Friday, May 17, 2024

Kapolres Tuban Bantah Soal Tuduhan LSM KCB, Pengangkatan Kasatreskrim Sudah Sesuai Aturan



TUBAN, rakyatindonesia.com - Kapolres Tuban, AKBP Suryono mengatakan, bahwa pengangkatan AKP Rianto sebagai kasatreskrim sudah sesuai aturan yang berlaku di internal kepolisian. 

Hal ini disampaikan AKBP Suryono pasca Kasatreskrim Polres Tuban dan SDM Polda Jatim digugat oleh LSM Komunitas Cinta Bangsa (KCB) di Pengadilan Negeri Tuban.


"Ya kalau menurut kami pemberitaan tersebut tidak berdasar dan sumbernya juga tidak jelas. Lalu pejabat yang dijadikan berita juga tidak ada konfirmasi. Sehingga, sepengatahuan kami atau faktanya bahwa yang bersangkutan dalam hal ini kasatreskrim secara kuorum telah memenuhi syarat," tegas AKBP Suryono kepada wartawan, pada jumat (17/05/2024).

Kapolres kelahiran Bojonegoro itu menambahkan, tuduhan terhadap Kasatreskrim Rianto yang tidak memiliki sertifikasi penyidik dan tidak pernah asesmen itu salah semua. Sebab, sesuai fakta AKP Rianto pernah mengikuti asesmen dan lulus menjadi kasat reskrim. Lalu, dia juga pernah mengikuti sertifikasi sebagai penyidik.

"Sehingga kalau menurut saya ngawur. Kalau menurut saya berita itu tidak benar. Maka perlu saya klarifikasi yang bersangkutan secara formil, bahwa persyaratan secara kompetensi memenuhi syarat menjadi kasatreskrim," paparnya.

Kapolres Suryono pun meminta, kepada pembuat berita agar disesuaikan dengan aturan mainnya dan kaidah jurnalistik. Tak hanya itu, sebaiknya juga bisa mengkonfirmasi langsung di Bagian SDM Polda Jatim. 

Bila perlu langsung konfirmasi ke kapolres terkait kebenaran informasi tersebut. Sehingga, harapannya berita yang tak berdasar tidak semakin liar lantaran tidak ada faktanya.

"Yang menjadi masalah ketika dibaca orang nanti berasumsi lain-lain dan berasumsi jelek terkait dengan SOTK, atau persyaratan atau yang lain-lain di Polres Tuban," pungkasnya.

Sebelumnya, ada media online telah memberitakan tentang gugatan dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat KCB (Komunitas Cinta Bangsa) terkait dugaan buruknya SOTK dan Kinerja Polres Tuban Jawa Timur.

Dalam pemberitaan itu, warga yang mengatasnamakan LSM KCB menggugat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Tuban dan SDM Polda Jatim di Pengadilan Negeri Tuban.

Gugatan itu dilayangkan lantaran adanya dugaan pelanggaran dilakukan oleh Divisi BIRO SDM Polda Jatim dalam pengangkatan Kasatreskrim Polres Tuban. Karena di anggap tidak cermat dalam syarat administrasi dan mengesampingkan Peraturan Perundangan yang berlaku.(red.R)

Kapolda Jatim Ucapkan Selamat Popsivo Polwan Raih Kemenangan atas Jakarta PLN Elektrik di Gresik

 

GRESIK, rakyatindonesia.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M. Si., bersama jajarannya dan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom turut hadir menyaksikan pertandingan seru antara Popsivo Polwan dan Jakarta PLN Elektrik. 

Pertandingan bola voli Proliga 2024 yang berlangsung di SOR Tri Dharma Gresik pada hari Kamis (16/5) sore ini menghadirkan momen menegangkan bagi para pecinta voli.

Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama, Popsivo Polwan berhasil unggul tipis di set pertama dengan skor 25-23. 

Kejar-mengejar poin terus terjadi di set kedua dan Popsivo Polwan kembali mengamankan set tersebut dengan skor 25-21.

Namun, Jakarta PLN Elektrik tidak menyerah begitu saja. Mereka bangkit di set ketiga dan berhasil menyamakan kedudukan dengan skor 25-19.

Set keempat menjadi penentu akhir pertandingan,Popsivo Polwan tampil lebih dominan dan tidak memberikan kesempatan bagi Jakarta PLN Elektrik untuk mengembangkan permainan. 

Hasilnya, Popsivo Polwan menutup set keempat dengan skor 25-15 dan mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Popsivo Polwan untuk lolos ke babak Final Four Proliga 2024.

Dukungan penuh dari para suporter, termasuk Kapolda Jatim dan jajarannya, menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Popsivo Polwan untuk terus berjuang dan meraih prestasi terbaik.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M. Si mengapresiasi performa popsivo Polwan di pertandingan ini. 

"Saya ucapkan selamat kepada Popsivo Polwan atas kemenangannya. Pertandingan hari ini sangat seru dan menarik. Saya harap dapat terus berprestasi di Proliga 2024 ini," ujar Irjen Imam. (red.Tim)

Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya Pererat Soliditas dan Sinergitas Wujudkan TNI – Polri Solid

 Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya Pererat Soliditas dan Sinergitas Wujudkan TNI – Polri Solid


SURABAYA, rakyatindonesia.com – Polda Jawa Timur dan segenap jajaran TNI terus memupuk jalinan sinergitas dan soliditas.

Hal itu juga sejalan dengan arahan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada acara Rapim TNI-Polri T.Α. 2024.

Kedua pucuk pimpinan tertinggi di institusinya itu menekankan terkait sinergitas dan soliditas guna mewujudkan dan mendukung rencana strategis pemerintah.

Bahkan Kapolri Jenderal Sigit menyebut sinergitas TNI-Polri merupakan harga mati yang tidak bisa di goyahkan oleh kelompok manapun. 

Kali ini Polda Jatim melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim, menggelar silaturahmi antara kedua institusi guna pererat soliditas dan menjalin hubungan yang harmonis antara TNI dan POLRI, di Jawa Timur. 

Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Mahameru Polda Jatim sebagai wujud bahwa di Jawa Timur tidak ada rivalitas antara  TNI dan POLRI, baik ditingkatkan atas sampai kebawah. 

Dalam kesempatan ini Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto melalui Kabidpropam Polda Jatim, Kombes Pol. Iman Setiawan, mengatakan, komitmen Polri terkait dengan soliditas TNI-Polri merupakan hal yang mutlak dan tidak ada tawar menawar lagi. 

"Maka sudah seharusnya soliditas TNI-Polri kuat, itu yang harus menjadi komitmen kita bersama,"kata Kabid Propam Polda Jatim di Gedung Mahameru Mapolda Jatim,Jum'at (17/5/2024).

Lebih lanjut, Kombes Pol. Iman mengatakan, sinergitas dan soliditas ini harus terus dilakukan, diantaranya dengan melakukan koordinasi dan komunikasi antara satuan, untuk selalu bersinergi.

"Terutama rekan-rekan Polri, tolong sampaikan kepada anggota-anggota kita, terutama yang baru-baru lulus dan sebagainya. Tidak ada rivalitas antara satuan,"tegas Kombes Iman.

Kabidpropam Polda Jatim ini juga meminta seluruh personel Polri harus berfikir bahwa semua satuan ini mempunyai kekuatan, kehebatan masing-masing yang diciptakan.

"Jangan berfikir menjadi anggota Polri kemudian musuhnya adalah TNI, itu keliru besar, " tambahnya. 

Selain itu, Kombes Pol. Iman juga menekankan, untuk selalu memberikan penghormatan saat bertemu di jalan, tidak hanya bertemu rekan TNI - Polri saja, melainkan saat bertemu dengan instansi pemerintah yang lain hukumnya juga wajib menghargai. 

"Karena pakaian yang digunakan itu simbol instansi pemerintah negara kita yang wajib kita hormati, siapa lagi kalau bukan kita,”ungkapnya. 

Ia menyebut Negara telah membagi peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing pada semua institusi, jadi diminta untuk seluruh anggota tidak membanding-bandingkan. 

"Takdir pengabdian kita yang berbeda, permasalahan pribadi bukan masalah institusi," tegasnya. 

Menurutnya perbedaan itu hal yang biasa, namun Kombes Iman menekankan agar masing – masing personel tidak membawa permasalahan hal yang kecil menjadi hal yang besar. 

“Jangan sampai ada selisih yang gak penting kemudian disampaikan ke masalah-masalah institusi,”tegas Kombes Iman.

Kabid Propam Polda Jatim menambahkan, kepada semua pihak diharapkan untuk selalu bijak dalam bermediasi sosial. 

"Netizen itu kita tidak tau orangnya, bisa saja itu propaganda untuk mengadu domba antara TNI dan Polri, menjelek-jelekkan satuan dan lain sebagainya. Saya minta para Wakapolres, para Wadir, menekankan kepada anggota kita untuk bijak dalam bermediasi sosial," pungkasnya. 

Sementara, Danpomdam V/Brawijaya Kolonel CPM Kartika Amyus, dalam arahannya mengatakan tentang gambaran sinergitas penegakan hukum disiplin dan tata tertib yang sudah berjalan sampai saat ini. 

"Tujuannya untuk digunakan sebagai wawasan dan saran masukan bagi personel TNI-Polri dalam menegakkan hukum disiplin dan tata tertib," jelasnya. 

Lebih lanjut, Danpomdam V/Brawijaya menyampaikan arahan dan penekanan presiden RI pada Rapim TNI, yang mengatakan bahwa sinergi TNI-Polri sangat mutlak dibutuhkan untuk melakukan sinergi secara horizontal antar kesatuan. 

"Jadi ini merupakan penekanan Bapak Presiden untuk di jalankan, yaitu Sinergi horizontal antar kesatuan. Sinergi vertikal dari atas sampal bawah. Hilangkan yang namanya ego Sektoral. Hilangkan sekat dan pandangan-pandangan sempit," tegasnya. 

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa semua sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang ada di TNI dan Polri pada Satker maupun Sub Satker. 

"Gak ada ranahnya jadi 'wes gak usah di banding-bandingke' yang ada hanya akan memperkeruh, mempersulit dan menciptakan ria-ria, mereka sudah ada porsinya, TNI sudah ada porsinya, hanya kita menselaraskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama dalam bentuk sinergitas," tandasnya. 

Menurut Danpomdam V/Brawijaya ini, wujud sinergitas yang bisa dilakukan adalah melakukan razia gabungan yang terjadwal.

“Ini mempunyai efek ditren terhadap penurunan pelanggaran. Saya mendorong rekan-rekan penegak hukum baik itu POM TNI dan POM Angkatan lakukan razia gabungan yang terjadwal," tambahnya. 

Karena, lanjut Kolonel CPM Kartika Amyus mengatakan patroli dan razia gabungan itu dilakukan untuk preemtif dan preventif, atau pencegahan. 

“Wujud sinergitas ini merupakan perintah atau pun kebijakan pimpinan,”pungkas Kolonel CPM Kartika. 

Sebagai informasi, hadir pada kegiatan tersebut dihadiri oleh - Kabidpropam Polda Jatim, Danpom Kodam V Brawijaya, Danpom Koarmada II, Danpom Lantamal V, Danpom Kogartap III Surabaya, Perwakilan Kasatker Jajaran Polda Jatim dan para Wakapolres Jajaran Polda Jatim. (red.Tim)

Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat di Kediri Peringati BBGRM XXI Tahun 2024

KEDIRI, rakyatindonesia.com – Semangat gotong royong dan kebersamaan terpancar dalam peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXI tahun 2024 di wilayah hukum Polres Kediri Polda Jatim. 

Pasalnya, TNI-Polri bersama Perangkat Desa dan masyarakat setempat bahu membahu membersihkan fasilitas umum, seperti Balai Desa, lapangan, pemukiman penduduk hingga tempat wisata.

Tak hanya melakukan kerja bakti, di sejumlah lokasi turut dilakukan penanaman pohon, Jumat (17/5/2024) pagi. 

Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K. melalui Kasihumas Polres Kediri AKP Sri Atik menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan.

"Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ini merupakan wujud nyata sinergitas TNI-Polri dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat dan asri," ujar Kasihumas.

Sambungnya, kegiatan ini dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar warga, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang merupakan warisan budaya bangsa.

Sementara masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Nita, salah satu warga Desa Paron Kecamatan Ngasem mengungkapkan suka citanya.

"Saya senang sekali bisa ikut bergotong  royong bersama bapak Tentara, Polisi dan warga lainnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mempererat tali silaturahim," ungkapnya bersemangat.

Dengan ini, BBGRM menjadi contoh nyata bagaimana sinergitas TNI-Polri dan masyarakat dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.(red.Tim)

Polda Jatim Amankan Seorang Oknum PNS dan Enam Orang Lainnya Diduga Terlibat Pesta Pil Ekstasi

SURABAYA, rakyatindonesia.com - Unit I Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur, mengungkap dan menangkap 7 (tujuh) orang penyalahgunaan Narkotika jenis Pil Ekstasi yang melibatkan oknum pegawai negeri silpil (PNS). 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto mengatakan dari hasil pengungkapan kasus Narkoba itu Polisi mengamankan 7 (Tujuh) orang yang diduga pelaku penyalahgunaan Narkoba.

“Ada 7 orang yang sudah diamankan dan dari ketujuh orang tersebut terdapat 1 oknum PNS,”kata Kombes Pol Dirmanto.

Masih kata Kombes Dirmanto, ketujuh orang yang diamankan Polisi, adalah inisial HP, (42) PNS warga  Tulungagung, DP  (43) pegawai honorer di Surabaya, warga  Krembangan, Surabaya, HED (33) karyawan JW Club & Karaoke, warga Medokan Semampir, Surabaya, dan AM (29) warga Karangrejo, Tulungagung.

Sedangkan tiga pelaku lain seorang wanita diantaranya, YWA  (25),warga Krembangan SBY,  kedua RAP  (32), warga  Kecamatan Sawahan dan terakhir DYA, (33), IRT, warga Gondanglegi, Malang.

Sementara itu Kasubdit I pada Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Windy Syafutra mengungkapkan, bahwa pengungkapan dan penangkapan terhadap tujuh orang ini dilakukan di dalam room 9 salah satu tempat hiburan malam Jalan Kalibokor Selatan, Baratajaya, Kecamatan Gubeng Kota Surabaya.

"Pengungkapan pada hari Rabu tanggal 15 Mei 2024 sekitar pukul 20.30 WIB. Dari tujuh orang yang diamankan satu diantaranya pegawai negeri sipil," kata Kasubdit I pada Ditresnarkoba Polda Jatim,Kamis (16/5).

Lebih jauh diterangkan, bahwa pengungkapan ini berdasarkan adanya laporan masyarakat sekitar yang melihat bahwa, tempat tersebut sering digunakan untuk penyalahgunaan narkotika jenis pil ekstasi.

Adapun barang bukti yang ditemukan pada saat dilakukan penangkapan yaitu  berupa Pil Extacy Pecahan kecil 2 butir, (sisa Penggunaan),   dengan berat Bersih 0.622 gram. 

“Ketujuh orang tersebut Hasil Tes Urinenya Positif mengandung Methaphetamine dan Amphetamine,”jelas AKBP Windy.

Saat ini lanjut AKBP Windy, terhadap penyalahguna Narkotika tersebut akan dilakukan Proses Penyidikan lebih lanjut dan dikenakan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI NO. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 KUHP.

“Selanjutnya para tersangka pelaku ini akan dilimpahkan ke BNNP Jawa Timur untuk dilakukan  Assessment TAT guna menentukan proses  hukum lebih lanjut,”pungkas AKBP Windy. (red.Tim)

Thursday, May 16, 2024

DiDuga Fitnah Dan Menipu, Istri Polisi Di Jombang DiLaporkan Warga

NGANJUK, rakyatindonesia.com - Muhimatul Maisyaroh (51) warga Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk merasakan ada niatan tidak baik dari oknum istri anggota Polsek Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang berinisial ACS. 

Hal itu dirasakan Mais, akrab disapa, ketika oknum ACS mengambil barang sembako, meminjam uang kepada dirinya hingga nominal ratusan juta rupiah tak kunjung dikembalikan. 

"Saya sudah mau mediasi minta di Polsek Bandarkedungmulyo, ACS nggak mau ditemui, pakai bawa pengacara," kata Mais lewat pesan diterima wartawan, Kamis (16/5).

Merasa tidak ada solusi, Mais mendatangi Polsek Baron, Kabupaten Nganjuk pada Rabu (15/5) kemarin mengadukan perihal dugaan penipuan oknum ACS. 

“Saya laporkan ACS yang merupakan isterinya Pak DSW (oknum polisi) yang berdinas di Polsek Bandarkedungmulyo,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Mais yang mengaku juga seorang ibu Bhayangkari mengadukan kasus ini pada Jumat 29 Maret 2024 lalu di Mapolsek Baron. Tak kunjung ada kejelasan akhirnya ia mendatangi Mapolsek Baron pada Sabtu 11 Mei 2024 dengan niat menanyakan perkembangan kasus. 

Mondar - mandir menanyakan perkembangan kasusnya, akhirnya Mais mendapat selembar surat berisi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), Rabu (15/5) kemarin. 

“Tadi disini disuruh mediasi dulu, tadi saya bilang kalau bisa manggil ACS ya monggo”, terang perempuan penjual kebutuhan Sembako itu. 

Dirinya berharap agar bisa dipertemukan dengan ACS, namun ketika ACS memberikan pernyataan bohong maka Mais akan tetap membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Harapannya ya bisa diketemukan, pokoknya nanti kalau ACS bohong-bohong saya tidak terima, soalnya saya sudah dibohongi terus, mau saya lanjutkan di Polres,” tandasnya. (red.R)

Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Mengamankan Seorang Sopir Diduga Edarkan Sabu

TANJUNGPERAK, rakyatindonesia.com - Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim menangkap seorang sopir pengedar narkoba jenis sabu yang selama ini menjadi target kepolisian.

Kasat Narkoba Polres Tanjungperak, AKP Khusen melalui Kasihumas Iptu Suroto mengatakan, tersangka EW (43) ditangkap didalam warung pinggir Jalan Raya Krikilan Dusun Krikilan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. 

"Dia kedapatan memiliki atau menyimpan narkoba jenis sabu seberat 144,17 gram dalam tujuh paket kecil siap diedarkan," kata Iptu Suroto, pada Rabu (15/5/2024). 

Kasus ini terungkap kata Iptu Suroto, setelah anggota Satresnarkoba Polres Tanjungperak menerima informasi bahwa selama ini tersangka sebagai sopir juga mengedarkan sabu-sabu di kalangan masyarakat setempat.

"Pada Selasa 07 Mei 2024 sekira pukul 17.35 Wib, anggota berhasil mengungkap keberadaan tersangka dan berhasil dibekuk didalam warung pinggir Jalan Raya Krikilan Dusun Krikilan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik," jelas Iptu Suroto. 

Tersangka saat ditangkap berusaha mengelak namun akhirnya Polisi menemukan barang bukti sabu. 

Pada saat digeledah ditemukan tujuh paket sabu-sabu di dalam tas slempang yang mereka pakai. 

"Kemudian tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial JML (DPO) masih dalam pengejaran petugas," ungkap Iptu Suroto. 

Ia menambahkan, barang bukti yang diamankan kepolisian tujuh paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 144,17 gram, satu tas selempang, satu tas kantong berwarna hitam, satu kotak kardus pembungkus, satu timbangan elektrik, satu sekrop dari sendok plastic dan handphone. 

"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya. (red.Tim)

Kejari Bondowoso Kembali Musnahkan Barang Bukti Hasil Kejahatan

BONDOWOSO, rakyatindonesia.com Kejaksaan Negeri Bondowoso kembali memusnahkan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap dan menjadi salah satu kewenangan jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan selaku eksekutor pada Kamis, (16/5/2024).

Pemusnahan barang bukti ini diatur dalam pasal 270 KUHAP pasal 30 Undang-Undang nomor 11 tahun 2021 tentang perubahan undang-undang nomor 16 tahun 2004.

Selain untuk melaksanakan putusan pengadilan, tujuan pemusnahan barang bukti ialah agar barang bukti yang disimpan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Selain itu, pemusnahan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan perkara tindak pidana pada benda sitaan dan barang bukti secara tuntas dan optimal.

Kejari memusnahkan barang bukti dari 13 perkara tindak pidana umum. Di antaranya pil koplo sebanyak 288 butir, sabu-sabu 0,66 gram, senjata tajam, serta berbagai macam barang lainnya.

Barang bukti dimusnahkan dengan cara diblender, dipotong, dan dibakar sehingga tidak bisa dipergunakan lagi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso Dzakiyul Fikri mengatakan, barang bukti narkoba dari berbagai jenis harus cepat dimusnahkan

"Ini perkara dari bulan Maret kemarin, dari rentan waktu dua bulan, jadi tidak terlalu banyak yang didapatkan. Tetapi barang bukti harus cepat dimusnahkan," tegas Kajari.

Ia menambahkan, Kejaksaan Negeri diberikan kewenangan dan ketentuan UU untuk melaksanakan putusan inkrah dan harus secepatnya melakukan pemusnahan per tiga bulan agar tidak disalahgunakan

"Kalau sudah inkrah, barang bukti yang disimpan terlalu lama dikhawatirkan hilang atau semacamnya dan harus dimusnahkan per triwulan," ujarnya.

"Barang bukti dari 13 perkara yang dimusnahkan, ada yang dipotong, diblender dan dibakar. Sebagian barang bukti disisihkan untuk disertakan sebagai barang bukti di persidangan," pungkasnya. (red.Tim)

Kolaborasi UNICEF, UNUSA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Untuk Hapuskan Stunting

JAWA TIMUR, rakyatindonesia.com – Kolaborasi strategis dilakukan UNICEF, UNUSA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gizi kurang dan gizi buruk (wasting)

Mereka merangkul organisasi berbasis agama dengan menggelar roadshow “Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Gak Stunting”, Rabu (15/5/2024)

Bekerja sama dengan Universitas Nahdatul Ulama (UNUSA) Surabaya dan organisasi wanita di lingkup Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Jawa Timur melibatkan 101 Ning dari organisasi wanita di lingkup Fatayat NU Provinsi Jawa Timur. Para pemuka agama dan masyarakat itu menjadi pelopor pencegahan, deteksi dini dan rujukan kasus Wasting pada anak balita.

Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan angka prevalensi stunting di Indonesia bertahan di angka 21.5%, sedangkan prevalensi wasting mengalami kenaikan dari 7,7% ditahun 2022 menjadi 8,5% ditahun 2023.

Berita baiknya, prevalensi wasting di Provinsi Jawa Timur mengalami sedikit penurunan dari 9,2% pada tahun 2019 menjadi 7,2% pada tahun 2022 (SSGBI 2019 & 2022). Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya dalam mempercepat penurunan angka stunting. 

Salah satunya dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi melalui SK Gubernur Jawa Timur No 188/977/KPTS/013/2022. Diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi, tim ini menjadi penggerak untuk melakukan koordinasi, memastikan kebijakan program penurunan stunting menjadi program prioritas diseluruh dinas dan 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. 

Penilaian pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi juga sudah dilakukan sejak tahun 2020 untuk memantau pencapaian pelaksanaan program yang berkontribusi kuat terhadap penurunan angka stunting di Provinsi Jawa Timur

 Target utama kegiatan roadshow ini adalah para santri, guru dan pengasuh pesantren serta melibatkan pemerintah daerah Jawa Timur yang meliputi Dinas Kesehatan serta jajaran instransi terkait lainnya (PKK, DP2AKB, BKKBN), Organisasi Wanita di jajaran Nahdlatul Ulama, dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI. Acara roadshow ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang wasting atau kekurangan gizi akut yang meliputi gizi kurang dan gizi buruk dan meningkatkan partisipasi aktif anggota masyarakat khususnya dari organisasi berbasis agama, untuk berperan aktif dalam deteksi dini dan rujukan tepat waktu bagi anak-anak yang menderita wasting.

Acara ini akan menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan fokus pada ibu, pengasuh, dan keluarga. UNICEF percaya bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi berbasis agama dan organisasi wanita lingkup organisasi agama, seperti Muslimat dan Fatayat NU. 

”UNICEF percaya slogan anak-anak muda terkini, colabs or collapse, berkolaborasi atau gagal. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi berbasis agama dan organisasi wanita sangat penting untuk cegah dan deteksi dini wasting, salah satu bentuk kekurangan gizi pada anak balita yang sangat berbahaya,” terang Chief Field Office UNICEF Pulau Jawa, Arie Rukmantara.

Selain menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan lomba khotbah da’i cilik, roadhow ”Ayo Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” juga akan melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) untuk deteksi dini wasting secara serentak dengan melibatkan lebih dari 1000 balita se provinsi Jawa Timur. 

Pengukuran LiLA Balita secara serentak ini bertujuan untuk menginspirasi perubahan positif dalam masyarakat termasuk pengasuh untuk dapat berperan aktif dalam melakukan deteksi dini wasting pada anak balita menggunakan alat sederhana, pita LiLA dirumah.

Selain itu, akan diadakan lomba khotbah tausiyah da’i cilik melibatakan murid Raudhatul Atfal (RA) dan Bustanal Athfal (BA) di provinsi Jawa Timur dengan tema ”Gema Da’i Cilik: Generasi Bebas Wasting. 

“Butuh satu negara untuk membesarkan anak-anak Indonesia yang luar biasa. Keterlibatan 101 Ning dari organisasi wanita lingkup Fatayat NU Provinsi Jawa Timur, kita membangun fondasi yang kuat bersama-sama tentang pentingya pencegahan dan deteksi dini wasting,” kata Arie.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengatasi masalah kekurangan gizi dengan target menurunkan prevalensi stunting dan wasting atau gizi kurang dan gizi buruk. Pemerintah memperluas layanan tata laksana wasting keseluruh pelosok, seperti yang dituangkan dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting tahun 2017. 

Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi/Integrated Management of Acute Malnutrition (PGBT/IMAM) – pendekatan berbasis bukti untuk pencegahan dan tata laksana wasting pada anak balita telah dilaksanakan secara nasional di semua provinsi sebagai salah satu intervensi gizi spesifik untuk mempercepat upaya pencegahan stunting.(red.R)


Kapolda Jatim Letakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di Pamekasan

 

PAMEKASAN, rakyatindonesia.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs Imam Sugianto,M.Si didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim, melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. IV di Pamekasan, Rabu (15/5/2024). 

Rumah Sakit Bhayangkara yang sudah menyiapkan 15 orang Dokter yang berkompeten dan akan menjadi rujukan se Madura raya tersebut terletak di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, 

Kapolda Jatim mengatakan pembangunan RS Bhayangkara Pamekasan ini dibangun secara bertahap.

Untuk tahap pertama diharapkan bisa selesai pada bulan Desember 2024 dan  tahun 2025 diharapkan RS Bhayangkara Pamekasan bisa di operasionalkan.

"Rumah Sakit ini dibangun di tanah seluas 33 ribu meter dan luas bangunan 2830 meter persegi," kata Kapolda Jatim di Pamekasan.

Kapolda menambahkan, nantinya di RS Bhayangkara di Pamekasan ada beberapa jenis layanan kesehatan yang belum ada di RS Umum Daerah di Madura, seperti penyakit dalam, bedah maupun yang lain. 

"Ini untuk mendukung  warga masyarakat Madura dan anggota Polri di Polres jajaran yang ada di Madura agar tidak berobat jauh jauh ke Surabaya,”ungkap Irjen Imam.

Kapolda Jatim juga menyebut, nantinya Bupati Pamekasan serta jajaran Forkopimda akan mendukung penuh sehingga peningkatan kualitas kesehatan warga Madura bisa ditingkatkan.

Masih kata Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, untuk tenaga medis ada 15 dokter, 44 para medis bidan dan apoteker. 

Saat ini Polda Jatim memiliki 9 RS di Jawa Timur yang untuk sementara nanti tenaga ahli akan dikirim ke RS Bhayangkara Pamekasan setiap 3 bulan secara bergantian dari RS Bhayangkara yang lain.

“Ini untuk melakukan pelayanan sekaligus adanya dokter spesialis,”ujar Irjen Imam.

Kapolda Jatim mengungkapkan dengan dukungan alat medis yang memadai bisa mengangkat status RS Bahyangkara Pamekasan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga masyarakat di Madura. 

"Nantinya pembangunan RS Bhayangkara di Pamekasan ini diharapkan bisa menjadi role model RS yang ada di Madura dan dapat untuk menjadi RS rujukan di wilayah Madura, " tutup Irjen Pol Imam Sugianto.

Sebagai informasi, pada prosesi peletakan batu pertama Pembangunan RS Bhayangkara Pamekasan ini, Kapolda Jatim beserta rombongan disambut Bupati Pamekasan serta Forkopimda Kabupaten Pamekasan. (red.Tim)

Wednesday, May 15, 2024

Polres Situbondo Gelar Patroli Obvit Gardu Induk PLN Dukung Pengamanan WWF ke – 10 di Bali


SITUBONDO, rakyatindonesia.com - Polres Situbondo Polda Jatim melaksanakan imbangan Operasi Puri Agung 2024 pengamanan event internasional World Water Forum ke 10 yang akan digelar pada 18 - 25 Mei 2024 di Bali. 

Bentuk dukungan tersebut dengan melaksanakan pengamanan dan patroli di Gardu Induk Listrik Situbondo.

Dalam Patroli tersebut, Satuan Samapta Polres Situbondo bersinergi dengan PLN UP3 Situbondo guna memastikan keamanan objek vital daerah.

Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasatsamapta AKP Sudpendi, SH menyebutkan bahwa pengamanan objek vital daerah yakni PLN sangat penting untuk mendukung kelancaran berlangsungnya event internasional World Water Forum di Bali. 

Hal ini dikarenakan Situbondo berada di jalur utama Pantura menuju Bali sehingga penerangan disepanjang jalan Pantura diperlukan untuk kelancaran arus transportasi menuju ke Bali.

“Kami pastikan objek vital daerah aman, penerangan jalan sepanjang jalur Pantura mulai Banyuglugur sampai Banyuputih dipastikan tidak terganggu sehingga arus transportasi menuju Bali bisa lancar” ungkap AKP Sudpendi, Selasa (14/5/2024).

Lebih lanjut AKP Sudpendi mengatakan selain melaksanakan patroli di gardu induk PLN, untuk menjamin tidak ada gangguan Listrik Tim Patroli Samapta Presisi juga melaksanakan imbauan kepada masyarakat agar tidak bermain layangan dilokasi arus jaringan listrik atau SUTET karena dapat membahayakan diri sendiri dan merugikan orang lain serta . 

"Kami berupaya mendukung perhelatan World Water Forum dapat berjalan dengan aman dan lancar dengan pelaksanaan patroli rutin di objek vital daerah salah satunya gardu induk PLN" pungkasnya. (red.Tim)

Polres Blitar Berhasil Amankan 4 Tersangka Sindikat Pembalakan Liar

BLITAR, rakyatindonesia.com - Satreskrim Polres Blitar Polda Jawa Timur bersama Perhutani berhasil mengungkap kasus pembalakan liar Hutan Jati milik Perhutani di Desa Suruh Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

Dari hasil ungkap kasus tersebut, Polisi menangkap 4 orang tersangka illegal loging ini berikut menyita sejumlah barang buktinya, pada Minggu Siang (12/5). 

Kapolres Blitar AKBP Dr. Wiwit Adi Satria SH. S.I.K MT dalam konferensi pers di Rupatama Wicaksana Lhagawa mengatakan, awal ditangkapnya 4 tersangka karena ada laporan dari pihak Perhutani Blitar.

"Setelah kita menerima laporan dari Kantor Perhutani Blitar,  adanya pencurian kayu Jati di Desa Suruh Kec. Doko kita langsung koordinasi dengan pihak Perhutani untuk lakukan pemeriksasn lokasi,”terang AKBP Wiwit,Selasa (14/5).

Ia menjelaskan setelah melakukan pengecekan ke Lokasi Hutan Jati petugas menemukan ada bekas kayu jati yang di tebang dengan menyisakan balok kecil kecil.

Setelah dilakukan penyelidikan Polisi berhasil mengindentifikasi para pelaku illegal loging tersebut.

“Kami lakukan penangkapan setelah bukti di lapangan cukup,”tambahnya.

Adapun 4 tersangka yang berhasil diamankan Polisi yakni inisial Ai.(44), NH (33), TH (33) warga Desa Sidorejo Kecamatan Doko dan NEW (53) warga Magetan.

“4 pelaku ditahan di Mapolres Blitar untuk pemeriksaan lebih lanjut." Kata AKBP Wiwit.

Adapun barang bukti yang disita berupa 1 Gergaji canzo mesin Maestro warna biru, 1 buah tambang plastik sepanjang 20 meter, 101 potong kayu jati dengan berbagai ukuran, 8 potong Tunggak lacak balak, dan 1 Buah HP Samsung Galaxi milik NEW.

Atas kasus ilegal loging ini, para pelaku bisa di jerat pasal 82 ayat (1) huruf c UU.RI Nomer 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Ancaman hukuman minimal satu tahun, maksimal 5 tahun penjara, atas kasus ini.pihak KPH Perhutani alami kerugian puluhan juta rupiah."pungkas Kapolres Blitar. (red.Tim)

Tabligh Akbar Bersama Gus Iqdam, Polres Kediri Siagakan Ratusan Personil dan Tenaga Kesehatan

KEDIRI, rakyatindonesia.com - Polres Kediri menyiagakan ratusan personil dan tenaga kesehatan dalam rangka mendukung kelancaran acara Tabligh Akbar. 

Tabligh Akbar yang diadakan Polres Kediri ini dengan mengundang penceramah yaitu K.H. Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam asal Blitar. 

Acara tabligh Akbar ini rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (15/5/2024). 

Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto S.H., S.I.K., menuturkan tabligh Akbar dilaksanakan di halaman Mapolres Kediri. 

"Tabligh Akbar dengan mengundang penceramah Gus Iqdam ini diadakan dalam rangka menjaga Harkamtibmas menjelang Pemilukada 2024, aman, damai, lancar dan kondusif,"tutur AKBP Bimo, Selasa (14/5/2024). 

Dalam acara tersebut, Polres Kediri tengah menyiapkan kantong parkir di beberapa titik untuk para jamaah. Selain itu juga, Polres Kediri juga menyiapkan layar tancap lebar di tiga titik. 

"Kantong parkir sudah kita siapkan dan juga layar lebar untuk para jamaah,"jelas AKBP Bimo. 

Terpenting, diungkapkan Kapolres Kediri. Diimbau kepada para jamaah yang datang membawa anaknya agar di awasi dan diperhatikan. 

Selain itu juga kepada para jamaah agar lebih berhati-hati membawa barang berharga. 

"Kami mengimbau dan berpesan bila membawa anaknya agar diawasi dan sekaligus bila membawa ponsel agar berhati-hati jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,"ungkap AKBP Bimo. (red.Tim)

Kunjungi Pulau Sapeken, Kapolres Sumenep Berikan Motivasi Pelajar Masuk Anggota Polri

SUMENEP, rakyatindonesia.com – Kunjungan kerja ke Pulau Sapeken, Kapolres Sumenep, AKBP Henri Santoso S.H., S.I.K., M.M menghadiri Pentas Seni Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan bazar di SMA Negeri 1 Sapeken. Selasa (14/05/2024)

Kegiatan tersebut berlangsung Selasa 14 Mei 2024 malam dengan mengangkat tema "Penguatan Kearifan Lokal Melalui Aksi Market Day".

Kegiatan pentas seni ini ditampilkan oleh siswa-siswi yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Kehadiran Kapolres Sumenep di lingkungan hukum Polres Sumenep disambut hangat oleh siswa siswi, para guru dan wali murid.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Sumenep AKBP Henri Santoso S.H., S.I.K., M.M memberikan Motivasi kepada para siswa SMA Negeri 1 Sapeken untuk masuk anggota Polri.

Beberapa arahan sekaligus nasihat Kapolres Sumenep disampaikan kepada siswa siswi yang ingin menjadi anggota Polri.

AKBP Henri Santoso mengingatkan pelajar yang ingin ikut tes seleksi calon perwira, bintara maupun tamtama untuk mempersiapkan diri baik itu akademik, fisik maupun mental. 

“Tetap menjaga pola hidup sehat, berpikir positif, rajin berlatih fisik dan yang tak kalah penting adalah berdoa, meminta pada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar hajat yang diinginkan dimudahkan dan dikabulkan oleh Tuhan,” jelasnya.

Kapolres Sumenep juga menjelaskan kepada siswa siswi SMA Negeri 1 Sapeken apa itu Polisi dan bagaimana tugas dan tanggungjawabnya. 

Lanjut Kapolres, cita-cita menjadikan anak seorang Polisi, harus sejalan dengan perjuangan masyarakat dalam menangkal narkoba di Kampungnya. Masyarakat harus membantu tugas Polisi.

“Mari kita jaga anak-anak kita, para generasi penerus, dan Kampung yang kita cintai ini dari bahaya narkoba. Jangan biarkan, para bandar bebas memasukkan barang haramnya ke sini. Segera lapor ke kami, bilamana menjumpai hal itu,” tegasnya. (red.Tim)

Tekan Stunting, Polisi Dukung Program Phentul Melikan di Ngawi

NGAWI, rakyatindonesia.com - Polres Ngawi Polda Jatim turut menyukseskan program pemerintah dalam menekan angka stunting,  salah satunya dengan program "Phentul Melikan" (Penitipan Anak Asuh Stunting Melalui Anggota Polisi Turunkan Prevelensi).

Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasihumas Iptu Dian mengatakan bahwa Polsek jajaran secara rutin melaksanakan kegiatan tersebut.

"Polres dan Polsek jajaran secara rutin melaksanakan program Penthul Melikan, demi menekan angka stunting dan kesehatan para balita di Ngawi," tutur Dian, Rabu (15/5/2024)

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, kali ini dilaksanakan di salah satu rumah warga yang berada di Desa/Kecamatan Kwadungan.

"Kunjungan ini memantau perkembangan anak stunting sekaligus memberikan  bahan makanan bergizi, diantaranya susu, vitamin dan buah-buahan untuk tumbuh kembang anak," lanjut Dian.

Sasaran program Polres Ngawi dan Polsek jajaran ini adalah para balita stunting dan ibu-ibu hamil.

"Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, sasarannya adalah para balita stunting dan ibu hamil," tambah Dian

Penerima bantuan program Penthul Melikan,  merasa senang telah dikunjungi dan diberikan tambahan makanan bergizi

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Polisi, telah rutin memberikan tambahan gizi untuk anak kami," ucap Dewi (30)

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan gizi, namun juga menjalin kemitraan antara Polri, Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa dan warga masyarakat, utamanya penderita stunting di Desa Kwadungan 

Sementara itu Kapolsek Kwadungan AKP Jais Bintoro, S.H berharap dari apa yang telah dilakukan adalah bisa memberikan dampak positif hingga kondisi yang lebih baik lagi.

"Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat,”ujarnya. (red.Tim)

Monday, May 6, 2024

Dendam Istri di Sumenep Otaki Pembunuhan Pria yang Diyakini Santet Suaminya


 Sumenep -, kabarreskrim.co.id - Suara tahlil terdengar di rumah Siti Marwiyah (51) malam itu di Kecamatan Arjasa, Sumenep. Tahlil itu digelar untuk mendoakan almarhum Rafi'ie yang tak lain suami Marwiyah.

Di tengah lantunan doa, Marwiyah lalu mendatangi Ahwan (45) dan Mansur (31) yang juga turut hadir di acara tahlil. Marwiyah meminta untuk mencari pembunuh bayaran yang sanggup membunuh tetangganya, Bunabi (68).

Marwiyah menilai suaminya meninggal dunia karena disantet oleh Bunabi. Meski tak ada bukti jelas, namun hanya didasarkan pada keyakinan Marwiyah yang sudah terlanjur sakit hati.

Carikan orang yang bisa membalaskan sakit hati saya dengan membunuh Bunabi yang telah menyantet suami saya," bisik Marwiyah kepada Ahwan saat itu.

Permintaan Marwiyah itu ternyata disanggupi Ahwan. Namun ia menyebut ongkosnya sekitar Rp 20 juta. Mendengar hal ini, Marwiyah keberatan, karena dinilai terlalu mahal. Marwiyah pun menawar.

"Saya kalau Rp 20 juta tidak punya, bagaimana kalau Rp 15 juta," tawar Marwiyah.

Mendengar hal ini, Ahwan dan Mansur menyetujui dan akan mencarikan. Marwiyah lalu berjanji akan memberikan uang Rp 15 juta. Uang akan diberikan Marwiyah jika eksekusi Bunabi sudah terlaksana.

Beberapa bulan setelah permintaan Marwiyah itu, Ahwan lantas mendatangi rumah Kailani (58). Dari situ, keduanya mengajak Kailani untuk membunuh Bunabi.

"Saudara kita Rafi'ie meninggal karena sakit keluar darah kena santet Bunabi, ayo minta tolong bunuh Bunabi," ajak Ahwan kepada Kailani.

Gayung bersambut, ajakan Ahwan diterima Kailani mentah-mentah. Sebab, Kailani juga mengaku benci dengan orang yang punya ilmu santet. Ahwan lalu menelepon Mansur bahwa Kailani menyanggupi untuk membunuh Bunabi.

Dalam percakapan itu, Ahwan juga meminta Mansur untuk membuat tongkat dari kayu asem dan kayu jati. Ahwan menyakini Bunabi merupakan orang sakti. Dan tongkat dari kayu asem dan jati nantinya akan dipukulkan kepada Bunabi.

Minggu, 16 Mei 2021, eksekusi pembunuhan Bunabi pun dilaksanakan. Mansur, Ahwan dan Kailani kemudian janjian bertemu di jembatan perbatasan Desa Sambakati dan Kalianyar.

Di sana, Mansur kemudian menyerahkan tongkat dari kayu asem dan jati kepada Ahwan. Ketiganya lalu berangkat menuju kebun milik Bunabi dengan jalan kaki. Benar saja, Bunabi terlihat di kebunnya.

Bunabi saat itu tampak sedang memberi minum sapinya. Ahwan yang membawa dua tongkat dari kayu asem dan jati kemudian menyerahkan ke Kailani dan Mansur.

etiganya selanjutnya menghampiri Bunabi. Saat itu Ahwan berpura-pura menanyakan seseorang. Saat balik badan itu lah, Ahwan lalu memberi kode agar Kailani dan Mansur memukulkan tongkat kayu ke Bunabi.

Bunabi langsung terjatuh setelah mendapat hantaman kayu pertama, namun ia bangkit namun pukulan kembali melayang. Bunabi yang mendapat serangan itu kemudian mencoba berlari.

Namun lagi-lagi ia tak berdaya mendapatkan pukulan kayu bertubi-tubi dari Kailani dan Mansur. Meski sudah ambruk, namun ketiganya memukul Bunabi secara bergantian hingga darah mengucur dari kepala.

Setelah memastikan tewas, ketiganya lalu meninggalkan tubuh Bunabi begitu saja. Saat kabur itu, mereka berpencar arah timur dan utara. Sedangkan tongkat yang digunakan membunuh Bunabi lantas dibuang di selokan.

Jenazah Bunabi sendiri sore itu kemudian ditemukan istrinya yang mencarinya. Pembunuhan itu segera dilaporkan ke polsek setempat. Polisi selanjutnya menggelar olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Dari keterangan para saksi dan olah TKP, polisi selanjutnya mengamankan Ahwan, Mansur dan Kailani. Mereka ditangkap pada Rabu, 19 Mei 2021. Di hadapan penyidik mereka mengakui semua pembunuhan.

Mereka juga mengakui Marwiyah sebagai otak pembunuhan. Tak lama, Marwiyah juga turut diringkus oleh polisi di rumahnya. Ketiganya kemudian terancam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Kamis, 9 Desember 2021 keempat terdakwa yakni Siti Marwiyah Binti Setu Suwikno, Ahwan bin Mopaher, Mansur bin Matnasa dan Kailani bin Mahmud divonis masing-masing 8 tahun pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sumenep. Vonis yang diterima mereka jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni masing-masing 20 tahun pidana penjara.(red.Ra)

Imigrasi Surabaya Punya Nakhoda Baru


 Surabaya - , kabarreskrim.co.id -Imigrasi Surabaya kini punya nakhoda baru. Mulai hari ini, jabatan Kepala Kantor Imigrasi Surabaya yang sebelumnya diemban Chicco A. Muttaqin berpindah ke Ramdhani.

Usai resmi dilantik, Ramdhani berjanji akan memaksimalkan kualitas hingga kapasitas pelayanan keimigrasian. Tak hanya di Surabaya, tapi juga di sejumlah wilayah di Jatim.

Ramdhani mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan Keimigrasian kepada masyarakat. Khususnya di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

"Pelayanan keimigrasian yang prima, profesional dan akuntabel kepada masyarakat adalah komitmen kami," kata Ramdhani usai Serah Terima Jabatan di Imigrasi Surabaya, Senin (6/5/2024).

Ramdhani menjelaskan, salah satunya upayanya yakni menghadirkan Unit Pelayanan Percepatan Paspor (UP3). Mengingat, UP3 adalah layanan percepatan penerbitan e-Paspor sehari jadi yang sudah berjalan sejak Sabtu (4/5/2024).
"Untuk UP3 sudah berjalan dan akan kami evaluasi pelaksanaannya. Sehingga, bisa diadakan secara rutin," imbuhnya.

Menurut Ramdhani, imigrasi tidak hanya memiliki fungsi untuk melayani masyarakat. Namun, juga menegakkan hukum keimigrasian dan menjadi fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga akan memaksimalkan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian. Sebab, kami juga memiliki bidang intelijen dan penindakan keimigrasian yang menjalankan fungsi penegakan hukum,"
Ramdhani mengungkapkan, imigrasi juga menjadi fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat dan bersinergi dengan berbagai stakeholder. Tak hanya dengan pemerintah daerah, namun juga komunitas hingga para pelaku usaha.

Ia berharap kehadiran imigrasi dapat diketahui seluas-luasnya dan bermanfaat bagi khalayak. Ia akan mengaku terus memaksimalkan penyebaran informasi melalui berbagai bidang dan media yang ada.

Ia mengimbau, agar warga Jatim memantau akun media sosial resmi Imigrasi Surabaya. Supaya bisa memperoleh informasi pelayanan keimigrasian terbaru dan yang kredibel, berkomitmen dan inovatif. Ia juga optimis bisa mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun 2024 ini.

"Predikat ini (WBBM) merupakan bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang prima dan akuntabel kepada masyarakat," tutupnya.(red.ra)

Terkepung Warga Usai Gasak HP dan Uang, Pemuda Lamongan Nyaris Babak Belur

 


Lamongan -, kabarreskrim.co.id - Seorang pemuda di Kecamatan Pucuk, Lamongan tertangkap massa usai melakukan aksi pencurian di rumah warga. Pelaku tertangkap setelah warga mengepungnya. Diduga, pelaku merupakan anggota komplotan pencuri yang kerap beraksi di desanya sendiri.

Pemuda itu adalah R (23), warga Desa Ngambek, Kecamatan Pucuk, Lamongan. Ia ditangkap setelah warga melakukan pengepungan pada Minggu (5/5/2024) malam. Setelah itu, ia langsung dibawa ke balai desa setempat.

"Semalam itu saya keluar rumah sebentar dan posisi rumah saya kunci, tapi saya datang ternyata saya terkunci dari dalam," kata salah seorang korban pencurian, Mulyoso kepada wartawan, Senin (6/5/2024).

Mulyoso mengaku, saat itu seperti ada dua orang di dalam rumah. Pencarian dan pengepungan pelaku pencurian ini dilakukan setelah Mulyoso kehilangan uang dan handphone yang nilainya tidak sedikit. Pelaku akhirnya tertangkap di luar desa saat hendak kabur.

"Saya kehilangan HP dan uang saya di celengan dan juga uang anak saya," ujarnya

Saat ditangkap warga, pelaku mengakui perbuatannya. Namun, barang bukti uang dan handphone diduga sudah dibawa kabur pelaku lain. Puluhan warga pun memadati kantor desa tempat pelaku diamankan usai tertangkap.

"Warga sini itu sudah sering kemalingan," imbuhnya.

Menurut warga lainnya, pelaku bersama rekannya yang kabur sudah beberapa kali melakukan pencurian barang berharga milik warga. Pada dua pekan yang lalu, seorang warga juga kehilangan perhiasan emas senilai Rp 25 juta. Lantaran tidak ada bukti, warga tidak bisa mengadili pelaku yang dikenal sebagai pengangguran dan kerap bermain judi ini.

"Banyak korbannya, makanya warga emosi, sepupu saya kehilangan sepeda motor," tambah warga lain.

Agar tidak terjadi main hakim sendiri, tim Satreskrim Polres Lamongan turun ke lokasi untuk mengevakuasi pelaku ke Mapolres Lamongan. Beruntung korban tak sampai babak belur dihajar massa. Kini, pelaku sudah berada di Mapolres Lamongan untuk mempertanggungjawabkan.(red.ra)



Tingkatkan Imam dan Taqwa Menuju SDM Unggul, Polrestabes Surabaya Gelar Binrohtal

 


SURABAYA – , kabarreskrim.co.id -Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT , Polrestabes Surabaya menggelar kegiatan rutin Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Masjid Baiturrahman Polrestabes Surabaya, Kamis (2/05/2024). 

Kabag SDM Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Santoso mengatakan kegiatan ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk seluruh anggota Polrestabes Surabaya agar tetap melaksanakan ibadah rutin ini guna meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. 

Dalam pelaksanaan Binrohtal pada kali ini disampaikan oleh Ustadz Hasan dari Yayasan Muhammad Cheng Hoo dengan tema “Penyebab Doa Tak Kunjung di Kabulkan”. 

Ustadz Hasan menyampaikan bahwa Doa merupakan bagian dari ibadah yang penting dalam kehidupan beragama. 

“Mengapa terkadang kita merasa bahwa doa-doa tak kunjung dikabulkan oleh Allah,karena ada beberapa hal yang tidak kita laksanakan dalam menjalani ibadah,” ucap Ustadz Hasan 

Yang Pertama, kurangnya penghormatan terhadap orang tua. Kedua, terlalu sibuk dengan  urusan dunia sehingga lupa akan kewajiban yang diberikan oleh Allah. Ketiga, kurangnya rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. 

Sebagai penutup, Ustadz Hasan berharap seluruh anggota Polrestabes Surabaya mampu mengemban tugas dengan dilandasi agama, dan selalu melaksanakan ibadah dengan baik , serta tidak lupa untuk selalu bersyukur atas nikmat yang di dapatkan. (*) (red.Tim)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved