Tuesday, July 7, 2026

Rumah Hasil Jerih Payah TKW di Bojonegoro Dirobohkan Usai Suami Diduga Berselingkuh

Rumah Hasil Jerih Payah TKW di Bojonegoro Dirobohkan Usai Suami Diduga Berselingkuh

 
Rumah di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro dihancurkan istri karena suami selingkuh selama mencari nafkah jadi TKW di Hongkong (photo by detikjatim.com)


Bojonegoro-Rakyat Indonesia - Rumah tangga pasangan suami istri berinisial P dan NK di Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, berada di ambang perpisahan. Konflik rumah tangga keduanya berujung pada keputusan untuk merobohkan rumah yang sebelumnya dibangun dari hasil kerja keras sang istri selama menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong.

Pembongkaran rumah tersebut dilakukan pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Proses perobohan menggunakan satu unit alat berat ekskavator dan sempat menarik perhatian warga sekitar yang menyaksikan bangunan tersebut diratakan.

Kapolsek Kedungadem AKP Suiswanto menjelaskan, sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya telah memfasilitasi proses mediasi antara suami dan istri. Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk membongkar bangunan rumah yang selama ini menjadi aset bersama.

Menurut Suiswanto, keputusan tersebut diambil karena terdapat perbedaan status kepemilikan antara tanah dan bangunan. Tanah tempat rumah berdiri diketahui merupakan milik orang tua pihak suami, sementara bangunan rumah dibangun menggunakan uang hasil tabungan NK selama bekerja di luar negeri.

"Terkait perobohan rumah tersebut, sebenarnya sudah ada kesepakatan tertulis antara kedua belah pihak, baik suami maupun istri," ujar Suiswanto, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, keretakan hubungan rumah tangga pasangan tersebut bermula ketika NK kembali dari Hong Kong dan menemukan dugaan bahwa suaminya telah menjalin hubungan dengan perempuan lain. Temuan tersebut membuat hubungan keduanya semakin memburuk hingga sulit untuk dipertahankan.

Upaya penyelesaian melalui mediasi keluarga disebut telah dilakukan, namun tidak menemukan titik temu. Karena tidak ada kesepakatan untuk melanjutkan kehidupan rumah tangga, pasangan tersebut akhirnya memilih jalan untuk membongkar rumah yang selama ini mereka tempati.

"Pada intinya, pasangan suami istri ini sudah sepakat untuk merobohkan rumah mereka. Saat pelaksanaan di lokasi, pihak perempuan diwakili oleh kuasa hukum dan keluarga," jelas Kapolsek.

Sebelumnya diberitakan, NK yang pernah bekerja sebagai TKW di Hong Kong membangun rumah tersebut dari hasil menabung selama bertahun-tahun. Rumah berukuran sekitar 9 x 11 meter itu menjadi simbol perjuangan dan hasil kerja kerasnya bersama suami.

Namun, dugaan perselingkuhan yang dilakukan sang suami membuat hubungan rumah tangga mereka mengalami keretakan. NK kemudian mengambil keputusan untuk merobohkan bangunan tersebut karena tanah yang digunakan bukan miliknya secara pribadi.

Proses pembongkaran berlangsung hingga bangunan rata dengan tanah. Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat yang berdatangan untuk melihat langsung rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal pasangan tersebut dihancurkan.(red/lis)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Rakyat-Indonesia.com | REFERENSI BERITA INDONESIA | All Right Reserved