Sunday, December 3, 2023

Evakuasi Truk Terguling Kelar, Jalur Pantura Pekalongan Kembali Lancar

 

Pekalongan, rakyatindonesia.com – Arus lalu lintas di Jalur Pantura, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, kini kembali normal. Truk tronton pengangkut gula yang terguling telah dievakuasi dengan menggunakan crane.


"Siang ini, arus kendaraan kembali lancar baik arah Semarang maupun Jakarta, kembali normal, setelah truk kita evakuasi," kata Kasatlantas Polres Pekalongan, Iptu Joko Supriyanto, saat ditemui di lokasi kejadian, Nunggu (03/12).

Pihaknya, kini masih mendalami penyebab tergulingnya truk di jalur Pantura pada Minggu dini hari (03/12), sekitar pukul 02.30 WIB tersebut.

"Masih kita dalami keterangan pengemudi terkait penyebab laka tinggal ini," imbuhnya.

Proses evakuasi berjalan cukup lama, mengingat truk dengan nomor polisi T 9713 TC itu terguling dengan posisi melintang dengan beban berat.

Polisi dibantu warga melakukan evakuasi memindahkan 700 karung gula ke kendaraan lain, untuk memudahkan proses evakuasi.

Badan truk melintang di jalur Jakarta ke Semarang, sedangkan kabin truk sedikit memakan jalur dari arah Semarang ke Jakarta.

Arus kendaraan diberlakukan contra flow dengan menggunakan sisi jalur selatan. Saat dilakukan evakuasi, kedua arah sempat dilakukan penutupan selama 15 menit. Badan truk diangkat dengan menggunakan crane dan kemudian ditarik dengan truk derek, untuk dipindahkan.

Sebelumnya diberitakan, sebuah truk tronton bermuatan gula dari Jakarta menuju ke Surabaya, terguling di Jalur Pantura Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu dini hari (03/12), sekitar pukul 02.30 wib.

Menurut pengemudi truk, yakni Rudi (29), peristiwa itu terjadi akibat dirinya berupaya menghindari sepeda motor usai melakukan aksi balap liar di lokasi setempat.

"Kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB, saya kaget ada bubaran trek-trekan (balap liar) ke arah saya. saya ke kanan ban depan kena trotoar oleng, langsung naik, saya gak ingat lagi," kata Rudi (29) pengemudi truk tronton. (red.IY)

Balita di Mataram Hilang Terseret Arus Sungai Saat Mandi Hujan

 

Mataram, rakyatindonesia.com – Seorang balita berinisial B hilang terseret arus saat mandi hujan di Lingkungan Kebun Jeruk Baru, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu sore (2/12/2023). Balita pria berusia empat tahun itu awalnya mandi bersama teman-temannya.


Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Mataram Lalu Wahyu Efendi membenarkan peristiwa tersebut. "Kami menerima laporan pihak BPBD Kota Mataram," kata Wahyu, Sabtu malam.

Menurut Wahyu, tim SAR gabungan langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai di Kelurahan Pejeruk. Hingga pukul 22.30 Wita atau sekitar enam jam pencarian, keberadaan B belum kunjung ditemukan.

Sementara itu, Humas SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda mengatakan pencarian korban masih difokuskan di aliran sungai yang tak jauh dari rumah korban. Menurutnya, beberapa warga juga ikut melakukan pencarian di aliran Sungai Jangkuk Mataram. Sebab, aliran sungai kecil di Kelurahan Pejeruk bermuara di Sungai Jangkuk Mataram.

"Sampai malam ini hasil masih nihil. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," kata Lanang.

Berdasarkan video yang diterima, beberapa warga ikut melakukan pencarian hingga ke aliran Sungai Jangkok yang bermuara di Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan. Beberapa warga turut menyisir sungai menggunakan perahu milik nelayan. (red.IY)

Gempa Bumi Terkini M 5,2 Guncang Maluku Tengah

 

Maluku Tengah, rakyatindonesia.com – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,2 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Pusat gempa berjarak 88 km timur laut Maluku Tengah.


"Gempa Mag:5,2. Kedalaman: 10 Km," tulis BMKG di akun media sosial X @infoBMKG, Minggu (3/12/2023).

Gempa terjadi pada pukul 11.39 WIT dengan titik koordinat 2,68 derajat Lintang Selatan, 129,46 derajat Bujur Timur.

BMKG memberikan catatan bahwa informasi awal gempa ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Belum diketahui ada tidaknya korban jiwa serta dampak kerusakan akibat gempa ini. (red.IY)

Makan Tokek Berujung Petaka

 

Jakarta, rakyatindonesia.com – Seorang anak berusia 11 tahun mendapatkan perawatan di rumah sakit. Itu dialami setelah sang anak mengonsumsi tokek.


Tokek itu digoreng oleh ibu tirinya. Sialnya, usai makan, ia jutsru mengalami beberapa gejala sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Tokek termasuk reptil yang sering disebut sebagai cicak besar yang memiliki corak dan warna kulit yang cerah. Sama seperti daging reptil lainnya, konsumsi daging tokek masih menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menyebutnya berbahaya dan sebaliknya.

Baru-baru ini di Brazil ada seorang bocah laki-laki yang jatuh sakit setelah dia menyantap daging tokek yang digoreng. Dilansir dari DailyMailUK, bocah yang namanya tak disebutkan ini mengalami muntah-muntah hingga lemas usai menyantap tokek.

Kasus ini bermula ketika bocah ini hampir saja membunuh tokek saat dia sedang main. Kemudian bocah ini dihampiri oleh sang ibu dan ibu tirinya yang berada di sana. Kemudian mereka setuju untuk menyiapkan makanan dari daging tokek jika bocah ini menangkap lebih banyak tokek.

Karena penasaran dengan rasa daging tokek, bocah ini langsung menangkap empat ekor tokek untuk dimasak di rumah. Ibu tirinya yang bernama Raquel de Souza langsung membersihkan tokek tersebut, kemudian dibumbui sebelum digoreng lalu dimakan bocah tersebut.

Tak lama setelah bocah ini menyantap daging tokek, dia mulai mengalami sakit kepala, bagian lidahnya bengkak, diare, muntah-muntah sampai urinenya berwarna gelap.

Bocah ini langsung dibawa ke rumah sakit dan sudah sempat pulang ke rumah tapi kondisi kesehatannya terus menurun. Sampai akhirnya pihak keluarga membawanya lagi untuk dirawat di rumah sakit.

Setelah diteliti oleh dokter, ditemukan bahwa fungsi usus dari bocah ini terganggu karena banyaknya bakteri di dalam tubuhnya.Karena itu bocah ini hanya boleh makan buah dan air kelapa saja untuk memulihkan kondisinya.

"Semenjak dia makan tokek, dia mulai jatuh sakit disusul dengan demam sampai tak nafsu makan," sambung de Souza.

Menurut Marcelo Daher selaku dokter yang menangani bocah ini, salah satu penyebab bocah ini jatuh sakit kemungkinan besar karena tokek yang dimakannya sudah terinfeksi dengan parasit berbahaya.

"Ada risiko alergi dan kesehatan yang serius. Jadi setiap orang harus berhati-hati saat memakan daging hewan liar," saran Marcelo.

Sementara untuk De Souza, pihak berwajib belum memutuskan apakah De Souza bersalah atau tidak karena wanita ini tidak memaksa anak tirinya untuk makan daging tokek tersebut. (red.IY)

Saturday, December 2, 2023

Bangunan di Pura Subak Manukaya Hancur Ditimpa Pohon Albasia

 

Gianyar, rakyatindonesia.com – Pohon tumbang menimpa bangunan pewaregan di Pura Subak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, Jumat malam (1/12/2023). Pohon albasia berdiameter sekitar 80 sentimeter (cm) itu menimpa atap hingga bangunan tersebut hancur.


"Pohon besar dan tinggi langsung menimpa pada tengah bangunan hingga hancur pada Jumat malam. Hari ini sedang ditangani tim reaksi cepat (TRC) BPBD Gianyar," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, Sabtu (2/12/2023).

Ia menegaskan tak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Ia memperkirakan kerusakan bangunan yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan adat oleh warga setempat itu mengakibatkan kerugian mencapai Rp 50 juta.

Selain pohon tumbang, hujan yang mengguyur sejak Kamis malam juga mengakibatkan longsor di selatan dari tempat melukat di kawasan Sebatu, Tegallalang, Gianyar. Bahkan, akses jalan dan tembok warga tertimbun material longsor setebal 1 meter.

"Hari ini TRC sedang standby untuk menerima laporan masuk karena kondisi cuaca sudah mulai hujan, terutama di Tegallalang dan Tampaksiring," imbuh Suamba.

Suamba mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk waspada dan mengutamakan keselamatan. Sebab, bencana seperti tanah longsor dan pohon tumbang kerap terjadi saat musim hujan. (red.IY)

Buruh Proyek di Denpasar Tewas Seusai Sempat Mengeluh Sesak Napas

 

Denpasar, rakyatindonesia.com –  Seorang buruh bangunan bernama Adi ditemukan tewas di gazebo rumah di Jalan Sedap Malam, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Bali, Sabtu dini hari (2/12/2023). Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Adi sempat mengeluh sesak napas.


"Saat itu korban berada di lokasi proyek mengeluh sesak napas. Saksi (Yanto) kemudian menghubungi pemilik proyek," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/12/2023).

Sekitar pukul 02.30 Wita, Adi awalnya berada di lokasi proyek di Jalan Kepaon Indah, Gang Biawak Nomor 40, Kota Denpasar. Ketika itu, ia mengeluh sesak napas kepada kepala tukang bernama Agus Hariyanto (36).

Yanto kemudian menghubungi pemilik proyek bernama I Gusti Ngurah Hari Pawitra (38) dan memberi tahu bahwa Adi sedang sesak napas. Pemilik proyek pun menyarankan agar Adi dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Mendapat saran tersebut, Yanto lantas menyewa taksi online untuk mengantarkan Adi ke RSBM. Mereka kemudian bertemu dengan pemilik proyek di parkiran rumah sakit.

Pemilik proyek sempat menanyakan kartu tanda penduduk (KTP) kepada Adi. Namun, Adi tidak memiliki KTP sehingga tidak jadi berobat.

Pemilik proyek kemudian menyarankan agar Adi dibawa pulang ke rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar. "Setelah tiba di TKP korban berbaring di Gazebo kemudian saksi melihat korban mendengkur," ujar Sukadi.

Saat itu, Adi ditemani oleh Yanto dan pekerja proyek lain bernama Mat. Sekitar pukul 04.30 Wita, Yanto terjaga dari tidurnya dan mencoba membangunkan Adi. Betapa kagetnya dia ketika mengetahui nadi Adi tidak lagi berdenyut. Yanto bergegas memberitahukan kepada pemilik proyek.

Sukadi mengungkapkan Adi meninggal dalam posisi badan tengadah, kepala menghadap ke barat, dan kaki menghadap ke timur. Adi tewas mengenakan celana pendek warna krem dan tidak menggunakan baju.

Menurut Sukadi, Adi datang kepada pemilik proyek sekitar tiga bulan lalu dan meminta untuk ikut bekerja. Pemilik proyek menerima Adi karena kasihan meski sering mabuk dan teriak-teriak di proyek.

"Korban sempat mau dikeluarkan, namun tidak mau. Karena kasihan tetap diajak kerja," terang Sukadi. (red.IY)

Friday, December 1, 2023

Nenek dan Cucunya Tewas Tertimbun Longsor di Ciamis

 

Ciamis, rakyatindonesia.com –  Seorang wanita dan balita warga Dusun Cikujang Girang, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, ditemukan tewas tertimbun longsor di rumahnya. Keduanya merupakan nenek dan cucu, bernama Ai Sumiati (42) dan Dikry Fadlan Mutakin (1,2).


Peristiwa nahas itu terjadi saat hujan mengguyur wilayah Ciamis sepanjang malam dari Kamis (30/11/2023) hingga Jumat (1/12/2023) dini hari.

"Ya benar ada tanah longsor di sekitar permukiman saat hujan deras. Korban dua orang yang tertimbun nenek dan cucunya," ujar Kepala Desa Sukamaju Dede Engkuh saat dihubungi detikJabar.

Dede mengatakan menurut laporan dari masyarakat, perisitwa longsor tebing itu terjadi pada pukul 01.10 WIB. Longsor tebing sepanjang 7 meter dan 4 meter itu menimpa rumah di bawahnya.

Pada saat kejadian kemungkinan dua korban sudah lelap tidur. Sehingga ketika longsor terjadi korban tidak dapat menyelamatkan diri.

"Setelah kejadian warga langsung datang dan mencoba menolong korban namun keduanya sudah meninggal dunia. Kedua korban sudah dievakuasi," ungkap Dede.

Warga pun kini tengah bergotong royong membersihkan material longsor. Dede pun mengimbau kepada masyarakat untuk siap siaga apabila terjadi longsor susulan. (red.IY)

Thursday, November 30, 2023

Pasien Suspek Rabies Meninggal di Dompu Tak Jujur Pernah Digigit Anjing

 

Dompu, rakyatindonesia.com – Sudirman, pasien suspek rabies yang meninggal di RSUD Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), rupanya tak jujur pernah digigit anjing liar. Pria berusia 48 tahun itu baru jujur kepada petugas Puskesmas Kilo ketika dibawa untuk dirawat dengan gejala yang cukup parah.


"Pasiennya jujur ketika di PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat), dia ngaku digigit anjing sudah berminggu-minggu yang lalu," kata Kasi Humas dan Pemasaran RSUD Dompu Muhammad Iradat, Kamis (30/11/2023).

Menurut Iradat, pasien asal Desa Kramat, Kecamatan Kilo, Dompu, itu tak menyangka anjing yang menggigitnya terjangkit virus rabies. Sebab setelah digigit, lukanya tidak dibasuh dengan air bersih menggunakan sabun dan disuntik vaksin anti rabies (VAR)

"Keluarganya juga tertutup, kemungkinan pasien tidak menyangka anjing yang menggigitnya adalah anjing rabies," ungkapnya.

Sudirman dan keluarganya baru menyadari setelah dirawat di Puskesmas Kilo dan sesuai petunjuk petugas kesehatan baru dirujuk ke RSUD Dompu.

"Sudah terlambat, kondisi pasien ketika dirawat di RSUD Dompu menunjukkan kondisi yang memburuk, sering mengamuk dan berteriak," ujar Iradat.

Iradat mengatakan proses pemakaman pasien meninggal karena rabies harus mengikuti SOP Kemenkes. Pasien harus dimasukan ke dalam pembungkus dan mayat tidak boleh dalam keadaan terbuka dalam prosesi pemakaman.

"Mayat yang diduga terkena rabies tidak boleh diawetkan atau dibersihkan. Sangat dianjurkan untuk disemayamkan secara kremasi," sebutnya.

Sebelumnya, Sudirman meninggal dunia seusai dirawat selama dua hari di RSUD Dompu. Ia meninggal pada Rabu (29/11/2023) sekitar pukul 21.00 Wita di ruang isolasi khusus setelah dirujuk pada Selasa (28/11/2023) dari Puskesmas Kecamatan Kilo.

Sebelum meninggal, Sudirman sempat menunjukkan gejala seperti mengamuk, takut air, takut angin, dan gejala lain penderita virus rabies. (red.IY)

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved