidak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga diduga merampas barang milik korban. Ibrahim menjelaskan bahwa kaos beratribut perguruan silat yang dikenakan rekannya, Ilham, diambil secara paksa. Selain itu, pelaku juga mencabut kunci kontak sepeda motor yang mereka gunakan.
"Yang memakai kaos atribut silat itu Ilham. Yang diambil cuma kaos sama kunci kontak motor," ungkapnya.
Sementara itu, kondisi Ilham yang mengalami luka di bagian punggung akibat diduga terkena tusukan senjata tajam kini mulai membaik. Ia telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, namun masih menjalani masa pemulihan akibat luka yang dideritanya.
Ibrahim juga mengaku belum menerima informasi mengenai penangkapan para pelaku. Hingga saat ini, menurutnya, seluruh pelaku masih berkeliaran dan belum berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin (22/6) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Kendangsari Industri, Surabaya. Saat itu Ibrahim dan Ilham baru saja pulang setelah menghabiskan waktu bersama di kawasan Rungkut.
Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan posisi Ilham dibonceng. Ketika melintas di Jalan Kendangsari Industri dan hendak berbelok menuju Kutisari, mereka bertemu dengan rombongan pengendara motor yang diduga sedang melakukan konvoi.
"Saya mau belok ke Kutisari tidak bisa karena ramai. Akhirnya saya lurus. Setelah melewati depan kantor PDIP, kami langsung diserang," tutur Ibrahim.
Tanpa diduga, rombongan tersebut langsung menghentikan laju kendaraan korban. Beberapa pelaku menendang sepeda motor hingga keduanya terjatuh. Selain itu, baju yang dikenakan Ilham juga sempat ditarik oleh para pelaku sebelum pengeroyokan berlangsung.
Ibrahim mengaku sempat menjadi sasaran pukulan beberapa orang. Setelah berhasil berdiri, ia berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, Ilham justru menjadi sasaran utama pengeroyokan yang dilakukan oleh belasan orang.
Menurut perkiraannya, jumlah pelaku mencapai sekitar 15 orang atau lebih. Mereka datang menggunakan sejumlah sepeda motor dan sebagian mengenakan pakaian beratribut perguruan silat.
"Jumlahnya sekitar 15 orang lebih. Mereka datang naik motor banyak. Dari cerita Ilham saat kami membuat laporan, para pelaku memakai baju pencak silat," jelasnya.
Akibat aksi kekerasan tersebut, Ilham mengalami dua luka di bagian punggung yang diduga akibat tusukan benda tajam sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Surabaya. Sementara Ibrahim mengalami luka memar pada punggung dan bibir, serta nyeri di bagian telinga akibat pukulan menggunakan benda tumpul yang diduga berupa ruyung.
"Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah stabil. Tapi kalau batuk atau tertawa masih terasa sakit. Saya sendiri mengalami memar di punggung dan bibir, telinga juga masih nyeri karena dipukul menggunakan ruyung," kata Ibrahim.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pelaku membawa senjata, di antaranya dua senjata tajam, sebuah ruyung, dan sebatang kayu panjang yang diduga digunakan saat melakukan penyerangan.
Usai kejadian, kedua korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tenggilis Mejoyo. Mereka berharap aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat.
"Kami berharap pelaku segera ditangkap. Kami sudah menjadi korban dan tidak ingin mereka kembali beraksi terhadap warga lain yang tidak tahu apa-apa," harap Ibrahim.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Iptu Bagus Tri, membenarkan adanya laporan terkait kasus pengeroyokan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu seluruh pelaku yang terlibat.
"Masih dalam pencarian pelaku," ujar Bagus singkat.(red/lis)
FOLLOW THE Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram